Enterprischool (Chapter 12)

Title : Enterprischool

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : nxviaif

.

.

.

.

Deru ombak bersahutan dengan semilir angin yang menerpa wajah Tiffany dan temannya. Setelah cukup lama berdebat mengenai tempat yang akan mereka kunjungi pertama, akhirnya pilihan Yoona menang. Gadis beagle itu senang bukan main. Sedangkan Seohyun hanya bisa menekukan bibirnya kebawah sepanjang hari. Namun setelah sampai di pantai, gadis paling muda itu justru begitu girang. Yoona saja dibuat heran.

“Yoong, buatkan aku istana pasir!” seru Seohyun.

“Shirheo.” balas Yoona singkat.

Seohyun menaikkan alisnya dan menekuk tangannya di depan dada.

“Im Yoona~” rengek Seohyun tiba-tiba seraya menarik lengan gadis beagle di depannya.

Yoona mendesah. “Minta dengan manis.”

Seohyun melepas tarikannya di lengan Yoona. “Geurae.”

Setelah itu, sang maknae mempersiapkan diri dan sedikit mengecek suaranya.

“Yoongie unnie~ buatkan hyunie istana pasir juseyooong~” ucap Seohyun dengan aegyo versinya disertai winkeu.

Namun reaksi Yoona adalah datar. Bukan maksud gadis itu untuk jahat, tapi aegyo Seohyun benar-benar gagal. Sedangkan Tiffany dan Jun yang melihatnya dari kejauhan hanya bisa menahan tawanya.

Seohyun menghentakkan kakinya kesal dan pergi setelah melihat reaksi Yoona. Tanpa banyak berpikir, Yoona menarik tangan Seohyun hingga gadis itu berbalik.

“Arrasseo akan kubuatkan. Kau tunggu disini, ne?”

Senyum Seohyun kembali mengembang sempurna. Gadis itu mengangguk cepat. Entah mengapa Seohyun begitu manja hari ini. Yoona tak begitu memikirkannya asalkan sahabatnya itu senang.

“Kau mau bergabung dengan Yoong?” tanya Jun pada gadis di sampingnya.

“Kau duluan saja. Aku ingin mengambil sun block ku dulu.”

Jun mengangguk kemudian mulai bergabung dengan Yoona bermain pasir.

Tiffany hendak meraih sun block nya didalam tas ketika ponselnya tiba-tiba berbunyi menandakan ada pesan yang baru masuk. Dia meraih ponselnya dan segera membukanya.

Dari nomor tidak dikenal.

 

Fany-ah, bogoshippo..

 

Hanya satu kalimat biasa, dari nomor tidak dikenal pula, namun dahsyatnya mampu membuat jantung Tiffany berdetak cukup kencang.

“TIPPANY-AH!” panggil Jun dari kejauhan.

Tiffany tersentak. “N-Ne!”

Gadis itu buru-buru meletakan ponselnya dan berbalik menuju arah teman-temannya.

Jun mengerutkan keningnya. “Mana sunblock mu?”

Mata Tiffany membulat. “Astaga aku melupakannya. Tunggu.”

Setelah mengatakan itu, Tiffany berlari menuju tempat dimana tas dan perlengkapan mereka diletakan dan mengambil sun block miliknya. Dia tersenyum kaku pada Jun dan mulai memakainya. Dia juga mengoleskan sunblock nya pada Yoona dan Seohyun dengan dalih menghindari kontak mata Jun.

“Kau baik-baik saja, Tiff?”

Tiffany menoleh. “N-ne dangyeonhaji (tentu saja)”

***

Sooyoung terbangun saat mencium bau sesuatu dari luar kamarnya. Dia turun dari ranjang dan keluar dari kamarnya. Sooyoung melihat sesosok manusia di pantry tengah melakukan sesuatu.

“Kau sudah bangun?” tanya orang itu pada Sooyoung.

“Hm. Bau makanan membangunkanku.”

Gadis itu terkekeh. “Yeoksi Choi Shikshin.”

“Bagaimana dengan manusia satu itu?” tanya Yuri kemudian.

“Kau tahu seperti apa dia saat tidur..”

 

“…tidak ada harapan.” ucap keduanya bersamaan kemudian tertawa bersama.

“Bukankah illegal membicarakan orang dibelakang?” tanya sebuah suara.

“OMO KKAMJAKKIYA!” terkejut Sooyoung.

Yuri menolehkan kepalanya kebelakang melihat apa yang terjadi kemudian tertawa.

“Ya Jung Sooyeon! Bisakah kau tidak mengejutkanku?” protes Sooyoung.

Jessica hanya menaikkan bahunya dengan wajah datar dan mendekati Yuri.

“Yul, na baegopa.” rengek Jessica seraya memeluk Yuri dari belakang.

Sooyoung berdecak. “Eish, siapa yang kemarin saling menjauhi dan bersikap dingin satu sama lain, uh?” sindir Sooyoung.

“Diam kau jerapah.” balas Jessica dengan suara kecil. Gadis itu masih sedikit mengantuk.

Yuri tersenyum dan membalikkan tubuhnya. “Tidurlah sebentar di sofa. Masakanku sebentar lagi matang.”

Tanpa banyak bicara, Jessica mengangguk dan berjalan menuju sofa. Saat berpapasan dengan Sooyoung gadis itu menjulurkan lidahnya mengejek. Sooyoung hanya bisa berdecak dan menggerutu.

“Kapan kita mulai melakukan operasi?” tanya Sooyoung sembari memakan snack yang tersedia di meja pantry.

“Hmmm, entahlah. Taenggu cukup sibuk minggu ini.” jawab Yuri.

“Kau tahu darimana?” tanya Sooyoung.

Yuri berbalik. “Kau ingat Kang Seulgi?”

Sooyoung mengangguk.

“Dia sekarang bekerja di perusahaan Taeyeon. Aku mendapat berbagai informasi dari dia.”

“Wah daebak! Kita tidak perlu menyamar untuk mendekati sarang musuh. Cukup andalkan dia saja.”

Yuri tersenyum. “Benar, kan.”

***

Kembali lagi dengan Tiffany, Jun, Yoona, dan Seohyun di pantai, dua orang misterius juga berada disana. Tidak lain dan tidak bukan tentu saja Ms. Zhou Jieqiong dan Ms. Cheng Xiao Xiao suruhan Taeyeon. Seperti biasa dua gadis itu mengawasi kegiatan Tiffany selama di China maupun di Korea dari kejauhan.

“Bukankah kau merasa pekerjaan ini begitu mudah?” tanya Jieqiong menggunakan bahasa kelahiran mereka, China.

Cheng Xiao mengangguk. “Kurasa masalah ini begitu sepele. Mereka saling mencintai, namun karena suatu sebab mereka harus berpisah.”

“Kau tahu apa penyebabnya?” tanya Jieqiong lagi.

Cheng Xiao tertawa. “Tentu saja.”

Mata Jieqiong membulat. “Bagaimana bisa…”

Cheng Xiao menoleh dan menatap Jieqiong dengan smirk. “Aku Cheng Xiao Xiao, mata-mata paling handal di China tentu saja menyelidiki latar belakang Kim Taeyeon terlebih dahulu.”

Jieqiong terkekeh. “Kau jenius.”

Cheng Xiao berdehem sebelum berbicara. “Jadi, kau mau mengganti rencana?”

“Sepertinya akan lebih menyenangkan.” jawab Jieqiong dengan senyum misterius.

***

Hari yang begitu sibuk, sama seperti hari sebelumnya. Terdapat proyek besar yang tengah dikerjakan Taeyeon dan company nya. Oleh sebab itu gadis mungil selalu sibuk belakangan ini.

Ponsel Taeyeon berbunyi. Gadis itu segera menjawabnya tanpa melihat siapa yang menelepon.

“Yeoboseyo.”

“Taeyeon-ah!”

“Eo, Appa! Wae appa?”

“Nadamu terdengar tidak suka Appa menelepon.”

“Bukan begitu, Appa. Aku tengah sibuk dengan pekerjaan. Appa sendiri tahu Appa melimpahkan proyek besar kepadaku.”

Terdengar suara tawa di seberang.

“Arrasseo. Appa hanya ingin memberitahumu besok apa ke China. Appa merindukanmu uri ttal.”

Taeyeon tersenyum. “Aku juga merindukanmu, Appa. Kalau begitu sampai jumpa, Appa.”

“Ne. Kututup teleponnya. Himnae Taeyeon-ah!”

Taeyeon tertawa kecil. “Himnae!”

Setelah menutup telepon, Taeyeon kembali berkutat dengan pekerjaannya. Dia hendak meraih kertas di depannya ketika pandangannya menangkap sebuah foto yang terpampang disana. Dia meraih foto dibalik figura tersebut dan memandangnya sendu.

“Ppany-ah, apa kau merindukanku juga? Kau terlihat bahagia tanpa ku.”

Taeyeon merasakan sesuatu mengalir di pipinya. Gadis itu tersadar dan segera mengusap airmatanya.

“Aah, mungkin karena stress aku jadi sering sekali menangis.”

“Fokus Taeyeon-ah! Semangat!”

Taeyeon menyemangati dirinya sendiri dan mulai melanjutkan pekerjaannya lagi.

Sedikit dia tahu, apa yang selama ini dia lakukan hanyalah membunuh dirinya sendiri secara perlahan. Mungkin dia bisa bisa hidup tanpa Tiffany, tapi hatinya tidak. Dan Taeyeon tidak menyadari itu semua. Itulah yang membuatnya menjadi seorang gadis yang begitu menyedihkan.

***

Setelah puas bermain di pantai, keempat sahabat itu beralih menuju pusat perbelanjaan. Kini giliran Tiffany yang begitu riang. Sedangkan Seohyun hanya bisa mengembuskan napasnya kasar. Dia sedikit kecewa karena keinginannya ke amusement park harus ditunda terlebih dahulu. Mereka baru akan pergi kesana besok. Yoona? Gadis itu tidak masalah selagi mendapatkan makanan enak.

Mereka berempat mengunjungi toko ke toko. Tentu saja itu kemauan Tiffany. Gadis itu tidak akan menyerah sebelum berhasil mendapatkan sesuatu yang menurutnya adalah style nya di setiap toko. Hasil belanjaannya pun luar biasa. Seohyun, Yoona, dan Jun hanya membawa masing-masing satu paper bag sebagai barang hasil belanjaannya.

Tiffany?

Gadis menakjubkan itu telah membawa paper bag dengan total 16 bag yang masing-masing dibawakan oleh ketiga temannya secara sukarela.

“Unnie geumanhae juseyo.” rengek Yoona.

“No, masih ada lima toko lagi yang belum ku datangi.”

“MWO?!” teriak mereka bertiga.

“Wae? Kalian sudah kuberi makan tadi. Harusnya kalian siap untuk shopping.” jawab Tiffany.

“Unnie, apa kau tidak melihat ini?” tanya Seohyun dengan menunjukan paper bag di tangannya.

“Tidak. Kajja kita pergi!” Tiffany mulai berjalan memimpin di depan.

“Ya Tuhan, tanganku mulai mati rasa.” keluh Jun karena pria itu membawa paper bag yang lebih banyak.

“Permisi. Apa kalian membutuhkan bantuan?” tanya seseorang pada mereka.

“Ya bodoh! Mereka belum tentu orang Korea! Gunakan bahasa China atau Inggris!” bisik teman disebelahnya namun masih bisa di dengar Seohyun, Yoona, dan Jun.

“Aah kami orang Korea. Gwaenchanha, kami bisa membawa sendiri.”

“Jinjjayo? Geurae tidak apa-apa. Kami bukan orang buruk. Kulihat kalian kesusahan membawa barang tersebut.”

“Oppa berikan saja. Kami lelah.” rengek Yoona.

Jun mendesah. “Baiklah jika tidak merepotkan kalian.”

Kedua orang asing tersebut tersenyum. “Sama sekali tidak.”

Mereka berlima mulai berjalan menyusul Tiffany di depan.

“Ireumi mwoeyo?” tanya Jun.

“Ah, Son Eunseo imnida. Dan ini teman saya Rena Kang.”

“Ah begitu. Namaku Choi Jun. Dan dua orang itu Im Yoona dan Seo Joo Hyun.”

“Ne, tapi aku lebih suka dipanggil Seohyun.” timpal Seohyun.

Mereka berlima mulai mengobrol berbagai hal layaknya teman lama. Suatu kebetulan bertemu orang Korea di China. Mungkin karena itulah mereka menjadi cepat akrab. Tiffany yang tadinya sibuk berbelanja juga dikenalkan pada mereka, dan menjadi akrab juga.

 

Seperti biasa di kejauhan. Jieqiong dan Cheng Xiao mengawasi mereka. Namun kali ini sedikit berbeda. Terdapat rasa kesal di wajah mereka melihat targetnya dengan dua orang asing. Lebih tepatnya kesal dengan dua orang asing tersebut.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Akhirnya saya nulis juga πŸ˜”

Udah 2 bulan semenjak tulisan terakhir gw omaygawd. Miaanee, gw lupa masi punya tanggungjawab disini. Mian juga ga panjang. Kalian pasti pengen taeny cepet ketemu. Tapi berhubung ini tulisan pertama gw setelah beberapa abad mungkin ga etis cepet2 nemuin mrk wkwkwk.

Sooo how ’bout dis chap? Gimme ur thoughts everyone~

Advertisements