Enterprischool (Chapter 5)

Title : Enterprischool

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

.

 

Tiffany berhasil menaklukan seorang Kim Taeyeon yang tengah merajuk, dengan syarat weekend nanti gadis itu harus berkencan dengannya non-stop, full 24 jam. Tiffany sedikit terlibat tawar menawar. Awalnya dia menawar 12 jam saja tanpa menginap. Namun Taeyeon keukeuh menginginkan Tiffany bersamanya 24 jam. Karena pertimbangan waktu yang bisa membuat Tiffany terlambat sekolah dan juga Jun yang menunggunya, gadis brunette terpaksa mengiyakan permintaan kekasihnya. Bagaikan mendapat ikan besar, Kim Taeyeon merubah bibir yang mengerucut kebawah menjadi melengkung ke atas, menunjukkan senyum dimple nya yang sangat disukai kekasihnya itu.

“Pilihan yang tepat, sayang. Aku ingin melanjutkan tidurku. Kau sekolahlah yang rajin, okay? Bye!”

Dengan itu, Taeyeon mengecup pipi Tiffany lalu menarik selimut dan kembali tertidur. Tiffany mendecakkan lidahnya, namun tersenyum setelah itu. Dia merapihkan selimut yang dipakai Taeyeon untuk kemudian berjalan menuju kamar mandi, melakukan ritual biasa dan bersiap berangkat ke sekolah. Tentunya bersama Jun.

Sesampainya mereka di sekolah, seperti biasa Tiffany mendapat tatapan dan cibiran dari para siswa. Namun hal itu tak berlangsung lama setelah Jun memposisikan dirinya di samping gadis brunette. Orang-orang yang tadi mencibir Tiffany langsung kalap dan salah tingkah.

“Sudah kubilang tunggulah aku sebentar, Tiff.” kesal Jun.

Tiffany tak merespon ucapan Jun. Dia mengernyitkan keningnya karena merasa heran. Orang yang mencibirnya tiba-tiba berhenti dan menundukkan kepalanya.

Tiffany menarik tangan Jun ke belakang dinding disamping sebuah ruangan yang tidak ada orang disana. Dia menatap Jun dengan wajah serius.

“Sebenarnya kau siapa?” tanya Tiffany.

“Aku? Choi Jun. Kau sudah tahu namaku, Tiff.” Jun menjawab dengan mengernyitkan dahinya.

Tiffany menggeleng. “Bukan itu. Apa kau orang penting disini? Mengapa semua orang menunduk saat melihatmu?”

Jun menaikkan satu alisnya kemudian tertawa pelan. “Aku bukan orang penting, Tiff.”

“Geojitmal! Tapi kenapa me-…”

Ucapan Tiffany terhenti saat ponselnya berbunyi. Dia merogoh ponselnya di saku dan membukanya.

Bagaimana bisa kau dekat dengan Choi Jun, Presiden Siswa?!

– Bora

Tiffany membelalak seusai membaca pesan dari sahabatnya. Dia menatap Jun yang mengerutkan keningnya.

“K- Kau P- Presiden Siswa?” tanya Tiffany terbata.

“Kenapa? Apa jika aku Presiden Siswa kau tidak mau berteman denganku?” tanya Jun sedih.

Tiffany mengusap wajahnya kasar dan menggeleng. “Aniya. Aku hanya merasa.. idiot. Bagaimana bisa aku tidak tahu siapa Presiden siswa di sekolahku sendiri?”

Jun terkekeh pelan dan mengacak rambut Tiffany. “Kau tak idiot, Tiffany. Lagipula baru sebulan aku menjadi Presiden siswa untuk mengganti Kevin Hyung yang pindah ke Canada.”

“Tetap saja aku merasa bodoh tak tahu kau sebelumnya.”

“Sudahlah. Yang terpenting sekarang kita sudah berteman. Kajja, sebentar lagi masuk.”

Tiffanya mengangguk dan mengikuti Jun di belakang.

***

Taeyeon melempar bola baseball ke arah dinding dan menangkapnya. Melempar kemudian menangkapnya. Dia terlalu bosan melihat setumpukan berkas dan layar komputernya yang menampilkan beberapa pekerjaannya. Dia ingin pergi keluar untuk menjernihkan pikirannya. Namun tubuhnya merasa sangat malas hanya untuk bangun dari kursi kebesarannya. Yang dia lakukan sekarang hanya bermain bola baseball yang tersimpan di laci mejanya. Tanpa berniat melakukan apapun.

Pintu ruangannya terbuka, namun Taeyeon tak peduli dan terus bermain dengan bolanya. Dia sudah tahu siapa yang masuk.

“Ada apa Sica-ah?” tanya Taeyeon tanpa berbalik melihat Jessica.

Taeyeon tak mendengar ada sahutan. Dia menaikkan satu alisnya dan berbalik. Betapa terkejutnya dia saat melihat bukan Jessica yang masuk ke ruangannya tetapi…

“Hyejin…” gumam Taeyeon.

Gadis itu masih diam dan menatap Taeyeon. Dia mendekat ke arahnya dan merebut bola baseball milik Taeyeon dengan cepat.

“Bukankah aku pernah mengatakan untuk bersikap profesional meskipun kantor ini milik Ayahmu?” Hyejin menatap tajam Taeyeon.

Taeyeon tak menjawab. Dia hanya menelan ludahnya kaku.

“Kau mendengarku, Kim?”

Taeyeon memejamkan matanya dan menggeleng. “Apa yang membuatmu kembali?”

“Kau.”

Singkat. Jelas. Dan cepat membuat Taeyeon menahan nafasnya.

“Aku sudah memiliki kekas-…”

“Aku tahu.”

Lagi-lagi Hyejin membalas ucapan Taeyeon cepat.

Hyejin tersenyum lemah. “Meskipun aku masih menyukaimu, bukan itu tujuanku kembali.”

Hyejin memutar kursi milik Taeyeon hingga berhadapan dengannya. Jantung Taeyeon berdegup kencang. Meskipun gadis mungil itu sudah tak memiliki perasaan apapun terhadap mantan kekasihnya itu, tetapi Hyejin pernah menjadi orang yang paling membuatnya bahagia dan sedih disaat yang bersamaan. Mereka bahkan hampir menikah, namun Hyejin melakukan affair di belakang Taeyeon sebelum hal itu terjadi.

“Apa kau pedofil? Berpacaran dengan seorang bocah SMA. Cih yang benar saja.” Hyejin mendecih.

“Kalau kau kesini hanya untuk mengataiku. Pintu keluar terbuka untukmu.”

Hyejin tertawa pelan. “Aku hanya mengingatkanmu saja, Kim. Hati-hati dengan orang terdekatmu.”

Sebelum Taeyeon dapat berkomentar, Hyejin melenggang pergi dari ruangannya. Dia mengerutkan keningnya mencoba berpikir apa yang barusan Hyejin katakan. Taeyeon menyerah, dia sama sekali tidak memiliki ide mengenai apa yang mantan kekasihnya itu ucapkan sebelumnya.

***

Taeyeon bersama Jessica, Yuri, dan Sooyoung tengah makan siang bersama. Biasanya Jessica akan membawa makan siang ke ruang Taeyeon karena gadis imut itu tidak suka suasana kantin. Namun dibanding ruang kerja nya saat ini, kantin menjadi pilihan terbaik dibanding terus teringat ucapan Hyejin di ruangannya. Terlebih Yuri dan Sooyoung juga berkunjung ke kantornya.

“Kudengar Young Woo mengambil alih jabatanmu di sekolah Fany. Kau tak mengajukan keberatan akan itu, Taeng?” tanya Yuri.

“Mereka memiliki 70% lebih suara. Aku bisa berbuat apa?” jawab Taeyeon malas. Dia mengaduk-adukan float nya tanpa meminumnya.

“Bukankah Young Woo tak memiliki saham sepeser pun disana? Hanya kau dan Appa mu yang memiliki saham.” ucap Sooyoung heran.

“Aku tak mau mengambil pusing, Syoo.”

“Jamkkanmanyo!” ujar Jessica tiba-tiba.

Ketiga sahabatnya menoleh ke arah Jessica yang sibuk merogoh sakunya. Mulai dari saku didalam jas, hingga di kedua rok nya.

“Dimana aku meninggalkannya?” gumam Jessica dengan menggigit bibir bawahnya.

“Apa yang kau cari, Sica?” tanya Taeyeon.

Jessica terus merogoh sakunya dan tak mendapat apapun selain dompet dan kunci mobil. Gadis berambut brown mengerang dan memejamkan matanya kesal.

“Aku selesai. Ada yang harus ku kerjakan. Bye, all!” Jessica mengecup pipi Taeyeon sebelum berlari meninggalkan ketiga sahabatnya.

“Hey, kenapa hanya Taeyeon yang diberi kecupan?” teriak Sooyoung tak terima.

“Heish, ingat, Syoo. Mereka kenal dari bayi.”

“Tapi tetap saja. Kita juga dekat dengannya.”

Taeyeon menghela nafasnya melihat sahabatnya yang mulai bertingkah idiot. Hanya karena Jessica mengecupnya seorang, Sooyoung merasa tak terima.

“Kau mau ku kecup, Syoo?” tanya Taeyeon datar.

“No thanks, aku hanya mau dicium wanita dewasa.”

“Ya! Maksudmu aku bukan wanita dewasa, ha?”

Sooyoung mengangguk. “Kau bocah sekolah dasar.”

“Sialan kau, Soo.”

***

Malam harinya, Taeyeon pergi ke rumah kekasihnya dan berencana menginap. Daddy Tiffany masih memiliki pekerjaan dan akan kembali seminggu lagi. Maka dari itu dia berani menginap. Meskipun cukup lama menjalin hubungan, Daddy Tiffany sama sekali tak tahu menahu mengenai hubungan mereka. Itu adalah permintaan Tiffany. Dia baru siap mengatakan hal yang sebenarnya saat lulus sekolah.

Taeyeon menepikan mobilnya di depan gerbang rumah Tiffany. Dia melihat motor sport berwarna hitam yang familiar. Taeyeon ingat motor itu adalah motor milik pria yang diketahuinya bernama Jun, teman Tiffany. Secara perlahan rasa cemburu Taeyeon mulai berkembang. Dengan gerakan cepat gadis itu mulai memasuki rumah Tiffany.

“Fany-ah.. sayaaang~” teriak Taeyeon seraya berjalan memasuki rumah kekasihnya.

Taeyeon melihat Jun yang tengah menggendong Tiffany. Hal tersebut mengundang rasa cemburunya yang bertambah berkali lipat. Dia segera berlari ke arah dua manusia tersebut yang ingin menuju sofa.

“Fany-ah.. sayaang..” Taeyeon melepas genggaman Jun pada kekasihnya dengan kasar setelah berhasil mendudukannya di sofa.

“Tiffany tadi terpeleset di pantry dan kakinya sedikit memar, sajangnim.” ucap Jun menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Tanpa menghiraukan ucapan Jun, Taeyeon berlari ke pantry untuk mengambil es batu beserta kain untuk kekasihnya. Dia membungkus es batu tersebut dengan kain dan menekannya ke lutut Tiffany yang memar.

“Aww. Sakit, TaeTae!”

“Gadis ceroboh! Sudah kubilang langsung lap air di lantai saat kau tak sengaja menumpahkan air!” ucap Taeyeon dengan wajah khawatir.

“Mianhae.” Tiffany menundukkan wajahnya.

“Dasar ceroboh! Kemarilah!” titah Taeyeon.

Tiffany mengerutkan keningnya tak paham. Taeyeon berdecak dan memeluk Tiffany dengan satu tangannya terus menekan luka memar kekasihnya.

“Lihat? Kau terluka sedikitpun sudah mengeluarkan keringat dingin. Biar kutebak kau pasti merasa pusing?”

Tiffany tak mau mengakui itu, namun ucapan Taeyeon benar. Ucapan kekasihnya selalu benar. Dia mengangguk kecil dan menenggelamkan kepalanya di ceruk leher kekasihnya. Tiffany merupakan gadis istimewa. Hanya luka kecil seperti itu selalu bisa membuat gadis itu berkeringat dingin dan pusing. Hal itu menjadi perhatian khusus bagi Taeyeon agar selalu melindunginya.

“Kau ingin aku mengambilkan obat?” tanya Taeyeon.

Tiffany menggeleng. “Cukup seperti ini saja, ahjumma.”

Taeyeon menghela nafasnya dan mengangguk. Mereka melupakan kehadiran Jun disana yang menatap keduanya dengan tatapan takjub. Baru kali ini Jun melihat pasangan gay secara nyata di depannya tengah menunjukkan kasih sayang. Jun mengira pasangan tersebut hanya menginginkan seks seks dan seks seperti yang dilakukan oleh sepupunya yang gay, maka dari itu dia sedikit risih dengan pasangan sesama. Namun pemikirannya berubah mulai saat ini. Apa yang ditunjukkan Taeyeon dan Tiffany sangat menyentuh hatinya. Dia tidak mengira pasangan tersebut mampu menunjukan cinta bukan hanya dari pasangan normal lainnya. Bahkan Jun bisa menilai dengan matanya sendiri bahwa kedua wanita di depannya sangat mencintai satu sama lain. Cinta mereka benar-benar tulus.

“Uhm, Tiff. Kurasa aku harus pulang?” kata Jun sedikit canggung.

Tiffany tersadar kalau Jun masih berada di rumahnya.

“Ah mian. Gomawo sudah mengantarku, Jun.”

“Cheonma. Kalau begitu aku pamit dulu, Tiff, sajangnim. Annyeong.”

Setelah Jun benar-benar pergi, Taeyeon menggendong kekasihnya ala bridal style menuju kamarnya. Taeyeon membaringkan gadisnya dan menyelimutinya.

“Kau akan menginap disini kan, ahjumma?” Tiffany mencegat tangan Taeyeon yang akan pergi.

Taeyeon mengangguk. “Aku ingin mencuci muka ku dan berganti pakaian dulu.”

 

“Ahjumma.” panggil Tiffany. Mereka kini sudah berbaring di ranjang.

“Hm?”

“Kau mencintaiku, kan?” tanya Tiffany.

Taeyeon mengernyit dan menoleh ke arah gadisnya. “Tentu saja. Mengapa kau menanyakan hal itu?”

“Kalau begitu katakan kau mencintaiku.”

“Kau baik-baik saja kan, Miyoung?”

“Ahjumma~ lakukan saja apa yang kukatakan.”

Taeyeon menghela nafasnya. Dia memiringkan tubuhnya hingga menghadap ke arah kekasihnya. Tangannya terangkat untuk mengusap pipi gadisnya dengan lembut.

“Aku mencintaimu, Stephanie Hwang Miyoung. Sangat sangat mencintaimu hingga bahkan merasa sesak jika kau tak ada disisiku.” ucap Taeyeon seraya mengelus pipi kekasihnya dengan jempolnya.

“So cheesy! Aku saja tak pernah mendengar keluhanmu tentang sesak nafas saat kau dan aku berjauhan.” Tiffany menarik hidung Taeyeon gemas.

“Itu perumpamaan, sayang. Yang jelas hatiku milikmu. Kau juga mencintaiku, kan?” Taeyeon melepas jari Tiffany yang masih menarik hidungnya.

Tiffany mengangguk. “Tapi aku masih saja merasa heran. Mengapa aku bisa jatuh cinta pada gadis midget sepertimu?”

“Hey, aku memiliki sejuta pesona, kau tahu? Wanita straight saja langsung berubah menjadi gay saat melihatku.”

“Termasuk aku. Ahh, yang terpenting ahjumma milikku sekarang. Jaga matamu ini, okay? Aku tahu mereka suka sekali melihat butt sexy dimana-mana.” Tiffany mengusap kedua mata Taeyeon dengan pelan.

“Yes ma’am.” ujar Taeyeon patuh seperti anak kecil.

“Sekarang cium aku.” pinta Tiffany.

Taeyeon menaikkan alisnya. “Ini sudah malam Tiff. Aku tak mau lepas kendali.”

Tiffany menggeleng. “Hanya make out. Aku percaya kau mampu melakukannya tanpa melebihi batas. Aku percaya ahjumma mampu menjagaku.”

“Kau yakin, Fany-ah?”

“Aku percaya pada ahjumma.” Tiffany menunjukkan eyesmile nya.

Taeyeon menghela nafas dan memejamkan matanya sebelum menangkup kedua pipi Tiffanya.

“Berdo’a lah agar evil Taeyeon tidak keluar malam ini.”

Lalu Taeyeon mulai menempelkan bibirnya ke bibir milik kekasihnya. Mendiamkannya sebelum bergerak melumat dan menghisap. Taeyeon terus melakukan aktifitasnya sembari bergerak pelan memposisikan tubuhnya diatas tubuh Tiffany, menindihnya.

Tiffany mengerang dan memeluk leher Taeyeon, mengusap tengkuknya dan menekannya agar ciuman mereka semakin dalam. Taeyeon menjilat bibir Tiffany hingga membuatnya terbuka. Dengan cepat lidah Taeyeon memasuki mulut Tiffany dan menjelajah. Lidah mereka bertemu dan saling bergulat satu sama lain. Ini adalah ciuman basah kedua yang pernah mereka lakukan.

Ciuman Taeyeon turun ke rahang lalu ke leher jenjang kekasihnya. Tangan Taeyeon bergerak membuka kancing piyama Tiffany.

“Enghh.. Tae~” desah Tiffany saat lidah Taeyeon menjilat panjang lehernya kemudian menghisapnya.

Kancing piyama atas Tiffany sudah terbuka sepenuhnya, menampilkan bra berwarna pink nya. Taeyeon menurunkan ciumannya hingga ke belahan dada Tiffany yang masih tertutup bra.

“Ugh.. Taee~”

Tangan Taeyeon bergerak ke punggung polos Tiffany dan mencoba membuka bra nya. Setelah terbuka, Taeyeon segera menurunkan bra Tiffany dan langsung menyerbu kedua buah gundukan tersebut. Mulutnya menghisap payudara sebelah kiri Tiffany sedangkan tangan kirinya meremas payudara kanan Tiffany.

“Taeyeon aakhh~”

Tiffany menekan kepala Taeyeon agar semakin menghisap payudaranya dengan kuat. Remasan tangan Taeyeon juga semakin kuat. Dia memelintir puting Tiffany yang masih kecil.

Taeyeon kembali mencium bibir Tiffany dengan panas. Kedua tangannya terus meremas payudara Tiffany dengan bernafsu. Mungkin setelah ini ukuran bra nya akan bertambah.

Saat tengah menikmati sesi panas mereka, tiba-tiba pintu kamar Tiffany terbuka.

“Stephanie apa yang kau lakukan?!”

Mereka berdua tersentak dan menghentikan aktifitasnya. Taeyeon segera menarik selimut untuk menutupi tubuh bagian atas Tiffany.

“Daddy..” lirih Tiffany.

“Temui Daddy di depan.” ujar Daddy Hwang dingin. Kemudian berbalik dan pergi darisana.

Taeyeon menyadari perubahan air muka Tiffany yang merasa sedih, takut, dan khawatir. Taeyeon mengecup bibir Tiffany sekilas.

“Kita hadapi bersama-sama, hm?” ucap Taeyeon meyakinkan. Tiffany mengangguk lemah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

Entsch bakal diupdate seminggu sekali kalo ngga ada halangan kay.

How bout this chap? Komen juseyo~

See u next chap~

Advertisements

47 thoughts on “Enterprischool (Chapter 5)

  1. beneran mantannya taeng muncul..πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    bahan kerusuhan baru dikehidupan cinta taeny nih*halah…
    omongan hyejin rada ambigu euy yg soal ngingetin taeng kudu hati-hati sama orang terdekatnya.orng yg dekat disekitar taeng kan ada temen2nya dan tentu saja tiffany.yg jelas jahat kan si young woo ato jgn2 malah hyejin sendiri yg punya niat jahat sm taeng..*who know

    pas baca bagian tengah sambil mikir”gimana klo sampe ayahnya tiffany tau akan hubungan taeny”eh ternyata pas mo tbc ayah tiffany tauπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    mungkin ayahnya tiffany cuma terkejut mengtahui anak gadisnya yg masih belia punya pacar lebih tua dan perempuan lagi..tp setelah taeng jelasin bisa ngerti dan terima*sotoy
    kan yg penting kebahagian tiffany…tiffany happy ayahpun happy*tambahsotoyπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

    Like

  2. Maaf dah baca dluan thor, hehe,,bru ngeh chapt 5. lucu taeny, cuma ksian jg akhirnya ketangkep daddynya, tae juga sih klo mo jagain jgn setengah2, pke iyain kebablasan kan byun, hehe,, tunggu klo udh lulus. Lah skrg pilihan putus kykna, apa mungkin suruh nikah hehe,, πŸ˜€
    Ijin baca lainya ya thor,mksh,,

    Like

  3. Mampus ketahuan daddy hwang…😲😲jgn sampe deh daddy hwang nyuruh pisah ama tae…dont be thor…😒😒😒

    Like

  4. Astagaaa sumpah gue berharap jangan ada masalah cukup banget deh masalah fany disekolah, duh semoga daddy ngerti dan tabu akan itu yaaa hahaha american loh 😝pliiiisss
    Duh suka banget sama adegannya (loohhh) hahahhaa fany agresif suka mancing mancing 😜sexy sekaliiihhh

    Like

  5. Thank’s for author Karena masih setia nulis ff taeny dimana para author lain lebih memilih Hiatus semangat buat update setiap Minggu sekali nya

    Like

  6. New reader di dunia wordpress >< Suka sama Tae yg jd pedofil(?) gegara FanyπŸ˜‚
    Kayaknya enak yah pacaran sama anak SMA, ada manja2 lucuknya gitu :3
    Adegan terakhir saya rada shock pas Fany minta gituan, mengingat dia masih di bwh umur~ tapi siapa sih yg gak bakal tahan buat baca yg kayak gituan, apalagi ini TaenyπŸ˜†
    Makasih ya thor udah bikin cerita ini, makasih udah update, makasih juga buat adegan yg terakhir itu :3
    Jadi gasabar sama njutannya, apalagi sama Daddynya😱
    Semangat thor!!

    Like

  7. Matiiiihhh… duuhh si daddy dtgnya nggk tepaaatt.. seenggaknya biar taenih enceh dulu baru buka pintu..hastagaahh πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    Next chap taeny bakal disidang bapake.. duhh dekk.. 😫😫

    Like

  8. Lah daddynya pany ganggu aja *plakk wkwk
    Ini ya badai yang kamu bilang bakalan jadi badai besar thor?? Lah pokoknya taeny gak boleh sama putus ya thor. Tau kan kalo bikin taeny sampe putus, nanti para reader pada ngamuk adanya wkwkwk *justkidding thorrr hehehe

    Like

  9. Ha.ha.ha hahahha taekentang (kena tanggung) maksudnya hihi lagi ada ada aja, itu pintu di kunci buat apa punya pintu coba untung bukan gue mergokin klo ia bakalan ngikut gw hahahahha *kabur ah wkwkwk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s