Enterprischool (Chapter 7)

Title : Enterprischool

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

.

 

Tiffany menaikkan selimut untuk Taeyeon hingga sebahu. Dia menatap wajah polos kekasihnya yang tertidur sehabis mabuk. Mengecup keningnya lalu beranjak dari tempat Taeyeon dan menyalakan ponselnya. Dia harus memastikan ucapan Taeyeon saat mabuk tadi benar atau tidak. Gadis brunette mencari kontak Daddy nya dan mulai menghubunginya.

“Daddy!”

“Hey, Steph. Ada apa?”

Tiffany menelan ludahnya. “B- Benarkah Dad.. dy dipecat?”

Hening.

“Daddy?”

“Ahaha tak apa, Daddy bisa mencari pekerjaan lain, sayang.”

Tiffany meremas ponselnya. Wajahnya memerah. “Apa yang menyebabkan Daddy dipecat?”

“Aah itu hmm.. kontrak! Ya, kontrak Daddy dengan perusahaan habis.”

Bohong.

Tiffany tahu Daddy nya bohong. Itu tidak sama seperti apa yang Taeyeon bilang saat mabuk. Orang yang mabuk biasanya berkata jujur, benar?

“Mengapa tidak memperpanjang?” tanya Tiffany mengikuti alur kebohongan Daddy nya.

“Hmm itu p- perusahaan memberi Daddy waktu untuk memperpanjang t- tapi Daddy lupa dan D- Daddy tidak bisa memperpanjang lagi..”

“Arrasseo, Daddy. Lebih baik Daddy gunakan waktu untuk beristirahat terlebih dahulu.”

“Ne, Stephy. A- Annyeong.”

Tiffany tak membalas dan langsung menutup panggilannya.

Tiffany hendak naik keatas untuk berganti pakaian saat dia mendengar suara di ruang keamanan. Dia mulai masuk dan melihat komputer yang menampilkan sahabat kekasihnya baru saja memasuki apartemen. Dia menekan tombol mic dan berbicara.

“Unnie, Ahjumma. Ruang rahasia!”

Tiffany melihat Yuri, Sooyoung, dan Jessica berhenti berjalan dan mendengar pengumuman dari dirinya. Setelah itu mereka mulai menaiki tangga.

Tak lama untuk ketiganya memasuki ruang rahasia Taeyeon.

“Kau disini?” tanya Jessica seraya menurunkan tas tangannya di meja di dekatnya. “Dimana Taeyeon?” lanjut Jessica.

Tiffany menunjuk sofa di depannya dengan dagu, tepat dimana Taeyeon tengah tertidur.

“Tae Ahjumma habis mabuk…” ucap Tiffany. “…dan dia mengatakan semuanya.” lanjut Tiffany.

Ketiga sahabat Taeyeon menghela nafasnya.

“Maafkan kami. Itu pasti berat untukmu.” ucap Jessica. Yuri dan Sooyoung mengangguk mengiyakan.

Tiffany menggeleng. “Itu bukan salah kalian, bukan juga salah Ahjumma.” Tiffany menatap kekasihnya yang tertidur dengan damai.

“Kalian keberatan jika mengatakan padaku apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Tiffany. Dia melihat ketiga orang di depannya diam.

“Please..” Tiffany memohon kali ini.

Yuri menatap kedua sahabatnya dan mengangguk. “Biarkan dia tahu masalah ini.”

Jessica menghela nafasnya lagi. “Lakukanlah.”

Setelah mengatakan semuanya, Tiffany merasa bersalah pada kekasihnya. Dia pasti merasa tertekan dengan ini semua. Tak terbanding dengan rasa tertekannya saat siswa di sekolahnya mengoloknya. Dia merasa menjadi kekasih yang tak berguna.

“TaeTae..” gumamnya seraya melihat Taeyeon yang masih tertidur.

“Aku tahu dia gadis yang tangguh. Kau tidak perlu khawatir. Pikirkanlah dirimu sendiri, Tiff. Sekali lagi kami meminta maaf karena menjadi penyebab Daddy mu dipecat.” ucap Jessica seraya mengusap bahu Tiffany.

Tiffany menggeleng. Dia menatap Jessica serius. “Kalian bilang Hyejin Unnie pernah mengatakan bahwa orang terdekat Taeyeon yang melakukan ini?”

Jessica mengerutkan keningnya lalu mengangguk.

“Kuncinya ada di Hyejin Unnie! Mengapa kalian tidak bertanya padanya?!”

“Kami juga ingin, Tiff. Tapi Hyejin entah dimana sekarang. Kami bahkan kesulitan mencarinya.”

Tiffany mengembuskan nafasnya kasar. Dia memijit pelan pelipisnya.

“Kita tunggu Taeyeon bangun. Dia bilang dia mencurigai seseorang dan kita berniat menyelidikinya.” kata Sooyoung.

***

Gadis kecil dengan rambut diikat kuda menatap danau luas di depannya dengan tatapan kosong. Tangannya memegang sebuah foto. Dia mengalihkan pandangannya ke arah foto. Percakapannya dengan Lee Eomonim terulang di kepalanya.

“Hyonie, kau ingin mendengar sesuatu?” tanya Lee Eomonim.

Hyoyeon yang terkenal sangat aktif dan selalu melemparkan lelucon untuk menyenangkan anak-anak lain langsung tersenyum dan mengangguk semangat.

“Sebenarnya kau memiliki saudara, Hyonie-ya..”

Senyum Hyoyeon langsung pudar seketika. “Saudara?”

Lee Eomonim menatap Hyoyeon lalu mengangguk.

“Suatu hari di musim panas, kau dan saudaramu ditemukan di depan panti bersama sepucuk surat dan perlengkapan bayi lain..” Lee Eomonim memberi jeda sejenak.

“Di surat tertulis namamu dan nama saudaramu. Ibu kalian meminta maaf karena menyerahkan kalian kemari dan juga.. mengucapkan selamat tinggal untuk selamanya. Ibu kalian tak bisa mengurus kalian dan memilih bunuh diri seperti yang dijelaskan di surat..”

“Eomma..” gumam Hyoyeon. Matanya memerah.

Lee Eomonim menghapus airmata di pipi Hyoyeon dan tersenyum lemah.

“Tiga hari setelahnya, seorang pria kaya mengadopsi saudaramu.. tanpamu..”

Hyoyeon menghapus sisa airmatanya dan menatap Lee Eomonim. “Wae?”

Lee Eomonim menggeleng. “Pria itu mengatakan hanya ingin mengadopsi satu anak. Kami pada awalnya tidak mau, karena kalian pasti akan terpisah. Tapi pria itu terus memaksa hingga kami menyerah.”

Lee Eomonim mengambil sesuatu di tas nya. Sebuah foto. Dia menyerahkannya pada Hyoyeon.

“Itu saudaramu, Hyonie-ah. Eomonim ingin setelah kau pindah bersama orangtua barumu, kau mau mencari Unnie mu, karena dia adalah satu-satunya anggota keluargamu.”

Hyoyeon menggeleng. “Hyo tidak mau! Unnie meninggalkan Hyo. Untuk apa Hyo mencari Unnie?!”

“Saat itu kalian masih bayi, Hyonie. Unnie mu tak tahu apa-apa.”

Hyoyeon menangis. Dia tidak tahu harus senang atau marah mengetahui hal tersebut. Dia lalu berlari dari panti menuju danau yang terletak tidak jauh dari panti. Dia menatap kosong danau tersebut. Matanya beralih menatap foto yang diberikan Lee Eomonim tadi. Dia membalikkan foto tersebut dan melihat tulisan.

Kim Taeyeon & Kim Hyoyeon

 

Sebulan kemudian, Hyoyeon diadopsi sepasang suami isteri yang masih terlihat muda. Dari dandanan dan mobil yang mereka pakai, mereka bukanlah orang sembarangan.

Hyoyeon menunduk 90Β° dan tersenyum sopan. Pasangan tersebut tersenyum akan kesopanan Hyoyeon.

“Kau sangat sopan, nak. Siapa namamu?” tanya wanita di depannya.

“Kim Hyoyeon imnida.” Hyoyeon menunduk lagi.

“Ahh Hyoyeon-ah.. kami akan menjadi orangtuamu sebentar lagi.” ucap wanita tersebut dengan tersenyum.

“Ne, Lee Eomonim sudah mengatakannya kepada saya. Terimakasih karena mengadopsi saya.”

Kedua pasangan tersebut tersenyum dan mengangguk. Mereka pikir mereka telah menemukan anak yang tepat untuk mereka.

Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun telah Hyoyeon lewati bersama keluarga kecilnya. Dia bahagia bisa merasakan bagaimana dicintai seorang Ibu dan Ayah seperti yang pernah diceritakan teman-temannya sewaktu kecil. Hyoyeon sekarang mulai memasuki sekolah menengah pertama.

Dia sedikit sedih mengetahui temannya sedari sekolah dasar tidak satu sekolah dengannya dikarenakan pindah kota. Dia mencoba menghibur dirinya sendiri dengan tersenyum. Hari pertamanya sekolah harus berakhir menyenangkan.

“Hoi hoi hoi semangat Hyo!” Hyoyeon menyemangati dirinya sendiri.

Dia lalu turun dan melihat Appanya sudah mengenakan pakaian formal dan tengah sarapan.

“Eomma.. Appa..” Hyoyeon mengecup pipi Eomma dan Appa nya bergantian lalu mulai bergabung untuk sarapan.

“Kau siap untuk sekolah, kawan?” tanya Appa nya.

“Tentu saja, Appa!” senyum Hyoyeon.

“Baiklah. Habiskan sarapanmu lalu kita akan berangkat.”

Hyoyeon mengangguk dan menyelesaikan sarapannya.

Setelah selesai, Hyoyeon dan Appanya mulai memasuki mobil. Appa nya mengantarkan puterinya ke sekolah barunya terlebih dahulu.

“Belajar yang rajin, Hyonie.” kata Appa Park.

“Ne, Appa. Hyo berangkat. Annyeong.”

Setelah mengecup pipi Appanya, Hyoyeon mulai turun dari mobil. Di perjalanan menuju kelasnya, Hyoyeon melihat seorang laki-laki tengah dibully oleh beberapa anak, dia melihat satu perempuan diantara anak yang membully. Hyoyeon melihat perempuan tersebut seperti pemimpin geng.

Hyoyeon hendak mengacuhkannya namun dia terhenyak saat menyadari sesuatu. Dia segera membuka tasnya dan mengambil foto dari Lee Eomonim. Hyoyeon bergantian melihat foto dengan perempuan tadi. Meskipun di foto mereka masih bayi, tapi Hyoyeon melihat kemiripan diantaranya.

Hal tersebut makin mengejutkan Hyoyeon saat teman laki-laki perempuan tersebut memanggilnya.

“Taeyeon-ah, dia tak mempunyai apa-apa. Kita cari yang lain saja.”

Perempuan tersebut memutar bola matanya malas.

Hyoyeon sedikit yakin perempuan didepannya adalah Unnie nya. Maka dia harus memastikan hal itu.

“Kim Taeyeon!” teriak Hyoyeon. Geng tersebut menoleh ke arah Hyoyeon, terutama perempuan yang dipanggil Taeyeon tadi.

“Kau memanggilku?” tanyanya dengan menaikkan alisnya.

Hyoyeon mengangguk. Anak laki-laki yang tadi dibully menatap Hyoyeon dan menggeleng. Hyoyeon yakin Taeyeon adalah seorang brandal.

Taeyeon tertawa pelan. “Kau salah menyebutku. Aku..” Taeyeon menunjuk dirinya sendiri. “Han Taeyeon.. dan bukan Kim.” Dia lalu menatap Hyoyeon tajam.

Hyoyeon menyeringai. Dia lalu menggeleng. Dia tak takut dengan berandal-berandal semacam Taeyeon. “Kurasa kau adalah Kim.. Kim Taeyeon.. anak adopsi.”

Taeyeon melebarkan matanya karena terkejut. Dia mengeraskan rahangnya dan menatap Hyoyeon tajam. Teman laki-lakinya berbisik dibelakang Taeyeon. Hal itu membuat Taeyeon marah. Dia mendekati Hyoyeon dan meraih kerah seragam Hyoyeon.

“Siapa kau?!” desis Taeyeon.

Hyoyeon masih tetap tenang. “Ternyata benar kau Kim Taeyeon. Huh, aku tak menyangka kau seburuk ini.”

Hyoyeon melepas genggaman Taeyeon di kerahnya dengan kasar dan berjalan menjauh. Taeyeon hendak membalas Hyoyeon namun bel masuk berbunyi menghentikan langkahnya.

“Awas saja kau! Aku akan membalasmu!” teriak Taeyeon dan tak dihiraukan oleh Hyoyeon.

Seperti yang dikatakan Taeyeon, gadis itu benar-benar melakukan balas dendam. Dia selalu mengerjai Hyoyeon setiap hari. Namun gadis itu sama sekali tak peduli dan bersikap acuh. Satu yang diketahui Hyoyeon, rasa benci ke Taeyeon kian tumbuh. Meskipun dia yakin dan sadar Taeyeon adalah saudaranya, Unnienya, keluarganya, satu-satunya keluarga.

Hyoyeon memutar bola matanya malas saat melihat geng Taeyeon. Dia membalikkan tubuhnya tak ingin berurusan dengan Unnienya.

“Ya! Berhenti kau disana!”

Hyoyeon tak menghiraukan ucapan Taeyeon dan terus berjalan. Gadis berambut pendek mengerang. Dia menyuruh anak buahnya untuk mengejar Hyoyeon dan menariknya ke belakang sekolah. Hyoyeon tentu saja melawan. Namun tenaganya kalah kuat karena tiga orang laki-laki menyeretnya. Mereka mendudukan Hyoyeon dibawah pohon. Taeyeon berdiri berkacak pinggang disana.

“Kau tak mengindahkan ultimatumku untuk pindah dari sini, huh?!” Taeyeon menarik rambut Hyoyeon. Gadis yang lebih muda meringis.

“Siapa kau menyuruhku, huh? Sekolah ini bukan milikmu!”

Taeyeon makin kesal. Dia menarik rambut Hyoyeon dengan keras. Tentu saja Hyoyeon berteriak.

“Kau berani melawanku?”

Hyoyeon meringis. “Aku tak tahu setelah keluar dari panti akan seperti ini kelakuanmu, Kim Taeyeon.”

“Berhenti memanggilku Kim Taeyeon!” teriak Taeyeon.

Hyoyeon mendorong tubuh Taeyeon.

“Nyatanya kau memang Kim Taeyeon! Apa harta ayah angkatmu membuatmu seperti ini, hah?!”

Taeyeon membuka mulutnya. Dia melihat teman-temannya yang mulai menatap Taeyeon dengan tatapan berbeda. Dia menelan ludahnya. Dia tidak siap dan tidak mau rahasianya terbongkar disini. Di depan teman-temannya. Dia juga bingung bagaimana gadis yang baru ditemuinya mengetahui hal tersebut.

Hyoyeon mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Dia lalu melemparkan fotonya bersama Taeyeon tepat diwajahnya. Taeyeon mengambil foto tersebut dan terbelalak. Dia yakin bayi di foto tersebut adalah dirinya. Benar-benar mirip dengan beberapa foto bayinya yang ada di rumahnya. Dia melihat tulisan dibalik foto tersebut.

“Kim Taeyeon dan Kim Hyoyeon..” lirih Taeyeon.

Dia melihat kedepan, namun sudah tak menemukan Hyoyeon lagi. Dia berlari sekuat yang dia bisa untuk mencari Hyoyeon. Taeyeon melihat Hyoyeon yang masuk kedalam mobil. Dia juga sedikit melihat pria yang menjemputnya. Dia sedikit paham pria tersebut adalah Tuan Park, rekan bisnis Appanya.

Saat dia berlari ke arah mereka, mobil Tuan Park sudah melaju. Taeyeon terus berlari dan berteriak. Namun usahanya sia-sia. Kecepatan mobil tak sebanding dengan kecepatan larinya.

Hari selanjutnya, Taeyeon sudah tidak menemukan Hyoyeon di sekolah. Gurunya bilang Hyoyeon sudah pindah. Hal itu membuat Taeyeon menyesal. Dia berhutang penjelasan. Siapa Hyoyeon dan apa hubungannya dengannya?

Hingga Taeyeon tumbuh besar, dia sama sekali tak melihat Hyoyeon lagi. Dia sudah berusaha semampunya mencari Hyoyeon dan Tuan Park. Namun hasilnya sia-sia. Appa nya bilang Tuan Park pindah ke luar negeri dan tidak tahu tepatnya dimana. Appanya juga mengatakan mereka sudah lama lost contact.

Taeyeon merasa tak ada harapan lagi. Dia hanya ingin meminta maaf atas perbuatannya dan menanyakan hubungan mereka.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Another flashback everyone~

Kuharap kalian masih nungguin ini cerita.

So how bout the chapter above? Tell me tell mee~

Pupye~ see ya next chap or fic~

Advertisements

18 thoughts on “Enterprischool (Chapter 7)

  1. Taeng bandel juga ya bocah nya, ampe ngebully hyo meskipun dia belum tau kalo itu adiknya… Tapi aku yakin sih kalo hyoyeon bukan pelakunya seperti apa yg dicurigai taeyeon #sotoy

    Like

  2. Si bocah paud masih SMP kok udh berandal yaa πŸ˜‚
    Apa jangan2 hyoyeon ya 😱
    Padahal klo mereka berdua ketemu dan ngobrol baik2 ga akan terjadi hal seperti ini sih πŸ˜…

    Like

  3. jadi hyotae sodaraan..
    tp ada kemungkinan sih hyo yg lakuin mungkin selama ini dia nyari tau taeyeon itu bagaimana..ato nyuruh ora ng untuk ngawasih taeyeon.
    klo beneran hyo yg lakuin tega jg sih sebenci-bencinya kan taeng ttp sodara.moga sih bukan hyo yah..

    Like

  4. Ow tae pernah nakal juga dan hyo sodaranya, hyo cuma ksh pelajaran kakaknya aja semoga klo dia yang ngerjain tae, tapi ksian ya ktemu bukannya baik2 ini mlh brantem, lagian hyo ga jelasin si tae jg ga nyari adeknya lg,apa ayahnya angkt ga crita klo punya adek hyo? Mksh thor, ,

    Like

  5. Akhirnya update juga lu thor..
    Lah itu si tatang bandel banget ya, jadi tukang bully. Terus hyo nya kemana tuh? Hyo gak mungkin kan benci sama si tatang, kan tae itu keluarga satu”nya kan..
    Ditunggu update-annya thor hehehe payyy

    Like

  6. Njiirrr…taeng preman…suka kroyokan..πŸ˜‚πŸ˜‚
    Beehh..ternyata tae punya saudara..keknya bakalan jdi rival nih kakak beradek..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s