Sweet Love (Chapter 6)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Other Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

 

Entah bagaimana perasaan Taeyeon sekarang. Kini di depan matanya persis, seseorang yang telah mengambil hatinya bertahun-tahun yang lalu, seseorang yang dinyatakan meninggalkan dunia ini, seseorang yang amat dia cintai kembali tersenyum padanya. Taeyeon bagaikan jam usang rusak yang diperbaiki dan dipercantik, menjadi hidup dan berdetak. Rasanya seperti mimpi. Dia bisa bertemu kembali dengan kekasihnya. Apa boleh dia menyebutnya seperti itu? Taeyeon menggeleng.

“Sica-ah, ap-…”

“Aku tahu.” Belum sempat Taeyeon meneruskan ucapannya, Jessica sudah memotongnya.

“Biar ku persingkat. Waktu itu hari Senin, lima April. Aku berangkat dari rumah menuju kantormu saat teleponku tidak kau angkat. Awalnya aku merasa biasa saja berkendara. Tetapi saat di turunan, rem tiba-tiba tidak bisa berfungsi. Saat itu aku panik, apalagi dengan kecepatan yang bisa dikatakan tinggi. Disaat yang bersamaan, sebuah mobil hitam melaju dari arah berlawanan. Aku membanting setir ke ke kanan dan…” Jessica menarik nafasnya sebelum melanjutkan ceritanya.

“Mobil yang ku kendarai terjun ke jurang. Badanku terasa remuk. Pandanganku menjadi kabur. Saat itu aku sudah pasrah dengan hidupku, namun keajaiban datang. Aku tidak terlalu ingat, namun kurasa pria paruh baya yang kini menjadi orangtuaku sekarang lah yang menolongku saat itu sebelum aku melihat mobilku meledak dan terbakar. Pria berbaik hati itu mengatakan kalau aku mengalami koma selama satu bulan, dan setelah sadar, aku didiagnosis mengalami amnesia…” Jessica menghentikan ceritanya. Dia memandang Taeyeon yang matanya mulai memerah. Dia tersenyum dan menggenggam tangan Taeyeon.

“Aku menjalani kehidupan baru sebagai Kang Jung Hee mulai sejak itu. Orangtua angkat ku membawaku ke China untuk pengobatan lebih lanjut. Dan disitulah aku bertemu Yuri sampai…” Jessica menggigit bibir bawahnya.

“…sampai kami berpacaran dan resmi bertunangan.”

Taeyeon mengepalkan jari-jarinya dibawah meja. Hatinya merasa sakit karena wanita yang dicintainya sudah menjadi milik orang lain. Jessica tahu Taeyeon pasti sakit mendengar ini. Tapi apa dia juga tidak dihitung sakit sementara wanita imut itu malah sudah berkeluarga?

Jessica menghela nafasnya. “Setahun belakangan ini kami memutuskan untuk kembali ke Korea. Orangtua angkatku bilang kepadaku bahwa sudah saatnya aku mencoba mengingat diriku yang dulu. Meskipun aku ragu karena tidak satupun yang bisa ku ingat tentang diriku. Baru setelah Yuri mengajakku ke acara resepsi kalian, sekelebat memori muncul di kepalaku. Saat kami pulang darisana kepalaku terasa pusing. Aku sampai pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Dokter yang menanganiku terlihat senang. Dia menyuruhku melakukan terapi selama beberapa hari untuk mengembalikan ingatanku, dan yeah- aku kembali mengingat lagi.” Jessica mengakhiri ceritanya dengan senyum kecut.

Taeyeon memalingkan wajahnya dan menatap ke arah lain. Dia menghela nafasnya sebelum menatap dalam manik favoritnya.

“Apa kita masih bisa bersama?” tanya Taeyeon seperti memohon. Jessica menggantungkan pertanyaan Taeyeon di udara. Dia hanya bisa tersenyum pada Taeyeon.

“Kumohon, Sica-ya. Sampai detik ini hatiku masih berdebar untukmu, kau tahu itu.” Setetes cairan bening lolos dari pipi Taeyeon. Dia masih menatap Jessica dengan tatapan memelas.

“Aku tahu, Taeyeon-ah. Begitu juga denganku.” Taeyeon tersenyum mendengar ucapan Jessica.

“Namun kita tahu kita sudah memiliki pasangan masing-masing. Kau dengan Tiffany dan aku dengan Yuri.” Perkataan Jessica yang satu ini membuat ekspresi Taeyeon berubah datar. Jessica menyadari itu. Dia menggenggam tangan Taeyeon.

“Lupakan aku. Jalani kehidupan barumu dengan isterimu. Aku hanya masa lalu mu Taeyeon-ah.”

Taeyeon menarik tangannya dan menggeleng. “Bisakah kita egois kali ini Sica-ya? Kalau bukan karena kecelakaan sialan itu kau pasti masih menjadi milikku! Kau juga masih mencintaiku, bukan?”

Jessica mengangguk. “Tapi Tiffany lebih membutuhkanmu, Taeyeon. Dan Yuri membutuhkanku. Mengertilah.”

Taeyeon berusaha keras menghalau airmatanya untuk turun. Dia merasakan sakit untuk yang ke sekian kalinya. Dia menghembuskan nafas kasar sebelum berbicara.

“Aku tahu. Tapi untuk kali ini, tolong kabulkan satu permintaanku.”

“Apa itu?” Taeyeon tak menjawabnya. Dia hanya memandang Jessica dengan tatapan yang sulit dimengerti. Jessica berharap permintaan Taeyeon tidak akan menyakiti hati siapapun.

***

Tiffany mengeluarkan airmatanya untuk ke berapa ratus kali. Hampir setiap hari wanita itu menghabiskan waktu untuk menangis. Sudah lebih dari seminggu suaminya tidak pulang. Dia tidak bodoh, tentu saja suaminya itu bersama kekasihnya, Jessica Jung. Dia bahkan sudah mengajukan surat perceraian untuk Taeyeon. Hanya tinggal wanita itu menandatanganinya dan setuju untuk bercerai, lalu dia bisa kembali pada wanita tercintanya.

Seharusnya dari awal, Tiffany menolak perjodohan itu. Dia tidak perlu merasakan sakit semacam ini kalau saja dia sedikit membangkang pada Daddy nya. Namun apalah daya, nasi sudah menjadi bubur. Menyalahkan hal yang lalu pun tak ada guna. Menangisi takdir juga percuma. Mungkin Tuhan tengah mencoba kehidupan asmara nya agar kedepan bisa lebih baik lagi.

Saat akan keluar untuk merawat tanaman favorit Taeyeon, Tiffany mendengar deru mobil di depan rumahnya. Dia menengok sekilas di jendela dan melihat mobil audi putih milik Taeyeon terparkir disana. Tiffany merasa terkejut mendapati kepulangan Taeyeon. Dia pikir Taeyeon tak akan pernah kesini lagi. Tapi dia berpikir lagi, ini rumah Taeyeon jadi dia berhak kemari kapan saja. Harusnya dia yang pergi dari rumah ini.

Tiffany merasakan getaran kecil di sakunya. Dia meraih ponselnya dan melihat ada satu pesan dari nomor tak dikenal.

Jaga Taeyeon baik-baik, Tiffany. Aku yakin cepat atau lambat dia akan mencintaimu. Hwaiting! ^^      – JJ

“JJ?” gumam Tiffany.

Tiffany tak langsung menanggapinya karena Taeyeon sudah masuk kedalam rumah dan berdiri beberapa meter darinya. Mereka hanya diam. Cukup canggung karena sudah berhari-hari mereka tidak berbicara, ataupun sekedar bertukar kabar via suara atau pesan.

“Kau.. pulang?” tanya Tiffany pada akhirnya. Taeyeon menatap datar Tiffany. Wanita bereysmile cukup sakit mendapat reaksi seperti itu. Tapi dia biarkan dan tetap tersenyum.

“Kemari.” titah Taeyeon dengan wajah dinginnya. Tiffany bingung dan masih diam.

“Kubilang kemari!” desis Taeyeon. Tiffany menelan ludahnya dan dengan langkah perlahan mendekat ke arah Taeyeon. Hal yang tak diduga terjadi. Taeyeon mendekap Tiffany sangat erat. Dia berkali-kali mengecup bahu dan leher Tiffany. Wanita yang dipeluknya tak bisa berpikir jernih. Dia merasa shock dengan perlakuan suaminya. Dia kira dia akan diusir dari rumah ini dan Taeyeon ingin mengajukan perceraian padanya.

“Mianhae, Fany-ah. Mianhae…” lirih Taeyeon. Dia merasa bersalah telah menyakiti hati wanita sebaik Tiffany. Jika bukan karena Jessica, mungkin Taeyeon tak akan pernah sadar akan cinta tulus isterinya.

“Jangan tinggalkan aku, kumohon…”

Tiffany tersadar. Dia merasa tersentuh dengan permohonan Taeyeon barusan. Dengan cepat dia mengangguk mengiyakan. Wanita itu membalas pelukan Taeyeon dan menepuk-nepuk punggung Taeyeon dengan pelan. Setelah dirasa cukup, Taeyeon melepas pelukannya dan menatap isterinya. Dia mengusap pipi Tiffany dengan sayang, lalu menjatuhkan kecupan ringan di keningnya. Tiffany memejamkan matanya, menikmati sentuhan Taeyeon di keningnya.

“Saranghae.” ungkap Taeyeon. Tiffany membuka matanya dan menatap Taeyeon, seperti mengatakan, ‘benarkah?’

Taeyeon tersenyum. “Aku bersumpah akan menjatuhkan lebih banyak cinta dariku untukmu, Fany-ah. Aku akan berusaha. I promise.”

Tiffany melihat raut kesungguhan dari wajah Taeyeon. Dia tersenyum. Airmatanya tak terbendung lagi. Dia bahagia, Taeyeon tidak jadi meninggalkannya. Dia bahagia tidak harus berpisah dengannya. Dia bahagia Taeyeon-nya bersumpah untuk berusaha mencintainya. Dia bahagia karena Taeyeon!

Taeyeon mengusap airmata isterinya. Dia mengecup matanya yang berair. Kemudian menatap wajah cantik Tiffany cukup lama. Seperti tersihir, dia mulai mendekatkan wajahnya dengan pelan. Taeyeon menutup matanya saat dia berhasil mendaratkan bibirnya ke bibir ranum Tiffany. Taeyeon bergerak melumat bibir isterinya dengan pelan. Berharap kesungguh-sungguhannya tersalurkan dalam ciumannya. Tiffany ikut memejamkan matanya dan membalas lumatan demi lumatan yang Taeyeon lakukan. Jika boleh jujur, dia ingin merasakan ini sepanjang hidupnya. Sentuhan Taeyeon membuatnya merasa, nyaman dan damai. Dia merasa bahagia dan utuh. Taeyeon miliknya dan akan terus menjadi miliknya!

Setelah cukup dan merasa membutuhkan oksigen, Taeyeon melepas ciumannya. Saliva mereka terhubung saat Taeyeon melepasnya. Dia mengecup bibir Tiffany singkat sebelum menatap wajahnya lagi.

“I’ll never make a promise that I can’t keep. So trust me, Fany-ah.” 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ngga deng bertjanda…

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

Yuhuu~ uas akhirnya kelar. Bebas bebas wkakaka. Noh yg penasaran kelanjutan fic absurd gw.

Enjoy read~

Pai pai~ see u next chap~

 

 

 

 

 

 

Advertisements

37 thoughts on “Sweet Love (Chapter 6)

  1. What the… gw emang taengsic shipper tapi kalo masalahnya gini mah gw taeny shipperlah…
    Dan sitae syukur gk berbelok arah… dan taeny gk jadehhh cerai… nah buat pembalasan paneh buat tae thor… datangkan masalalu panny… wkwkwkk…. jiwa jahat mulai keluar.
    Masa tippa aja yg nangis… kan gk badai…
    Berikan keahlianmu dalam drama mengharu biru ini thorrrr… wkwkwk
    Okkay okay abaikan kalimat d atas…
    See ya thor n hwataengggg….

    Like

  2. Masih kurang pas
    Yang jadi peetanyaan itu
    Apa permintaan Tae ke Jess
    Dan selama seminggu Tae kemana

    Masa langsung ending aja
    Gk ada yg nama nya bagian Tae berusaha untuk meluluhkan hati fany yg terlanjur kecewa

    Like

  3. akhirnya penantian fany ga sia-sia, mungkin kedepannya banyak rintangan di kehidupan taeny kah?
    itu pas tae ngilang ga bakal di ceritain thor?
    btw kan beres ujian tuh thor, sering update ya 😆😆

    Like

  4. yatuhan kukira taeng benar’ ninggalin pany . ohh aku bhkan nangis pas awal bc . *drama*wkwlwk
    tp akhirnya taeng sadar dan kembali kepelukan tippa .ahhh bahagia

    gmw author .salanghae
    hehehehe

    Like

  5. Wow wow.. kukira udh di end aja taeny nya ternyata belum toh wkwkwk.. untung si atang balik lagi dan jessi lbih memilih yuri hehehe pertahankan panul ya tangg 👍

    Like

  6. Uhh untung sih, tp kasian jg taeng nungguin sica tp akhirny gini..
    Tp gak apa2 tae lu dpat istri yg cantiknya gk kalah sma sica

    Like

  7. Ahahahahaha…sa ae lu thor ngerjainnya…😂😂😂
    Chapter ini…sad& sweet…tae kembali ke pelukan fany…😄😄😄

    Like

  8. Seminggu lebih ga pulang rumah kasih badai lagi dong ah biar mendrama kehidupan tehni ckckck. Ntar gantian si ateng dibuat cemburu sama panul , gitu ae terus sampe sica balik ke snsd lagi wkwkwkw

    Like

  9. Yeheee akhirnya sadar juga si tatang. Kan gak mungkin dia sama sica sedangkan dia udah nikah sama pany terus sica juga udah sama yuri. Pokoknya taeny harus bersatu hehehe *maksa..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s