Once in a Lifetime (Sequel It’s Love)

Once In A Life Time (Sequel It’s Love)

 

Author  : Bluemintice

 

Cast       : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

 

Warning

Typo Bertebaran!!!

 

Happy Reading

 

♚♔

 

Taeyeon terbangun dari tidurnya, dia tidak mengingat dengan persis kronologi kejadian terakhir yang membuatnya harus terbaring lemah diranjang Rumah sakit ini.

 

Ingatan Terakhirnya adalah teriakan Tiffany yang memanggil namanya, menyuruhnya agar tetap sadar. Setelah itu semuanya terasa kabur. Dia tidak mengingat apapun.

 

Diliriknya segelas air putih yang berada dinakas meja disamping ranjang. Taeyeon Berusaha mengambil gelas itu, meskipun terasa sulit tapi rasa haus terlalu menyiksanya . tenggorokannya terasa kering seperti sudah tidak minum selama berbulan-bulan. karna tidak bisa mencapainya, Dia mengeluh dan memutuskan untuk kembali berbaring

 

“Taeyeon -ah kau sudah sadar.Seobang Taeyeon sudah sadar”

 

Jessica berteriak dengan kuat. Membuat Taeyeon menutup kupingnya dengan cepat, ketika Gadis itu sudah berlari memeluknya dengan erat

 

“Ssica-ah jangan berteriak. Kau lupa suaramu seperti apa” kesal Taeyeon melepaska  pelukan itu

 

“Akh… Aku hanya senang kau sudah sadar Taeyeon-ah” Jessica memeluk Taeyeon lagi dengan cepat dan menghadiahkannya dengan ciuman bertubi-tubi

 

“Yak! Kwon Yuri cepat hentikan istrimu ini ” kata Taeyeon berusaha melepaskan dirinya dari serangan ciuman Jessica begitu yuri memasuki ruangannya

 

Yuri hanya berdiri disamping Jessica tanpa mau bersusah payah membantu sahabatnya itu “Maaf Taeng, jika aku bisa pasti aku kulakukan “ kikik Yuri yang tak tahan melihat wajah mengernyit Taeyeon karna perlakuan istrinya

 

“Eish.. Yak Ssica-ya berhenti” protes Taeyeon setelah berhasil melepaskan pelukan Jessica

 

Jessica mengerucutkan bibirnya kesal,matanya berkaca-kaca. Dia langsung beralih memeluk Yuri. menangis dipelukan suaminya dengan tersedu-sedu

 

“Taeyeon-ah … Aku sudah pernah bilang padamu, bahwa wanita hamil itu sangat sensitive . apa kau tak mengingatnya? “ Kata Yuri mengusap punggung Jessica agar berhenti menangis

 

“Aku tidak tau jika seperti ini Yul. “ Ucap Taeyeon bergidik ngeri bercampur salah

 

Mereka berdua menolehkan kepalanya kearah pintu, ketika melihat Tiffany baru saja membuka pintu. Yuri yang sadar langsung memberikan kesempatan pada dua orang ini untuk mengobrol, dia mengajak Jessica yang sudah sedikit tenang untuk meninggalkan ruangan.

 

“Kau sudah sadar” Taeyeon menatap dalam kemanik mata Cokelat pekat milik Tiffany. Tanpa sadar dia merentangkan tangannya. Tiffany langsung berlari memeluknya, dan menumpahkan kesedihannya disana

 

“Kenapa kau jadi cengeng begini Hwang Miyoung.” ledek Taeyeon sambil membelai rambut Tiffany. lalu Menyuruhnya agar menaiki ranjang tempatnya berada

 

“Aku mengkhawatirkanmu Tae, aku takut kehilanganmu ” isaknya

 

“Berhenti menangis, kau terlihat jelek sekarang. “ Tiffany memukul lengan Taeyeon dengan pelan “kau tidak apa-apa khan?” Tiffany menggelengkan kepalanya dalam dekapan Taeyeon, menyurukan wajahnya lebih dalam kearah lekukan leher gadis itu

 

“Aku merindukanmu Tae.”

 

“Aku juga merindukanmu”

 

Entah siapa yang memulai keduanya sudah mendekatkan wajah mereka masing-masing. Membiarkan kedua bibir itu bertemu untuk pertama kalinya. Melampiaskan kerinduan yang begitu menggebu.Taeyeon melepaskan ciuman mereka membuat Tiffany merasa kehilangan.

 

Tiffany mencoba meraih wajah Taeyeon kembali. Mengecup bibir Gadis yang begitu dirindukannya.mengecupnya dengan rakus seakan takut tidak ada hari esok untuk menyatakan perasaanya. Tapi Taeyeon meraih wajah Tiffany, menangkup wajah gadis itu dengan kedua telapak tangannya. Kemudian menyentil Dahinya

 

“Mencuri Start dariku… Kau memang gadis nakal ”

 

Mereka dua terkiki geli. Kembali Taeyeon memeluknya, mencium kening gadis itu. Merasakan kembali hatinya yang menghangat karna kehadiran Tiffany yang kembali berada didalam keHidupannya

 

****

 

“Seobang sudah aku bilang, aku ingin masakan buatan Taeyeon. Kenapa kau tidak mengerti”

 

Jessica menangis karna Yuri tidak menuruti permintaannya. Wanita itu, menghentakkan kakinya dengan kasar tidak peduli bahwa dirinya sedang berada dalam masa hamil besar saat ini .

 

“Sayang… Ssica-ya.. Yeobo. Ini sudah tengah malam, besok saja kita kesana ya. Mereka pasti sudah tertidur.” mohon Yuri mencoba membujuk Istrinya

 

Setelah kejadian ciuman dirumah sakit, Taeyeon langsung melamar Tiffany. Dia sudah membulatkan Tekadnya untuk tidak melepaskan gadis itu lagi. Dan ketika dia keluar dari rumah sakit , mereka berdua langsung mengadakan pesta pernikahan secara kecil-kecilan. Karna Tiffany menginginkan pesta yang sederhana.

 

Ini adalah hari kedua pernikahan Taeyeon dan Tiffany , Tapi Jessica sudah tak bisa menahan diri lagi untuk tidak menyicipi masakan Taeyeon yang selalu disukainya. Dia juga tidak tau kenapa, semenjak kepulangan Taeyeon ke korea , Dia selalu ingin berada didekat sahabatnya itu

 

Yuri maupun Tiffany memaklumi keinginan Jessica , karna wanita itu sedang mengandung. Bahkan Tiffany tidak segan-segan mengancam Taeyeon agar mau mengelus perut Besar Jessica.

 

Jessica masih saja menangis disofa dudukan kamara, hingga membuat Yuri mendesah kesal. Dengan terpaksa , Dia mengambil gagang telfon bersiap menelfon Taeyeon. Tapi baru saja hendak menekan beberapa angka dia sudah mendengar suara jessica merintih kesakitan disana.

 

Dilihatnya air ketuban yang sudah mengalir dari kaki istrinya.dengan sigap dia menggendong Jessica masuk kedalam mobil mereka. Tanpa banyak kata dia juga menjalankan mobil itu dengan cepat membelah jalan seoul yang sepi ditengah malam

 

Yuri membiarkan Jessica melakukan apapun padanya , selama itu bisa melampiaskan rasa sakit istrinya. Dokter menyuruh Jessica agar tetap mengambil nafas dalam-dalam lalu menyuruhnya untuk berusaha mendorong bayinya dengan cepat keluar.

 

Satu teriakan kencang dari Jessica mengakhiri semuanya , bayi kecil itu menangis dengan kuat memenuhi ruang bersalin. Yuri meneteskan airmatanya dengan bahagia. Diciumnya kening Jessica berkali-kali, mengucap syukur dan rasa terimakasih pada perempuan itu.

 

Pagi pun menjelang , Yuri menatap Haru bayi yang masih tergelak manis didalam Box bayi . Setelah tadi dia melihat secara langsung Bayinya menyusu pada sang istri , dengan tangisnya yang menggelegar membuatnya bahagia. Jessica menatap Yuri yang masih saja menatap tak percaya kearah buah hati mereka. Digelengkannya kepalanya dengan senyum merekah

 

“Masih belum mempercayainya Seobang? “Tanya Jessica

 

“Ouwh , ini seperti sebuah keajaiban. Selama 9 Bulan dia berada didalam perutmu. Sekarang dia sudah berada ditengah-tengah kita. Ini menakjubkan. Terimakasih untuk hadiah terindah ini Yeobo. “ Yuri mencium kening Jessica dengan hangat

 

“Permisi apa kami menggangu kegiatan romantis kalian ” celetuk Taeyeon yang datang dari balik pintu dengan Tiffany yang berada di belakangnya.

 

“Oh kalian sudah datang. Aigoo … Tidak perlu repot-repot memberikan kado fany-ah ” ucap Yuri menerima kado dari tangan Tiffany

 

“Tidak apa Yul, Tiffany sangat bersemangat dengan keponakan pertamanya ” kekeh Taeyeon mengingat kembali tingkah istrinya ketika Mereka berada dalam Toko Baby shop. istrinya itu tampak bingung menentukan hadiah apa yang akan mereka berikan pada Bayi mungil pasangan Yuri dan Jessica

 

“Bolehkah aku menggendongnya? “ Izin Tiffany pada kedua orangtua baru itu

 

“ Tentu Saja, dia khan keponakanmu Tiffany. Tidak mungkin aku melarangmu menggendongnya ” jelas Jessica

 

Dengan mata berbinar Tiffany menerima bayi itu, ketika Yuri memberikan padanya. Taeyeon bukan tidak paham, ada raut senang dan sedih diwajah cantik istrinya. Tapi dia  hanya membiarkanya terlebih dulu.

 

“Dia sungguh Tampan. Siapa namanya ” kata Tiffany mencium pipi gembul bayi itu

 

“Kwon Yoona.”jawab Yuri mantap

 

“Hai Baby Yoong . Cepatlah tumbuh besar eoh , jadilah pria tampan dan baik hati seperti Eomma dan Appamu. Imo menyayangimu ” ucap tiffany menimang-nimang Baby Yoong sambil menciumi pipi gembulnya

 

“Tentu saja dia akan tampan sepertiku Fany-ah,tapi aku tetap lebih tampan darinya “ kata Yuri dengan percaya dirinya

 

Setelah mendengar perkataan Yuri dengan segudang kepercayaan dirinya, Baby Yoong menangis dengan kuat. Seolah protes dengan perkataan Appanya itu

 

“Lihat dia tidak setuju dengan perkataanmu Seobang ” Jessica meraih Baby Yoong dari pelukan Tiffany membiarkan Bayi itu kembali mendapat asupan gizi dari sang Eomma

 

Taeyeon tertawa melihat Yuri yang kalah telak dengan anaknya sendiri, bahkan dia tak segan-segan mencibir kembali Yuri yang tengah menatap kesal padanya

 

“Awas kau Kim Taeyeon Midget”

 

****

 

Taeyeon memperhatikan Tiffany yang melamun menatap keluar jendela mobil mereka. Membiarkan anak rambut indah istrinya terbang karna semilir angin yang berhembus.

 

“Aku punya hadiah untukmu, tapi akan kuberikan nanti. Sekarang tidurlah perjalan kita masih jauh. Aku akan membangunkanmu jika sudah sampai”

 

Tiffany memberikan senyum terbaiknya untuk sang suami. membiarkan gadis itu mengatur tempat duduknya sedemikian rupa agar dirinya dapat beristirahat. Selama perjalanan mereka, tidak sekali pun Tiffany melepaskan genggaman Taeyeon dari tangannya. Membiarkan Tangan itu menjadi teman tidurnya.

 

Taeyeon menghentikan mobilnya di sebuah rumah sederhana dengan warna bercat warna-warni seperti Taman kanak-kanak.dia menatap Tiffany yang masih tersenyum dalam tidurnya. Membiarkan gadis itu tertidur sedikit lebih lama. Dan seketika Percakapannya dengan Yuri kembali lagi terngiang didalam difikirannya

 

“Aku tau apa yang kau pikirkan Yul. Aku juga merasakan apa yang Tiffany inginkan ” kata Taeyeon pada Yuri ketika mereka sudah berada dikantin rumah sakit meninggalkan istri mereka yang terlihat sibuk dengan kehadiran baby yoong

 

“Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang” tanya Yuri menyesap minuman sodanya

 

“Aku sudah merencanakan ini jauh hari sebelum kami menikah. Aku pikir, aku akan mengadopsi seorang bayi untuknya. Bagaimana menurutmu?”

 

“Apa kau sudah membicarakannya dengan Tiffany? “ Tanya Yuri lagi

 

“Tidak. Aku ingin memberikan sebuah kejutan untuknya.”

 

“Aku turut mendoakan yang terbaik untuk kalian Taeng. Kau tau kita sudah berteman lama, jadi jangan segan meminta bantuanku”

 

“Aku tau. Aku turut senang karna kau yang menjadi suami sahabatku yang cerewet itu Yul” Yuri terkekeh geli mendengar perkataan Taeyeon

 

“Dan aku berharap kalian memilih seorang bayi perempuan. Mengingat Bayiku adalah seorang Namja. “ Usul Yuri

 

“Heh kenapa kau mengatakan itu”

 

“Tentu saja, untuk menjodohkan mereka kelak Paboo. Kalau bukan itu untuk apalagi coba”kesal Yuri

 

“Baiklah aku akan mengatakan permintaanmu pada Tiffany. Tapi aku tidak berjanji Yul”

 

Taeyeon tersentak dari lamunannya ketika merasakab pergerakan Istrinya itu “Kau sudah bangun? “

 

Taeyeon menatap Tiffany yang mengerjapkan matanya dengan lucu, berusaha menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang menerpa wajah cantiknya

 

“Kita ada dimana Tae? “ Tanya gadis itu ketika sudah bisa memperjelas penglihatannya

 

“Ayo ikut aku. aku akan menunjukan hadiahku untukmu”

 

Tiffany hanya bisa pasrah membiarkan Taeyeon menarik Tangannya memasuki rumah yang sama sekali tidak dikenalinya. Keningnya mengkerut membaca papan nama yang bertuliskan nama Panti Asuhan ‘Santa Maria’. Untuk apa Taeyeon mengajaknya kesini

 

“Kalian sudah datang. Ayo silahkan masuk” wanita paruh baya itu membimbing Tiffany dan Taeyeon masuk kedalam ruangan Salah satu panti asuhan.

 

Disana mereka melihat anak-anak kecil yang berlari dengan tawa riang. Tiffany menatap Taeyeon yang membalas kebingungannya dengan senyuman

 

“Inilah hadiahku” kata Taeyeon “aku tau kau pasti juga menginginkan menjadi seorang ibu sama seperti Jessica, meskipun kau tidak mengatakannya padaku tapi aku tau apa yang kau rasakan. Maka dari itu aku mengajakmu kesini. Kita akan mengadopsi salah satu dari mereka”

 

Tiffany membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya. detik berikutnya dia memeluk Taeyeon dengan erat, mengucapkan kata terimakasih yang sangat padanya

 

“Mari saya antar anda keruangan bayi Nona” wanita paruh baya itu menggiring mereka kembali memasuki salah satu ruangan yang berisi bayi-bayi “kami baru saja kedatangan dua malaikat seminggu yang lalu Nona, kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan beruntun. Apa anda ingin melihatnya”

 

Tiffany mengangguk dengan penuh antusias, Taeyeon tidak pernah melihat Tiffany seantusias ini sebelumnya. Semenjak perceraiannya bersama Siwon, gadis ini selalu tidak bisa mengekspresikan perasaanya.

 

Tiffany melihat bayi yang ditunjukan wanita paruh baya itu padanya. Mata bayi itu bulat dengan pipi gembul layaknya bakpao. Belum lagi badannya yang sangat gempal.membuat Tiffany tanpa sadar meraihnya kedalam pelukannya lalu menciumnya

 

“Sepertinya kami sudah menemukan yang kami cari Ahjumma ” kekeh Taeyeon melihat tingkah lucu Tiffany

 

Keceriaan mereka terhenti seketika karna seorang namja kecil menarik gaun yang dipakai Tiffany dengan sedikit kuat. Mereka mengalihkan tatapannya pada bocah kecil yang menangis memohon pada Tiffany

 

“Ahjumma jangan bawa adikku” bocah itu menangis sembari mengucek matanya. Tiffany langsung memberikan bayi itu dalam pelukan Taeyeon. Membawa bocah yang masih menangis itu dalam pelukannya

 

“Maafkan kami Nona. dia ini adalah salah satu dari malaikat yang tadi saya katakan” kata wanita itu

 

“Siapa namamu bocah tampan? “ Tanya Tiffany mengusap wajah bocah itu yang penuh dengan airmata

 

“Haru. Kim Haru”jawab bocah itu

 

“Kenapa menangis ” hibur Tiffany

 

“Karna ahjumma ingin membawa adikku. Jangan membawanya ahjumma ” bocah itu menatap Tiffany dengan mata bulat lucu seperti milik Taeyeon.

 

“Kalau saya Boleh tau , Berapa umur kedua anak ini ahjumma? ” Tanya Taeyeon setelah paham Tiffany tertarik pada dua kakak beradik ini

 

“Haru baru saja berumur 3 tahun nona. Sedangkan si kecil seohyun baru berumur seminggu. Dia baru saja lahir” ucap wanita paruh baya itu sedikit sedih

 

“Begini Ahjumma bisakah kau mengatur berkas pengadopsian hari ini juga. Sepertinya kami tidak hanya menemukan satu malaikat untuk meramaikan rumah kecil kami” kata Taeyeon mengedipkan mata jahil pada Tiffany

 

“Tae… “ Kata Tiffany tertahan

 

“Sst… Sudahlah. Kita akan mengadopsi mereka. Nah jagoan sekarang jangan menangis lagi eoh. Kami tidak akan membawa adikmu tapi kami akan membawamu juga. Apa kau senang” bocah kecil itu bergerak kegirangan dalam pelukan Tiffany

 

“Baiklah saya akan mengurusnya. Tunggu sebentar nona” kata wanita paruh baya itu meninggalkan mereka

 

“Setelah ini sepertinya kita akan sibuk ” desah Taeyeon berpura-pura sedih

 

“Terimakasih Tae … Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang kau berikan untukku ”

 

“Hei apa yang kau katakan. Kau istriku Ppany-ah, sudah tugasku sebagai suami untuk membahagiakanmu “ucap Taeyeon

 

“Ahjumma apa nanti aku akan mempunyai kamar penuh dengan mainan? ” Kata Bocah kecil bernama Haru itu

 

“Tentu saja sayang. Daddy akan membelikannya untukmu. Sekarang mintalah pada Daddy”kata Tiffany mengelus sayang rambut Haru

 

“Daddy, apa Daddy akan membelikan mainan yang banyak untukku dan Seohyun “ tanya Haru dengan wajah lucunya pada Taeyeon

 

“Daddy akan memberikan apa yang kau mau . asalkan Haru mencium Mommy dan bilang kalau Haru menyayanginya”

 

Bocah kecil itu menghadapkan wajahnya pada Tiffany. Mencium keseluruhan wajahnya dengan cepat

 

“Haru sayang Mommy “ucap bocah itu

 

“Mommy juga sayang Haru ” kata Tiffany langsung mencium kening Haru dengan sayang

 

****

 

“Yak Kim Taeyeon … apa yang kau lakukan eoh. Aku baru saja memiliki seorang malaikat tapi kau sudah memiliki dua orang malaikat yang begitu lucu. Kau tidak berusaha mengalahkanku bukan ” protes Yuri ketika pertama kali menunjungi kediaman pasangan Taeyeon – Tiffany

 

“Membuat Bayi bukan ajang perlombaan Seobang ” kata Yuri mencubit pelan perut Yuri

 

Tiffany dan Taeyeon tertawa geli mendengar gerutuan Yuri pada mereka. Jessica meletakan Bayinya tepat disebelah Bayi Tiffany yang sedang bermain dengan Haru.

 

“Aku senang melihatmu bahagia Taeng. ”

 

“Aku merasa hidupku sudah cukup dengan adanya mereka Yul. Aku tak menginginkan apapun lagi sekarang “ balas Taeyeon.

 

***

 

Taeyeon kembali menggiring Tiffany masuk kedalam kamar mereka. Setelah menidurkan Haru, dia berencana menikmati malam romantisnya dengan Tiffany. Mengingat kedua bocah itu yang selalu bisa menggagalkan niatnya setiap malam.

 

Dengan perlahan dia membaringkan Tiffany, menjelajahi wajah cantik istrinya dengan kedua iris bola matanya.

 

“Lakukan dengan cepat, sebelum kedua malaikatmu terbangun Tae. ”

 

Bagaikan Lampu Hijau, Taeyeon segera meraup bibir Tiffany. Menyelesaikan Hasrat mereka yang selalu tertunda semenjak kedatangan kedua malaikat yang selalu memonopoli Tiffany darinya

 

“Ppany-ah Saranghae”

 

“Nado Saranghae Taeyeon -ah”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuh yg mau sequel..

Entsch ditunggu tar malem ato besok~

Pupye~ see u next fic~

Advertisements

26 thoughts on “Once in a Lifetime (Sequel It’s Love)

  1. Owhhh sweet momentsss setelah gw merasa si tae yg gk beejuang buat panneh d part ini tae bergerak cepat brooo daebakkkk… wooppp taenyyy oh taenyyy.. kita bakal ngehargain sesuatu yg hilang dgn kehilangan dulu… good ff thorrr
    See ya n hwataengggg…
    Mbak njesss jgn buat daku pen squel taengsiccc bhaksss #lirik author

    Liked by 1 person

  2. Bahagia akhirnya,, senengnya taeny dpt hadiah dua sekaligus,, hehe cuma jatah tae hrz kebut2an 😀
    Ad kepleset dikit tulisanya thor kykna disini , “Membuat Bayi bukan ajang perlombaan Seobang ” kata Yuri mencubit pelan perut Yuri
    Mksh,, semangat buat semua,, 🙂

    Liked by 1 person

  3. Uuuh happy ending akhirnya, walopun sempat nyesek banget yakan. Tapi akhirnya mereka bahagia, mana so sweet lagi taeny. Salut juga sama tae yang ngertiin pany banget dah.. jempol buat kamu thor hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s