Right Answer

Title : Right Answers

Main Cast : Kim Taeyeon

Genre : GXG

Author : taengfanglove

Alih bahasa : N

.

.

.

.

 

 

Taeyeon mengeluarkan seprai bersih dan membentangkannya di kasurnya. Deterjen beraroma vanilla. Mengapa dia lebih memilih membelinya daripada deterjen berwarna hijau yang beraroma seperti pir?

Keduanya berbau harum. Tapi kali ini, dia pikir vanilla lebih baik.

Dia menyelipkan seprai dan bertanya-tanya tentang hidupnya. Dia ingat ketika dia mengajukan pertanyaan, “Apa itu hidup?”

Dia masih bertanya-tanya. Pertanyaan yang sama setiap hari. Kesepian sudah menjadi hal baik baginya dan dia tidak menjalani kehidupannya seperti dulu. Terlalu banyak rintangan yang menghadang, terlalu banyak kemunduran, dan terlalu banyak hal tak penting yang terjadi selama bertahun-tahun. Sesuatu yang dia pikirkan hanya terjadi di film.

Dia ingat pernah bertanya kepada ibunya suatu hari, “Apa itu hidup?”

Ibunya menyetrika kemeja putih ayahnya dan mengambil nafas.

“Hidup adalah apa yang kau perbuat.”

Itu bukanlah jawaban yang dia cari. Jadi dia berhenti mengajukan pertanyaan dengan lantang, dan lebih memilih menggunakan pemikirannya sendiri untuk mencoba mengumpulkan potongan-potongan untuk dijadikan jawaban tetapi itu tak pernah terjadi.

Dia memutuskan untuk berhenti.

Tapi kemudian rasa keingintahuannya mendapat posisi terbaik dari dirinya dan banyak pertanyaan muncul di kepalanya.

“Apa itu cinta?”

“Apa itu waktu? Bisakah kau mengembalikan waktu?”

Tangannya selalu dia acungkan untuk bertanya pada gurunya sewaktu sekolah, tetapi mereka tak pernah memberikannya jawaban yang tepat.

Buku-buku juga sama tak pernah memberinya jawaban yang dia cari dengan semangat. Orang-orang selalu memberikan jawaban yang sederhana dan membosankan.

Taeyeon merapikan seprai dan mulai memasukkan sarung bantal ke bantal yang berisi bulu. Bau vanilla. Itu terlihat sangat baik.

Tak ada seorang pun yang memiliki jawaban tepat dan dia menjadi tak memiliki harapan. Jika hidup adalah apa yang kau perbuat, mengapa pilihannya membawanya ke sesuatu yang menyedihkan?

Mengapa hal itu selalu terjadi padanya dan bukan orang yang tidak ada ruginya. Taeyeon berpikir dia sudah kehilangan semuanya tapi dia masih memiliki hatinya dan dia berpikir, “seseorang akan datang dan memperhatikannya”

Tapi bagaimana jika mereka tak akan pernah datang?

Taeyeon benci memilih. Tapi dia tak membuat pilihan saat dia memilih deterjen vanilla di toko.

Ketika dia harus memilih antara mengikuti mimpinya sendiri dan memenuhi harapan orangtuanya, dia telah mempertimbangkan pilihannya dengan hati-hati.

Mimpinya adalah melukis dan orangtuanya menginginkan dirinya untuk menjadi dokter. Ahli bedah mungkin. Sesuatu seperti itu. Taeyeon berpikir dia akan meraih karir yang bagus dengan menjadi dokter. Dia akan menyelamatkan hidup seseorang disisi lain dia juga akan menjumpai kematian.

Dia akan menjadi orang sukses tetapi saat dia melihat tangannya, harusnya mereka tetap stabil sebagai ahli bedah. Tangannya hanya akan tetap stabil ketika dia memegang kuas dan kanvas kosong di depannya.

Dia tidak harus memilih, saat ini jawabannya sudah jelas.

Pertanyaan itu selalu muncul kapanpun dan tak terhitung di siang hari.

Mengapa kita membuat pilihan?

Dia meletakkan bantal pada tempatnya dan mencium aromanya. Dia sungguh menyukainya.

Hal itu terlihat sangat familiar. Seperti deja vu.

Taeyeon mendengar suara nyaring yang menggema di lorong dan untuk pertama kali, dia kehilangan akalnya ketika dia melihat gadis berambut merah tengah berbicara dengan profesor mereka di luar auditorium.

Murid pertukaran dari Amerika. Yang pernah duduk di sampingnya selama dosen mereka menjelaskan arsitektur pra sejarah dan seni. Renaissance. Da Vinci. Michelangelo.

Vanilla.

Taeyeon kehilangan akalnya lagi dan dia menghirup bau vanilla lain yang lebih menyengat.

Lagi dan lagi dia menghirup bau tersebut dengan diam dan dia melihat ke arah gadis berambut merah. Deja vu lainnya.

Mengapa dia memilih vanilla?

Pertanyaannya tak lagi terputar di kepalanya selagi gadis berambut merah bernama Hwang Tiffany memecah gelembung yang dimilikinya dan membuat gelembung lain dimana mereka berdua ada di dalamnya. Hanya mereka. Dia melangkah ke kehidupannya, meninggalkan pertanyaan tak terjawabnya tetapi kali ini sama sekali tak mengganggu Taeyeon.

Dia membasuh wajahnya dengan air dingin dan melihat bagaimana air tersebut jatuh menuruni wajah dan lehernya.

Dia mencondongkan tubuhnya kedepan, memeriksa matanya dibawah lampu fluorescent diatas cermin dan memikirkan Tiffany. Dia melihat bagaimana pupilnya melebar dalam hitungan milidetik saat dia membayangkan senyum menawan gadis itu. Dan dia lalu teringat pernah membaca disuatu tempat bahwa ketika kau memikirkan orang yang kau cintai, pupilmu akan melebar.

Jadi apakah dia mencintai Tiffany?

Dia mengikuti setiap kontur wajahnya dan melihat kegembiraan disaat dia terus memikirkan Tiffany dari segala perspektif yang dia saksikan dari gadis itu. Senyumnya, tawanya, ekspresi sedihnya, ekspresi marahnya. Dan dia menyaksikan pupilnya melebar di setiap pemikirannya terhadap gadis itu.

Suatu hari dia teringat pertanyaannya lagi disaat mereka tengah makan siang dan dia memutuskan bertanya pada Tiffany, “Apa itu hidup? Apa itu cinta?”

Tiffany mengeluarkan kentang goreng di mulutnya dan menatap balik dirinya dengan satu alis terangkat. Kemudian dia mulai menjelaskan, hal itu terus berlanjut dan Taeyeon merasa sangat senang tatkala gadis itu berbicara kata per-kata.

Tiffany sangat dekat dengan Taeyeon dan saat dimana mata mereka bertemu, Taeyeon melihat pupil Tiffany melebar. Sama seperti miliknya.

Dia akhirnya mendapat jawaban yang tepat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

I’m sorry for loooong update. I’ve been busy w/ my mid-test >_<

Entsch diupdate besok insyaallah.

Btw diatas fic translate. Gw suka ceritanya, simple tp berkesan makanya gw translate.

Okeyy pupye see u next fic~

Advertisements

12 thoughts on “Right Answer

  1. Udahan ini thor critanya??
    Trz hdp itu cinta,,dgn adanya cinta itu hdp,, apa bener cinta kek gitu thor?? Hehe,,
    Met mid test deh thor,,

    Like

  2. Emang bener kata lu thor, simple dan berkesan. Bagian akhirnya yang bikin berkesan thor. Btw udah liat beritanya snsd yg terbaru gak thor? Sedih banget denger nya thooorr..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s