Cough

Title : Cough

Main Cast : find by yourself

Length : Drabble

Author : N

.

.

.

 

Kotor. Berantakan. Berserakan. Asap mengepul ditambah aroma gosong. Taeyeon mengangkat tangannya melihat pemandangan tersebut.

Bukan niatnya untuk menghancurkan pantry nya, lagipula gadis itu pandai memasak. Tapi entahlah. Taeyeon rasa jiwanya telah beterbangan kesana kemari meninggalkan raganya. Dia tidak bisa fokus meski untuk meletakkan pan diatas kompor sekalipun.

Melihat kegagalannya yang tidak bisa dia ubah, Taeyeon mengambil ponselnya dan berniat menelepon oppa nya.

“Oppa!” seru Taeyeon saat panggilan terhubung.

“Waegeurae?”

“Aku butuh bantuanmu untuk memasak. Cepat kemari!”

“Jangan gila, Taeng. Kau pikir darisini ke Seoul bisa ditempuh dengan berjalan kaki?”

Taeyeon terdiam. Benar juga. Jarak rumahnya dengan apartemennya cukup jauh dan memerlukan waktu beberapa jam. Taeyeon mengutuk kebodohannya.

“H- Hayeoni…”

Tuut tuut tuut

Panggilan dimatikan.

Taeyeon menurunkan ponselnya di telinganya dan memandangnya kosong.

“Bodoh..” gumamnya.

Dia menggelengkan kepalanya dan tak kehabisan ide. Taeyeon mulai mencari nama seseorang di kontaknya dan mulai menghubunginya.

“Yeobose-…”

“Yeri-ya!” teriak Taeyeon tanpa mempersilakan Yeri meneruskan kalimatnya.

“Ne. Waegeurae unnie?”

“Bisa kau datang ke apartemenku dan memasakkan sesuatu? Kukira aku telah mengacaukan pantry disini.”

“Unnie.. kau lupa aku tidak bisa memasak? Revel unnie yang membuatkanku makanan.”

Taeyeon terdiam lagi.

“Kau benar. Ah kalau begitu datang sajalah, aku membutuhkan teman.”

“Arrasseo. Tunggu aku sepuluh menit.” 

Setelah panggilan selesai, Taeyeon menjatuhkan tubuhnya di sofa. Dia mengembuskan napasnya kasar. Wajahnya ia tolehkan ke samping dan pada saat itu dia melihat foto dirinya bersama seseorang di figura yang berdiri kokoh di meja samping. Taeyeon mengulurkan tangannya dan membalikkan foto tersebut kebawah sehingga dia tak bisa lagi melihat foto tersebut. Namun detik kemudian dia kembali menegakkan foto tersebut. Taeyeon memandangnya nanar. Dia menggeleng lalu mulai membalikkan foto tersebut untuk yang kedua kali.

“Huh dwaesseo.” ucapnya.

“Geu nappeun saram..” lanjutnya.

“Argh. Kenapa Yeri lama sekali?!”

Taeyeon memposisikan tubuhnya di sofa dengan berbagai macam posisi hingga membuatnya jengah. Gadis itu tidak tahu harus melakukan apa. Hingga tiga puluh menit kemudian bel apartemennya berbunyi. Taeyeon langsung melompat dari sofa dan berlari menuju pintu. Dia melihat Yeri di intercom lalu membuka pintu apartemennya.

“Sepuluh menit, huh?” sindir Taeyeon.

Yeri menunjukkan cengiran khasnya dan mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.

“Seulgi unnie meminta bantuanku tadi. Mianhae.”

Taeyeon menggeleng. “Masuklah.”

Yeri dengan senang hati masuk kedalam apartemen sunbae favoritnya.

Taeyeon yang sadar Yeri membawa sesuatu ditangannya segera menanyakannya.

“Apa yang kau bawa itu?”

“Ah ini nasi goreng kimchi. Seulgi unnie yang membuatnya.”

Taeyeon mengerutkan keningnya. “Jadi maksudmu, Seulgi meminta bantuanmu untuk memasakkan ini?”

Yeri menjentikkan jarinya dan mengangguk. “Aku menceritakan keadaan unnie kepadanya.” ujar Yeri dengan senyum bangga.

Taeyeon menatap Yeri dengan tatapan sendu. “Aih cham~ harga diriku.” lirihnya.

Yeri segera masuk ke pantry apartemen Taeyeon dan menyiapkan makanan yang dibawanya untuk unnie nya. Dia merasa seperti di rumah sendiri. Dan seperti itulah tipikal seorang Kim Yerim.

Doing whatever she wants to.

“Jja~ nasi goreng kimchi untuk Kim Taeyeon sunbaenim tercinta~”

Meskipun sedikit ragu menerima makanan yang dibawa Yeri, namun Taeyeon tetap tak bisa menolaknya. Dia kasihan dengan perutnya yang meronta-ronta ingin diisi.

Selagi Taeyeon memakan nasi goreng tersebut, Yeri menyalakan televisi dan mencari channel yang ingin dia tonton. Dan pilihannya jatuh kepada KBS Music Bank.

“Akhir-akhir ini banyak sekali grup baru.” kata Taeyeon.

Yeri menoleh kearah unnienya. “Grup rookie mana yang kau sukai, unnie?”

Taeyeon mengerutkan keningnya, membuat ekspresi berpikir. “Bagiku masih tetap Red Velvet.”

Yeri memutar bola matanya malas. “Kami sudah debut tiga tahun yang lalu unnie.”

“Jinjja? Kenapa waktu berlalu cepat sekali?”

Yeri mengembuskan napasnya pelan. Dia kembali fokus melihat tayangan di depannya yang menampilkan grup CLC – Black Dress.

“Eoh bukankah itu grup yang menyanyikan lagu geum nawarawara?” tanya Taeyeon seraya menyanyikan salah satu lirik yang dia ingat.

Yeri mengangguk.

“Kau kenal mereka?” tanya Taeyeon.

“Aniya. Aku hanya tahu maknae nya saja. Dia seumuran denganku dan satu sekolah denganku.”

“Siapa namanya?”

Yeri menatap Taeyeon dengan mengerutkan kening. “Kalau kau penasaran cari saja di Naver.” ujar Yeri sarkas.

Taeyeon mendecakkan lidahnya. Dia memilih melanjutkan makannya. Yeri yang mulai bosan menatap sekeliling apartemen Taeyeon. Dia menangkap sebuah figura yang tertelungkup di meja samping. Yeri meraihnya dan melihat foto Taeyeon dan Tiffany disana. Gadis itu kemudian membulatkan matanya menemukan ide.

“Unnie video call dengan Fany unnie. Please~”

Taeyeon yang mendengar nama Tiffany disebut reflek tersedak. Gadis yang lebih tua terbatuk beberapa kali. Yeri menyerahkan air minum disampingnya.

“Makan pelan-pelan unnie.”

Taeyeon menggeleng. “Kau bilang apa?”

“Aku bilang apa? Makan pelan-pelan unnie. Kau tidak mendengarnya?”

“Ani. Sebelum itu.”

Yeri menaikkan alisnya. “Aah, video call dengan Fany unnie?”

Untuk yang kedua kalinya Taeyeon tersedak. Yeri mengerutkan keningnya bingung dan menyerahkan air minumnya lagi.

“Unnie gwaenchanha?”

Taeyeon menggeleng. “Berhenti menyebut namanya saat aku tengah makan?”

“Nugu? Fany unnie?” tanya Yeri.

Dan ketiga kali, Taeyeon tersedak. Kali ini batuknya cukup lama. Setelah batuknya reda, Taeyeon meminum air minumnya lagi perlahan.

“Apa kata Fany unnie begitu ajaib?”

Untuk yang kesekian kalinya Taeyeon tersedak. Air minum yang tengah diminumnya muncrat keluar. Ada yang keluar dari hidung juga. Yeri meringis. Itu pasti perih.

“Stop menyebut namanya, okay?”

Yeri mengangguk patuh.

“Apa kau bertengkar dengan Fany unnie?” tanya Yeri polos.

Entah ke berapa kali Taeyeon lagi-lagi tersedak. Dia memegang dadanya yang sakit karena berkali-kali terbatuk. Yeri menutup mulutnya. Dia lupa. Atau mungkin sengaja karena senang mempermainkan unnie nya. Entahlah hanya Yeri yang tahu.

“Mianhae un-…”

Taeyeon menghentikan ucapan Yeri dengan telunjuknya.

“Kalau kau menyebut namanya lagi, Red Velvet akan ku blacklist dari daftar hoobae favorit.”

Yeri menggeleng dengan cepat. Dia mengangkat kelingkingnya, menandakan berjanji untuk tidak menyebut, ‘Fany unnie’ lagi.

Taeyeon mendesah. Dia bangkit dari duduknya dengan membawa piring berisi nasi goreng kimchi yang bersisa setengah. Yeri menekukkan bibirnya merasa Taeyeon marah dan kesal kepadanya. Namun detik kemudian dia mendengar ucapan Taeyeon yang membuatnya terkejut..

 

 

 

 

 

 

“Kajja kita video call dengan Fany unnie.”

 

 

 

 

‘Lah?’

 

 

Yeri hanya bisa terdiam di tempatnya dengan wajah dumbfounded.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hadeuh apalah ini gaje nian.. gua gabut oy wkwk

Entsch masih belom apdet yosh. Masih ada 2 ujian yg tersisa. US sama UN. Dan senin gw US gaes. Mohon doa restunya biar dimudahin ngerjainnya hehe..

Okay.. pai pai see u next fic~

Komen juseyongg~

Advertisements