At Least.. We Still Exist

Taeyeon sampai di dorm ketika sudah larut, tapi dia mendengar suara tawa dari dalam sesaat setelah ia membuka pintu. Taeyeon melepas sepatunya dan menggantinya dengan slipper. Kemudian berjalan memasuki dorm. Dia lalu melihat Yuri dan Yoona tengah tertawa terbahak-bahak di ruang tengah. Taeyeon menaikkan alisnya sebelum mendekati keduanya.

“Apa ada hal lucu?” tanya Taeyeon seraya melepas hoodie nya.

Yoona mengusap sudut matanya yang berair dengan masih sedikit tertawa. Sedangkan Yuri terus memegangi perutnya selagi tawanya masih terdengar nyaring.

“Ya Unnie geumanhae.. bwahahaha~” Yoona tak kuasa menahan tawanya lagi melihat Yuri yang terus tertawa.

Taeyeon memutar bola matanya.

“Yedeura geumanhae.” seru Taeyeon.

Yuri menarik nafasnya dan menahan tawanya yang akan keluar lagi. “Puuufh~ kau akan tertawa saat melihat ini, Taeng.”

Yuri membuka ponselnya yang sedari tadi ia pegang dan menyerahkannya pada Taeyeon. Sang leader menerimanya dan mulai melihat apa yang Yuri tunjukkan. Detik kemudian tawanya pecah. Yoona dan Yuri yang mulai berhenti kembali tertawa melihat leader mereka tertawa.

“Kubilang juga apa, Taeyeon-ah.” ucap Yuri disela tawanya.

Didalam ponsel Yuri, terdapat video Hyoyeon yang tengah berbicara bahasa alien disaat tertidur. Disaat Yoona atau Yuri bertanya pada Hyoyeon, gadis itu dengan tak diduga menjawab pertanyaan mereka. Jelas saja hal itu mengundang tawa. Apalagi jawaban Hyoyeon menggunakan bahasa slang dengan logat yang lucu. Taeyeon tebak hal itu terjadi tak lama tadi sebelum dia kembali ke dorm.

Mereka bertiga masih tertawa berjamaah. Tak peduli hari telah larut dan tawa mereka sampai terdengar diluar.

“Aigoo, geumanhae geumanhae.. ahahaha..”

“Nyumnyungnyuumnyuuung aaiiuuung ahuhaauh~” Yoona menirukan suara Hyoyeon di video dan membangkitkan tawa mereka lagi.

“Dia sangat lucu hahaha~”

“Aaah perutku sakit, Unnie.” Yoona memegangi perutnya.

Setelah beberapa saat, ketiganya mulai berhenti.

“Kau darimana, leader?” tanya Yuri yang sudah kembali ke mode normal.

“Hanya berkeliling mencari udara segar. Eoh, apa Sunkyu belum pulang?”

Yuri menggeleng. “Tapi sebentar lagi dia pasti pulang. Ini sudah jam sebelas lebih.”

Taeyeon mengangguk.

“Eo, apa yang ada didalam situ, Unnie?” tanya Yoona yang menyadari sesuatu ditangan Taeyeon.

Taeyeon menurunkan pandangannya pada plastik yang tengah dibawanya. “Ah, ini patbingsoo dan kimbap. Kupikir kalian belum tertidur dan ingin memakan sesuatu. Beruntung tebakanku benar.”

Mata Yoona berbinar. Dia segera mengambil plastik ditangan Taeyeon dan membukanya. Gadis rusa menjilat bibirnya.

“Gomawoyoongg Unnieee~” aegyeo Yoona yang segera dibalas wajah merinding oleh Taeyeon. Dia merasa terganggu dengan aegyeo Yoona.

“Ga makanlah.”

Mereka berdua mulai memakan patbingsoo dan kimbap dengan lahap. Terutama Yoona. Mulut gadis rusa tak pernah absen untuk terus terisi.

“Kau tak makan, leader?” tanya Yuri. “Apa perlu ku suapi?” lanjutnya.

Taeyeon menggeleng. “Aeeesh tak usah. Aku sudah memakannya disana tadi.”

“Aku pulaaang~”

Mereka bertiga mendengar suara seperti anak kecil yang berasal dari pintu dorm. Tak lama kemudian, Sunny muncul dengan membawa kantung plastik ditangannya.

“Aah beruntung kalian belum tertidur. Aku membawa buah untuk kalian.” Sunny bergabung bersama mereka dan meletakkan kantung plastik di meja dan membukanya.

“Waaa rezeki gadis cantik~” ujar Yoona dramatis.

“Dimana Hyoyeon?” tanya Sunny seraya mengambil sepotong kimbap dan memakannya.

“Dia sudah tertidur. Apa perlu aku membangunkannya?” tanya Taeyeon.

“Tak usah. Biar dia kenyang makan di dunia mimpi saja.” balas Yuri.

“Ya kedelai hitam! Dia juga member kita, kau tahu!” Sunny melempar biji semangka ke arah Yuri yang langsung menempel di bawah matanya.

Yoona tertawa melihat Yuri. “Kau mengingatkanku pada Chaeso, Unnie.”

“Aah ne matta matta. Tiffany tak bisa memasukkan satu biji pun waktu itu.” timpal Yuri dan mereka pun tertawa.

Taeyeon hanya tersenyum pelan dan memakan jeruk nya dengan diam.

Setelah si kembar berhenti tertawa, mereka menghela nafasnya bebarengan. “Kalau saja babi pink itu masih disini.” ujar Yuri dengan nada sedih.

“Aeey kedelai hitam, berhenti menunjukkan wajah memelas seperti itu. Menjijikan.” Sunny yang merasa atmosfer diantara mereka berubah segera menggantinya.

“Kupikir Sunny Unnie benar, Yul Unnie. Wajahmu begitu menjijikan saat ini.” tambah Yoona yang langsung dihadiahi silau tajam dari Yuri.

“Aku setuju.” timpal Taeyeon.

Yuri mempoutkan bibirnya dan merengek seperti anak kecil.

“Ingat umurmu, kedelai hitam!” Sunny menjitak kepala Yuri.

Taeyeon dan Yoona tertawa melihat kedua member mereka yang seperti anjing dan kucing.

“Bagus sekali berkumpul tanpaku, hm?”

Mereka berempat menghentikan aktifitasnya dan melihat ke arah Hyoyeon yang tengah berkacak pinggang.

“Kemarilah, Hyo.” ucap Taeyeon dengan menepuk tempat disampingnya.

Hyoyeon mendekati mereka dan mulai duduj disamping Taeyeon. Gadis itu mengambil patbingsoo di meja dan memakannya dengan malas. Dia masih kesal karena member tak membangunkannya dan mengajaknya.

“Aah aku merindukan saat-saat seperti ini~” Taeyeon meregangkan tangannya dan menatap membernya satu-persatu.

Mereka semua mengangguk mengiyakan ucapan Taeyeon. Sudah sangat lama semenjak mereka berkumpul bersama ditengah jadwal individu mereka. Apalagi ditambah ketiga member mereka yang memilih meninggalkan agensi. Rasanya mendapat waktu berkumpul berdelapan menjadi hal yang sangat sulit dilakukan. Namun Taeyeon bersyukur masih bisa berkumpul dengan member yang tersisa seperti saat ini.

“Aku merindukan Pany Unnie, Syoung, dan Juhyunie.” Yoona memajukan bibirnya dan bermain dengan kulit jeruk menggunakan sumpit.

“Aah lupakan saja. Siapa yang ingin minum? Kalian free besok, bukan?” tanya Sunny.

Yuri dan Hyoyeon dengan semangat mengacungkan tangannya. Yuri menampar paha Yoona yang dibalas decakkan oleh gadis rusa. Kemudian Yoona ikut mengacungkan tangannya malas.

“Taeng?” panggil Sunny karena gadis mungil itu tak ikut mengacungkan tangannya.

“Arrasseo.” Dengan itu, Taeyeon mengacungkan tangannya.

“Tapi sedikit saja. Kau tahu toleransiku rendah terhadap alkohol.”

Sunny mengangguk. Gadis imut itu berdiri dan berjalan menuju pantry untuk mengambil beberapa botol soju dan gelas.

“Soju siaaaap~” Sunny menaruh soju dan gelas di meja.

“Let’s party! Yoong-ah nyanyikan bagianmu.” seru Yuri.

Yoona terkekeh dan mengangguk. “I like to party~”

Semua yang ada disana tertawa. Hampir seluruh member menyukai lagu dari album terbaru mereka yang berjudul All Night. Terlebih suara Yoona saat menyanyikan part tersebut.

Sunny mulai membuka soju dan menuangkannya di gelas masing-masing member. Setelah semua selesai terisi, dia mengangkat gelasnya yang diikuti oleh member lain.

“Geonbae!” seru mereka.

Taeyeon hanya meminum satu gelas saja. Selain karena tak ingin mabuk, dia juga harus mengurus membernya yang sepertinya akan berakhir mabuk. Selebihnya dia menonton aksi konyol YoonYulHyo. Hal itu sedikit menghiburnya.

Gelas demi gelas. Botol demi botol telah lenyap masuk kedalam perut mereka berempat. Yoona menyipitkan matanya dan menggelengkan kepalanya. Sepertinya gadis itu sudah mabuk. Yuri dan Hyoyeon terus menari dengan gila dan tak beraturan. Sama seperti Yoona, kedua gadis itu juga sudah mabuk. Taeyeon menghela nafasnya. Dia berganti menatap Sunny yang duduk disamping Yoona. Taeyeon sedikit terkejut melihat Sunny yang masih sadar padahal gadis imut itu telah menghabiskan bergelas-gelas soju.

“Kau lupa aku ini sama seperti kekasihmu yang tak gampang mabuk, huh?” ujar Sunny yang seperti membaca pikiran Taeyeon.

Taeyeon mengangguk. “Bagaimana dengan Yuri?” Taeyeon menatap Yuri yang tengah berangkulan dengan Hyoyeon dan bernyanyi absurd. Dia juga tahu Yuri tak gampang mabuk.

“Kau ini bodoh atau apa. Lihat sebanyak apa Yuri minum.” Sunny menunjuk botol soju didepannya.

“Ommaya!” terkejut Taeyeon. Sunny tertawa.

“Dia kedelai hitam yang gila.”

Taeyeon mengangguk menyetujui ucapan sahabatnya.

Sunny tersenyum. Namun senyumnya segera pudar dan terganti dengan kesedihan di raut wajahnya. Taeyeon menyadari hal itu.

“Aku tahu mereka berpura-pura tegar belakangan ini. Kau lihat itu. Pada akhirnya mereka kalah oleh perasaan mereka juga.” Sunny menunjuk ketiga temannya menggunakan dagunya.

Yuri dan Hyoyeon sudah tidak bernyanyi aneh lagi. Mereka menunduk dan menangis. Menumpahkan segala isi hati mereka dengan mengumpat dan berteriak. Hati Taeyeon sakit mendengar apa yang mereka katakan. Berbeda dengan Yoona, gadis rusa hanya diam dan menatap poster mereka berdelapan yang terpajang di dinding dengan senyum kecut.

“Ini sulit… bagi mereka.. juga kita..” Sunny menatap Taeyeon.

“Menangislah kalau kau ingin menangis leader. Aku tahu sulitnya berada di posisimu.”

Taeyeon menggeleng meski dirinya ingin sekali menangis. Meskipun mereka tak mengatakan meninggalkan grup dan hanya meninggalkan agensi, namun secara tidak langsung, mereka pergi dari grup. Tidak satu agensi berarti mereka tidak lagi berkewajiban mengurus grup. Tidak terikat lagi dengan grup.

“Semua sudah terjadi, Sunkyu-ya. Mari hanya melihat kedepan, dengan atau tanpa mereka bertiga. Ini sudah pernah terjadi tiga tahun silam. Aku bisa meng-handle nya.” ucap Taeyeon dengan tersenyum lemah.

“Dia kekasihmu, Taeng.”

“Aku tahu. Maka dari itu aku melepasnya. Aku tak mau dia terus tersakiti jika harus bertahan.”

“Bagaimana dengan Syoung dan Juhyun?” tanya Sunny.

“Itu pilihan mereka, Sunkyu. Aku tak bisa melarangnya.”

“Kau tahu seperti apa agensi kita. Bagaimana jika.. kemungkinan terburuk itu benar terjadi.. dan kita hanya comeback berlima?”

Taeyeon mengangkat bahunya. “Setidaknya SNSD masih ada.”

“Taeyeon-ah..” Sunny mengerutkan keningnya.

Taeyeon terkekeh. “Sudahlah. Lebih baik ayo urusi bocah-bocah itu.”

Taeyeon bangkit dan mendekati ketiga membernya yang sudah tak sadar. Dia membantu memindahkan mereka untuk tertidur bersisihan karena tak mungkin membawanya ke kamar.

“Kau akan terus berdiam disitu, Sunny-ah?”

Sunny terenyak. Dia menggeleng.

“Tolong ambilkan bantal dan selimut untuk mereka.” pinta Taeyeon dan langsung dibalas ya oleh Sunny.

Taeyeon menatap figur sahabatnya yang sudah bersamanya selama hampir separuh usianya selagi menunggu Sunny membawakan selimut dan bantal untuk mereka.

Taeyeon tersenyum pelan melihat wajah polos mereka. Dia terkejut dan segera menghapus airmatanya yang menetes sebelum ketahuan oleh Sunny.

Taeyeon melihat kebelakang dan menghela nafasnya lega saat Sunny belum terlihat. Dia menolehkan pandangannya ke arah tiga sahabatnya lagi.

“Mianhae.. neomu gomawosseo..” ucapnya lirih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

Gw tau ini gaje. So maafkan ke gaje an gw yes. Gw jg mau menginformasikan kalo bulan ini dan bulan besok kalo gw jarang update tolong dimaklumin. Kalian tau sendiri lah kegiatan siswa tingkat ujung gimana. Yass gw sibuk sm intensifikasi dan sebagainya. Belum lagi try out dan teman2nya. Pwuuhh capek fisik capek otak pasti.

Gw update kalo bener2 sempet doang. Dan gw mohon jangan pada nganggep gw tutup wp ato mager nulis ato yg laine. Karena bener2 sulit bagi waktu belajar sm nulis walooun nulis hobby gw. So mohon kerjasamanya guys~ *bow

Okay see u next fic guys~

Advertisements

14 thoughts on “At Least.. We Still Exist

  1. Emang berat banget ditinggal 3 member sekaligus, apalagi mereka baru aja ngerayain anniversary mereka yg ke 10th. Tapi ya mau gimana lagi mungkin itu udah keputusan mereka masing2.. Apa yg dibilang taeng juga benar, yg penting SNSD masih ada meskipun cuma berlima #syedih 😭

    Like

  2. Aku jga ngerasa sedih bener thor…ditinggal 3 member itu berat pasti.khususnya buat taeyeon…kita tau sendiri lah gimana hubungan tae ama fany..pasti tae sedih sesedih”nya..intinya aku sangat”menyayangkan keputusan mereka bertiga…khususnya fany…kenapa dia harus ninggalin tae..tpi apapun itu…mungki udh keputusan akhir.dan itu jalan terbaik…semoga sepeninggalan ke 3 member…SNSD ttp jaya ya???

    Like

  3. Kok baper ya thor.. jadi mau mewek ih..
    Pas liat lu update thor terus liat title nya udah nyangka pasti berhubungan sama berita snsd kemarin, pokoknya kita positif thinking ajalah..
    Oyaa semangat ya thor sama urusan kesiswaan lu hehehe, aku juga sama lagi sibuk sekolah tapi bedanya lu yg nulis thor aku yg jadi reader nya hehehe..

    Like

  4. Ini mmbuat kmbali nangis dah.
    Apapun yg trjadi sekarang semoga mereka tetap brhubungan baik.
    Nama SNSD selamanya akan tetap berjaya amieeen.

    Like

  5. Seperti nyata ia… Tae yg sllu sabar dan tegar… Memilih dan melepaskan pasti sakit … Apa pun itu pany seo soo berhak menentukan masa depannya

    Like

  6. Kuy lah hati ini tambah baperrrrrr… blom bisa move onnnnn. Kemaren pas d tinggal mommy njesss sakitnya parah amat daan blom bisa pulih eh skrng d tambah lagi… sone mah udh biasaaaa… kita seterongggh kan yaaaaa… ughhh kangen merekaaaa snsd
    Semangat thorrr tuntaskan yg perlu d tuntaskan…
    See ya n hwataengggggggggg

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s