Enterprischool (Chapter 11)

Title : Enterprischool

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : nxviaif

.

.

.

Tiffany, Jun, Seohyun, dan Yoona tengah bersiap melakukan perjalanan liburan pertama mereka ke China. Setelah berjam-jam berada di pesawat tidak membuat mereka kelelahan, justru sebaliknya. Jun memimpin perjalanan menuju penthouse keluarganya yang ada di China. Mereka sangat menikmati perjalanan, bahkan Yoona beberapa kali mengambil selca ataupun memotret pemandangan dari balik kaca mobil.

“Apa kalian senang?” tanya Jun.

“Neeee.” balas ketiga sahabatnya bersamaan.

“Oppa, saat kita sampai di penthouse mu nanti akan ada banyak makanan, geujeo?”

Jun tertawa pelan. “Kau tenang saja, Yoong. Aku sudah menyuruh salah satu maid disana untuk membeli baaanyak makanan.”

Yoona meninju tangan kanannya di udara dan berteriak ‘yes’. Seohyun hanya bisa memutar bola matanya malas dan kembali memainkan ponselnya.

Selama menit kedepan, mereka berempat hanya diam, sibuk dengan aktivitas masing-masing. Tiffany yang berada di samping Jun yang mengemudi mobil mengerutkan keningnya melihat gelagat aneh dari Jun.

“Jun, waeyo?” tanya Tiffany khawatir.

“Eo? Hmm.. aniya. Nan gwaenchanseumnida.”

“Geojitmal.” balas Tiffany.

“Benar aku tidak apa-apa, Fany-ah.” Jun menoleh sejenak ke arah Tiffany dan tersenyum. Berusaha meyakinkan sahabatnya.

Tiffany menghela napas. “Arrasseo.”

Setelah mengatakan itu, Tiffany menyenderkan kepalanya di kaca mobil. Gadis itu menaikkan sebelah alisnya saat melihat mobil hitam di belakangnya. Namun Tiffany hanya mengangkat bahu dan memejamkan matanya, berniat beristirahat sejenak.

 

***

 

Jessica menelan ludahnya. Dia tidak biasanya bersikap takut seperti ini. Terlebih hanya karena kedua teman idiotnya.

Yuri dan Sooyoung masih menatap Jessica dengan pandangan penuh selidik.

“Sica, bekerjasamalah dengan kami. Itu akan membuat semua lebih mudah.” ujar Sooyoung setelah bermenit-menit Jessica melakukan excuses.

“Be- bekerjasama apa maksudmu.” Jessica masih keukeuh pura-pura tidak tahu.

“Tiffany dan teman-temannya sekarang berada di China.” ucap Yuri.

“MWO?!” teriak Jessica.

“Assa! Kau pasti tahu sesuatu!” Sooyoung berdiri dan menjentikkan jarinya.

“Katakan pada kami mengapa kau seterkejut itu mendengar Tiffany berada di China? Apa kau takut dia bertemu Taeyeon disana?”

Jessica menggigit bibir bawahnya. “A- Apa yang kau bicarakan.”

“Sepertinya kau tidak benar-benar menganggap kami sebagai sahabatmu selama 10 tahun ini, Jessica-ssi.” Yuri tertawa kecut. “Tidak ada bedanya dengan that asshole midget.”

Yuri bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.

“Ya Kwon Yuri! Mau kemana kau?!” teriak Sooyoung namun Yuri tak mengindahkannya.

Sooyoung mengembuskan napasnya kasar. Dia menatap Jessica tajam untuk yang terakhir kali. “If you ever consider us as a bestfriend, you never think twice to run over us when you face a problem. Itulah gunanya sahabat.”

Setelah itu, Sooyoung bangkit dan mengejar Yuri. Meninggalkan Jessica yang kini meneteskan airmata. Gadis dingin itu mengepalkan tangannya dan menangis terisak. “I’m screwed up everything.”

 

***

 

“Nona Kim, kami mempunyai kabar untuk anda.”

Taeyeon yang sedang duduk dan mengerjakan beberapa berkas mengangkat wajahnya dan mengerutkan keningnya. Gadis pendek itu berdiri dari kursinya dan mendekati kedua gadis di depannya.

“Duduk.” perintah Taeyeon.

Kedua gadis itu mengangguk dan melakukan apa yang Taeyeon suruh. Disusul Taeyeon.

“Kabar apa?” tanya Taeyeon to the point.

Gadis berambut hitam yang diketahui bernama Ms. Zhou Jieqiong menatap temannya, Ms. Cheng Xiao Xiao dan mengangguk.

Setelah dimintai Taeyeon untuk memata-matai kekasihnya, Tiffany kedua gadis itu segera melaksanakan tugasnya. Jieqiong dan Cheng Xiao memang biasa menangani masalah memata-matai seseorang, kelompok, bahkan company sekalipun. Dan mereka terkenal sangat baik dalam melakukan tugas. Maka dari itu Taeyeon menghubungi mereka.

“Ms. Tiffany tengah berada di China bersama teman-temannya untuk liburan.” ucap Cheng Xiao.

Taeyeon membulatkan matanya. Hanya mendengarnya saja sudah membuatnya sakit. Tiffany, gadis itu sudah banyak tersakiti olehnya. Taeyeon tersenyum kecut.

“Pastikan mata kalian untuk tetap mengawasinya selama berada disini.” ucap Taeyeon.

Kedua gadis di depannya mengangguk.

“Kalian boleh keluar.”

Lagi-lagi mereka mengangguk. Namun sebelum itu, Jieqiong meletakkan map yang sedari tadi dipegangnya di meja.

“Mungkin anda membutuhkan ini. Kami pamit.”

Setelah mengatakan itu, Jieqiong dan Cheng Xiao berlalu meninggalkan Taeyeon.

Taeyeon meraih map tersebut dan membukanya. Jantungnya berhenti sejenak saat pertama melihat apa yang ada didalamnya.

Foto-foto Tiffany yang tengah tertawa bahagia bersama teman-temannya. Dibaliknya juga terdapat nomor ponsel baru Tiffany. Tanpa sadar Taeyeon menitikkan airmatanya. Jujur gadis itu begitu merindukan kekasihnya. Amat sangat merindukan Tiffany.

“Fany-ah..” lirih Taeyeon dengan suaranya yang serak.

 

***

 

Hyoyeon duduk disamping Hyejin yang tengah serius menatap layar laptop didepannya. Gadis blonde itu meletakkan mug berisi coklat panas di meja dekat laptop milik Hyejin.

“Kau bekerja terlalu keras, Hyejin-ah.”

“Eo.. gomawo Hyo.” ucap Hyejin.

Hyoyeon mengangguk. “Negara mana lagi yang akan kau kunjungi?” tanya Hyoyeon sembari menyesap coklat miliknya.

“Entahlah, kontrak dengan salah satu company di Jepang yang gagal membuatku mengurungkan niat untuk menyebarkan brand ku di overseas.”

Hyoyeon tertawa pelan. “Jelas saja gagal. Company yang akan kau ajak kerjasama itu merupakan company besar. Tentu saja mereka tidak akan mau bekerjasama denganmu.”

“Ya! Kau mengejekku ya?!”

“Kalau iya memang kenapa?” balas Hyoyeon dengan senyuman menantang.

Hyejin mendecakkan lidahnta sebelum menerjang Hyoyeon dan memukuli gadis blonde dengan membabi buta.

“Aw aw aw ya ya stop it! Aww yaa Hyejin-ssi aww..”

“Rasakan itu!”

“Okay okay mianhae okay. So please stop it.”

Hyejin menghentikkan pukulannya dan melipat kedua tangannya di depan dada.

Hyoyeon terkekeh. “Kau jangan putus asa. Satu company menolakmu mungkin saja beratus company akan menerimamu.”

Hyejin tersenyum. Dia memeluk Hyoyeon dengan erat.

“That’s my Hyonie.”

Hyoyeon tersenyum. Dia mengusap pelan punggung Hyejin.

“Jin-ah..” panggil Hyoyeon.

“Hm?”

“Kurasa aku ingin berbaikkan dengan saudariku.”

Hyejin melepaskan pelukannya dan menatap tak percaya me arah Hyoyeon. “Jeongmalyo?”

Hyoyeon mengangguk. “Tetap saja dia saudariku. Unnie satu-satunya yang kumiliki. Tidak seharusnya kakak-beradik bermusuhan benar?”

Hyejin tersenyum senang. Dia memeluk Hyoyeon sekali lagi.”Aku akan membantumu. Terimakasih sudah membuka hatimu pada Taeyeon.”

 

***

 

“Oppa, ayo kita ke amusement park!” seru Seohyun.

Saat ini mereka tengah berkumpul di ruang tengah untuk membahas tempat mana yang akan mereka kunjungi.

“Aniya. Aku ingin ke pantai.” seru Yoona tak ingin kalah.

“Noo. Aku ingin ke pusat perbelanjaan.”

Ketiganya menoleh ke arah Tiffany.

“Wae? Apa yang salah?” tanya Tiffany yang merasa diserang.

Ketiganya menggelengkan kepalanya bersamaan dan melakukan aktivitasnya semula.

“Pokoknya aku ingin ke pantai.” keukeuh Yoona.

“Aniya, lebih menyenangkan amusement park!”

“Lebih baik ke pusat perbelanjaan!”

Jun menghela napasnya melihat tingkah ketiga sahabatnya yang terus berdebat. Dia menundukkan kepalanya di meja, tak ingin ikut perdebatan mereka.

“Jun! Kau setuju ke pusat perbelanjaan kan?” tanya Tiffany.

Merasa namanya dipanggil, Jun mengangkat kepalanya dan menatap Tiffany. “Aku..”

“Oppa! Kau lebih setuju ke pantai, kan?” sela Yoona.

“Oppa! Amusement park saja!”

Jun menutup matanya sejenak dan mengembuskan napasnya kasar.

“Yedeura kita bisa pergi ke pantai, amusement park, dan juga pusat perbelanjaan. Jadi jangan meributkan hal ini lagi, oke?”

“Arrasseo. Tapi pertama-tama kita ke amusement park terlebih dahulu.”

“NOOO PANTAI TERLEBIH DAHULU.”

“Kau bicara apa? Tentu saja pusat perbelanjaan terlebih dahulu.”

Jun memegang kepalanya yang pusing melihat mereka berdebat lagi. Dia bangkit dari duduknya dan pergi darisana. Jun memilih pergi ke taman belakang penthousenya. Dia duduk di kursi panjang disana seraya memijit pelipisnya.

Craaack

Jun terkejut mendengar suara tersebut. Dia berdiri dan berlari ke sumber suara.

“Siapa disana?!” teriak Jun.

Pria itu berlari untuk melihat namun yang dia dapat hanya kosong. Tidak ada siapapun disana.

“Isanghae..” gumamnya.

 

 

 

 

 

“Bodoh! Sudah kubilang jangan terlalu dekat!” Gadis berambut warna ungu menyalahkan temannya.

“Aku tidak tahu ada ranting didepanku!” bela gadis berambut hitam.

“Yedeura geumanhae. Yang terpenting kita tidak ketahuan.” ucap gadis yang paling tua diantara mereka.

“Tetap saja yang tadi itu hampir saja. Ini semua salah dia.” Gadis berambut ungu masih tak terima.

“Aku kan sudah meminta maaf!”

“Stop okay? Lebih baik kita pulang kerumah.” ujar gadis tertua. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

Woooow long time no see wkwkwk. Udah sebulan lebih hampir dua bulan malah baru post. Sorry se sorry sorry nyaa. Gw bener2 baru sempet bikin hari ini. Mungkin sehabis ujian2 selese gw bakal fokus rampungin ini fic. Masih pada mau nunggu kan? T.T

And guess what? Yup gw nambahin cast disini. Cuman buat selingan doang sih krna ini fic kan hampir kelar. Ga mengganggu cast utama kok tenang aja.

Okayy pai pai yorobun~ see u next chippie and don’t forget to leave comment~

 

 

 

Advertisements