Sweet Love (Chapter 11)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

 

Akhir pekan yang dinanti. Beberapa orang dari Scarlet Enterprise terlihat memenuhi salah satu bar. Mereka yang datang rata-rata  karyawan single yang ingin bersenang-senang dengan beberapa wanita disana. Tak jarang pula yang hanya ingin menghilangkan stress kerja dengan mabuk.

Di salah satu sudut meja bar, terlihat dua orang pria dewasa tengah bercakap-cakap. Mereka tak memedulikan suasana sekitar yang cukup bising dan lebih memilih meminum minuman mereka diselingi obrolan.

“Aish, kau tahu apa yang terjadi padaku kemarin, huh?” tanya pria yang lebih tinggi dari pria disebelahnya.

“Wae?”

“Aku dimarahi habis-habisan karena terlambat beberapa hari lalu. Heish, kau tahu isteriku baru melahirkan, eoh. Aku harus mengurus anakku terlebih dahulu. Ck jinjja, kalau saja bos kita tidak cantik sudah aku sumpal mulutnya.” Pria itu menenggak minumannya sekali teguk.

Pria disampingnya tertawa keras. “Kalau aku jadi kau, aku akan sangat bersyukur karena diperhatikan oleh Kim Taeyeon walaupun dengan omelan.”

Pria yang lebih tinggi menggeleng dan berdecak. “Ingat dia sudah memiliki isteri.”

“Arra. Tapi tetap saja mereka itu di jodohkan. Sesuatu yang dimulai karena paksaan pasti tak berjalan baik asal kau tahu.”

Pria disampingnya memukul bahunya. “Haish, kau terlalu banyak menonton drama.”

Mereka berdua terus mengobrol tanpa mengetahui seseorang tengah mendengarkan percakapan mereka di bangku samping tempatnya duduk. Dia mengenakan topi hitam, jadi wajahnya tak bisa dilihat dengan jelas.

“Hei, kudengar tunangan Taeyeon sajangnim yang dikabarkan meninggal beberapa tahun yang lalu masih hidup.” kata pria yang lebih pendek. Seseorang disamping mereka membulatkan matanya dan mengepalkan buku-buku jarinya.

“Ya! Mana ada orang yang sudah mati bisa hidup lagi!”

“Aku awalnya juga tidak percaya, Sewoon-ah. Tetapi beberapa waktu yang lalu aku melihat Taeyeon sajangnim bersama seorang wanita. Aku yakin seribu persen wanita itu mirip mantan tunangannya. Dan gosip itu memanglah benar.”

“Jeongmal? Khaaah. Lalu bagaimana dengan hubungan mereka? Kau tahu kan Taeyeon sajangnim dulunya sangat mencintai dia.”

“Entahlah. Mereka mungkin saja masih bisa bersama.”

Kedua pria itu menolehkan kepalanya bersamaan saat mendengar gebrakan cukup keras dari samping tempat mereka duduk. Mereka melihat orang disamping mereka berlari setelah menggebrak meja. Kedua pria itu mengerutkan keningnya lalu menggeleng.

“Anak muda jaman sekarang memang penuh emosi.” kata pria yang dipanggil Sewoon tadi.

***

Taeyeon menggigit bibirnya dan berjalan mondar-mandir. Dia lalu duduk sejenak di sofa dan bangkit lagi. Dia menggigit jari telunjuknya. Matanya terpejam sebelum menghembuskan nafasnya kasar.

Tiffany datang ke arahnya sembari membawa sebuah piring berisi buah-buahan yang sudah dipotong kecil. Dia mengerutkan keningnya melihat suaminya terlihat cemas.

“TaeTae gwaenchanha?”

“Ah kkamjakiya.” Taeyeon memegang dadanya karena terkejut mendapati isterinya di depannya.

“Gwaenchanha?” tanya Tiffany sekali lagi.

Taeyeon mengangguk. “A-ah n-ne t-tentu saja.”

Mata Tiffany memicing. Dia mendekatkan wajahnya pada Taeyeon dengan tatapan mengintimidasi. Taeyeon menelan ludahnya karena gugup.

“Kau sedang tidak menyembunyikan sesuatu dariku, kan?”

“T-Tentu saja tidak!” Taeyeon makin memundurkan wajahnya saat wajah Tiffany terus mendekat ke arahnya. Tiffany memundurkan kembali wajahnya yang membuat Taeyeon mendesah lega.

“Geurae. Makanlah ini.” Tiffany meletakan piring berisi buah-buahan di meja dan menyuruh Taeyeon duduk disampingnya.

Taeyeon menurut dan mulai duduk disamping isterinya. Dia hanya diam dan menatap kosong ke depan.

“Aaa~” Tiffany menyodorkan sepotong buah ke depan mulut suaminya. Taeyeon sedikit memundurkan wajahnya sebelum memakan buah tersebut.

“Enak?” tanya Tiffany lalu menyendokan sepotong buah ke mulutnya.

“Rasanya seperti buah.”

Tiffany tertawa dengan jawaban suaminya. Taeyeon tersenyum melihat tawa isterinya. Dia mengusap puncak kepala Tiffany sebelum mengambil sepotong buah lagi dan memasukannya kedalam mulutnya.

“Eoh TaeTae, kudengar Yuri dan Jessica akan menikah bulan depan.”

Taeyeon mengangguk. “Ne.”

Tiffany memiringkan kepalanya dan menyatukan keningnya. Terlihat seperti berpikir sesuatu.

“Bagaimana denga orangtua Jessica? Kau bilang mereka masih mendukungmu dengan Jessie.”

Taeyeon meraih tissue di meja dan membersihkan telapak tangannya dan sudut bibirnya sebelum menjawab pertanyaan Tiffany.

“Aku sudah membicarakan itu baik-baik dengan mereka. Awalnya memang sedikit sulit meyakinkan Dad dan Mom. Tapi Yuri berhasil meyakinkan mereka. Kuakui Yul keren saat itu.”

“Aah begitu. Jessie beruntung sekali mendapat Yul. Dia wanita dewasa, tidak seperti mantannya.” Tiffany sedikit menaikkan bibirnya dengan jari telunjuk di dagunya.

Taeyeon menatap isterinya dengan sedikit tak percaya. “Permisi, miss. Siapa yang anda bicarakan?”

“Ah bukan siapa-siapa. Dia hanya wanita pendek yang kekanakan dan byuntae.” jawab Tiffany tanpa berdosa.

“Heol.” Taeyeon membuka mulutnya dan menatap isterinya.

“Tapi walaupun begitu. Isterinya saaaangat mencintai wanita pendek itu hingga aku tak bisa berbuat apa-apa.” lanjut Tiffany.

“Kau benar-benar pandai menggombal huh nyonya Kim.”

Tiffany tertawa pelan. Tangannya bertepuk saat tertawa. Kebiasaannya saat tertawa yang Taeyeon tahu. Tiffany menggeser duduknya hingga berhadapan dengan Taeyeon. Dia sedikit menaikkan tubuhnya agar bisa duduk dipangkuan Taeyeon. Tiffany mengalungkan kedua tangannya di leher Taeyeon. Hidung mereka bersentuhan.

“Aku… saaangat sangat sangat menyukai wanita di depanku ini. Dan itu terkadang membuatku gila.” Tiffany berbicara tepat di depan bibir Taeyeon. Wanita pendek itu sendiri sedang berusaha kuat menahan dirinya agar tak cepat-cepat melumat bibir di depannya itu.

“Taeyeon-ah, gomawo.” Tiffany tersenyum, menunjukan matanya yang melengkung seperti bulan sabit. Taeyeon menaikan satu alisnya sebagai balasan.

“Gomawo karena kau telah lahir di dunia ini dan menerimaku sebagai satu-satunya wanita di dalam hidupmu.”

Taeyeon memejamkan matanya saat Tiffany kembali menunjukan senyum mautnya. Dia berusaha keras menahan sesuatu yang bergejolak di dalam sana. Tiffany membuatnya gila! Taeyeon akhirnya meraih dagu Tiffany dan menarik bibir wanitanya ke dalam mulutnya. Dia mencium Tiffany dengan panas namun masih terkesan lembut. Dia tak ingin menyakiti wanitanya.

Di sela ciuman panas yang tengah mereka lakukan, ponsel Taeyeon tiba-tiba berbunyi. Taeyeon sedikit menarik bibir bawah Tiffany di sela-sela bibirnya sebelum menghentikan ciuman mereka.

Taeyeon meraih ponsel di sakunya dan membukanya. Dia melihat ada satu pesan masuk disana. Taeyeon membukanya dan mulai membaca.

Lama tak berjumpa Taeyeon-ssi. Kuharap kau baik-baik saja. Kurasa kita butuh bertemu untuk membahas sesuatu yang belum tuntas kita selesaikan. Bagaimana? 

 

– KHJ –

 

Taeyeon menatap kosong pesan tersebut. Tangannya yang lain ia kepalkan dengan kuat.

***

Taeyeon menekan beberapa angka untuk membuka pintu apartemen Jessica. Dia tahu passwordnya karena melihat Jessica saat mereka tinggal bersama selama seminggu dulu. Tanpa membuang banyak waktu, Taeyeon segera masuk kedalam.

Di dalam terlihat sepi. Mungkin Jessica tengah pergi. Atau mungkin wanita itu sedang tinggal di rumah orangtuanya. Taeyeon memilih menunggunya di kamar Jessica sekalian berbaring sebentar.

Cklek

Taeyeon membuka pintu kamar Jessica dan masuk kedalam.

“Kyaaaaaa~” Taeyeon menutup telinganya saat mendengar teriakan lumba-lumba Jessica. Wanita itu tengah naked karena berganti pakaian.

“Aish. Jangan terlalu terkejut Sooyeon-ssi. Bahkan kita pernah melakukan lebih.” Taeyeon memutar bola matanya dan berjalan ke ranjang.

“Ya! Keluar dari kamarku!” teriak Jessica. Dia berusaha menutupi tubuhnya dengan handuk.

“Cepat pakai bajumu. Ada hal yang ingin kubicarakan.” ucap Taeyeon seraya membaringkan tubuhnya di ranjang dan memeluk bantal guling milik Jessica.

“Kubilang keluar dari kamarku!”

“Diam atau aku akan menjamah tubuhmu.” Taeyeon menatap tajam Jessica, membuat wanita blasteran itu menghela nafas. Jessica mulai meraih pakaiannya dan memakainya. Selama berpakaian bibirnya selalu ia tekuk kebawah. Apalagi kalau bukan karena si annoying Kim itu.

“Kau ingin bicara apa?” tanya Jessica dengan sedikit tak bersahabat. Taeyeon bangkit dari tidurnya dan beralih duduk. Dia menepukkan tempat di sebelahnya untuk Jessica duduk. Mau tak mau wanita itu menurutinya.

“Waegeurae?” tanya Jessica lagi.

Taeyeon tak menjawab. Dia malah menempatkan kepalanya di pangkuan Jessica dan menatapnya dengan tatapan sendu. Jessica awalnya ingin berteriak kesal, namun ia urungkan saat melihat wajah Taeyeon. Dia tahu pasti ada yang tidak beres dengan mantan tunangannya itu.

Taeyeon meraih tangan Jessica dan memainkannya. Taeyeon menghela nafasnya. “Tak lama lagi kau akan jadi milik Yuri.”

Jessica mengerutkan keningnya. “Lalu?”

“Lalu? Lalu aku akan melihat orang yang kusayangi bahagia tapi bukan karenaku.” jawab Taeyeon dengan mengerucutkan bibirnya. Jessica terkekeh seraya mengelus kepala Taeyeon.

Meskipun mereka sudah memiliki pasangan masing-masing, tapi kedekatan mereka masih sama seperti saat mereka masih memiliki hubungan khusus. Pasangan mereka tak keberatan akan itu. Tiffany dan Yuri tahu kekasih mereka tak akan berbuat curang terhadap mereka. Lagipula Taeyeon dan Jessica sangatlah dekat semenjak belum memiliki hubungan khusus.

“Sebenarnya apa yang ingin kau bicarakan, Taeyeon-ah?” tanya Jessica lembut.

Taeyeon memejamkan matanya dan mendesah. Dia lalu bangkit dari tidurnya di pangkuan Jessica. Dia menatap Jessica lekat-lekat sebelum memeluknya. Detik kemudian tangisnya pecah. Itu tangisan kedua yang Jessica dengar semenjak pertemuan pertama mereka di restoran. Dia menepuk punggung Taeyeon.

“Sicaya, kau tahu betapa aku menyayangimu. A-Aku tak mau kehilanganmu untuk yang kedua kali.” ucap Taeyeon disela tangisannya.

“Aku tak akan meninggalkanmu meski aku bersama Yuri, Taenggu.” balas Jessica.

Taeyeon menggeleng, masih terisak. Dia melepas pelukan mereka dan menatap Jessica.

“Ani. Bukan itu.”

Jessica mengerutkan keningnya. “Lalu?”

“Kau masih ingat kecelakaanmu dulu, kan?” Jessica mengangguk bingung.

Taeyeon menghela nafasnya. “Itu direncanakan, Sicaya.”

Mata Jessica melebar. “MWO?”

“S-Siapa yang m-melakukan itu?” tanya Jessica. Bibirnya bergetar. Air mata mulai turun di pipinya.

Taeyeon mengusap air mata Jessica dan mengecup matanya yang berair. Dia meraih tangan Jessica dan menggenggamnya.

“Mianhae. Tapi kurasa orang itu kembali. Dan aku takut kehilanganmu lagi, Sica.” Taeyeon menggigit bibir bawahnya, menahan tangisan.

Jessica menggeleng. “Katakan siapa orang itu, Taeyeon.”

Taeyeon mendesah. Dia mengelus wajah Jessica dan tersenyum lemah. “Aku akan mengirimkan bodyguard untukmu. Dan aku ingin kau selalu mengabariku kalau kau ingin pergi ke suatu tempat.”

“Kim Taeyeon siapa orang itu?!” teriak Jessica tak sabar.

Taeyeon memejamkan matanya sebelum menjawab pertanyaan Jessica.

“Dia…”

***

Malam itu Taeyeon tak bisa tidur. Meski sudah terlewat beberapa hari semenjak dia menerima pesan dari orang itu. Dia masih saja merasa takut. Tiffany yang tertidur membelakanginya tahu bahwa Taeyeon dalam keadaan tak baik. Dia hanya diam menunggu suaminya bercerita padanya.

Taeyeon meraih ponselnya dan membukanya. Tak ada pesan lagi dari Jessica. Terakhir kali mereka chat sore tadi saat Jessica bilang ingin pergi menemui sahabatnya di Myeong-dong. Tentu saja ditemani bodyguard yang Taeyeon kirim. Meski Jessica berkata dia akan baik-baik saja tanpa bodyguard tapi Taeyeon terus memaksa demi kebaikannya. Jessica melihat betapa cemasnya Taeyeon jadi dia tak tega menolak niat baik Taeyeon. Dan pada akhirnya dia menerima bodyguard dari Taeyeon untuk mengawalnya.

Walaupun Taeyeon yakin bodyguard itu mampu melindungi Jessica, namun hatinya masih saja khawatir. Taeyeon tak bisa menganggap remeh orang itu. Orang yang menyelakai Jessica.

“TaeTae?” panggil Tiffany. Taeyeon menoleh ke samping. Tiffany masih berbaring membelakanginya.

“Kau belum tidur?” tanya Taeyeon. Tiffany membalikkan tubuhnya menghadap Taeyeon.

“Sepertinya kau lupa siapa aku belakangan ini, Tae.” ujar Tiffany sedih. Taeyeon mengerutkan keningnya tak paham dengan ucapan Tiffany.

“Aku bukan hanya isterimu yang melayanimu sebagai seorang suami, tapi aku juga teman hidupmu yang siap menampung semua keluh kesahmu. Jika kau ada masalah, ceritalah padaku, TaeTae.” Tiffany mengusap wajah suaminya dengan lembut.

Taeyeon meraih tangan Tiffany yang tengah mengusap wajahnya. Dia mengecup kening Tiffany sebelum berbicara.

“Aku tak mau membahayakanmu dalam hal ini, Fany-ah. Dan aku berencana memulangkanmu ke kampung halamanmu.”

“Apa maksudmu, Taeyeon-ah?”

“Dia tak mengincarmu. Namun ada kemungkinan dia juga mengincarmu. Sebelum itu terjadi, aku akan memulangkanmu ke LA terlebih dahulu.”

“Taeyeon sebenarnya apa yang sedang kau katakan?”

“Kemasi barang-barangmu besok, hm? Saranghae.” Taeyeon mengecup kening Tiffany sekali lagi.

“Jaljayo.”

“KIM TAEYEON KATAKAN APA YANG SEBENARNYA TERJADI?!” teriak Tiffany. Taeyeon tercengang karena ini pertama kalinya Tiffany berteriak padanya. Dia kemudian menghela nafasnya.

“Karena aku tak mau kehilangan siapapun.” Taeyeon menatap Tiffany lekat. Mereka terdiam selama beberapa saat.

“Maka dari itu, kumohon dengarkan aku kali ini, Fany-ah.”

“Aku mencintaimu dan aku menyayanginya.”

“Kalian wanita paling berharga setelah Umma.”

“Aku tak ingin kehilangan kalian.”

“Sudah cukup aku merasa kehilangan. Aku tak mau lagi. Itu menyakitkan.”

Air mata mulai membanjiri pipi Taeyeon. Tiffany juga sepertinya mulai paham kemana arah bicara Taeyeon. Dia mengerti. Maka dari itu dia memilih diam lalu memeluk suaminya dan menepuk punggungnya.

“Fany-ah apa neomu apa hiks~”

Tiffany mengangguk. Dia juga meneteskan airmata melihat suaminya seperti ini. Dia terus menepuk punggung Taeyeon hingga suaminya itu tertidur.

Saat Taeyeon sudah tertidur, Tiffany mendengar ponsel Taeyeon berbunyi. Dia meraih dan membuka pesan tersebut.

Bodyguard, huh? Yang benar saja. Temui aku di cafe biasa besok jam 3. 

 

– KHJ –

 

“KHJ?” gumam Tiffany. Dia mengerutkan alisnya dan berpikir.

“Mungkinkah…” Dia tak melanjutkan ucapannya lagi selain membuka mulutnya dan membulatkan matanya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sorry for loooong update. Chapter 12 menyusul sebentar lagi. Wait for yeu

Pai pai~ see u next chap

Advertisements

33 thoughts on “Sweet Love (Chapter 11)

  1. akhirnya update juga
    wkkw kok jadi salfok ke interaksi taengsic ya 😂😂
    waduh konflik muncul, siapa tuh KHJ? kok kayaknya bukan cuma sica ya yang jadi incaran, curiga bakal ke fany

    Like

  2. Rasa nya gimana gitu pas ada moment Taengsic .
    Walaupun mereka bukan lagi pasangan kekasih ..
    Tae terlalu berlebihan menghawatirkan Sica .. takut nya malah KJH mengincar Fany di saay tae malah fokus ke Sica

    Like

  3. Tiffany kenal ama inisial itu? Takut salah nih tae malah fany nanti yang jadi icaran sebenernya. Setuju sama komen atas taengsic terlalu berlebihan wkwkwkwkwk team yulsic soalnya

    Like

  4. wuh 2 chap lgs thor, thx btw. kecelakaan sica di rencanain siapa itu KHJ? masa fany jg mau dipulangin, kasian jg, tapi klo ttep sama tae jg bahaya, duhh

    Like

  5. waaahh KHJ siapaaaa…
    yaidah ada badai dateng lagi ini mah ,tapi penasaran siapa itu khj.

    sejujurnya kurang nyaman sama perlakuan taeng ke sica ,terlalu manis untuk nyebut mereka cuma temenan.

    Like

  6. Khj itu pasti kim heejin kan? Kakak nya heechul. Kok itu orang masih gak ngerti aja sih kalau tae itu gak ngebunuh si heechul. Masih aja punya dendam. Apa dia belum puas udah bikin sica kecelakaan? Parah itu orang

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s