Enterprischool (Chapter 10)

Title : Enterpischool
Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang
Sub cast : find by yourself
Genre : GXG
Author : N
.
.
.
.
.

Musim telah berganti empat kali. Selama itu pula Taeyeon dan Tiffany tidak berjumpa. Taeyeon bagaikan hilang ditelan bumi. Bahkan sahabatnya pun tidak tahu dimana Taeyeon persisnya. Yang mereka tahu, Taeyeon berada di China. Selama itu pula Tiffany mencoba melupakan kejadian yang lalu dan tetap melanjutkan hidup seperti biasanya. Seperti sebelum dia bertemu dengan Taeyeon. Lagipula dia memiliki orang-orang terdekat yang selalu men-supportnya. Berterimakasihlah kepada Daddy nya, Jun, Seohyun, dan Yoona. Kini Tiffany telah melanjutkan sekolahnya. Berkat Jessica, gadis itu bisa bersekolah lagi dan sekarang memasuki tahun ketiga. Yang mengherankan, ketiga sahabatnya juga ikut pindah sekolah yang sama dengan Tiffany. Mereka bilang tidak akan seru dan lengkap jika salah satu berpencar. Maka dari itu, demi kekompakkan persahabatan mereka, jadilah mereka berempat bersama di satu sekolahan yang sama.
“Unnie, sudah kubilang berhenti memakan junkfood!” protes Seohyun.
Mereka berempat kini tengah berkumpul bersama di rumah Yoona. Gadis rusa bilang dia memiliki film baru dan mengajak sahabat-sahabatnya untuk menonton bersama.
Tiffany pura-pura mengabaikan ucapan Seohyun dan terus memakan potongan pizza nya.
“Hyunie, ini enak. Tidak ada yang bisa menolak makanan lezat seperti ini.” ujar Jun.
“Ada! Dan itu aku. Junkfood tidak sehat. Mereka bisa membunuhmu.” seru Seohyun tak terima.
“Diamlah, hyunie. Kau mau kumasukkan potongan pizza itu, huh? Kau mau kau mau?” Yoona mengambil pizza dan menyodorkannya di depan mulut Seohyun.
“Ya Im Yoona! Singkirkan itu. Ya ya ya ya!” teriak Seohyun.
Tiffany dan Jun tertawa melihat pemandangan di depan mereka. Dari dulu sampai sekarang kelakuan sahabatnya tidak pernah berubah.
“Yedeura, sebentar lagi libur musim panas. Kalian tidak ada rencana?” Jun memotong perkelahian kecil Yoonhyun.
“Ah matta! Libur musim panas! Yeay holidaaayyy! Ho- ho- holiday ho- ho- holiday hiiiiiii~” Yoona menari-nari dork seraya bernyanyi lagu favoritnya.
“Yaish berhenti dork! So, bagaimana dengan liburan bersama?” usul Jun.
“Tidak terlalu buruk. Aku juga ingin mencoba sesuatu yang baru. Bagaimana denganmu, Unnie?” tanya Seohyun pada Tiffany.
“Luar negeri?” tanya Tiffany. Mata mereka memandang satu sama lain bergantian. Mereka tersenyum.
“Call!”
***
Dua gadis berparas cantik dan bersinar bak model ataupun idol tengah duduk bersama di sofa yang tersedia di lobby sebuah perusahaan ternama. Mereka menengokkan kepalanya kesana kemari, berharap melihat seseorang yang mereka cari. Gadis berambut hitam berdiri saat melihat orang yang mereka cari.
“Itu.” ucapnya menggunakan bahasa China. Temannya yang duduk disampingnya ikut berdiri dan mereka langsung berjalan cepat ke arah orang tersebut.
“Permisi, Nona Kim.” ucap mereka berdua bersamaan.
Yang dipanggil Nona Kim menoleh. Dia mengerutkan keningnya melihat dua gadis di depannya.
“Saya Ms. Zhou dan teman saya Ms. Cheng. Anda menghubungi kami kemarin.”
Nona Kim berpikir sejenak, kemudian tersadar. “Ah benar. Ms. Zhou dan Ms. Cheng. Hampir saya lupa. Mengapa tidak menghubungiku kalau kalian datang kemari?”
“Maaf tetapi nomor ponsel anda tidak bisa dihubungi, dan resepsionis disana bilang anda sedang pergi keluar.” jawab gadis yang lebih pendek.
“Ah begitu. Maafkan saya, ponsel saya lowbat tadi. Mari, silakan ikut saya keruangan saya.” Nona Kim mempersilakan keduanya untuk mengikutinya, berjalan menuju ke ruangannya di lantai 15.
“Jadi Ms. Zhou dan Ms. Cheng.. tunggu-.. kalian berdua bisa berbahasa Korea, bukan?” tanya Nona Kim.
Kedua gadis di depannya terkekeh pelan. “Dayeonghaji, sajangnim.”
“Ah baguslah. Aku sedikit kurang nyaman jika berbicara menggunakan bahasa China.”
“Bahasa China anda bagus, Nona Kim. Pengucapannya juga.” puji gadis berambut hitam.
“Ah jinjjayo? Gamsahabnida Ms. Zhou.”
“Cheonmaneyo, sajangnim. Hmm, soal kemarin.. ada maksud apa anda menghubungi kami?”
Nona Kim menghela napas dan tersenyum. “Aku butuh bantuan kalian. Aku tahu kalian orang yang bisa diandalkan untuk masalah ini.”
***
Bunyi bola yang beradu dengan lantai menjadi suara satu-satunya di gedung olahraga. Hanya ada satu orang disana yang tengah memainkan bola basket. Peluh tak menghalangi orang tersebut untuk tetap melakulan dribble dan shooting.
“Yass gotcha!” teriak orang itu saat shooting nya berhasil masuk kedalam ring.
Dia mengambil bola tersebut dan memainkannya lagi.
“Hentikan, Hyo.” Itu suara Hyejin.
Hyoyeon tak menghiraukan ucapan Hyejin dan terus berlari kemudian melompat untuk memasukkan bola kedalam ring.
Masuk!
Hyoyeon membaringkan tubuhnya di lantai.
“Aaaaaaaaaargh!”
Hyejin mendekati Hyoyeon dan duduk disampingnya. Gadis itu menyerahkan botol mineral pada sahabatnya. Hyoyeon bangkit dan mengambil botol tersebut dan membukanya kemudian meminumnya dengan cepat.
“Dia bodoh.” ucapnya setelah meminum air mineral. Pandangannya lurus kedepan.
Hyejin menoleh ke arah Hyoyeon sejenak, kemudian mengalihkan pandangannya kedepan. “Yeah, dan dia tidak menyadari kebodohannya.”
“Kau masih menyukainya?” tanya Hyoyeon seraya menatap Hyejin.
Hyejin menghela napasnya. “Jogeum.”
Kali ini giliran Hyoyeon yang menghela napas. “Dia brengsek. Kau tidak pantas mencintainya.”
“Biarpun begitu.. tetap saja.. dia saudarimu.” balas Hyejin lirih di akhir kalimat.
“Kau tidak boleh mengatainya.” Hyejin menoleh dan menatap manik Hyoyeon.
Hyoyeon menggeleng. “Aku belum bisa melupakan kejadian yang lalu, Jin-ah.”
“Kim Hyoyeon! Sudah berapa kali kubilang, cobalah memaafkannya. Dia tidak tahu siapa kau sebelumnya. Kumohon mengertilah.”
“Dia yang seharusnya mengertiku, Jin-ah. Aku yang pertama kali ditinggal olehnya! Dan disaat pertama kami bertemu dia memandangku seolah-olah aku hewan yang bisa dipermainkannya! Dia melukaiku terlalu banyak. Bukannya meminta maaf padaku waktu itu, dia malah diam seperti orang idiot! Aku membencinya! Kalau boleh memilih aku lebih baik tidak memiliki saudari selamanya daripada memiliki saudari sepertinya!” Hyoyeon menumpahkan semuanya saat itu. Dia sudah tidak bisa menahannya. Hyoyeon menangis, dia menangis terisak.
Hyejin tahu sahabatnya adalah orang yang kuat. Dia tidak akan menunjukkan sisi lemahnya di depan orang, pengecualian untuk saat ini.
Hyejin menepuk pelan punggung Hyoyeon dan menenangkannya. Hyejin tersenyum, dia akhirnya paham mengenai satu hal.

Hyoyeon menangis dan menumpahkan semuanya karena dia tidak bisa lagi menahan kemarahannya..

Pada diri sendiri.

Hyoyeon marah pada dirinya sendiri karena tidak bisa membenci saudarinya meski dirinya ingin sekali membencinya.

Dia tidak benar-benar membenci Kim Taeyeon.

***

“Syoo, hentikan!”
Yuri menatap sahabatnya dengan jijik.
“Hentikan apa?” tanya Sooyoung malas dan terus memainkan permen karet dimulutnya dengan jarinya. Menarik-nariknya seperti karet.
Yuri menghela napasnya. Dia kemudian meraih jaket kulitnya dan bersiap-siap keluar.
“Ya ya ya ya okay! Aku berhenti.” ucap Sooyoung. Dia kemudian membuang permen karetnya di tempat sampah dan membersihkan tangannya di wastafel.
“Duduklah kembali.” pinta Sooyoung.
Yuri memutar bola matanya malas. Tanpa banyak bicara gadis tan duduk kembali di sofa.
“Ada masalah apa kau memanggilku kemari?” tanya Yuri to the point.
Sooyoung berdecak. “Jangan bersikap sok sibuk, Kwon. Lagipula apa salahnya mengundang sahabatku sendiri kemari. Kau sudah jarang bermain di apartemenku.”
“Apa maksudmu dengan kata bermain di apartemenmu, ha?” tanya Yuri dengan memicingkan matanya.
Sooyoung memutar bola matanya malas. “Aku masih normal, dude. Tolong singkirkan otak pervert mu itu.”
Yuri tertawa. “Hahaha aku bercanda, syoung. Dan mian aku jarang kemari lagi. Kau sendiri tahu kau dan aku sama-sama sibuk mengurusi perusahaan kita. Ditambah dengan perginya cebol satu itu.”
“I know I know. Maka dari itu aku mengajakmu kemari. Kita lupakan sejenak masalah perusahaan dan bersenang-senang.”
Sooyoung berdiri dan berjalan menuju pantry. Dia membuka lemari es dan mengambil beberapa botol soju dan gelasnya. Dia juga membawa beberapa makanan ringan.
“Jjaaa~ pesta soju…”
Sooyoung menaruh soju dan makanan ringan tersebut di meja.
“Aku tahu bukan hanya ini kau mengundangku kemari. Katakan padaku..” Yuri menatap Sooyoung dengan serius.
Sooyoung tersenyum pelan. Dia mengalihkan pandangannya ke arah soju di depannya. Gadis itu mengambil satu botol soju dan membukanya. Kemudian menuangkan isi soju tersebut ke gelas milik Yuri dan miliknya.
“Kita bicarakan itu sambil minum.” jawab Sooyoung.
Yuri meraih gelas didepannya dan langsung meminumnya dengan sekali shot. Sooyoung terkesan dan menaikkan bibirnya kemudian menggeleng. Gadis itu tak mau kalah, dia juga meminum sojunya dengan sekali shot.
“Aaaaahhh. Mashitta.” ungkap Sooyoung setelah selesai meminum sojunya.
“Apa ini berhubungan dengan Taeyeon?” Yuri bertanya, membuat Sooyoung menghentikan gerakan tangannya yang ingin menuangkan soju ke gelasnya.
Sooyoung tersenyum kecut. Dia menuangkan soju ke gelasnya, lalu ke gelas Yuri lagi.
“Bisa jadi.” jawabnya kemudian mulai meminum soju nya lagi.
Yuri ikut meminum sojunya. Dengan sekali shot tentunya.
“Aaah bedebah gila itu…” umpat Sooyoung. Gadis itu menuangkan soju ke gelasnya lagi. Tak lupa menuangkannya ke gelas Yuri.
“Wae? Ini sudah terhitung satu tahun. Apa ka-…”
“Aku tahu dia berada dimana.” potong Sooyoung cepat.
Yuri tersedak sojunya. Dia tahu itu sangat perih di tenggorokannya. Namun rasa terkejut dan penasarannya lebih besar.
“Neo jangnan ani?” tanya Yuri.
Sooyoung menatap Yuri sejenak. Kemudian mengalihkan pandangannya. Gadis tinggi itu menenggak sojunya lagi.
“Dia ada di Zhejiang, China. Bahkan aku tahu apartemennya.” Sooyoung tertawa kecil. “Geu saekkya..”
“Bagaimana kau bisa tahu?” tanya Yuri. Masih tak percaya.
Sooyoung menatap Yuri dan tersenyum, senyum yang sulit diartikan.
***
Jessica bolak-balik berjalan di apartemennya. Gadis itu menggigit bibir bawahnya. Dia berjalan ke sofa dan hendak mengambil ponselnya, namun dia urungkan. Gadis brownie menggigit jarinya dan berpikir keras. Dia akan mengambil ponselnya lagi namun kembali diurungkan.
“Aaaaaargh aku bisa gila!”
Pada akhirnya gadis dingin itu merebahkan dirinya di sofa dan memijit pelipisnya. Sudah satu tahun berlalu semenjak Taeyeon pergi. Perasaan bersalah itu kembali menghantuinya lagi. Dia menyesal menjadi penyebab semua ini. Kalau bukan karena-…
Lupakan!
Jessica beranjak dan berjalan menuju wastafel. Dia membasuh wajahnya dengan air dingin. Berharap pikirannya juga kembali dingin.
Nafas Jessica terengah. Dia berhenti membasuh wajahnya dan menatap lurus kedepan.
“Taeyeon-ah, aku harus bagaimana?”
Jessica menutup kran dan meluruhkan tubuhnya kebawah. Dia memejamkan matanya. Dibawah sana, tangannya terkepal kuat.
Sebenarnya dia ingin sekali mengatakan kepada Taeyeon apa yang sebenarnya terjadi. Dia pikir ini adalah waktu yang tepat. Sudah setahun, dan semua berjalan baik-baik saja. Namun dia takut jika dia mengatakan semuanya pada Taeyeon, hal itu justru malah membuat semuanya semakin rumit. Dia tidak mau itu terjadi.
Setiap malam Jessica terus-terusan disergap rasa bersalah. Dia tahu siapa culprit yang menyebabkan hancurnya hubungan Taeyeon dan Tiffany. Dia tahu semua itu, namun dia tidak bisa mengatakannya. Orang itu bisa saja melakukan segalanya. Dia tidak bisa melihat orang-orang yang disayanginya terluka.
“Aku harus bagaimana?” tanyanya pada dirinya sendiri.

TBC

Sorry for long update T.T
Gua sibuk guys tau lah murid kelas duabelas gmna. Maapin. Ini aja lagi libur tak sempetin nulis. Gw mohon pengertiannya ya. Part selanjutnya gw gatau mau diupdate kapan, kalo luang gw bakal nulis dan post klo ga ya brati kaga :v
Okay komen juseyo~

P.s : gua gak sempet ngedit ‘-‘

Advertisements

10 thoughts on “Enterprischool (Chapter 10)

  1. hhhmmmm….
    jessica kah penyebab semuanya
    dikatakan hyo tidak benar2 membenci kim taeyeon.
    sepertinya fany masih jombloπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚
    jun masih jd teman.

    yakin syoo km masih normalπŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™ŠπŸ™Š
    *sodorinsunny

    terimaksih untuk apdetnya
    ttp semangat teman..

    Like

  2. Hai hai hai long time no see author… Makasih udah apdet thor hehe 😊.
    Ga berasa taeng menghilang udah setahun aja dan selama itu pula taeny hilang kontak u,u. Bener kan dugaan aku selama ini #ceilah kalo Jessica ada sangkut pautnya sama masalah taeng, tapi apa????? Apa penyebab nya? Penasaran sumpah 😞.. Dan maksud dari senyuman sooyoung itu apa?.

    Like

  3. Haiii thor, baru tau kalo kamu update lagi makanya telat banget ini bacanya. Lamanya banget updatenya thor, padahal aku nungguin banget loh update-an nya. Kita berarti sama ya thor kelas 12 juga, ya pokoknya semangat thor. Terus ini ff nya kok malah tambah parah nih hubungannya taeny, untung aja pany sama jun cuma sahabatan doang, udah jaga” kalo pany bakal sama jun, garela akutu wkwk. Oke deh thor ditunggu ya update nya..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s