Enterprischool (Chapter 14)

Title : Enterprischool

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : nxviaif

.

.

.

8 tahun yang lalu….

 

Belum juga makan malam usai, Taeyeon sudah terlebih dahulu keluar dari ruangan VIP yang dipesan ayahnya itu. Jessica, yang juga berada disana bangkit dan menundukan kepalanya kepada Appa Han dan Daddy nya kemudian menyusul Taeyeon. Jessica benci berlari, namun dia tak punya pilihan lain kalau tak ingin kehilangan jejak Taeyeon. Setelah berlama-lama mencari ke seluruh tempat dan tidak juga berhasil menemukan Taeyeon, Jessica terduduk lemas. Tiba-tiba dia teringat tempat favorit Taeyeon yang dikatakannya kemarin. Gadis blasteran itu bangkit dan segera berlari kesana. Dan benar saja, Taeyeon ada disana tengah duduk seorang diri.

“Aku tahu kau terkejut. Begitu juga denganku.”

Taeyeon menoleh ke sumber suara dan mendapati sahabatnya berdiri di sampingnya. Jessica tersenyum dan ikut duduk.

“Kau bisa menolaknya, Taeng. Aku juga tidak mengharapkan itu semua.”

“Bagaimana dengan Daddy mu? Appa pasti…”

“Shhhh. Gwaenchanha. Sebentar lagi kau akan di promosikan di perusahaan Ayahmu. Aku bisa menjadi sekertarismu.”

“Tapi Sooyeon-ah…”

“Tidak ada tapi-tapian Taeyeon. Kesehatan Daddy juga mulai memburuk. Hal bagus jika dia berhenti bekerja dan beristirahat. Sudah saatnya aku yang bekerja dan merawat Daddy.”

“Kau tahu, aku tidak keberatan untuk menikah denganmu, Sooyeon. Setidaknya aku mengenalmu karena kau sahabat baikku.”

Jessica menggeleng. Dia tahu Taeyeon dengan sangat baik. Tentu saja dia akan melakukannya jika itu dibutuhkan. Taeyeon sangat menyayanginya sebagai sahabat. Dan hal itu pula yang membuat Jessica menolak. Pernikahan bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Pernikahan juga butuh cinta. Jessica tahu Taeyeon tidak bisa memberikannya itu. Dia lebih memilih menolak meski pekerjaan Daddy nya terancam.

Taeyeon menunduk. “Mianhae, Sooyeon.”

Jessica tersenyum lemah dan memeluk sahabatnya.

 

***

 

Jessica yang tadinya sibuk mengetik di laptopnya tersadar saat mendengar Daddy nya terbatuk cukup keras. Gadis itu bangkit dari posisinya dan mendekati Daddy nya di pantry.

“Dad, you okay?” tanya Jessica cemas.

“I’m fine, Jessie. You don’t need to worry uhuk uhuk…”

Jessica menggeleng dan menuntun Daddy nya ke sofa dan membaringkannya. Dia lalu pergi membawa segelas air putih untuk Daddy nya.

“Minum ini, Dad.”

Daddy nya meminum air tersebut dengan pelan. “Uhuk uhuk.. Jess, tolong bawakan Daddy kotak kecil di meja uhuk uhuk Daddy..”

Jessica menggigit bibir bawahnya melihat kondisi Daddy nya namun tetap menuruti permintaannya. Dia sedikit berjalan cepat ke kamar Daddy nya dan membawakan apa yang Daddy nya minta.

Jessica lalu menyerahkan kotak itu pada Daddy nya. “Dad, sebaiknya kita ke rumah sakit.”

Daddy Jung menggeleng. Dia lalu menyerahkan kotak tersebut ke tangan puterinya meski terus terbatuk.

“K- kau t- tahu dimana uhuk kuncinya.”

Jessica menggeleng dengan wajah khawatir. “No, Dad. Ayo kita ke rumah sakit.”

Jessica hendak menarik tangan Daddy nya namun segera ditepis.

“Waktu Daddy uhuk tidak banyak. Buka uhuk kotak itu. Uhuk uhuk kau pasti tahu dimana uhuk kuncinya.”

Nafas Daddy Jung kian melemah. Mata Jessica mulai berkaca-kaca. Dia terus mencoba menarik Daddy nya agar mau pergi ke rumah sakit.

Tiba-tiba mata Daddy Jung tertutup. Jessica panik. Dia mencoba membangunkan Daddy nya namun tidak ada respon.

“Dad? Daddy? No Daddy come on. This is not funny.” Air mata Jessica mulai tumpah. Dia terus saja mencoba membangunkan Daddy nya.

“Nooo Daddy! NOOOOO!”

Jessica terduduk lemas dengan air mata membanjiri wajahnya.

.

.

.

“Sooyeon-ah!”

Taeyeon segera memeluk sahabatnya begitu tiba di rumah duka. Jessica menangis lebih keras di pelukkan Taeyeon. Dia masih tidak mengira akan ditinggalkan Daddy nya secepat ino.

“Shhh gwaenchanha gwaenchanha. Aku akan terus berada di sisimu.”

Jessica makin mengeratkan pelukannya dan menangis tersedu. Hati Taeyeon hancur melihatnya, namun jika dia mengekspresikannya akan jauh lebih hancur lagi hati sahabatnya.

Yuri dan Sooyoung yang melihatnya di belakang juga ikut menitikkan matanya.

Taeyeon berjanji pada dirinya sendiri untuk terus berada di sisi Jessica apapun yang terjadi. Dia kini sudah tidak memiliki siapapun lagi selain dirinya.

 

 

 

6 tahun yang lalu…

 

“Sooyeon-ah! Sooyeon-ah!”

Taeyeon berteriak girang begitu memasuki ruangannya. Dia melihat kedua sahabatnya juga berada disana.

“Yuuul! Syoung!”

Taeyeon memeluk sahabatnya itu dengan erat. Dia terus tertawa bahagia dan menepuk punggung kedua sahabatnya yang bingung. Taeyeon melepas pelukannya dan beralih ke Jessica yang berada tak jauh darisana.

“Sooyeooooon!” Taeyeon memeluk Jessica begitu erat. Dia juga berkali-kali mengecup pipi sahabatnya itu.

Yuri dan Sooyoung yang melihatnya hanya bisa menekukan bibirnya. Mengapa hanya Jessica yang diberi kecupan? Tidak adil!

“Taeyeon-ah waegeurae?” tanya Jessica.

“Dia menerimaku Sica! Kami mulai berpacaran!”

“MWO?!” teriak Yuri dan Sooyoung.

“Seolma….” ucap mereka berdua lirih.

“PARK HYEJIN MENERIMAMU?!”

Mata Yuri dan Sooyoung serasa meloncat dari sarangnya. Mereka tidak habis pikir seorang dewi semacam Park Hyejin menerima cinta Taeyeon. Mereka juga membuat taruhan kalau Taeyeon akan ditolak dan menangis suntuk semalaman.

“Heol.. daebak.”

Jessica tersenyum senang. “Chukhahae, Taeyeon-ah. Aku ikut senang.”

Berbeda dengan Yuri dan Sooyoung, Jessica menyambutnya dengan bahagia. Dia senang akhirnya sahabatnya berkencan dengan orang yang dicintainya. Dia pikir Hyejin juga gadis yang baik. Jadi tidak ada alasan untuknya tidak senang.

 

***

Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun telah terlewati. Hubungan Taeyeon dan Hyejin pun masih terus berlanjut. Meski terkadang mereka bertengkar, namun pertengkaran itu merupakan hal wajar dalam suatu hubungan. Ketiga sahabatnya pun dengan penuh mendukung mereka berdua. Hingga tiba hari spesial ini, Taeyeon akan melamar Hyejin. Tentu saja sahabat mereka membantu. Setelah bertemu dengan ayahnya minggu lalu dan melihat reaksi positif dari beliau, Taeyeon memutuskan untuk mengikat mereka ke dalam hubungan yang lebih serius. Dia mengajak Hyejin ke sebuah restoran mewah yang telah di-booking olehnya. Hyejin sendiri begitu takjub. Dia tidak mengira Taeyeon melakukan semua ini untuknya. Dia pikir makan malam biasa pun tak masalah asalkan bersama Taeyeon kekasihnya.

“Taeyeon-ah, kau tidak perlu melakukan ini.”

Taeyeon menggeleng. “Ini hari spesial, Hyejin-ah.”

“Spesial?” tanya Hyejin.

“Kau akan tahu nanti.” Taeyeon tersenyum misterius.

Setelah menikmati makan malam super mewah, Taeyeon bangkit dari duduknya dan berjalan ke panggung yang ada disana. Tiba-tiba dari arah belakang, muncul tiga orang yang Hyejin kenal dengan baik.

“Sica, Yul, Soo?”

Ketiga temannya tersenyum dan mengedipkan matanya. Mereka lalu bergabung bersama Taeyeon di panggung dan memegang alat musik masing-masing.

“Hyejin-ah, kau tahu aku begitu mencintaimu, kan? Oleh sebab itu izinkan aku untuk melakukan ini.”

Taeyeon berbalik menatap ketiga sahabatnya dan mengangguk. Mereka mulai memainkan alat musik masing-masing, disusul Taeyeon yang menyanyikan lagu romantis.

Hyejin yang melihatnya merasa tersentuh. Dia tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.

Setelah lagu selesai, Taeyeon turun dari panggung dan mendekati Hyejin. Dia meraih kedua tangan Hyejin dan tersenyum.

“Hyejin-ah, will you marry me?”

Hyejin tak bisa menutupi rasa bahagianya dan memeluk Taeyeon dengan sangat erat dan mengangguk. Jessica, Yuri, Sooyoung memukul tinjunya di udara dan mengucapkan ‘yes’, sedangkan Taeyeon. Gadis itu senang bukan main. Rasanya tidak ada kata yang bisa menggambarkan betapa bahagianya dia saat ini.

.

.

.

Setelah hari itu, Taeyeon dan Hyejin sibuk mengurusi rencana pernikahan mereka. Karena ingin mendapat semua dengan sempurna Hyejin jadi kelelahan dan sakit. Taeyeon hendak pergi ke apartemen calon isterinya untuk menjenguknya sekaligus merawatnya. Dia juga ditemani Jessica yang juga ingin menjenguknya.

Taeyeon membuka password apartemen calon isterinya tersebut dengan cepat karena khawatir. Namun begitu dia membuka pintu, gadis itu terdiam kaku. Taeyeon mengepalkan buku-buku jarinya dan berlari ke dalam. Jessica yang melihatnya juga terkejut.

Taeyeon lalu meraih kerah seorang pria yang tadi bercumbu dengan kekasihnya dan memukul wajahnya.

“SIAPA KAU HAH?!”

“Aku kekasihnya. WAE?”

Taeyeon membuka mulutnya tak percaya. Dia lalu menatap Hyejin yang terdiam dengan wajah dingin.

“H- Hyejin-ah, apa itu benar?”

Hyejin menatap balik Taeyeon dengan dingin. “Ya. Lalu kau mau apa?”

Tubuh Taeyeon lemas seketika. Beruntung Jessica dengan cepat membantunya.

“H- Hyejin-ah k- katakan s- semua ini bohong.”

Hyejin menggeleng. “Kurasa hubungan kita sampai disini. Kalau tak ada yang ingin kau katakan kau bisa keluar.”

Taeyeon mengeraskan rahangnya dan berlari keluar dari apartemen. Hyejin membalikkan direksi tubuhnya. “Kau juga bisa keluar, Jessie.”

“Hyejin-ah…”

Hyejin mengangkat tangannya. “Keluar.”

Jessica menghela napasnya kemudian menyusul Taeyeon keluar. Tapi sebelum itu, gadis blasteran itu sedikit mendengar isakkan di belakang.

 

***

 

Setahun yang lalu…

 

Jessica masuk ke apartemen Taeyeon dan melihat gadis itu tengah memasukkan pakaiannya kedalam koper. Jessica mengerutkan keningnya.

“Kau mau kemana?” tanya Jessica.

Taeyeon terkejut melihat sahabatnya di apartemennya. “Uh uh. Appa mengajakku berlibur.”

“Sekarang ini? Harus?”

“Eo- Eoh. Appa sudah membeli tiket.”

Jessica duduk di ranjang Taeyeon. “Sudah berhari-hari Tiffany mengurung dirinya di kamar. Kau tidak ingin menjenguknya?”

Taeyeon menghentikkan kegiatannya. “Kau sendiri yang menyuruhku untuk meninggalkan Tiffany” ujar Taeyeon dingin.

Jessica menghela napasnya. “Aku tidak bermaksud seperti itu. Kemarin aku tidak bisa mengontrol emosiku melihat keadaan Tiffany. Mianhae.”

Taeyeon tersenyum lemah. “Aku akan menjenguknya nanti seusai berlibur. Sebaiknya kau pulang Sica. Aku akan berangkat sebentar lagi.”

“Gwaenchanha aku akan menginap disini. Kau berangkatlah. Have fun bersama ayahmu.”

Jessica mulai menempatkan dirinya di ranjang Taeyeon untuk tidur. Taeyeon sendiri sudah selesai mengemasi barangnya dan bersiap keluar.

“Eo, Taeng. Ini milikmu?” tanya Jessica saat melihat sebuah kalung kunci di meja samping tempat tidur.

Taeyeon menoleh sekilas. “Eoh. Itu pemberian Daddy Jung dulu.. haah aku merindukan beliau.”

Jessica mengerutkan keningnya. “Daddy?” gumamnya.

“Aku berangkat dulu, Sicaa. Jaga dirimu!” teriak Taeyeon karena sudah berada diluar kamar.

Jessica sendiri masih terdiam di kamar Taeyeon, kepalanya mulai berpikir sesuatu. Hingga dia teringat hari dimana Daddy nya meninggal. Daddy Jung pernah menyerahkan kotak kepadanya sebelum meninggal. Saat itu dia tidak sempat memikirkan kotak tersebut karena masih terselimuti duka. Dan setelah berlalunya hari Jessica mengambil kotak tersebut dan mencoba membukanya. Dia tidak berhasil karena kotak tersebut terkunci. Karena tidak kunjung berhasil mendapatkan kunci akhirnya gadis itu menyerah dan hanya meletakkan kotak tersebut di mejanya sebagai hiasan.

 

“Waktu Daddy uhuk tidak banyak. Buka uhuk kotak itu. Uhuk uhuk kau pasti tahu dimana uhuk kuncinya.”

 

Jessica membuka mulutnya. “Seolma..”

Dia melihat kalung kunci tersebut. Jantungnya tiba-tiba berdetak dengan sangat cepat. Jessica lalu bangkit dari tidurnya kemudian berlari menuju basement tempat mobilnya diparkirkan. Gadis blasteran itu mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh menuju apartemennya.

Setelah sampai pun gadis itu melanjutkan jalannya dengan berlari. Dia tidak peduli dengan rasa kebenciannya terhadap lari. Dia tidak peduli.

Akhirnya sampailah ia di kamarnya. Jessica segera menyambar kotak yang bertahun-tahun lalu diberikan Daddy nya itu. Dia membuka kotak tersebut dengan kalung kunci milik Taeyeon dan..

Terbuka.

Jessica menutup mulutnya karena begitu terkejut. Dia lalu membuka kotak tersebut untuk melihat isinya.

Sebuah surat dan juga buku rekening. Jessica mengambil buku rekening tersebut dan membulatkan matanya melihat nominal di dalamnya.

“Daddy…” gumamnya.

Jessica kemudian membuka surat yang mulai usang tersebut. Matanya bergerak mengikuti tulisan Daddy nya tanpa meninggalkan satu huruf pun.

Begitu dia selesai membaca keseluruhan surat, gadis itu terduduk lemas.

“Ya Tuhan. Hyejin.. Tiffany..”

“… Taeyeon.”

 

***

 

Present…

 

Jessica, Tiffany, Yuri, dan Sooyoung setelah mendapat pesan dari pengirim misterius segera pulang ke tempat masing-masing dan mengemasi barang-barang mereka. Pengirim misterius tersebut memberitahukan kepada mereka bahwa Taeyeon telah kembali ke Korea. Hal tersebut bukan bualan semata karena pengirim misterius itu juga menyertakan foto. Yuri merupakan ahli dalam bidang teknologi dan dia bisa memastikan kalau foto tersebut bukan editan.

“Shit! Kenapa mendadak sekali?!” gerutu Sooyoung di mobil dalam perjalanan mereka ke Korea.

“Kau sudah memastikan apa dia benar kembali ke Korea pada orang-orangmu, Yul?” tanya Jessica.

Yuri mengangguk dan masih fokus menyetir.

“Yul…” panggil Jessica.

“Hm?”

“Entah mengapa perasaanku tidak enak.”

Yuri menatap Jessica sekilas. “Gwaenchanha. Semua akan baik-baik saja.”

“Kau yakin?”

Yuri sebenarnya kurang yakin, tapi dia hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Dia tidak mau membuat Jessica makin khawatir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

“Kalian kira akan mudah menemui Taeyeon, huh? Kalian bodoh. Hahaha.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saya kembali yehey. ini fic bentar lagi tamat woohoo.

Gimana guys? Taeny bentar lagi ketemu tapi belom romantisan dulu wkwk

Kaay see u next chap, dun forget to comment~

 

Btw, ada yang pengin oneshoot?

Advertisements

11 thoughts on “Enterprischool (Chapter 14)

  1. annyeong ka aku readers baru.. maaf ni sebelumnya aku baru bisa comen soal nya aku baru punya kuota internet. dan yah sejauh ini ceritanya sungguh Bagus ka aku sungguh suka.. apalagi ceritanya misterius bikin penasaran., siapa dalang dari masalah semua ini,

    Like

  2. Makin greget aja sama ini ff >___<. Ituuuuuuuuuuuu isi surat daddy Jung apaaaaaa???? Kenapa tiba2 Jessica bawa2 nama hyejin, Tiffany sama taeng?. Jangan bilang putusnya hubungan hyejin sama taeng itu karena hyejin diancam?. Terus 'dalang' dibalik semua ini siapa? #banyak nanya. Pokoknya makin2 penasaran sama next chapter nya, dan makasih udh apdet cepet 😘😘😘😘

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s