Sweet Love (Chapter 9)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Other Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

 

Tiffany berjalan mondar-mandir di kamarnya. Sesekali menggigit bibir bawahnya atau menggigit kukunya. Dia merasa cemas dengan perasaannya sebagai seorang isteri. Bukan dia tidak percaya dengan Taeyeon, dia hanya takut jika Taeyeon menyembunyikan sesuatu padanya. Dia tidak mau hal itu terjadi. Terdengar posesif memang, tapi mau bagaimana lagi. Tiffany juga tidak ingin terlihat sebegitu posesif terhadap suaminya. Itu malah akan terlihat seperti… so pathetic. 

Entahlah, menjadi seorang isteri dari seorang goddes Kim terlalu banyak berisiko. Tiffany tahu belakangan ini kalau banyak perempuan dan pria diluaran sana yang menggilai Taeyeon. Aura wanita itu memang terlalu kuat hingga bahkan wanita atau pria yang melihatnya akan jatuh berlutut dihadapannya. Dia bergidik ngeri melihatnya. Taeyeon-nya terlalu sempurna. Bukan hanya fisik, tetapi kerendahan hatinya juga.

Saat sedang cemas memikirkan suaminya, Tiffany tersadar akan sesuatu dan segera mendapat ide untuk membunuh rasa khawatirnya. Dia berlari mengelilingi ranjang dan meraih ponselnya di nakas. Dia membuka laci nakas dan bergegas mencari sesuatu.

Gotcha

Ketemu. Dia meraih secarik kertas bertuliskan nama seseorang beserta nomor teleponnya dan lain sebagainya disana. Tiffany segera menekan beberapa nomor yang ada disana di ponselnya. Setelah selesai, dia menekan tombol call dan mendekatkannya ke telinga. Terdengar suara tuut lima kali sebelum sebuah suara menyapanya di seberang sana.

“Yeoboseyo, dengan siapa ini?” 

“Benarkah ini Eunha-ssi? Saya Tiffany, isteri Kim Taeyeon.”

“Ah, Mrs. Kim. Ada yang bisa saya bantu, Mrs?”

“I-Itu.. A-Apa Taeyeon sedang lembur bekerja? A-Apa dia masih di kantor?”

“Ne, Mrs. Taeyeon Sajangnim beserta divisi kami tengah mengadakan rapat dan kami akan lembur.” 

“Arrasseo. Kalau begitu saya tutup teleponnya, Eunha-ssi.”

“Ba-…” “Fany-ah!” 

“T-Tae?”

“Ya, ini aku. Apa kau mengkhawatirkanku? Kau tenang saja, sayang. Aku memang sedang lembur. Kau istirahatlah, ini sudah hampir tengah malam.” 

Tiffany menghela nafasnya lega. “Ne, TaeTae. Jangan terlalu larut pulangnya. Apa kau sudah makan?”

“Tentu saja sudah. Aku tidak ingin terkena omelanmu karena terlambat makan lagi.” 

Tiffany terkekeh. “Aku tutup teleponnya, TaeTae. Selamat bekerja kembali. Fightaeng!”

Terdengar suara tawa kecil di seberang. “Fightaeng!” 

“Ne, annyeong.”

“Anio, yang benar see you later.” 

Tiffany tertawa renyah. “Arrasseo, see you later, TaeTae. Sudahlah, aku benar-benar akan menutup teleponnya. Kau bekerja yang giat, ne?”

Setelah mengatakan itu, Tiffany buru-buru menutup teleponnya. Dia tidak ingin mengganggu Taeyeon. Dia sudah cukup lega mengetahui suaminya benar-benar tengah bekerja. Dia jadi bisa tidur tenang setelah ini.

***

Taeyeon buru-buru membereskan mejanya selepas rapat dengan beberapa orang dari divisinya. Dia merasa lelah setelah memimpin rapat selama berjam-jam tadi. Dia ingin segera menjatuhkan tubuhnya di ranjang dan memeluk isteri tercintanya. Menghirup aroma tubuhnya dan mengecup lehernya sebentar. Membayangkannya saja membuat perutnya merasa penuh dan geli.

Baru saja dia selesai membereskan meja kerjanya dan akan melangkahkan kakinya keluar, ponsel miliknya bergetar di sakunya. Dia meraihnya dan melihat nama Daddy terpampang disana. Taeyeon mengerutkan keningnya. Ada apa Daddy Jessica meneleponnya selarut ini? Dia tidak ingin memikirkannya lebih lanjut dan memilih mengangkat telepon tersebut.

“Hallo, Dad.”

“…….”

“Tapi, Dad. Ini sudah…”

“…….”

“Arrasseo, tunggu aku disana.”

Taeyeon menghela nafasnya. Daddy Jessica mengajaknya- late- dinner bersama. Dia sebenarnya ingin menolak karena dia sungguh-sungguh sangat lelah. Namun bukan Daddy Jung namanya kalau tak memiliki berbagai macam rayuan agar Taeyeon tak menolaknya. Dan pada akhirnya, dia akan pulang jauh lebih terlambat dari yang dipikirkannya. Kini dia berdoa agar isterinya sudah tertidur dan tak perlu menunggunya pulang.

***

Dan disinilah Taeyeon berada sekarang. Di sebuah restoran bintang lima dengan ruangan ekslusif yang hanya bisa dinikmati oleh mereka berempat, dia, Jessica, dan Daddy beserta Mommy Jung.

Taeyeon tersenyum canggung ke arah orangtua Jessica. Dia merasa aneh dengan dinner ini. Meskipun dulu mereka sering mengadakan dinner bersama, tapi sekarang situasinya benar-benar berbeda. Dia bukan lagi bagian dari keluarga mereka. Dia sudah memiliki isteri, begitu juga Jessica yang sudah memiliki calonnya.

“Kau terlihat tegang, Taeyeon.” ujar Daddy Jung.

“Benarkah? Apa itu terlihat jelas?” Taeyeon bertanya dengan meringis.

Daddy Jung terkekeh. “Santai saja, Taeyeon. Anggap saja ini sebagai dinner biasa.”

“Ah, ne. Akan aku lakukan, Dad.”

Taeyeon menyendokan makanan ke mulutnya untuk mengurangi rasa canggungnya terhadap kedua orangtua di depannya. Jessica sedikit tak membantu. Wanita itu hanya berdiam dan memakan makanannya dengan tenang. Seolah tak memedulikan keberadaan mereka. Taeyeon tahu Jessica juga merasa tak nyaman dengan ini. Namun dia bisa menutupinya dengan sangat baik. Tipikal keluarga Jung.

“So, bagaimana dengan isterimu Taeyeon?” tanya Mommy Jung.

“Isteriku? Bagaimana apanya, Mom?” Taeyeon tertawa kecil karena bingung dengan pertanyaan Mommy Jung.

“Yaa, apa dia baik? Lebih baik dari puteriku, mungkin?”

Taeyeon mengerutkan alisnya. Apa Mommy Jung baru saja membandingkan Tiffany dengan Jessica? Jujur dia tidak suka jika ada orang yang membandingkan keduanya. Jessica baik, sangat baik padanya. Sebab itulah dia sangat mencintai wanita itu. Tetapi dulu saat mereka masih bersama. Dan Tiffany? Ah wanita itu. Bagaimana Taeyeon mendeskripsikannya? Dia terlalu sempurna sebagai seorang isteri. Taeyeon tak bisa menyembunyikan senyumnya hanya dengan memikirkan isterinya itu. Daddy Jung menyeringai melihat senyuman Taeyeon. Dia ikut tersenyum sebelum berbicara.

“Tentu saja isteri Taeyeon sangatlah baik. Dia begitu cantik, bukan begitu, Taeyeon-ah?”

Taeyeon terkejut. Dia menunduk malu dan mengangguk. “N-Ne.”

Jessica meletakan sumpit di piring. Cukup keras untuk membuat ketiga orang disana menoleh.

“Daddy Mommy, aku sudah kenyang. Bolehkah aku pulang? Aku sangat mengantuk.” rengek Jessica.

“Sooyeonie, kita belum sampai pada inti dinner. Tunggu sebentar lagi, ne? Huh, kemana para pelayan itu?” bujuk Daddy Jung dengan sedikit menyalahkan pelayan disana.

Jessica mengerucutkan bibirnya lucu. Jika saja Jessica masih menjadi kekasihnya, mungkin bibir itu sudah dilumat Taeyeon karena saking gemasnya.

Lima menit menunggu dengan menyantap makanan mereka masing-masing secara hening membuat Jessica jengah. Dia baru akan membuka mulutnya untuk protes, seorang pelayan datang kesana dan menggagalkan aksinya.

“Permisi, ini pesanan anda, Tuan.” Pelayan itu menyerahkan satu botol wine beserta gelasnya disana.

Daddy Jung tersenyum senang. Setelah pelayan tersebut mengundurkan diri, dia meraih botol wine tersebut.

“Ini wine ter-enak yang pernah kuminum. Kau harus mencobanya, Taeyeon.” kata Daddy Jung.

“Daddy, kau tahu Taeyeon tidak bisa minum.” sergah Jessica. Taeyeon menoleh ke arah Jessica sebelum menatap Daddy Jung dan mengangguk mengiyakan.

“Wow, rupanya ada yang masih ingat kebiasaan seseorang disini.” sindir Mommy Jung.

Jessica menaikkan satu alisnya.

“Tenanglah, Jessie. Hanya satu gelas. Taeyeon akan rugi kalau tidak meminum ini. Kau juga harus meminumnya. Ini sangat enak.” Daddy Jung menuangkan wine ke gelas keduanya dengan perlahan. Jessica menghela nafasnya sebelum meraih gelas tersebut dan meminumnya.

“Kau juga harus meminumnya, Tae.”

Taeyeon meringis pelan dan mengangguk. Dia meraih gelas tersebut dan meminumnya dengan pelan. Dia menunjukan ekspresi aneh setelah meminumnya. Wanita itu benar-benar payah dalam urusan meminum.

Mereka mendengar suara ponsel berbunyi. Ternyata ponsel milik Daddy Jung. Dia pamit ke belakang untuk mengangkat telepon tersebut.

Taeyeon masih terus meminum wine di gelasnya. Meskipun rasanya aneh saat cairan itu masuk ke tenggorokannya. Dia hanya tak ingin terlihat payah di hadapan kedua orangtua Jessica.

“Taeyeon, Jessie. Maafkan Daddy. Ada masalah kecil dirumah. Soojung bilang kran wastafel rusak dan harus segera diperbaiki karena air terus mengalir. Jessie, kau bilang kau akan pulang ke apartemen mu, kan? Kau bisa meminta Taeyeon mengantarmu kalau begitu.” Daddy Jung yang tiba-tiba datang mengatakan itu kepada mereka.

“Tapi, Dad-…”

“Sooyeonie…”

“Arrasseo, kalian pulanglah dan bantu Soojung.”

Daddy tersenyum. “Aku titip puteriku, Taeyeon-ah. Kami pergi dulu.”

“Ne, Dad. Hati-hati di jalan.”

Setelah mengatakan itu, Daddy dan Mommy Jung keluar meninggalkan mereka berdua. Taeyeon menghela nafas, disaat itu juga dia melihat wanita disampingnya juga melakukan hal yang sama. Mereka tertawa pelan menyadarinya.

Tapi hal itu tak berlangsung lama. Tiba-tiba Taeyeon merasakan panas di sekujur tubuhnya. Dia melihat gelagat aneh Jessica disampingnya yang sama sepertinya.

“S-Sica, apa kau merasa… panas?” tanya Taeyeon berusaha menahan perasaan aneh pada dirinya.

Jessica tak menjawabnya. Dia hanya menggigit bibir bawahnya dan mengepalkan buku-buku jarinya.

Damn, mereka mencampurkan obat perangsang di dalam wine.” gumam Jessica yang masih bisa di dengar Taeyeon. Jessica menoleh ke arah Taeyeon dan memandangnya dengan tatapan berbeda. She’s full of lust now. 

Tiba-tiba Taeyeon merasakan dirinya terdorong ke belakang. Dia berpikir dirinya akan terjatuh, namun ternyata ridak. Jessica menahannya sembari menyesap bibirnya. Taeyeon tersadar dengan apa yang Jessica lakukan. Disisi lain dia ingin menghentikan Jessica, namun tubuhnya menolak. Dia juga butuh sesuatu untuk melampiaskan hasratnya karena pengaruh obat itu.

Mereka berciuman dengan sangat panas. Bagaikan hidup dan matinya bergantung pada ciuman tersebut. Saat Jessica ingin membuka kancing kemeja Taeyeon, wanita itu tersadar dan mendorongnya. Nafas mereka terengah-engah. Taeyeon juga merasakan pusing menghantam kepalanya.

“Ini tidak benar, Sica.” Taeyeon mati-matian menahan hasratnya itu.

Jessica mengerang frustasi. Dia mendekat ke arah Taeyeon, namun wanita itu menjauh.

“Berdiri disana. Kita tidak boleh melakukan itu, Sica.”

“Taeyeon argh. Ini sangat ugh… please.” mohon Jessica. Taeyeon mengerti perasaan Jessica. Mereka butuh melampiaskan hasratnya jika tidak itu akan menyiksa mereka. Namun beruntung Taeyeon masih bisa berpikir jernih di situasi seperti ini.

“B-Begini saja. Kau datang pada kekasihmu dan aku akan melakukan hal sama. Tahan nafsumu sebentar, Sica. Aku tak mau menyakiti perasaan Tiffany dan Yuri jika kita melakukan itu.”

Meski Jessica merasa tersiksa dengan ini, namun dia menyetujui usulan Taeyeon. Dia juga tidak ingin melukai perasaan kekasihnya.

Mereka berdua pun keluar darisana dengan menahan hormon mereka yang sangat tinggi akibat pengaruh obat tersebut. Mereka memutuskan menaiki taxi daripada menyetir sendiri. Itu hanya akan membahayakan mereka berdua.

Taeyeon tersenyum lemah pada Jessica yang sudah menaiki taxi terlebih dahulu. Dia menunggu taxi selanjutnya yang lewat disana. Beruntung hal itu tak berlangsung lama. Dia benar-benar kewalahan menahannya. Selama perjalanan, wanita itu hanya bisa memejamkan matanya dengan menggigit bibir bawahnya. Dia ingin sekali membuka seluruh pakaiannya, namun itu tidak mungkin dilakukannya di dalam taxi.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang baginya. Taeyeon akhirnya sampai di tempat tujuannya. Dia menyerahkan uang kepada sopir taxi dan dengan cepat berlari memasuki rumahnya. Taeyeon seperti orang kesetanan. Dia mendobrak pintu kamar mereka dan menemukan isterinya tengah tertidur. Taeyeon tidak peduli, dia segera menerjang isterinya dan mencium bibirnya dengan ganas. Tiffany mengerang. Dia membuka matanya perlahan dan melihat Taeyeon diatasnya sedang menciumnya panas.

“T-Tae.. ugh..” erang Tiffany saat Taeyeon menjilat lehernya.

Taeyeon membuka kancing piyama Tiffany dengan terburu-buru. Saking terburunya, dia bahkan merobek piyama isterinya dan membuangnya ke sembarang arah. Dia juga langsung merobek bra isterinya hingga terlihat kedua bukit kembar miliknya.

“Taeyeon apa yang kau laku- aahhh…” Tiffany tak bisa melanjutkan ucapannya lagi karena Taeyeon menghisap putingnya dengan sangat keras sementara tangannya yang lain meremas payudara satunya.

Taeyeon mencium bibir Tiffany lagi. Dan dari situlah Tiffany tahu bahwa Taeyeon habis meminum alkohol. Sepertinya suaminya habis mabuk.

“T-Taeyeon…” Tiffany menahan kepala Taeyeon agar tak menciumnya.

“Kumohon, Fany-ah. Aku membutuhkan ini.” Tiffany melihat mata suaminya yang penuh dengan nafsu.

“K-Kau mabuk?” tanya Tiffany.

Taeyeon menggeleng. “Ceritanya panjang. Yang terpenting aku tidak mabuk dan ugh, aku benar-benar harus menuntaskan nafsuku, sayang.”

Taeyeon kembali mencium bibir isterinya. Melumat, menghisap, dan menggigitnya. Dia memasukkan lidahnya kedalam mulut Tiffany. Mereka berperang lidah satu sama lain.

Dan dari situlah, malam mereka dimulai. Saat Tiffany melayangkan erangan nikmat dibawah sentuhan Taeyeon. Dan ingatkan Tiffany untuk menanyakan hal ini pada Taeyeon keesokan paginya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uuuh suka sama taeng disini. Alhamdulillah doa pany terkabul wkwk.

Oya yg mau gabung grup chat masih terbuka lebar. Kirim aja nomor kalian di email gw beserta nomor hape kalian . Inget guys grup nya di wa ya.

Ni email gw : noviaidafa05@gmail.com

Enjoy read~

Pai pai~ see u next chap~ ^^

 

Advertisements

52 thoughts on “Sweet Love (Chapter 9)

  1. Ohmygoshh no coment buat mr jung 😪😪 untung tae cepet sadar kalo ga kan kasian pany nya selalu tersakiti 😫😫😭😭 tapi terima kasih juga deh buat mr jung krna akal nya taeny bisa buat malam yang indah hahahahaha😂😂😂

    Like

  2. Yah thor tumben langsung tbc ajj terus knp gitu appa dan umma jessi jadi sengklek gitu.. apa mrk gak ngerasa salah ia disaat melakukan kelicikan sepihak tanpa ada niat sedikit pun klo tae itu udah punya istri dan jessi pun sudah mempunyai yuri.. qo jahat banget Ia mrk

    Like

  3. Dah pasti ada apa2 nya itu JungFams tengah malem ngajakin tae dinner, om jung blm move on 😿😿 kesian dung yul.. Tapi yaa bener deh tae punya hati baek, gamau kecewain istrinya. Semoga taeny saling percaya 💪💪 btw gereget waktu tae nahan napsu nya, untung dia masih punya pikiran jernih 😏😏 untung bulan puasa thor klo nggak ditambah lah NC nya 😂😂😂

    Like

  4. Duhh untung si tatang ga kelewatannn, ortu sica keterlaluan beut sihhh kan mereka udh punya pasangan masing2..
    Kyknya taeny musti jaga jarak ama keluarga sica nih.m

    Like

  5. Nie apa2an ortu sica? Terlalu berambisi punya menantu Taeyeon sampe ngambil jalan sesat. Untung Taetae bisa jaga hatinya. Enakan jg ama istri sendiri ya Tae, mau gaya apa jg mah bebassssss. Bikin puas Tae ya Fany ah biar ndk jajan di luar…..

    Like

  6. Gila…. daddy jung bener2 gila anjas gw ga kepikiran bisa ampe punya rencana kya gtu jahat bgt sumpah padahal dua2nya udh resmi punya orng
    Gw jadi kesel sma bonyok jung-_-“

    Like

  7. Jahat daddy jung.. Udh taengsic pnya pasangan masing masing masih mao d pisah kn.. Beruntung tae masih sadar.. Klo tae khilaf td bisa terjadi hal hal yg d inginkan

    Like

  8. Nah kan jung family bener bener dah wkwkwkwkw. Untung aja taeny masih waras kekekek. Jessi juga kan udah ada yuri yaudah sama yuri aja sih bhaaaaks. Kasian gur ama ateng.

    Like

  9. yaampun mr jung jahat amat sampe gitu, untung taeng msh bisa nolak sica, klo gak beneran jadi masalah besar itu. penasaran gmn taeng cerita dan reaksi fany hhehehe

    Like

  10. gila ortu sica . tdk suka ap taeng bahagia ma pany bgtupun yulsic .
    anjerrr . damn it jung daddy

    bersyykur dah sitaeng msh sadar dgn melampiaskan kepany .

    Like

  11. Aww .. Sempet takut kalo mrk berdua nglakuin dan direkam ama daddy nya njess,untung taeng masih bisa berfikir .. huftt ..
    Penasraan gmna njess lampiasin nya wkwkwkw

    Gmna yah thor 😂😂😂

    Like

  12. Duh daddy jung ya agak licik juga, udah tau tae punya istri..untung tae sadar dan nyuruh jesica buat mesra2an ama yuri.
    Hati2 sama daddy n mommy jung ya tae..selalu cintai si panull

    Like

  13. Hehe,, bisa aja author 😀 bsok diingetin aja fany buat beli obat gitu lg ma tae,,eh gak denk kunciin tae dikamar ma fany aja dah ckup tae pasti tergoda biar ga jajan diluar, ckup ama fany aja lakuinya. Ksian si deddy kena,,haha,, pinteran taelah,,

    Liked by 1 person

  14. keluarga jung emang bener” yaa huufftt..
    untung tae bisa nahan dirinya.. jangan smpe ppany sma yul tersakiti krna ulah kluarga jung.

    Like

  15. Terima kasih daddy jung, karna udah nambahin moment nya taeny wkwkwk sebener nya savage gitu yah wkwk.. orang tua kok kaya gitu kelakuannya, mana anak nya lagi yang dikasih obat itu wkwk ngakak so hard lah gara” daddy jung..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s