Date

Enjoy read~

 

Satu sentuhan lagi pada wajah cantiknya, gadis bermata indah selesai dengan riasannya. Dia memandang pantulan dirinya di cermin dengan senyum puas. Alat make-up nya ia letakkan di tas bermerk nya, kemudian disusul ponsel, dan juga dompetnya. Oh dan tak lupa beberapa camilan yang khusus dibawanya saat gadis itu merasa ingin memakan sesuatu.

Dia merapihkan sedikit penampilannya sebelum pergi dari ruangannya. Kencan yang dipersiapkan sejak tadi tinggal menghitung menit lagi. Kencan yang tidak ia duga. Kencan yang sama sekali tidak pernah terlintas dalam pikirannya. Kencan dengan sahabatnya sendiri. Meskipun gadis itu memiliki kekasih- bukan- teman tapi mesra? *ewh– bukan- cem-ceman?- bukan!- friend with benefits? Ya, anggap saja seperti itu.

“Kau yakin dengan ini, Yul?” Tiffany bertanya saat mereka sudah menaiki mobil milik Yuri.

Gadis tan sedikit membantu Tiffany dalam memakai sabuk pengamannya sebelum melakukan hal yang sama pada dirinya.

“Mollasseo. Tapi apa salahnya mencoba?”

Tiffany mengerang lucu. “That lil’ jerk.”

Yuri tertawa pelan mendengar umpatan sahabatnya. Dia menggeleng pelan sebelum melajukan mobilnya melintasi jalan yang masih terasa asing namun dikenalinya.

“Want some ice cream?” Yuri bertanya tanpa melihat ke arah Tiffany. Gadis itu masih sibuk melihat cafes atau tempat untuk mereka datangi. Seperti yang dikatakan diatas. Mari anggap itu adalah kencan mereka.

“Kau tidak lupa kan sedang hangout denganku dan bukannya bocah imut itu?” Tiffany memberikan silaunya pada Yuri.

Yuri menaikkan bahunya dan mengetuk-ngetukan jarinya di stir mobil.

“Ini masih siang, Tiff. Tak ada club yang buka.” ujar Yuri seraya mendongakkan kepalanya kedepan.

“Hei, aku tidak bilang ingin pergi ke club!” protes Tiffany.

Yuri mengabaikan protesan Tiffany dan membelokkan mobilnya di salah satu kedai eskrim.

“Kalau kau ingin membuat si midget itu cemburu, lakukanlah dua point penting. Aku..” Yuri menunjuk dirinya sendiri. “..dan ice cream.”

Setelah mengatakan hal itu, Yuri melepas sabuk pengamannya dan keluar dari mobilnya, disusul Tiffany.

Keduanya berjalan menuju kedai eskrim dan mulai memesan dua buah eskrim cone. Tiffany membasahi bibirnya dengan lidahnya saat gadis pirang tersebut memberikan eskrimnya.

“Come to mama come to mama~” girang Tiffany.

Yuri memutar bola matanya malas. “Siapa yang tadi tidak mau eskrim, huh?”

“I’m not!” sahut Tiffany dan berjalan mendahului Yuri.

“Yul cepat! Ayo kita selca!” teriak Tiffany.

Yuri mendekati sahabatnya dan duduk disamping gadis itu.

“Bagaimana dengan posenya? Haruskah aku mengecup pipimu?” Yuri memposisikan tubuh dan wajahnya disebelah Tiffany dengan matanya yang fokus melihat ke arah kamera.

“Ya! Kau ingin isteriku menceraikanku?!” protes Tiffany sekali lagi.

“Slow, Tiff. Baiklah, cepat ambil gambarnya.” Yuri menunjuk ke arah kamera Tiffany dengan dagunya.

Keduanya terlibat selca cukup banyak dan juga video. Untuk apa? Tentu saja mengunggahnya ke akun sosial media mereka. Tujuan mereka kencan hanyalah untuk membuat Taeyeon, atau kau bisa sebut isteri dari Tiffany Hwang cemburu.

Selain karena Yuri datang ke Amerika untuk melakukan operasi pada kakinya, dia juga menyempatkan membantu sahabatnya yang kebetulan berada disana seusai menyelesaikan pekerjaannya. Dia melihat hubungan kedua sahabatnya yang terlihat lesu dan berniat membangkitkannya lagi. Berdoa saja agar Taeyeon benar-benar cemburu dan menunjukan sifat posesifnya lagi terhadap Tiffany.

“Kudengar Sica berada disini juga?” Tiffany mengajukan pertanyaan random seraya memilah foto dan video yang akan ia unggah ke snapgram nya.

Yuri mengangguk tanpa berniat membalas pertanyaan Jessica. Dia sibuk memakan eskrim yang menggodanya untuk dimakan.

“Kalau hal ini berhasil, apa yang akan kau berikan untukku sebagai balasan, Fany-ah?” tanya Yuri antusias.

“Tiket liburan bersama Juran Unnie?” Tiffany menaikkan satu alisnya dan menahan tawanya melihat perubahan air muka sahabatnya.

“Kau tak asik, Fany-ah.” Yuri mengerucutkan bibirnya.

Pecah sudah tawa Tiffany. Dia meletakkan ponselnya di meja dan menutup mulutnya meredam tawanya yang keras.

“Juran atau Jessi, hm?” goda Tiffany lagi.

“Berhenti menggodaku atau Taeyeon kuberitahu tentang plan B mu.”

Tiffany mendelik. “Bagaimana kau bisa tahu?”

Yuri menunjukkan smirk nya. “Lain kali hati-hati meletakkan buku diary mu, Miss.”

Tiffany membuka mulutnya dan menunjuk Yuri dengan penuh kekesalan. Dia mendecakkan lidahnya dan memakan eskrimnya cepat.

“Kau sudah selesai? Cepat pergi dari sini.”

“Kenapa terburu-buru?” tanya Tiffany.

Yuri menghela nafasnya. “Kau tidak lihat langit diluar sudah berubah warna? Kalau bukan karena photoholic mu, kita bisa pergi ke beberapa tempat lagi.”

Tiffany nyengir kuda seraya menunjukkan dua jarinya membentuk huruf V.

“Sudahlah. Kajja! Masih ada waktu untuk pergi ke lain tempat.”

***

“Apa ada kabar?” Yuri bertanya dengan membawa satu mangkuk sereal. Dia berniat memakannya sebelum teringat Tiffany yang mengurung diri di kamarnya.

Tiffany menggeleng lemah, tubuhnya ia biarkan tengkurap dan menatap datar layar ponselnya.

“GOSH!”

Yuri hampir menumpahkan serealnya saat mendengar teriakan Tiffany yang sangat keras. Bahkan gendang telinga nya hampir pecah.

“Ya!” kesal Yuri.

Tiffany terlonjak dari tengkurapnya dan berdiri tegak. Satu bantal berada di tangan kirinya sedangkan tangan kanannya memegang ponsel.

“Kyaaaaa~ Akhirnya Taeyeon mengirimiku pesan!”

Tiffany berteriak histeris. Bantal yang tadi berada di tangan kirinya kini sudah melayang dan mengenai Yuri. Otomatis mangkuk berisi sereal milik Yuri terjatuh ke lantai.

“Ddilfany sinting! Lihat! Serealku jatuh, bodoh! Argh!” semprot Yuri.

Tiffany menunjukkan wajah tak berdosanya.

“Mianhaee~”

Yuri memutar bola matanya malas. “Bereskan itu. Aku ingin tidur.”

Yuri berbalik meninggalkan kamar Tiffany. Tak lupa umpatan dan makian dia ucapkan di tiap langkahnya pergi.

Tiffany sendiri masih tak merasa bersalah dan membekap mulutnya sendiri. Menahan rasa histerisnya karena isterinya mengiriminya pesan terlebih dahulu setelah sekian lama mereka hilang kontak. Apalagi Taeyeon sangat sibuk dengan acara keliling dunianya.

Dan isi pesannya mampu membuat jantung Tiffany berdentum keras meskipun gadis imut itu tidak secara terang-terangan mengatakan bahwa ia cemburu.

Aku bisa membeli eskrim yang lebih enak dan mahal dari yang si monyet hitam berikan padamu. 

– Taeyeon

Senyum Tiffany mengembang liar. Dengan cekatan gadis itu membalas pesan sahabat tercintanya.

Oh yeah? Bisa kau berikan padaku sekarang?

– Tiffany

Tak menunggu waktu lama untuk mendapat balasan, notifikasi kedua terdengar dari ponsel gadis bereysmile.

Tidak sekarang, sayang.

– Taeyeon

Tiffany menggigit bibir bawahnya dengan memejamkan matanya. Dia menepuk-nepuk ranjang dan menahan teriakan histerisnya. Taeyeon memanggilnya ‘sayang’ for God sake! 

Lalu kapan, huh?

– Tiffany

Setelah membalas, Tiffany meletakkan ponselnya di ranjang. Kemudian mengatur nafasnya yang tak beraturan. Dia mendengar bunyi notifikasi lagi dari ponselnya.

Sekembalinya aku ke Korea. I give you an Ice cream and you give me strawberry shortcake ;’) 

– Taeyeon

Pesan terakhir Taeyeon membuat Tiffany membuka mulutnya tak percaya. Dia mengedipkan matanya berkali-kali memastikan isi pesan tersebut asli dari sahabat tercintanya. Benarkah Kim Taeyeon memintanya untuk-…

Oh my God! Strawberry shortcakes?! 

Tiffany pasti gila membayangkan hal itu terjadi. Dan juga sejak kapan Taeyeon tahu kata-kata Urban tersebut?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

Jangan tanya apa. Gw cuma kepikiran ni ff pas liat yulti date wkwkwk

See ya next chap~

 

 

Advertisements

34 thoughts on “Date

  1. Duh seneng banget fany muncul di ig lagi 😻 aaaakkk seneng juga thor lo ngebangkitin jiwa shipper taeny gue lagi hahaha krna date yulti terlalu maniiiissss. Andai itu taeng gue udah mimisan pasti, hahaha

    Like

  2. yuri romantis banget yah rela terbang ke LA cuma buat fany..ateng mah payah gk berani nyamperin🙊🙊

    nglike yg gk ada yultinya…maenannya cuttonbud…
    klo jeles suka aneh2 tuh anak😂😂😂..

    Like

  3. Kan gara” author aku sekarang jadi tau kata urban yang satu itu wkwk. Karna penasaran jadi searching di google terus tau artinya deh wkwk.. anggap aja yulti emang mau bikin si tatang di dunia nyata semburuuuu.. terus akhir nya berhasil deh kayanya. Si tatang di ig langsung ngupdate foto salad terus malah mainan sama cuttonbud wkwkwk ada” aja si paud..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s