Just TaeNy

Taeyeon menerawang jauh kedepan kaca jendela apartemennya. Dia melihat langit diatas dipenuhi awan abu-abu. Dia mendesah. Hari ini akan hujan lagi seperti hari-hari sebelumnya. Taeyeon sedikit melihat prakiraan cuaca di ponsel pintarnya bahwa Seoul akan dilanda hujan singkat disertai petir badai. Tak lama berselang, hujan pun mulai turun.

Taeyeon masih belum beranjak dari tempatnya. Hal yang dilakukannya sebagai peri rumah disaat hujan seperti ini biasanya adalah menggambar. Namun Taeyeon terlalu malas hanya untuk mengangkat pantatnya saja dari kursi. Sebab itu dia memilih tinggal dan lebih memilih melihat air yang mengguyur kota Seoul dari atas sana.

Tak jauh dari tempatnya duduk, wanita cantik ber-eyesmile berdiri dengan melipat kedua tangannya didepan dada. Dia melihat Taeyeon tanpa berniat mendekatinya. Stephanie Hwang, atau yang biasa dipanggil Tiffany mengerutkan keningnya saat melihat Taeyeon terkekeh pelan. Dia mengikuti arah pandang Taeyeon yang melihat ke bawah, tepatnya di bawah apartemen mereka dari kaca jendela. Dia tak bisa melihat kebawah karena tempatnya berdiri membatasinya.

Setelah menimbang, akhirnya dia mulai berjalan mendekati Taeyeon. Tiffany bergerak tanpa membuat suara kecil yang bisa membuat Taeyeon menyadari keberadaannya. Setelah berada tepat di belakang Taeyeon, Tiffany bisa melihat apa yang Taeyeon tertawakan tadi. Dia juga ikut tersenyum. Dibawah sana ada dua orang remaja berlawanan jenis yang silih menyerahkan sebuah payung. Mereka bahkan tak menyadari bahwa tubuh mereka sudah basah karena terus saja bergantian menyerahkan payung. Akhirnya sang gadis menyerah dan meraih payung tersebut dan mulai pergi dari tempat anak laki-laki itu berdiri. Senyuman mengembang liar dari bibir sang anak laki-laki sebelum dia juga ikut pergi darisana.

“Cinta anak remaja memang menyenangkan, bukan begitu?” Tiffany terkejut. Dia menundukan kepalanya untuk melihat Taeyeon yang masih terus menatap keluar kaca jendela. Lalu bagaimana bisa dia menyadari keberadaannya? Tiffany yakin dia tak membuat suara sekecil apapun tadi.

“Aku hafal betul aroma tubuhmu, Fany.” ucap Taeyeon seperti tahu apa yang ada di pikiran Tiffany. Wanita itu mengangguk dan bergerak maju selangkah hingga persis berada disamping Taeyeon. Bedanya dia berdiri sedangkat Taeyeon duduk.

Mereka hanya diam untuk beberapa waktu kedepan. Tiffany sudah tidak tahan dengan kediaman yang Taeyeon buat. Tidak biasanya wanita yang lebih tua darinya itu lebih banyak diam saat bersamanya. Tiffany tahu ada sesuatu yang Taeyeon sembunyikan darinya. Meski mereka sudah bersama selama hampir tiga belas tahun, Tiffany terkadang masih saja kesulitan memahami Taeyeon. Wanita itu selalu tak bisa ditebak.

“Taeyeon-ah, kau kenapa?” tanya Tiffany langsung ke intinya.

Taeyeon mengangkat kepalanya untuk melihat Tiffany, tak lupa kerutan di keningnya. Dia menunjuk dirinya sendiri. “Aku? Memangnya aku kenapa?”

Tiffany menghela nafas. “Kau sedikit lebih banyak diam dari biasanya. Apa ada sesuatu yang mengganggumu?”

“Apa tidak boleh kalau aku diam seperti ini?” Taeyeon balas bertanya.

“Taeyeon-ah…” rengek Tiffany.

Taeyeon menatap ke arah Tiffany, namun dia segera mengalihkan pandangannya. Tiffany mengerucutkan bibirnya.

‘Bahkan dia menolak kontak mata kami.’ batin Tiffany.

“Aku hanya memikirkan bagaimana comeback kita nanti.” kata Taeyeon masih tak mau menatap Tiffany.

Tiffany sendiri masih belum puas dengan jawaban Taeyeon. Dia yakin apa yang ada di pikirannya saat ini jauh berbeda dari yang diucapkannya barusan. Tiffany kemudian meraih ponsel berlogo apel tergigit milik Taeyeon yang tergeletak di samping tempatnya duduk. Taeyeon menunjukkan ekspresi yang menyiratkan, ‘hei, apa yang kau lakukan dengan ponselku?’ pada Tiffany, namun wanita blasteran itu tak peduli.

“Aku ingin bermain instagram milikmu.” ucap Tiffany kemudian dan dilanjutkan membuka password ponsel Taeyeon yang dihapalnya diluar kepala. Tiffany terdiam saat melihat portal berita yang belum Taeyeon tutup. Di dalam berita itu berisi skandal datingnya dia dengan Gray. Tiffany tiba-tiba tersadar alasan dibalik sikap dingin Taeyeon padanya.

Sebelum Tiffany melihat ke arah Taeyeon, wanita itu sudah beranjak dari tempatnya duduk dan berjalan gontai ke kamar. Tiffany menghela nafas sebelum menyusul Taeyeon dan menarik tangannya hingga membuat tubuh Taeyeon berbalik menghadapnya. Pandangan mereka bertemu.

“We need to talk.” ucap Tiffany.

Taeyeon mengangguk mengiyakan. “Tentu saja… tapi tidak untuk sekarang.” Setelah mengatakan itu, Taeyeon melepas genggaman tangan Tiffany di lengannya dan melanjutkan langkahnya menuju kamar. Tiffany memejamkan kedua matanya dan mendesah pelan.

***

Taeyeon membuka matanya perlahan. Kepalanya sedikit pusing karena terpaksa terbangun saat mendengar suara berisik konstruksi yang berada tak jauh dari apartemennya. Dia mengusap matanya perlahan dan bangun dari tidurnya untuk duduk. Dia mengambil botol air mineral di meja samping tempatnya tidur lalu membukanya dan meminum isinya.

Taeyeon mengedarkan pandangannya kesamping tempatnya duduk dan tidak mendapati Tiffany disana. Wanita itu pasti tidur di kamarnya semalam. Mereka memang selalu tidur bersama, kadang di kamar Taeyeon dan kadang di kamar Tiffany. Namun kali ini mereka tertidur berpisah. Mungkin karena kejadian kemarin sore.

Setelah kesadarannya terkumpul sempurna, Taeyeon bangkit dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk melaksanakan ritual paginya, yaitu mandi.

Tak butuh waktu lama untuknya mandi, tidak seperti maknae grup mereka, Seohyun yang akan menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk mandi. Taeyeon keluar dengan jubah mandinya. Di kepalanya terlilit handuk untuk membantu mengeringkan rambutnya yang basah. Taeyeon terkejut saat melihat Tiffany yang masih mengenakan piyama tidur berwarna pink duduk manis di depan televisi di kamarnya. Dia berusaha bersikap senormal mungkin dan berjalan melewati Tiffany untuk mengambil pakaiannya.

Tanpa rasa malu Taeyeon mulai melepas jubah mandinya dan berpakaian meski ada Tiffany disana. Toh mereka sudah terbiasa jika hanya berganti pakaian. Bahkan mereka pernah melakukan suatu hal panas yang hanya dilakukan seseorang yang dewasa di dalam kamar, kalau kau tahu maksudku. Kembali ke topik. Setelah Taeyeon selesai memakai pakaiannya, dia hendak membuka pintu kamar sebelum suara Tiffany menghentikannya.

“Taeyeon kumohon…” Terdengar desahan dari mulut Taeyeon saat Tiffany memohon padanya.

“Aku lapar.” Dan detik setelahnya, Tiffany mendengar bunyi pintu tertutup. Lagi-lagi dia menghela nafasnya sebagai balasan.

 

Taeyeon kembali lagi ke kamarnya setelah selesai memakan ramyun. Itu adalah makanan ter-instant yang sempat dia buat untuk sarapan. Sebenarnya Taeyeon tak terlalu lapar. Itu hanya sebuah alasan baginya untuk mengulur waktu sebelum berhadapan dengan Tiffany. Taeyeon membuka pintu kamar dengan sebagian tubuhnya yang masuk karena terkejut. Tiffany masih berada disana dengan posisi sama seperti sebelum dia pergi.

Taeyeon menghela nafasnya sebelum berjalan masuk. Dia naik ke atas ranjangnya dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan bermain ipad nya. Tiffany masih setia duduk di depan televisi. Setelah beberapa menit keduanya sibuk dengan kegiatan masing-masing, Tiffany mulai bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Taeyeon. Dia lalu duduk tepat disamping Taeyeon yang masih berpura-pura fokus dengan ipadnya.

“Kita perlu bicara.” Itu adalah kalimat pertama yang keluar dari mulut Tiffany.

“Bicaralah.” balas Taeyeon seadanya. Tangannya masih sibuk bermain dengan ipadnya.

“Kau marah padaku?” tanya Tiffany.

“Ani.” jawab Taeyeon singkat.

“Lalu?” tanya Tiffany lagi.

“Tidak ada.”

Tiffany menyatukan keningnya. Dia lalu memicingkan matanya dan mendekatkan wajahnya ke arah Taeyeon. Wanita yang lebih tua itu sedikit memundurkan wajahnya karena wajah Tiffany terus mendekat padanya.

“Kau… cemburu?” tanya Tiffany pada akhirnya.

“Heol! Mana mungkin!” teriak Taeyeon dengan melebarkan matanya.

“Kalau bukan cemburu apa namanya?” Tiffany melipat kedua tangannya di depan dada dan menatap Taeyeon intens.

“Kita tak memiliki hubungan apapun Tiffany-ssi, bagaimana mungkin aku cemburu.” ucap Taeyeon. Dia sedikit gugup karena Tiffany terus memandangnya.

“Kau mulai lagi.” Tiffany menghela nafasnya.

“Wae?” tanya Taeyeon yang menyadari perubahan ekspresi Tiffany.

“Kita berdua mengenal tak hanya satu dua hari tapi bertahun-tahun. Buang kata -ssi dan panggil aku Fany-ah seperti yang biasa kau lakukan!”

Dalam diamnya Taeyeon berusaha keras untuk tak mengulum senyumnya saat melihat Tiffany kesal. Dia berdehem untuk mencairkan suasana sebelum berbicara.

“Oke mian.”

“Aku tak butuh permintaan maafmu.”

Lagi-lagi Taeyeon mengerutkan kedua alis tipisnya yang tak terlihat. “Lalu?”

Tiffany menatap Taeyeon dengan tatapan mengejek. “Bagaimana bisa aku menyukai wanita semenyebalkan dia.” gumam Tiffany yang sayangnya tak bisa didengar Taeyeon.

“Kau bilang apa, Fany-ah?” tanya Taeyeon seperti mendengar Tiffany bergumam. Tiffany memejamkan matanya berusaha keras menahan senyumnya karena Taeyeon memanggilnya dengan Fany-ah lagi.

“Tidak ada.”

Taeyeon mengangguk. “Kalau begitu kau bisa keluar dari kamarku.”

Tiffany melebarkan matanya dan memukul bahu Taeyeon cukup keras, membuat Taeyeon mengerang kesakitan.

“Katakan dengan jujur apa yang mengganggu pikiranmu? Jika itu karena berita dating itu kau tak usah khawatir, itu semua tak benar. Dan jika kau merasa cemburu kenapa tidak dari kemarin kau memintaku menjadi kekasihmu lagi? Stupid!”

“Ya! Aku tak bodoh!”

“Kalau bukan bodoh apa namanya?”

“Hei, aku tak ingin membuat teman dekatmu itu patah hati kalau aku memintamu kembali. Mungkin saja kejadian tahun 2014 akan terulang!”

Tiffany menaikkan satu alisnya. “Siapa orang itu?”

Taeyeon terdiam.

“Siapa orang yang tengah dekat denganmu, Kim Taeyeon?!”

Taeyeon menghela nafasnya. “Jjong meminta berkencan denganku tak lama kemarin.”

“Ini gila! Apa kejadian tahun 2014 benar-benar akan terulang?” Tiffany memijit pelipisnya. Sedangkan Taeyeon menatap Tiffany dengan wajah bersalah.

“Taeyeon aku tahu kita berdua sudah sangat sering on off dengan hubungan kita. Tapi aku yakin kau selalu dan akan terus mencintaiku, begitu juga denganku. Bisakah kau tak usah memutuskan hubungan kita lagi meskipun akan ada masalah-masalah lain yang akan datang?”

Taeyeon memejamkan matanya. Dadanya sesak mendengar penuturan Tiffany barusan. Wanita di depannya benar. Tak ada seorangpun yang bisa membuat hati Taeyeon bergetar hebat kecuali Tiffany. Tapi Taeyeon juga memikirkan image mereka di usia yang bisa dikatakan matang ini.

“Kau tahu alasanku, Fany-ah.”

“Geurae, aku akan menuruti kemauanmu. Itupun kalau Gray menyatakan cintanya padaku, dan kalau tidak itu malah lebih bagus, tapi dengan syarat.”

Taeyeon menaikan satu alisnya. “Syarat apa?”

“Minta aku untuk menjadi kekasihmu lagi.” kata Tiffany dengan tersenyum lebar.

Taeyeon mengerutkan keningnya namun detik kemudian dia terkekeh. Dia menyentil pelan dahi Tiffany membuat wanita itu mengerucutkan bibirnya.

“Baiklah, nona Tiffany Hwang. Maukah kau menjadi kekasihku untuk yang kesekian kalinya?” pinta Taeyeon dengan menggenggam kedua tangan Tiffany.

Dengan senyum lebarnya, Tiffany mengangguk dengan mantap. “Of course!” Setelah mengatakan itu, Tiffany segera menyambar bibir Taeyeon. Wanita yang lebih pendek melepas kecupan Tiffany tatkala bibir wanita itu melumatnya dengan mesra. Tiffany mengerucutkan bibirnya karena kesal.

“Wae?”

Taeyeon terkekeh dan menggeleng. “Aku juga punya syarat, sayang.”

“Apa itu?”

“Di konser SMTOWN nanti usahakan jangan membuat moment, ne?”

“Kenapa? Itu tak adil!”

Taeyeon tertawa pelan. “Hitung-hitung menambah moment-mu dengan member lain, moment kita sudah terlalu banyak, sayang.” Taeyeon mencolek hidung bangir kekasihnya.

“Aish kau menyebalkan! Aku membencimu!”

“Aku juga mencintaimu, baby.” kekeh Taeyeon.

Tiffany memukul bahu Taeyeon lagi karena kesal. Saat Taeyeon ingin mengajukan protes, Tiffany membungkam bibirnya dengan ciuman. Taeyeon tersenyum pelan dalam ciumannya sebelum membalas lumatan kekasihnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

Wkwkwk iseng buat ini fic gegara berita kemaren noh si mak alay haha.

Tuh gaes taeny baek2 aja meskipun sering putus-nyambung jd jgn pada baper yo. Kalopun ntar grayfany official itu karena rencana mereka *dukun bgt gw πŸ˜‚

Bubye see u next fic~

Advertisements

21 thoughts on “Just TaeNy

  1. Hahaha akumah berusah selalu dukung mereka Sama pasangannya, walau aku yulsic and taenyshiper Walau sakit pas tau mereka dating,bukankah melihat mereka bahagia,menikah dan punya anak itu bagus,bayangin member snsd ngadain konser trus mereka ada yg lagi hamil besar ada yg gendong anak trus ada anak” lari” gt udah seneng bgt dan itu harapan juga.ahahaha

    Like

  2. Yah, kok gitu sih thor? 😁
    Klo soal dating ama gray aku ga setuju sih, bukan krn taeny tp aku ingin pany itu sama orang diluar dunia hiburan kayak si jess itu loh. 😁

    Like

  3. LOL shock bgt kmrn begitu ada berita dating..sbenernya mmg udh umur mereka dating dan married..kasihan juga kl snsd jd perawan tua kwkwkwk cuman tetep aja potek hati adekk πŸ’”πŸ’”

    Like

  4. walaaahh… ini ff berasa kaya dorongan banget buat tetep support taeny soalnya sedikit merasa kalau gray pani itu beneran dating cuma di tutupin sm (tapi gk tau juga hahah gk tada yg tau cuma meraka~).

    sekali lagi demi ini ff berasa ngibur hati banget hahaha makasih yaw~

    Like

  5. wah ini rumor dating fany dibuat ff πŸ˜‚πŸ˜‚ tapi bukannya biasa ya pas mau cb terus beredar rumor dating wkwk
    sekarang fokus sama comeback mereka aja πŸ˜€
    btw ditunggu thor lanjutan ff sweet love πŸ‘

    Like

  6. Ffnya ngibur jg kala hati tak rela Fany dating. Bedanya kali ini tdk sesakit 2014, krn dulu lakinya attention seeker. Cm ndk mgkn jg cewek secantik Fany tdk punya pacar. Gw mikirnya Taetae aja, di tinggal Fany kayak apa dia nanti.

    Like

  7. Yee kata siapa pany dating GRAY, dr lahir si pany cm dating PINK…
    Iyanih taeny pelit bgt momentnya biasanya jg nempel, haus nih haus

    Like

  8. Smtown seoul kemari seriusan .. gk terlalu greget moment Mom and Dad 😣😣

    Torr ko gw yakin ya kalau Fany sma tuh Gray beneran Official ..
    Lu satu pemikiran gk si ma Gw

    Like

  9. Ohhh jadi karena itu taeny g ada moment kemarin πŸ˜‚πŸ˜‚ but honestly, aku udah nyiapin hati buanget buat taeny, kita tau mereka wanita tulen pasti suatu hari bakal punya keluarga masing2, taeny, yulsic, yoonhyun, soosun thats for fun. Cuma aku nggak pengen mereka punya pasangan yg nggak gentle apalagi pas baekhyun, anw aku sempet ngerelain taeny jd gay daripada tae sama baekhyun, bukan karna baekhyun nya tapi karna fans nya. Sebenernya yg aku liat moment2 taeny ato couple2 lain klo dipanggung sadar ato nggak sadar itu kaya udah alamiah saudara… Mereka udah belasan taun bersama nggak diragukan lagi moment nya.. Semakin kesini kita juga harus siapin hati sorry, karna siapa yg mau idola kita jadi gay dan kita malah senang dengan itu. Akusih enggak hehe… Tapi yg pasti semoga taeny klo mau konfirm sama pasangan masing2 semoga konfirm langsung nikah biar kaya song song couple πŸ˜‚πŸ˜Š

    Like

  10. thx thor udah ngasi sedikit hiburan saat ada berita grayfany lagi. mau gmn ttep kasian taeny feel gw kwkwk. biarlah berita mau gmn, gw beneran percaya nya ntar klo ada berita nikah aja

    Like

  11. Kemaren udah lemes liat beritanya. Hehehe ternyata tak benar yaaa jadi bangkit lagi MOOD iniii

    Duh ff ini bikin tambah cinta sama taeny πŸ’•πŸ˜˜
    Thx author

    Like

  12. Gilaaaaakkk ge udah ngamuk pas baca brita fany dating wahhhhh untung itu gk bener fiuhhhhhhhhhhh
    Thanks ya tgor udah bikin ff yg keren”
    Semangattt teruusss ya fightingggggggggggg
    Lopeyou 😍😘😍😘😍😘😍😘

    Like

  13. Itu berita itu beneran ye?
    Agak gk ihklas sih.
    Yg aku harapin tuh mereka kayak sunye aja.
    Dpt pasangan yg tulus mncintai mereka bukan karena mereka seorang artis atau seorang wanita yg mempunyai penghasilan yg banyak tapi benar” tulus mncintai mereka apa adanya bukan ada apanya.
    Seperti sunye yg tdk pernah ada gosip tentang dia dekat dg cowok manapun tiba” dia memperkenlkan pacarnya terus mau nikah apalagi tuh suaminya bukan dari kalangan artis. Aku inginkan mereka (snsd) juga seperti itu terserah pasangannya dr kalangan artis ataupun bukan yg penting tulus penyabar dan rela berkorban demi kebahagian amieeeeen

    Like

  14. Hahahahaha πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ taeng gaya minta fany biar kurang2in taeny moment yg ad mah mreka sling kode n curi2 pandang bkin greget locksmith πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

  15. Yaelah malah ada namanya gray disini, sampe sekarang kalau ada namanya gray disangkut pautkan sama pany pasti udah dongkol aja gua wkwkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s