Sweet Love (Chapter 2)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

 

Chapter 2

Sehari sebelum pernikahan, Taeyeon tiba-tiba menghilang. Awalnya mereka mengira Taeyeon pergi ke kantor untuk mengurusi sesuatu, namun sekertaris pribadinya, Eunha mengatakan tak ada sajangnim nya di kantor sejak pagi. Tiffany dan ketiga orangtuanya masih tidak terlalu mengkhawatirkannya. Mungkin Taeyeon ingin mencari udara segar sebelum melepas masa lajangnya.

Tetapi menjelang malam hari, mereka mulai gusar. Taeyeon belum kunjung pulang. Padahal pernikahan mereka diadakan besok pagi. Kedua orangtua Taeyeon sudah menelepon seluruh teman dekat Taeyeon, berharap wanita itu bersama mereka salah satunya. Nampaknya, perjuangan mereka membuahkan hasil yang nihil. Semua teman dekat Taeyeon tidak ada yang tahu dimana Taeyeon sekarang.

Mereka juga sudah menyuruh orang untuk mencari Taeyeon ke tempat yang mungkin dikunjungi wanita pendek itu. Namun sama seperti tadi, Taeyeon tak ada disana. Tiffany juga berkali-kali menghubungi calon suaminya itu, dan yang ia dapat hanya suara dari operator. Mereka benar-benar khawatir dengan Taeyeon. Terlebih kedua orangtuanya. Appa dan Umma Kim takut Taeyeon melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya sendiri mengingat kejadian beberapa tahun silam. Mereka hanya bisa berdo’a pada Tuhan agar tak terjadi apapun pada puteri kesayangannya itu.

Tiffany tak jauh lebih baik. Wanita ber-eyesmile itu menggigit bibir bawahnya sesekali. Kalau tidak ada Daddy dan kedua calon mertuanya, mungkin dia sudah meringkuk untuk menangis. Dia teringat percakapan dirinya dengan Taeyeon kemarin malam sebelum wanita itu menghilang.

“Fany-ah?” 

“Ya, Tae?” 

“Mengapa kau belum tidur?” Taeyeon mendekat dan duduk disamping calon isterinya. Dia melihat Tiffany mensave dokumen di laptopnya sebelum menjawab pertanyaan darinya. 

“Aku sedang menyelesaikan ceritaku. Kau sendiri, mengapa belum tertidur?” 

“Ah, gangguan tidur. Akhir-akhir ini penyakit itu kambuh lagi.” Taeyeon mengusap tengkuknya. Tiffany mengangguk. Dia mematikan laptopnya sebelum berbicara dengan Taeyeon lagi. 

“Kalau begitu, aku akan membuatkanmu susu hangat.” Tiffany hendak berdiri, namun Taeyeon menahannya. 

“Tidak usah. Aku akan menemanimu saja, sepertinya kau belum mengantuk.” ucap Taeyeon dengan memandang manik Tiffany. Wanita yang lebih muda darinya mengangguk dan duduk kembali disamping Taeyeon. 

Ada jarak keheningan selama beberapa saat yang menemani mereka. Tak ada yang berniat memulai percakapan. Mereka masih betah dengan kediaman yang dibuat mereka sendiri, sebelum suara Taeyeon memecah sunyi. 

“Kau tahu? Jika boleh memilih, aku tak ingin meneruskan perjodohan ini.” 

Tiffany mengerutkan keningnya. Selama ini Taeyeon sama sekali tak pernah menyinggung ini. Dia kira Taeyeon baik-baik saja dengan perjodohan mereka. Kenapa dia mengatakan itu disaat pernikahan mereka hanya tinggal menghitung hari? 

“W-Wae?” tanya Tiffany ragu. 

“Aku berpikir akhir-akhir ini…” Taeyeon menghela nafasnya panjang sebelum meneruskan kalimatnya. Dia menoleh ke arah Tiffany dan tersenyum pelan. “Aku tak pantas untukmu, Fany-ah.” 

Tiffany menggeleng pelan. “Bagian mana dari dirimu yang membuatmu tak pantas untukku, Taeyeon?” 

“Aku seorang pembunuh.” balas Taeyeon cepat. Tiffany menahan nafasnya saat wanita yang lebih tua darinya mengucapkan kalimat tersebut dengan cepat. 

“Lihat? Kau pasti takut denganku, Tiffany. Aku wanita yang tak pantas untuk wanita secantik dan sebaik dirimu.” 

Tiffany memejamkan matanya. Menetralisir perasaan yang bergejolak di rongga dadanya. “Kau melakukan itu pasti ada alasannya, Taeyeon-ah.” 

Taeyeon menundukan kepalanya. Dia menangis mengingat masa lalunya itu. Tiffany mendekat dan memeluk Taeyeon. Wanita itu yakin, Taeyeon sebenarnya wanita yang baik. Dia mengusap punggung Taeyeon untuk menenangkan. Pelukan Tiffany membuat tangisan Taeyeon mereda hingga tertidur dalam pelukannya. Tiffany menghela nafasnya pelan. Dia tak mengira masa lalu Taeyeon se-complicated ini. 

“Kalian belum mencari ke satu tempat ini, Umma, Appa.” Hayeon, adik bungsu Taeyeon berbicara serius pada mereka.

“Dimana Hayeon-ah?” tanya Umma Kim dengan cepat.

“Tempat terakhir kali Unnie tiada.”

Umma dan Appa Kim terdiam.

Benar.

Mereka belum mencari ke tempat tersebut. Tempat yang dengan bodohnya mereka lewatkan. Tiffany yang tak mengerti dengan ucapan Hayeon mengerutkan keningnya. Dia menoleh ke arah Umma Kim, berusaha mendapat penjelasan. Namun Umma Kim hanya menatap kosong ke depan. Dia menggenggam tangan suaminya dan mengangguk.

“Mari kita kesana, yeobo.”

Sebelum kedua paruh baya tersebut keluar, pintu rumah terbuka pelan. Mereka serempak melihat ke arah pintu dan menemukan Taeyeon disana. Wanita itu berjalan cepat untuk masuk ke dalam. Tepat satu meter di depan Tiffany, Taeyeon menghentikan langkahnya. Dia menatap mata calon isterinya intens.

“Fany-ah, katakan kau mencintaiku dan aku akan meneruskan ini semua.” ucap Taeyeon bersungguh-sungguh. Orangtua dan adik mereka tak mengucapkan sepatah katapun. Mereka membiarkan anaknya menyelesaikan masalahnya masing-masing.

Tiffany terdiam. Memang benar dia menyukai Taeyeon, tapi masih belum ke tahap mencintainya. Dia masih belajar untuk itu. Taeyeon masih setia menunggu jawaban Tiffany dengan intens.

“Ya, aku mencintaimu.” ucap Tiffany pada akhirnya. Taeyeon tersenyum tipis, sangat tipis sampai-sampai Tiffany ragu Taeyeon tersenyum atau tidak. Wanita yang lebih pendek darinya memajukan tubuhnya dan sedikit berjinjit untuk mengecup dahi Tiffany. Desiran aneh itu muncul lagi. Taeyeon menggenggam tangan Tiffany sebelum beralih menatap kedua orangtuanya, calon mertuanya, dan juga adiknya.

“Umma, Appa, Daddy, Hayeonie, aku baik-baik saja. Kalian boleh pulang, kami membutuhkan sedikit privacy.” Bukan Taeyeon tak sopan pada mereka yang pasti lelah menunggunya dengan khawatir. Namun dia memang membutuhkan privacy bersama Tiffany sebelum hari janji suci nya dilaksanakan esok pagi.

“Kami paham, nak. Ambil waktumu.” Daddy Hwang menepuk pelan bahu Taeyeon sebelum berbalik badan dan pergi dari rumahnya. Hayeon dan kedua orangtuanya hanya tersenyum padanya dan mengangguk, lalu mulai menyusul Daddy Hwang untuk pergi darisana.

Setelah mereka benar-benar pergi darisana, Taeyeon menatap Tiffany dan tersenyum tulus. Dia mendekatkan tubuhnya untuk memeluk wanita yang esok akan menjadi pendamping hidupnya itu.

“Terimakasih.” bisiknya di telinga Tiffany. Wanita itu mengangguk dan membalas pelukan Taeyeon.

***

Hari yang mereka tunggu datang. Setelah menyelesaikan beberapa rangkain acara, kini tiba saatnya mereka mengucapkan janji mereka di hadapan Tuhan. Tak bisa dipungkiri bahwa kedua mempelai sangatlah gugup. Apalagi Taeyeon. Dia tidak pernah merasa segugup ini sebelumnya.

Setelah pendeta selesai mengajukan beberapa pertanyaan padanya, kini giliran ia yang harus mengucapkan janji nikahnya. Dia menarik nafasnya untuk mengontrol emosinya sebelum membuka mulutnya.

“Saya mengambil engkau menjadi istri saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku  yang tulus” Taeyeon mengucapkannya dengan satu tarikan nafas. Dia senang dapat melewati masa gugupnya dengan baik. Dan sekarang giliran Tiffany yang harus mengucapkannya.

“Saya mengambil engkau menjadi suami saya, untuk saling memiliki dan menjaga, dari sekarang sampai selama-lamanya; Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, pada waktu sehat maupun sakit, untuk saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku  yang tulus”

Taeyeon tersenyum saat Tiffany menyelesaikan kalimatnya. Begitu juga dengan Tiffany.

“Kedua mempelai silahkan berciuman.”

Ini yang Taeyeon paling gugupkan. Meskipun Tiffany kini sudah sah menjadi isterinya, tetap saja ini asing. Mereka belum pernah berbagi ciuman sebelumnya. Paling jauh hanya mengecup pipinya. Itu pun satu kali. Dengan ragu Taeyeon mendekatkan wajahnya dengan pelan. Dia menarik dagu Tiffany dan memandangnya dengan intens sebelum kedua benda lunak tersebut menyatu. Tiffany memejamkan matanya menikmati sensasi aneh yang kini ia rasakan. Taeyeon mendiamkannya beberapa saat sebelum bergerak melumat bibir Tiffany. Para tamu undangan melihatnya dengan haru. Banyak yang iri melihat betapa manisnya pasangan di depan altar sana.

Tiffany yang mulai kehilangan akal saat bibir Taeyeon menjamah bibirnya, mengalungkan tangannya di leher Taeyeon. Suasana menjadi panas saat mereka mulai melakukan lebih dari passionate kiss. Pendeta yang melihatnya menjadi gugup. Dengan hati-hati, dia melerai pasangan yang dilanda nafsu tersebut sebelum kejadian yang tak diinginkan terjadi. Taeyeon dan Tiffany tersadar dan menundukan kepalanya karena malu.

“Masih ada nanti malam. Bersabarlah.” goda Daddy Hwang. Wajah mereka memerah seperti kepiting rebus. Para tamu undangan hanya bisa tertawa melihat kelakuan pasangan muda tersebut.

.

.

Taeyeon membaringkan tubuhnya dengan kasar. Hari ini sangat melelahkan. Belum masih ada acara resepsi yang harus dihadiri. Rasanya dia sudah tak kuat untuk bangun. Kakinya sakit karena terlalu lama berdiri.

“Taeyeon-ah, acara resepsi sudah dimulai.” Tiffany mengingatkan Taeyeon. Dia duduk di sisi ranjang mereka, menunggu Taeyeon terbangun.

“Aku lelah, Fany-ah.” Taeyeon merengek seperti anak kecil. Tiffany mendecakan lidahnya.

“Bangun pemalas. Atau aku akan menghapus seluruh game di laptopmu.” ancam Tiffany.

“J-Jangan! O-Oke aku bangun oke.” Taeyeon langsung bangkit dan keluar dari kamarnya. Menghapus game? Huh, no way. Dia sudah sampai level expert untuk seluruh permainan disana. Apalagi game tersebut berbayar. Dia membeli cukup mahal game kesayangannya itu. Tiffany yang melihat sifat kekanakan Taeyeon hanya bisa tertawa. Dia berjalan menyusul Taeyeon di belakangnya.

“Apa keluarga kita sudah masuk?” tanya Taeyeon.

“Ya, tinggal kita yang belum masuk.”

“Arrasseo. Ayo cepat!” Taeyeon menggenggam tangan Tiffany untuk masuk ke tempat resepsi. Setelah diperkenankan oleh MC untuk maju kedepan, mereka berdua pun berjalan santai ke depan, disusul keluarga mereka yang maju kedepan bersama mereka berdua.

Disaat acara sambutan-sambutan oleh keluarga dan kerabat mereka masing-masing, Taeyeon menyipitkan matanya saat melihat seorang wanita berambut coklat dengan gaun putih selutut tanpa lengan tengah memegang gelas berisi wine di tangannya. Dia makin menyipitkan matanya hingga terlihat jelas. Jantungnya berhenti berdetak. Matanya melebar.

“Tidak mungkin.” gumamnya. Tiffany yang menyadari ekspresi Taeyeon yang tiba-tiba mengerutkan alisnya. Dia bermaksud menanyakannya pada Taeyeon. Namun wanita itu berdiri dan dengan cepat turun dari panggung. Dia bilang kepada MC ingin kebelakang sebentar, Tiffany masih mendengar itu meski jaraknya beberapa meter darinya sebelum punggung Taeyeon kian menjauh.

Taeyeon berlari ke taman belakang resepsi untuk mengejar wanita tadi yang menjauh. Dia menarik tangan wanita tersebut hingga beradu pandang dengannya. Mulut Taeyeon terbuka, jantungnya terpompa cepat. Matanya memanas. Dia mengelus pipi wanita tersebut. Wanita di depannya nyata! Dia nyata! Taeyeon menarik wanita tersebut dan memeluknya erat.

“Sica-ya, bogoshipda.” Taeyeon menangis di pelukan wanita tersebut.

“P-Permisi, nona? Apa aku mengenalmu?” tanya wanita itu pelan. Taeyeon menarik tubuhnya dari pelukannya. Dia menatap wanita didepannya tak percaya. Wajahnya, suaranya, itu hanya Jessica yang memilikinya! Itu hanya milik kekasihnya!

Tiba-tiba dari arah belakang, muncul seorang wanita berkulit tanned mendekat ke arah mereka. Dia melihat Taeyeon dan tersenyum.

“Whoah, Miss Kim. Anda masih ingat denganku? Kita pernah bekerja sama di China waktu itu.”

Taeyeon mengerutkan keningnya. Dia melihat wanita itu sekali lagi. “K-Kwon Yu- ri?”

“Assa! Chukhahae, Miss Kim atas pernikahanmu.”

“Ne, gomawo.”

“Ah ya, perkenalkan. Ini tunanganku, Kang Jung Hee. Hee-ya perkenalkan dirimu.”

“Kang Jung Hee imnida.” Wanita bernama Jung Hee tersebut menundukan kepalanya tanda salam.

Taeyeon masih belum bisa mencerna ini semua. Kang Jung Hee? Yang benar saja.

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

Whoaaah mimpi apa gw update cepet? Wkwk. Nih yang penasaran sama next chap nya.

Enjoy read~

Pai pai~ see u next chap ^^

Advertisements

51 thoughts on “Sweet Love (Chapter 2)

  1. Jd tae bunuh jessie.. Ah mungkin itu cuma ketidak sengaja an ajj bnr ap kata fany.. Dasar pasangan mesum ga tao sikon..

    Like

  2. Tae labil nih disini,, td di altar cium fany ga mo lepas. Eh,, bntr udh sica2 aja,, sweetlove nya ma cp nih thor ntr ?? 😀 hehe,, mksh dh nulis thor,,

    Like

  3. Ngak mau deh ama sifat taeyeon nanti yg plin-plan milih fany atau sica. Kan kasihan fany yg udah sah jadi istrinya tae kalau sica kan cuma masalalu, sica nya aja udah amnesia atau itu beneran kang jung hae tapi mirip sica?

    Like

  4. Yang aku fikir mah di sini yang bakalan punya orang ke tiga itu Fany

    Tau nya 😂😂

    Jess bakalan jadi penghalang cinta Tae kaya nya buat fany

    Apakah dia seseorang yg begitu berharga di khdpn Taeng dahulu
    Sica lupa ingatan / apa

    😁😁 yang di ragukan cinta Tae bukan Faby

    Like

  5. Apa? Apa? Apaaaa?? Apa maksudnyaaaa?????? Knp jd kang jung hee siapa itu kangjung hee gw ga pernah denger wkwwkwkk kan kan kan baru pertama kali ngelakuin aja udh kya gtu di dpn orng banyak pula ckckckk gmn kalau ga ada orng:”

    Like

  6. Arghhhh apalagi ini??? Banyak hambatan chap2 kok malah emosi gw… wkwkwk… mulai baper sitippa…. jadi yg d bunuh si tae si jessi kah??? Gw gk yakin si tae ngebunuh, paling d tuduh…
    Ah.. banyak spekulasi d sini…
    Sip dah thor
    See ya n hwataenggg

    Like

  7. Itu beneran sica atau emng kang junghee?
    Kalo emng bner bukan sica Knp gk pake jung sooyeon aja thor 😣
    Keren thor , semangat jd penasaran siapa kang junghee 😁

    Like

  8. Andaikan bisa dijadikan drama bkl saya nntn terus .tnpa mlewatkan serinya .wkwkwkwllwl
    Bagus ceritanya .dan pst bkl ad konflik aigggoo jgn sampai ya thor

    Oh jd ms lalu taeng sica kah .btw Msh blm jelas knp taeng bunuh sica .

    Semangat terus nulisnya thor

    Like

  9. Ada yulsic pasti seru nich….
    Taeny uda mulai ada rasa nich. Tinggal nunggu malam pertama yg lagi jadi pengantin baru. Buat yg hot ya thor….

    Like

  10. Omo omo omo…siapa yg dibunuh tae??
    Akh…gak mungkin lah tae pembunuh.
    Trus…ngapa sica jdi kang jung he…trus jdi tunangannya yuri…???

    Like

  11. Hah sica mantannya tae ya. Tapi kok namanya kang jung hee?? Atau emang beda kah?? Atau sicanya lupa ingatan kah?? Kan imajinasi ku liar banget thor wkwk.. mana munculnya pas taeny udah nikah lagi, pasti tae baper deh..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s