Ghost

Happy reading guys~

.

.

.

.

.

.

Story ’bout taengsic

 

 

 

 

Terdengar sebuah suara memekikan dari arah jam dua. Taeyeon bergidik ngeri. Pasalnya ini sudah lewat tengah malam. Gadis pendek itu baru saja menyelesaikan pekerjaannya dan tengah berjalan pulang. Dia berbalik, tak ingin meneruskan langkahnya. Dia lebih memilih memutar jalan menjadi lebih jauh daripada lewat jalan di depan sana. Bukannya dia takut, tapi dia tak mau menangkap seseorang yang mungkin sedang meregang nyawa. Bisa-bisa dia dituduh membunuh lagi. Kawasan yang dia lewati memang sering terjadi pembunuhan.

Lagi-lagi suara memekikan itu terdengar. Tapi kali ini Taeyeon menaikan satu alisnya. Ada yang aneh dari teriakannya kali ini. Itu seperti suara lumba-lumba yang merengek. Diakhir teriakan Taeyeon dapat menangkap jelas suara gerutuan. Dia menghela nafas karena penasaran. Setelah menimbang-nimbang, gadis itu berbalik ke jalan tadi. Dia semakin jelas menangkap suara lumba-lumba itu sampai dia melihat seorang gadis cantik yang mengenakan dress biru selutut dan berambut brownie.

“Hei bocah, bisakah kau membawaku keluar dari sini? Makhluk sialan ini terus saja menghadangku!” keluh gadis cantik itu seraya menunjuk kesamping. Taeyeon mengikuti arah telunjuknya, namun dia tak menemukan apa-apa. Hanya ada gadis itu dan dia.

“Maksudmu siapa, nona?” tanya Taeyeon bingung.

“Ah lupakan! Ayo kita pergi.” Gadis itu berjalan ke arah Taeyeon, namun dia berbalik dengan cepat sembari marah-marah. “Sudah kubilang jangan mengikutiku!”

Taeyeon semakin bingung dengan kelakuan gadis cantik didepannya. Hey, itu wajar. Tak ada seorangpun kecuali mereka disana. Bagaimana mungkin gadis itu berteriak marah dan menunjuk telunjuknya ke arah kosong. Masih dalam fase kebingungannya, tangan Taeyeon ditarik oleh gadis itu untuk menjauh dari tempat tadi.

“Kau pasti mengira aku aneh, benar?” tanya gadis yang menariknya tiba-tiba. Taeyeon hanya mampu menjawabnya dengan anggukan.

Gadis itu tertawa lucu. Taeyeon membuka mulutnya. ‘Yeppeuda’ ucap batinnya.

“Aku memiliki kemampuan yang orang lain jarang memilikinya. Aku bisa melihat hantu, dan tadi ada hantu laki-laki yang mengikutiku terus. Aku jadi kesal.” terang gadis itu.

“Ah pantas kau marah-marah pada udara kosong tadi. Kupikir kau sedang mabuk, nona.”

Gadis itu tertawa lagi. Taeyeon menahan nafasnya melihat tawanya. Jantungnya mendadak berhenti berfungsi.

“Ngomong-ngomong kau kelas berapa?” tanya gadis itu.

“M-Mwo?” kaget Taeyeon.

“W-Wae?” Gadis itu mengerjapkan matanya saat Taeyeon memandangnya intens serta sedikit kebingungan.

“Apa wajahku semuda itu? Aku sudah menginjak 27 tahun, nona.”

“What? Yang benar saja!” Gadis itu meraih wajah Taeyeon dan membolak-balikannya. Taeyeon masih diam mendapat perlakuan aneh dari gadis yang beberapa menit lalu ditemuinya.

“Aigoo, kau seperti remaja 18 tahun kau tahu. Aku saja masih tak percaya kau ternyata setua itu.” cicit gadis itu.

“Kusebut itu sebagai pujian. Terimakasih.” balas Taeyeon.

Gadis itu tertawa lagi. “Kau lucu… ng-..”

“Taeyeon. Kim Taeyeon.” ucap Taeyeon cepat.

“Ah, kau lucu, Taengoo.”

“Taengoo?” ulang Taeyeon.

“Ne, itu panggilan dariku untukmu. Kau suka?”

Taeyeon mengangkat bahunya. “Entahlah…” jeda sejenak sebelum Taeyeon meneruskan. “Namamu siapa, nona?”

“Aku Jessica. Jessica Jung.”

“Kau bukan korea asli?”

“Half korean half america.”

“Aah arasseo. Wajahmu terlihat berbeda dari orang korea asli. Kau memiliki nama korea, Jessica-ssi?”

Gadis bernama Jessica berpikir sejenak. Dia menatap Taeyeon dengan tatapan yang sulit dimengerti. Detik berikutnya Jessica tersenyum hangat. Taeyeon bersumpah itu senyum terbaik yang pernah ia lihat. Senyum paling indah dan menyejukan. Darahnya sampai berdesir.

“Tak banyak yang tahu nama korea-ku selain keluarga dan teman terdekatku. Aku tak berniat memberitahukannya pada orang-orang.”

Taeyeon merasa kecewa karena perkataan Jessica menyiratkan kalau dia tak mau memberitahu nama koreanya. Tapi toh siapa Taeyeon? Belum sepuluh menit mereka bertemu. Wajar saja Jessica tak mau memberitahukan nama koreanya. Mungkin itu terlalu pribadi baginya.

“Jung Soo Yeon. Itu nama koreaku.”

“N-Ne?” Taeyeon tampak terkejut. Apa dia salah dengar? Jessica memberitahukan nama koreanya padahal dia termasuk orang asing bagi Jessica. Untuk yang kesekian kalinya Jessica tertawa melihat wajah bingung Taeyeon. Jessica sendiri tidak tahu kenapa dia mudah tertawa. Apalagi karena melihat wajah polos Taeyeon. Jessica termasuk gadis dingin yang tak akan mau memberikan senyum, apalagi tawanya pada orang yang tidak dia kenal. Dia merasa sifat dinginnya perlu ditanyakan sekarang. Siapa yang membawanya pergi?

Jessica menghentikan tawanya. Wajahnya berubah serius. Taeyeon makin mengerutkan keningnya. Jessica meraih tangan Taeyeon sementara tangan yang lain ia tempatkan didepan bibirnya. Mengisyaratkan Taeyeon untuk diam. Perasaan Taeyeon tak enak. Dia merasa bulu kuduknya berdiri menegang. Jessica mendekatkan bibirnya ke telinga Taeyeon dan membisikan sesuatu. “Ratu hantu di daerah sini sedang berkeliling. Dia suka mengganggu wanita yang lewat, apalagi wanita cantik.”

Taeyeon menaikan satu alisnya. “Aku tidak takut. Kan ada kau, Jessica-ssi.”

“Pabo! Dia akan menyamar sebagai wanita cantik lalu membawa korbannya ke sebuah tempat sepi.”

“Lalu?”

“Dia berubah wujud menjadi hantu yang menyeramkan dan menakuti korban hingga pingsan.”

Taeyeon menelan ludahnya. Sebenarnya dia tak percaya hal-hal yang berbau ghaib. Dia tak pernah takut dengan itu semua. Tidak setelah hari ini. Cerita Jessica membuatnya sedikit takut dan mulai mempercayai ucapan Jessica.

“Kau benar tidak takut?” tanya Jessica.

“A-Anio. A-Aku tak takut hal s-seperti itu.” jawab Taeyeon tergagap.

“Kalau begitu, kau tidak takut kalau hantu itu…. aku?”

Taeyeon menelan ludahnya dengan susah payah. Dengan gerakan pelan, dia menolehkan wajahnya ke arah gadis bernama Jessica.

“Kyaaaaaaaaaa~” teriak Taeyeon. Dia berlari menjauh darisana dengan sekuat tenaga. Dia tak peduli dikatai orang gila karena lari terbirit-birit dengan berteriak. Toh, tidak ada orang yang melihatnya.

Sementara masih di tempat tadi, Jessica tertawa terbahak-bahak. Dia melepas topeng hantu valak di wajahnya. Dia masih tertawa hingga terduduk memegangi perutnya. Gadis itu benar-benar kelewat jahil. Besok dia akan meminta maaf pada Taeyeon karena mengerjainya. Tak sulit untuk itu. Jessica melihat tulisan nama kantor Taeyeon bekerja di kartu pengenal yang gadis pendek itu kenakan. Jessica rasa, dia mulai menyukai kehadiran Taeyeon.

***

Jessica menepati janjinya. Dia datang ke kantor Taeyeon untuk meminta maaf. Dia bertanya pada salah satu karyawan disana tentang dimana Taeyeon berada. Gadis yang lebih tua dari Jessica memberitahukan bahwa Taeyeon bekerja di lantai tiga, tepatnya di Team B dengan bosnya yang bernama Lee Dong Wook. Dia mengucapkan terimakasih dan berlalu dengan anggunnya. Setelah sampai di lantai tiga, Jessica mengedarkan pandangannya. Dia melihat ruangan dengan sekat kaca bening. Dia mengira itu ruangan Taeyeon bekerja. Jessica melihat huruf B besar di sisi kiri tempatnya berdiri. Mungkin itu ruangan team B. Tanpa canggung, gadis cantik itu masuk kedalam dan mendapat tatapan melongo dari manusia yang ada disana. Terkecuali Taeyeon yang masih fokus dengan layar komputernya.

“Annyeonghaseyo, aku ingin bertemu dengan Kim Taeyeon.” Jessica sedikit membungkukan badannya. Merasa namanya dipanggil, Taeyeon mengangkat wajahnya dan menengok ke kanan dan kiri, hingga mata itu menangkap seorang Jessica Jung didepan pintu kaca.

“Kyaaaaa~ hantuuuuu~” Taeyeon berteriak dan menutupi matanya.

“Shinyoung Unnie tolong akuuu~” Taeyeon meraba sampingnya berharap menemukan Shinyoung didekatnya.

Jessica terkekeh pelan. Dia mendekati meja Taeyeon perlahan. Gadis pendek itu masih menutupi matanya dan berpura-pura menangis. Atau menangis sungguhan? Entahlah, Jessica tak tahu. Jessica meraih tangan Taeyeon yang menutupi matanya.

“Hei tenanglah. Ini aku Jessica Jung. Aku manusia. Maaf menakutimu semalam.” ucap Jessica pelan. Taeyeon membuka matanya perlahan. Walaupun masih terlihat sedikit takut.

“K-Kau b-benar manusia? K-Kau tidak bohong, kan?” tanya Taeyeon polos.

Jessica terkekeh pelan. Dia memajukan wajahnya dan mengecup bibir Taeyeon singkat. Gadis pendek itu tak berbuat apa-apa, dia hanya diam. Sesekali mengerjapkan matanya lucu. Teman-teman kerjanya melihatnya dengan terharu. Sangat sweet.

“A-Apa itu tadi?”

“Ck, kalau aku hantu mana mungkin aku bisa menciummu. Sampai kau linglung seperti itu. Lagipula mana ada hantu yang keluar di siang hari.”

Dalam hati Taeyeon membenarkan ucapan Jessica. Tapi tadi itu- ah, bagaimana Taeyeon menjelaskannya? Saat dimana bibir lembut Jessica menyentuh miliknya. Begitu mendebarkan sampai-sampai dia tak bisa memikirkan apapun.

“Ada apa ini?” tanya pria jangkung yang notabenenya adalah Teamjangnim di team B, Lee Dong Wook, saat melihat karyawannya berkerumun.

“Sica?” panggil Dongwook.

“Ah, annyeong oppa.”

“Kenapa kau disini?”

Jessica tersenyum penuh arti. “Kurasa… aku menyukai karyawanmu, oppa.”

“Kim Taeyeon?” tebak Dongwook. Dia sedikit terkejut melihat mantan kekasihnya menyukai karyawannya itu.

Jessica mengangguk. Dia meraih tangan Taeyeon dan membawanya pergi, keluar darisana.

“Kupinjam Taeyeon sebentar, oppa. Jangan memecatnya, arra?” ucap Jessica sembari berjalan menjauh dan menggandeng Taeyeon yang masih linglung.

“Aish gadis nakal. Jangan apa-apakan Taeyeon. Dia karyawan terbaikku disini!”

Jessica hanya mengangkat jempolnya tanda oke lalu melanjutkan langkahnya keluar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

Ini repost dari wp lama. Hope u like it time traveler~

Advertisements

12 thoughts on “Ghost

  1. wkwkk sica nakal bgt parah lah. tp baik bgt dia sampe dtg ke kantor tae, tiba” nge kiss gitu, gmn tae gk seneng hhahaha

    Like

  2. Aku fikir serem,,hhe,,ternyata hantu cantik,, sempet ga mo baca tadi haha gara2 judulnya cuma penasaran tulisan author isinya πŸ˜€ lucu, ,ternyta

    Like

  3. Aku merindukan taengsic. Tak ada moment mereka lagi. Mungkin setelah mereka masing” sudah berkeluarga baru ada moment mereka ye?
    OT9 abadi bagiku wkhahaaa.
    Tapi beneran ngakak nih, sica yg sgt dingin hilang saat bertemu tae jadi jail gitu ye hahaaa

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s