Enterprischool (Chapter 6)

Title : Enterprischool

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

.

 

Wajah Tiffany terus ia tundukkan mulai dari gadis itu duduk di depan Daddy-nya. Tangannya ia remas dibawah meja sesekali menggigit bibir bawahnya. Sedangkan disampingnya duduk, Taeyeon masih diam dengan menatap lurus kedepan, ke arah Daddy Tiffany. Tak dipungkiri dia kini juga gugup setengah mati. Pasalnya ini kali pertamanya bertemu langsung dengan Daddy Hwang.

“Bisa kau jelaskan apa yang terjadi tadi, Steph?” Setelah cukup keheningan, Daddy Hwang bersuara.

Tiffany menggigit bibir bawahnya. “S- Sebenarnya.. Taeyeon.. aku..”

“Tiffany adalah kekasih saya, Tuan Hwang.”

Tiffany menoleh ke arah sampingnya dengan terkejut. Sementara Daddy Hwang menatap tajam Taeyeon.

“Sejak kapan?” tanya Daddy Hwang dingin. Taeyeon berusaha sekuat mungkin agar tidak gugup dan memunculkan sisi percaya diri nya.

“Setahun yang lalu.” jawab Taeyeon.

Daddy Hwang memejamkan matanya dan memijat pelipisnya. Dia mengerang pelan karena puteri bungsu nya membuatnya pusing bukan main. Dia tidak melarang puterinya memiliki hubungan khusus dengan orang lain, tapi kenapa harus sesamanya? Dan lagipula wanita di depannya ini yang ia ketahui adalah direktur di sekolah puterinya. Usia mereka juga terpaut cukup jauh.

“Akhiri hubungan kalian.” ucap Daddy Hwang yang sukses membuat kedua wanita di depannya terkejut.

“Andwae! Stephy mencintai Taeyeon, Dad! Stephy tidak mau berpisah dengan Taeyeon!”

“Kau masih remaja, Steph. Daddy tahu kau masih bimbang menentukan dia benar-benar cintamu atau bukan.”

Tiffany menggeleng dengan cepat. “Bukan Stephy yang memilih hal ini terjadi, tapi hati Stephy, Dad. Stephy yakin Stephy benar-benar menyukai- ani- mencintai Taeyeon.”

“Maaf, Tuan Hwang. Tapi kami berdua saling mencintai. Ini tulus dari hati kami yang terdalam. Saya mohon berikan izin kepada kami.” tambah Taeyeon. Tiffany mengangguk mengiyakan.

Daddy Hwang menghela nafasnya kasar. “Ku berikan kau satu kesempatan. Tapi kalau aku melihat puteriku tersakiti karenamu. Aku tak segan-segan memisahkan kalian.” ucap Daddy Hwang pada akhirnya.

Kedua pasangan tersebut melengkungkan senyumnya.

“Thanks, Dad!”

“Terimakasih telah memberikan kesempatan, Tuan Hwang.”

 

Tiffany memainkan kancing piyama Taeyeon saat mereka kembali berbaring di ranjang Tiffany. Setelah sedikit tegang menghadapi Daddy nya, gadis itu merasa bebannya terangkat. Dia pikir Daddy nya tak akan memberikan mereka izin. Tapi ternyata tidak, dia bernafas lega karena itu.

“TaeTae, berjanjilah setelah ini kau akan terus bersamaku. Bahkan sampai tua sekalipun.” ucap Tiffany dengan mengerucutkan bibirnya.

Taeyeon tertawa pelan. Dia mencubit hidung bangir kekasihnya. “Aku berjanji, sayang. Setelah kau lulus nanti aku akan menikahimu.”

“Aniya! Tunggu aku lulus kuliah.” Tiffany menepuk dada Taeyeon.

“Wae? Lebih cepat lebih baik, kan?”

“Lebih baik untukmu karena kau bisa bebas melakukan hal dengan tubuhku!” Tiffany mempoutkan bibirnya.

“Percaya padaku, itu sangat menyenangkan, sayang.” Taeyeon terkekeh pelan dengan ucapannya sendiri.

“Hentikan! Jangan membuatku cemburu pada mantan kekasih atau partner one night stand mu yang super banyak!” Tiffany mendorong tubuh Taeyeon kemudian membalikkan tubuhnya membelakangi kekasihnya.

“Kau marah?” tanya Taeyeon pelan.

“Ne!”

Senyum liar mengembang di kedua bibir Taeyeon. Dia mencolek bahu Tiffany bermaksud menggodanya.

“Kalau marah mengapa menjawab pertanyaanku, hm?”

“Aaaa~ menyebalkan~ aku benci ahjumma!”

Taeyeon tertawa melihat tingkah kekasihnya. Dia kemudian memeluk Tiffany dari belakang dan mengecup lehernya, dilanjutkan ke pipinya.

“Saranghae, baby. Jalja~”

Setelah mengatakan itu, Taeyeon memajukan wajahnya pada Tiffany dan mengecup ujung bibirnya. Kemudian mulai memejamkan matanya dengan tangannya yang masih memeluk pinggang kekasihnya. Tiffany tak bisa berbuat apa-apa tapi tersenyum. Dia membalikkan wajahnya kemudian mengecup singkat bibir Taeyeon dan menyamankan tubuhnya di pelukan gadisnya.

***

“Aku pulaaang~”

Taeyeon meletakan tas ranselnya ke sofa dengan pandangannya yang mengitari mansion megah tersebut.

“Nona muda. Anda pulang?” sapa salah satu butler di mansion itu.

Taeyeon mengangguk. “Dimana Appa?”

“Tuan sedang di taman belakang, nona muda.” jawab butler itu sopan.

“Arrasseo, aku akan kesana.”

Taeyeon berjalan santai ke belakang mansion megah milik Appa angkatnya. Dia jarang tinggal di mansion tersebut semenjak menjabat sebagai Presdir di perusahaan Appanya. Hal itu membuat Appa nya sedih, namun Taeyeon berjanji akan menginap beberapa malam setiap sebulan sekali. Seperti yang dilakukannya saat ini.

“Appa!” teriak Taeyeon dengan tersenyum. Meskipun bukan ayah kandungnya, namun Taeyeon sangat mencintai Appa nya itu.

“Taenggu~ Ya Tuhan, kau masih saja pendek, nak!”

“Ya Appa!” Taeyeon mengerucutkan bibirnya membuat sang Appa tertawa karenanya.

“Kemarilah. Peluk Appa mu ini.”

Taeyeon tersenyum dan berlari memeluk Appa nya.

“Bogoshippo, Appa.” kata Taeyeon di pelukan pria paruh baya tersebut.

“Nado, bocah tengil Appa.”

Taeyeon melepas pelukannya dan menatap tajam Appanya yang dengan santai menaikkan alisnya.

“Aku hampir 25 tahun asal Appa tahu.” Gadis imut melipat tangannya di depan dada dan mendengus.

“Bagi Appa kau masih Taeyeon kecil Appa. Sudahlah ayo kita masuk. Kau mau sup buatan Appa?”

“Call!” girang Taeyeon dan melompat menaiki punggung Appanya untuk digendong. Appa Han hanya bisa tertawa dan menggendong puterinya dengan berlari.

 

“Bagaimana pekerjaan?” tanya Appa Han saat mereka tengah makan malam bersama.

“So far so good. Hanya saja kemarin ada sedikit masalah di bagian bahan baku, tapi tenang saja, puteri Appa ini sangat handal menanganinya.” jawab Taeyeon dengan bangga.

“Baguslah. Itu baru puteri Appa. Lalu bagaimana dengan kekasihmu?”

Taeyeon tersenyum lebar saat Appanya menanyakan kekasihnya. Hanya memikirkan Tiffany saja mampu membuat perutnya berbunga-bunga.

“Kami baik-baik saja. Aku berencana menikahinya saat dia lulus nanti. Apa Appa tak keberatan?”

Appa Han sedikit berdehem karena tersedak. Dia meminum air putihnya sebelum berbicara. “Kau ini suka sekali mengejutkan Appa, ya? Ckckck kalau itu keputusanmu, Appa bisa apa, hm?”

Taeyeon menunjukkan senyum lebarnya lagi. Dia bangkit dan memutari meja kemudian duduk di samping Appanya dan memeluknya.

“Gomawo, Appa. Kau yang terbaik!”

Appa Han ikut tersenyum dan balas memeluk puteri kesayangannya.

***

Taeyeon menguap seraya meregangkan tubuhnya. Dia mengusap matanya kemudian meraih ponselnya yang mengganggu tidurnya dengan sedikit kesal. Hari ini dia berangkat sore hanya untuk memimpin rapat. Paginya bisa ia gunakan untuk tidur. Namun bunyi ponselnya kali ini membuatnya mengurungkan niatnya karena terlanjur kesal.

“Yeoboseyo!” teriak Taeyeon tanpa melihat ID Caller nya.

“Hey slow down, buddy!” ucap sebuah suara di seberang sana.

“Ada apa kau meneleponku pagi buta seperti ini, Soo?”

Terdengar helaan nafas di seberang sana.

“Daddy Tiffany dipecat.”Β 

“WHAT?!” Mata Taeyeon terbelalak. Rasa kantuknya hilang seketika.

“Aku baru dapat informasi tak lama tadi. Anakan JXK Corp, Doelim Inc memecat Tuan Hwang karena dituduh melakukan penggelapan dana dari klien dan jaksa agung. Kau bisa ke kantor kita sekarang? Sudah ada Sica dan Yul disini.”Β 

“Tunggu aku 30 menit, Soo.”

Setelah mengatakan itu, Taeyeon menutup telepon dan segera berlari ke kamar mandi kemudian bersiap.

Taeyeon turun dari tangga dengan tergesa. Dia melihat Appa nya tengah membaca koran di sofa. Dia tidak sempat mendekati ayahnya dan berjalan cepat ke arah pintu sebelum Appa nya menyadarinya.

“Hey, Taeng. Kau mau kemana?” tanya Appa Han.

“Kantorku. Ada sedikit masalah!” teriak Taeyeon sebelum pintu utama tertutup sempurna.

 

“Bagaimana bisa Tuan Hwang dipecat?!” tanya Taeyeon frustasi setibanya ia di kantornya.

Jessica menggeleng. “Mata-mata kita tidak tahu pasti. Tapi mereka sering melihat orang-orang JXK bolak-balik ke Doelim sebelum Tuan Hwang dipecat.”

“Jadi maksudmu mereka melakukan konspirasi untuk menjebak Tuan Hwang?”

“Kita tak tahu pasti, Taeng.” ujar Yuri lemah.

“Selidiki kasus ini. Aku yakin Tuan Hwang tidak pernah melakukan penggelapan dana. Setahuku beliau adalah orang yang sangat bertanggungjawab.” perintah Taeyeon.

“Tapi ini akan sedikit sulit, Taeng. Meskipun kita tidak tahu dalang dibalik semua ini, tapi yang jelas orang itu memiliki kekuasaan penuh dan dia bukan orang sembarangan.” kata Sooyoung.

“Sooyoung benar. Dan maaf mengatakan ini, tapi Tuan Hwang telah dicabut lisensi nya sebagai pengacara.” tambah Jessica.

“Ya Tuhan! Masalah apalagi ini?!” Taeyeon meremas rambutnya dan memejamkan matanya erat.

“Tapi, Taeng. Aku merasa bukan Young Woo dibalik ini semua. Kau tahu sendiri kan Young Woo tak memiliki saham sepeserpun di sekolah Fany? Tapi mengapa dia bisa mengambil alih posisimu? Yang kedua, perusahaan kecil milik Young Woo bisa merger dengan JXK Corp, itu adalah hal yang luarbiasa sekali. Perusahaan kita saja sangat sulit untuk merger dengan mereka.” Sooyoung mengutarakan pendapatnya.

“Jadi maksudmu ada seseorang yang mengendalikan Young Woo? Dengan kata lain menjadikan Young Woo sebagai boneka?” tanya Taeyeon.

Sooyoung mengangkat bahunya. “Who knows?”

Taeyeon tiba-tiba teringat perkataan Hyejin yang menyuruhnya berhati-hati dengan orang-orang terdekatnya. Dia menatap ketiga sahabatnya bergantian dengan intens kemudian menggeleng.

“Tidak! Tidak mungkin mereka! Lalu siapa lagi?” batin Taeyeon. Matanya terpejam berusaha berpikir.

Taeyeon terhenyak dan melebarkan matanya saat teringat sesuatu.

“Apakah Kim Hyoyeon?” tanyanya dalam diam.

***

Tiffany memainkan kakinya yang menggantung dibawah booth dan memakan eskrim nya dengan lahap. Setelah sekolah usai, Jun menawarinya berjalan-jalan sebentar di taman dan memakan eskrim disana. Tentu saja Tiffany langsung menerimanya. Dia menjadi ketularan Taeyeon yang sangat menggilai eskrim.

“Jun-ah, gomawooo~” ucap Tiffany dengan tersenyum.

“Terimakasih untuk?”

“Berkat kau, aku jadi tidak mendengar olokan atau ejekan lagi di sekolah.”

Jun tersenyum seraya mengacak rambut Tiffany.

“Sama-sama, babi kecil.”

Tiffany mengerucutkan bibirnya karena Jun memanggilnya babi kecil. Namun tak berlangsung lama. Dia mengangkat bahunya dan kembali memakan eskrimnya dengan lahap.

“Yah kau benar-benar seperti anak kecil. Lihat! Ada eskrim di sudut bibirmu.” ucap Jun dan sedikit berdecak.

“Dimana?” Tiffany mencoba membersihkan eskrim di sudut bibirnya namun selalu tak kena karena memang ia menjilatnya salah.

“Aish dasar babi kecil. Ikeo disini.” Jun mengusap sudut bibir Tiffany dengan ibu jarinya.

Tiba-tiba suasana menjadi hening dan canggung. Jun menatap lurus ke arah bola mata Tiffany, begitu juga sebaliknya. Seperti magnet, Jun mendekatkan wajahnya ke wajah Tiffany yang masih terdiam, tersesat di kedua bola mata Jun.

Saat berjarak satu senti lagi, tiba-tiba ponsel milik Tiffany berbunyi. Mereka segera menjauhkan wajah masing-masing karena tersadar. Tiffany sedikit berdehem sebelum mengangkat telepon.

“Ne ahjumma.”

“….”

“Arrasseo. Tunggu aku 15 menit.”

“….”

“Annyeong.”

Tiffany menutup panggilan dan meletakan ponselnya kedalam sakunya. Dia menatap Jun dengan sedikit meringis.

“Jun-ah bisa kau antar aku ke apartemen ahjumma?” pinta Tiffany.

Jun mengangguk. “Sure. Let’s go!”

Mereka berdua mulai menaiki motor sport hitan milik Jun dan segera meluncur menjauhi taman dekat sekolah mereka. Seperti yang dijanjikan Tiffany tadi, mereka sampai di apartemen Taeyeon lima belas menit kemudian. Tiffany turun dari motor Jun dan menyerahkan helm.

“Gomawo, Jun-ah.” ucap Tiffany dengan tersenyum. Jun juga ikut tersenyum.

“Aniyo. Humm, kalau begitu aku pamit dulu, Tiff. Annyeong.” Jun mengangkat tangan kanannya dan sedikit melambai ke arah Tiffany yang dibalas tawa oleh gadis brunette. Tiffany mengangguk dan ikut melambaikan tangannya.

“Hati-hati di jalan.”

Jun mengangguk dan menyalakan motor sportnya. Kemudian berbalik menjauhi kawasan apartemen tersebut. Saat punggung Jun sudah tidak terlihat lagi, Tiffany berbalik dan berjalan menuju apartemen Taeyeon di lantai 3.

Setelah sampai, Tiffany membuka passkey apartemen Taeyeon yang dihapalnya diluar kepalanya kemudian masuk.

“Ahjumaa~ aku pulang~”

Tiffany meletakkan tas punggungnya di sofa dan bergerak mencari Taeyeon di sekitar apartemen.

“Fany-ah ruang rahasia.” Tiffany mendengar suara Taeyeon dari pengeras suara. Kekasihnya memang suka sekali mendesain sesuatu atau membuat sesuatu yang sama sekali tak terpikirkan olehnya.

Tiffany tak bisa berbuat apa selain menuruti perintah kekasihnya. Dia naik keatas tangga dan berjalan ke arah ruang aksesoris dan pakaian milik Taeyeon. Dia kemudian membuka lemari besar disana dan masuk kedalamnya lalu memencet tombol tersembunyi disana hingga munculah scanner. Dia menekan ibu jarinya dan lemari tersebut mulai bergerak ke bawah.

Setelah sampai dibawah atau di ruang rahasia milik Taeyeon, Tiffany mulai mencari Taeyeon.

“Kau sudah datang?” ucap sebuah suara di ruang bar.

Tiffany membalikkan tubuhnya dan mendekati Taeyeon disana. Dia melihat Taeyeon yang tengah meminum alkohol. Mata gadis yang lebih tua menyipit. Tiffany menghela nafasnya. Toleransi kekasihnya terhadap alkohol sangatlah minim. Hanya dengan tiga gelas saja mampu membuatnya mabuk. Tiffany merebut paksa gelas di tangan kekasihnya.

“Ahjumma hentikan! Kau sudah mabuk.”

“Kembalikan, Fany-ah. Aku menyuruhmu kesini untuk menemaniku mabuk.”

“Han Taeyeon!” teriak Tiffany. Jika gadis brunette sudah memanggil Taeyeon dengan marga Appa nya. Sudah dipastikan gadis itu benar-benar marah. Taeyeon sudah berjanji padanya untuk tidak mabuk lagi.

Kemudian Tiffany mendengar sebuah isakkan. Dia terkejut dan langsung memegang lengan kekasihnya.

“TaeTae m- mian..”

Taeyeon menggeleng. “Seharusnya aku yang minta maaf, Fany-ah. Karena aku Daddy mu harus kehilangan pekerjaannya.” ucap Taeyeon dengan menangis.

Tiffany membulatkan matanya. “MWO?!”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

Gue balikk hehew.

Gimana chapter tadi? Masalah baru lagi kan haha. Dann siapa yg penasaran sama Kim Hyoyeon? *tunjukjari

Hyo bakal jd cast baru. Yg penasaran sm doi sabarr, tunggu chap selanjutnya.

Okay. See u next chap~

Advertisements

37 thoughts on “Enterprischool (Chapter 6)

  1. Kok end sih? Tbc mungkin thor πŸ˜›.
    Sampe sekarang masih penasaran itu sama kata2nya hyejin, ga mungkin banget kan kalo orang terdekat nya taeng itu temen”nya sendiri kan?
    Itu juga jangan sampe fany cinlok sama jun, kasian taeng ahjumma 😭😭😭😭😭😭😭

    Like

  2. Waahh…siapa tuh orang terdekat tae yg bakal berkhianat ama tae…dan kim hyoyeon??siapa dia.trus knp bisa daddy hwang sampe dipecat…rumit nih thor..

    Like

  3. jadi curiga sama jun*abaikan
    nah kan emang jun ada rasa nih sama fany..klo gk ada bunyi telepon pasti udh kiss tuh..
    sebenernya kehadiran jun tuh ganggu banget..iya benerπŸ˜‚πŸ˜‚
    apa yah…dia kyk punya tujuan gitu yg terlihat jelas mungkin ke tifany kali yah..dan fany anteng2 aja namanya jg ABG..moga sih fany gk goyah hatinya dan teguh seperti apa yg dia bilang ke bpknya.but hati orng kan mana tau..

    kenapa harus yg dipecat itu bpknya tiffany meski emang wajar sih buat hancurin taeng dengan nyakitin orang2 terdekat dia..cuma kenapa bukan temen dia(jessica,yuri,sooyoung) yg jelas2 ada hubungan dekat dengan taeng.bpknnya tiffany kan bisa dibilang gk tau apa-apa..iya sih mo jahat mah ke siapa saja yg penting tujuannya tercapai..tp masih berasa aneh aja.

    Like

  4. kirain bakal ada konflik soal dady tiffany, ternyata direstuin tapi takutnya ntar pas dikasih satu kesempatan si tae malah nyakitin fany πŸ˜‚πŸ˜‚
    ini lagi fany soal jun, malah baper hadeuh untung ga jadi ciuman mereka

    Like

  5. Wah pantesan tadi saya rada mikir soal nama Hyo, ternyata bakal jadi cast baruπŸ˜…
    Daddynya kasih peringatan buat gak nyakitin Fany, tapi kok malahan si Fany yg lebih berpotensi buat nyakitin Tae. Apalagi tadi Fany sama Jun hampir….. 😭😭
    Makasih ya thor udah update~
    Ditunggu njutannya semangat!!!

    Like

  6. Tuh kan phany sama jun makin deket siap2 aja tuh tae e MC tihati…
    Duhn daddy phany dipecat takutnya ngaruh ke hubungannya taeny 😧πŸ˜₯

    Like

  7. Chapter ini malah muncul lagi badai baru thor, badai kemarin aja masih belum selesai, eh malah ditambahin lagi sama kamu thor wkwk kesian atuh si taeny nya thor.. terus juga kayanya si jun mulai menikung nih, kan ga lucu thor kalo si jun suka sama pany, soalnya dia bakal patah hati juga karna pany cuma punya tatang seorang *sotau ah wkwkwk.. pokoknya ditunggu thor chap selanjutnya payyy

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s