Enterprischool (Chapter 13)

Title : Enterprischool

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : nxviaif

.

.

.

 

Tiffany POV

 

Liburan kali ini memang menyenangkan. Semua sahabatku berkumpul dan berlibur bersama. Sudah cukup lama aku tidak merasakan perasaan bahagia semacam ini. Tapi entah mengapa tetap saja terdapat sesuatu yang kosong. Sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa itu. Namun setelah berusaha keras mencari, ternyata telah kutemukan apa itu.

Cinta.

Ya, aku membutuhkan cinta. Bukan cinta dari seorang sahabat seperti yang teman-temanku berikan. Tetapi cinta seperti milik Adam dan Hawa, Romeo dan Juliet, cinta semacam itu. Terakhir kali aku merasakannya adalah satu tahun yang lalu. Ketika seorang gadis mungil berhasil menggetarkan jiwaku. Mencuri hati dengan mudahnya, hingga dengan cepat masuk kedalam pesonanya.

Kim Taeyeon.

Tiap kali kuingat namanya aku tersenyum, dan dalam waktu bersamaan aku menangis. Tersenyum karena banyak kenangan manis yang kami buat, menangis karena dia juga yang memberi luka.

Bagaimana kabarnya saat ini? Apa dia baik-baik saja? Apakah dia masih ingat denganku?

Bagaimanapun aku mencoba untuk melupakannya, bahkan membencinya, selalu saja berbuah kegagalan. Aku takkan pernah bisa membencinya, meski dia beri luka sebanyak lautan sekalipun. Apakah aku bodoh? Mungkin. Aku bodoh karena terlalu mencintainya.

Pernah terpikir olehku untuk mencari seseorang untuk menggantikan keberadaannya. Bahkan banyak juga yang mulai mendekatiku. Jun salah satunya. Dia menyatakan cintanya padaku beberapa waktu yang lalu. Namun aku belum cukup siap untuk itu. Dan lagi, Jun adalah sahabatku. Aku tak ingin menjalin hubungan dengan sahabatku sendiri. Ku katakan padanya dan dia memakluminya. Kami juga sepakat untuk melupakan hari itu dan tidak lagi menyinggungnya.

Aku tersentak saat tiba-tiba ponselku berbunyi. Kami masih di penthouse milik Jun di China dan tengah beristirahat karena sudah malam. Kuambil ponselku di meja dan membukanya.

Dari nomor tak dikenal.

Temui aku besok pukul 08.00 di cafe Woostin. Kalau kau tidak datang kau akan menyesal, Tiffany-ssi.

Mataku mengernyit. Segera kubalas dengan menanyakan siapa pengirim tersebut. Namun setelah bermenit-menit, bahkan sampai satu jam aku menunggu, nomor tersebut tak kunjung membalas. Kubaringkan tubuhku ke ranjang dan menghela napas panjang. Kau tidak akan tahu jika kau tidak datang. Aku mengangguk dan memutuskan untuk datang besok. Walaupun aku tidak tahu itu membahayakanku atau tidak tapi perasaanku mengatakan untuk datang.

 

***

 

Dua hari berlalu. Jessica, Yuri, dan Sooyoung masih tetap berada di apartemen milik Sooyoung di China. Mereka belum juga bertindak untuk membereskan masalah sahabat mereka. Taeyeon terlalu sibuk dan hal itu menjadi penghalang utama mereka. Jika Taeyeon sibuk, maka misi tidak bisa dilakukan, karena pekerjaan Taeyeon pasti akan terganggu. Gadis mungil itu tidak bisa mengontrol emosinya dan bertingkah gegabah jika dalam keadaan seperti itu.

“Bagaimana jika kita keluar saja? Hanya memantaunya. Kau tahu, aku juga sedikit rindu pada bocah itu.” usul Sooyoung.

Yuri menoleh ke arah Jessica, meminta persetujuannya.

“Arrasseo. Sigh, masalah midget satu itu sebenarnya sederhana. Mengapa terlihat rumit?” ucap Jessica.

“Kau tahu apa yang membuatnya rumit, Sica.” Yuri mengingatkan.

“Yeah, ‘orang itu’ lah yang membuat rumit segalanya.”

Yuri dan Sooyoung tertawa melihat wajah sahabatnya yang terlihat kesal. Jessica melihat keduanya dan memutar bola matanya.

Saat hendak bangkit untuk pergi meninggalkan mereka berdua, ponsel milik Jessica berbunyi. Dia kembali duduk dan membuka ponselnya.

Jessica menaikkan satu alisnya, sedangkan Yuri dan Sooyoung bertanya siapa yang mengirim pesan. Jessica menghiraukan mereka dan mulai membaca isi pesan tersebut.

“Sica?” panggil Yuri.

Jessica menolehkan wajahnya kearah sahabatnya dengan pelan dan menunjukan isi pesan tersebut kepada mereka. Wajah Yuri dan Sooyoung berubah seketika.

 

***

 

“Appa!” teriak Taeyeon begitu Appa nya sampai di rumahnya.

Taeyeon berlari kecil dan memeluk Appanya dengan senang. Sudah sekitar tiga bulan gadis itu tidak bertemu dengan Appa nya dikarenakan pekerjaan. Tentu nya Taeyeon merindukan Appa yang sudah membesarkannya itu.

“Appa lelah? Sebaiknya Appa istirahat dahulu.”

Pria paruh baya tersebut tertawa pelan. “Heish kau ini. Korea-China tidak sejauh itu hahaha.”

Taeyeon meringis mendengar ucapan ayahnya.

“Geunde Appa. Apakah aku harus menetap di China seterusnya?”

Pertanyaan Taeyeon membuat Appa nya terdiam sesaat. Taeyeon sedikit menaikkan alisnya saat melihat raut wajah ayahnya. Namun detik kemudian senyum Appa nya mengembang.

“Kau boleh kembali  ke Korea kalau kau mau, Taeyeon-ah. Sebelum itu, kau harus menyelesaikan proyek disini. Jangan lupakan itu, sayang.”

Taeyeon tersenyum dan mengucapkan terima kasih pada Appa nya.

“Tapi Taeyeon-ah, mengapa kau ingin sekali kembali ke Korea? Bukankah China menyenangkan?”

“Disini memang menyenangkan, tapi aku juga memiliki tanggungjawab di Korea. Perusahaan milikku dan Yuri  Sooyoung ada disana. Lagipula aku harus meminta maaf kepada mereka karena menghilang secara tiba-tiba.”

Appa nya mengangguk. “Geureohguna.”

“Okay. Kembalilah kapanpun kau mau. Appa lelah. Appa istirahat dulu.”

Setelah punggung Appanya tak terlihat, Taeyeon mengerutkan keningnya, namun tak berselang lama. Dia hanya mengangkat kedua bahunya dan pergi ke ruang kerjanya.

 

***

 

Keesokan harinya Tiffany benar-benar datang ke cafe yang pengirim misterius tersebut beritahukan. Awalnya Jun ingin menemani gadis itu, namun Tiffany terus menolaknya dengan halus. Dia tidak ingin Jun khawatir jika dia memberitahukannya yang sebenarnya.

Saat sampai di cafe terseut, Tiffany tak melihat seorangpun yang dia kira pengirim misterius itu. Dia pun memutuskan untuk duduk di meja dekat pintu masuk. Mungkin pengirim pesan tersebut belum datang. Setelah menunggu lima menit lamanya, bel pintu masuk berbunyi. Tiffany mendongakan kepalanya dan terkejut mendapati seseorang yang dikenalnya masuk kedalam.

“Unnie!”

Orang yang dia panggil Unnie juga sama terkejutnya. Dia berlari menuju arah Tiffany diikuti kedua orang di belakangnya.

“Tiff, kau baik-baik saja? Apa kau terluka?” Jessica mengecek seluruh tubuh Tiffany takut ada yang luka.

“Aku baik-baik saja Unnie. Apakah Unnie yang mengirimiku pesan semalam?” tanya Tiffany.

“Pesan? Pesan apa maksudmu?” bukan Jessica yang bertanya, namun Yuri.

Tiffany membuka ponselnya dan memperlihatkannya pada mereka.

“Tunggu dulu. Bukankah itu nomor yang mengirimimu pesan juga semalam?” tanya Sooyoung.

Jessica mengambil ponselnya dan membukanya untuk memastikan apakah nomor tersebut sama atau tidak. Dan disaat yang bersamaan ponselnya berbunyi, menandakan pesan baru masuk.

Tiffany sudah ada di depanmu. Kau yakin tidak mau memberitahunya mengenai Taeyeon?

Yuri merebut ponsel Jessica setelah melihat perubahan wajah Jessica.

“Ige mwoya?!” teriak Yuri.

Sooyoung merebut ponsel tersebut dari tangan Yuri dan membacanya. Gadis tinggi itu sedikit mengernyitkan keningnya. Tak berapa lama kemudian matanya melebar seperti mendapatkan sesuatu.

“Yul, Sica. Aku tidak tahu siapa yang mengirim ini. Tapi kurasa dia berniat baik. Dan kurasa kau harus memberitahukan yang sebenarnya pada Tiffany. Dia butuh untuk tahu.” Ujar Sooyoung.

“Yul?” Jessica bertanya pada Yuri.

Yuri mengangguk pelan. “Lebih baik dia tahu sekarang sebelum semuanya bertambah rumit.”

Jessica menghela napasnya pelan. Dia lalu melihat ke arah Tiffany dengan wajah penuh penyesalan. Jessica terdiam sebentar sebelum mengatakannya pada Tiffany.

“Aku dan Taeyeon pernah dijodohkan.”

“MWO?!” teriak Tiffany.

“Kau harus mendengarkan semua ceritaku tanpa menyelanya, okay?”

Hari itu pun Jessica menceritakan semuanya pada Tiffany dan alasan mengapa Taeyeon meninggalkan mereka semua.

.

.

.

“Unnie kita harus mencari Taetae! Unnie ppali kita harus menemuinya!”

Tiffany berdiri setelah mendengar semua cerita Jessica. Yuri menahan gadis itu yang mulai terbawa emosi.

“Tiff tenanglah. Kami tahu dimana Taeyeon berada.”

“Maka dari itu ayo cepat menemui nya!” teriak Tiffany putus asa.

“Kalau kau ingin bertemu dengannya dalam keadaan seperti ini, dia mungkin dalam keadaan bahaya. Tidak bisakah kau tenang? Kami juga tengah mencari cara.”  Ucap Sooyoung.

“Duduklah.” Pinta Yuri.

Tiffany duduk dengan lemas. “Taeyeon-ah…”

 

Di kejauhan seperti biasa ada mata yang mengawasi Tiffany. Kedua orang itu terlihat serius saat menangkap seseorang yang berjalan mendekati cafe dimana Tiffany berada.

“Zhou, bukankah itu ‘orang itu’?”

“Ya Tuhan! Kau benar. Dimana ponselku?” tanya Jieqiong.

Jieqiong merogoh saku celananya namun wajahnya terlihat panik. Dia merogoh sekali lagi dan tidak menemukan ponselnya.

“Oh tidak aku meninggalkannya di toilet tadi!”

“Aish! Bagaimana ini?”

Saat dilanda kebingungan, Cheng Xiao melebarkan matanya saat melihat empat sosok yang baru saja masuk ke cafe tempat Tiffany berada. Gadis itu mendapat ide.

Cheng Xiao mengambil ponsel baru yang dibelinya tak lama tadi dan dengan kecepatan super mengetikkan sesuatu dan mengirimkannya ke nomor yang dihafalnya diluar kepala.

Seperti yang diperkirakannya, Tiffany dan ketiga temannya di cafe tersebut secara spontan menghilang sebelum ‘orang itu’ masuk kedalam cafe.

Jieqiong yang baru tiba setelah berlari menggunakan segenap kekuatannya untuk mengambil ponselnya di toilet terkejut mendapati orang yang diawasi mereka sudah tidak berada di tempatnya lagi.

“Dimana mereka?” tanya Jieqiong

Cheng Xiao tersenyum. “Mereka sudah aman.”

.

.

.

“Ya ya ya ya lepas! Siapa kalian hah?!” teriak Jessica begitu mereka sampai diluar.

Yuri dan Sooyoung meraih kerah kedua orang yang menyeretnya dan hendak memukulnya.

“Hentikan, Unnie!” teriak Tiffany.

“Eunseo, Rena sebenarnya ada apa?” tanya Tiffany.

“Mianhae, Fany-ah. Mungkin kau tidak tahu, tapi kami melakukan ini demi kebaikanmu.”

Tiffany menaikkan alisnya.

“Mereka siapa, Tiff?” tanya Yuri.

“Kedua orang ini temanku. Dia Son Eunseo dan Rena Kang. Tapi kedua orang di sebelahnya aku tidak tahu.” Jawab Tiffany.

“Maafkan kami telah menyeret paksa kalian tadi. Kami benar-benar minta maaf. Kalau begitu kami pamit terlebih dahulu.” Seorang yang tertua diantara mereka berbicara dengan ekspresi wajah yang sama, datar dan menundukkan kepalanya pamit.

“Aku akan memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi nanti.” Ucap Eunseo sebelum bergabung dengan ketiga teman mereka yang sudah pergi terlebih dahulu.

“Mereka aneh sekali.” Pikir Sooyoung. Yuri dan Jessica mengangguk mengiyakan.

“Sudahlah lupakan. Tiff, kau ada waktu besok? Mari kita bertemu lagi untuk membahas masalah ini.” Saran Yuri.

Tiffany mengangguk pasti. Dia sudah memutuskan untuk kembali lagi pada pemilik hatinya meski dia tahu tidak akan mudah untuk melewati masalahnya.

“Tapi Unnie. Bukankah kita juga butuh seseorang dengan kuasa yang sama besarnya dengan ‘orang itu’?” tanya Tiffany.

“Ah matta kau benar.”

Tak lama setelah Tiffany mengatakan hal tersebut ponsel Jessica berbunyi. Mata nya melebar melihat pesan yang tertera disana.

“Yul…” panggil Jessica lirih dan menyerahkan ponselnya pada Yuri.

 

 

 

 

 

 

 

“Ya benarkah tadi untuk kebaikan mereka?” tanya gadis berambut coklat setelah jarak mereka dengan Tiffany dan teman-temannya cukup jauh.

“Entahlah. Pacarku menyuruhku untuk membawa keluar mereka apapun yang terjadi. Aku tidak bisa menolak kalau tak ingin diputuskan.” Jawab Eunseo enteng.

Ketiganya terkekeh pelan mendengar jawaban Eunseo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

Maapkaaan. Sebenernya gw udah nulis ini dari kemaren tapi lupa terus buat post nya. Next chap gak lama-lama lagi deh gw usahain.

Soooo what do u think of diz chap guyz? Gimme ur thoughts please…

Advertisements

10 thoughts on “Enterprischool (Chapter 13)

  1. Makin lama makin bingung Ama jalan ceritanya HUAAAAA 😭😭 kayaknya emang gue yg lemot dahhh, tapi penasaran Ama Heppy ending nya taeny 😞

    Ditunggu lah pokoknya lanjutannya fighting 😆

    Like

  2. annyeong ka aku readers baru.. maaf ni sebelumnya aku baru bisa comen soal nya aku baru punya kuota internet. dan yah sejauh ini ceritanya sungguh Bagus ka aku sungguh suka.. apalagi ceritanya misterius bikin penasaran., siapa dalang dari masalah semua ini,

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s