Once in a Lifetime (Sequel It’s Love)

Once In A Life Time (Sequel It’s Love)

 

Author  : Bluemintice

 

Cast       : Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

 

Warning

Typo Bertebaran!!!

 

Happy Reading

 

♚♔

 

Taeyeon terbangun dari tidurnya, dia tidak mengingat dengan persis kronologi kejadian terakhir yang membuatnya harus terbaring lemah diranjang Rumah sakit ini.

 

Ingatan Terakhirnya adalah teriakan Tiffany yang memanggil namanya, menyuruhnya agar tetap sadar. Setelah itu semuanya terasa kabur. Dia tidak mengingat apapun.

 

Diliriknya segelas air putih yang berada dinakas meja disamping ranjang. Taeyeon Berusaha mengambil gelas itu, meskipun terasa sulit tapi rasa haus terlalu menyiksanya . tenggorokannya terasa kering seperti sudah tidak minum selama berbulan-bulan. karna tidak bisa mencapainya, Dia mengeluh dan memutuskan untuk kembali berbaring

 

“Taeyeon -ah kau sudah sadar.Seobang Taeyeon sudah sadar”

 

Jessica berteriak dengan kuat. Membuat Taeyeon menutup kupingnya dengan cepat, ketika Gadis itu sudah berlari memeluknya dengan erat

 

“Ssica-ah jangan berteriak. Kau lupa suaramu seperti apa” kesal Taeyeon melepaska  pelukan itu

 

“Akh… Aku hanya senang kau sudah sadar Taeyeon-ah” Jessica memeluk Taeyeon lagi dengan cepat dan menghadiahkannya dengan ciuman bertubi-tubi

 

“Yak! Kwon Yuri cepat hentikan istrimu ini ” kata Taeyeon berusaha melepaskan dirinya dari serangan ciuman Jessica begitu yuri memasuki ruangannya

 

Yuri hanya berdiri disamping Jessica tanpa mau bersusah payah membantu sahabatnya itu “Maaf Taeng, jika aku bisa pasti aku kulakukan “ kikik Yuri yang tak tahan melihat wajah mengernyit Taeyeon karna perlakuan istrinya

 

“Eish.. Yak Ssica-ya berhenti” protes Taeyeon setelah berhasil melepaskan pelukan Jessica

 

Jessica mengerucutkan bibirnya kesal,matanya berkaca-kaca. Dia langsung beralih memeluk Yuri. menangis dipelukan suaminya dengan tersedu-sedu

 

“Taeyeon-ah … Aku sudah pernah bilang padamu, bahwa wanita hamil itu sangat sensitive . apa kau tak mengingatnya? “ Kata Yuri mengusap punggung Jessica agar berhenti menangis

 

“Aku tidak tau jika seperti ini Yul. “ Ucap Taeyeon bergidik ngeri bercampur salah

 

Mereka berdua menolehkan kepalanya kearah pintu, ketika melihat Tiffany baru saja membuka pintu. Yuri yang sadar langsung memberikan kesempatan pada dua orang ini untuk mengobrol, dia mengajak Jessica yang sudah sedikit tenang untuk meninggalkan ruangan.

 

“Kau sudah sadar” Taeyeon menatap dalam kemanik mata Cokelat pekat milik Tiffany. Tanpa sadar dia merentangkan tangannya. Tiffany langsung berlari memeluknya, dan menumpahkan kesedihannya disana

 

“Kenapa kau jadi cengeng begini Hwang Miyoung.” ledek Taeyeon sambil membelai rambut Tiffany. lalu Menyuruhnya agar menaiki ranjang tempatnya berada

 

“Aku mengkhawatirkanmu Tae, aku takut kehilanganmu ” isaknya

 

“Berhenti menangis, kau terlihat jelek sekarang. “ Tiffany memukul lengan Taeyeon dengan pelan “kau tidak apa-apa khan?” Tiffany menggelengkan kepalanya dalam dekapan Taeyeon, menyurukan wajahnya lebih dalam kearah lekukan leher gadis itu

 

“Aku merindukanmu Tae.”

 

“Aku juga merindukanmu”

 

Entah siapa yang memulai keduanya sudah mendekatkan wajah mereka masing-masing. Membiarkan kedua bibir itu bertemu untuk pertama kalinya. Melampiaskan kerinduan yang begitu menggebu.Taeyeon melepaskan ciuman mereka membuat Tiffany merasa kehilangan.

 

Tiffany mencoba meraih wajah Taeyeon kembali. Mengecup bibir Gadis yang begitu dirindukannya.mengecupnya dengan rakus seakan takut tidak ada hari esok untuk menyatakan perasaanya. Tapi Taeyeon meraih wajah Tiffany, menangkup wajah gadis itu dengan kedua telapak tangannya. Kemudian menyentil Dahinya

 

“Mencuri Start dariku… Kau memang gadis nakal ”

 

Mereka dua terkiki geli. Kembali Taeyeon memeluknya, mencium kening gadis itu. Merasakan kembali hatinya yang menghangat karna kehadiran Tiffany yang kembali berada didalam keHidupannya

 

****

 

“Seobang sudah aku bilang, aku ingin masakan buatan Taeyeon. Kenapa kau tidak mengerti”

 

Jessica menangis karna Yuri tidak menuruti permintaannya. Wanita itu, menghentakkan kakinya dengan kasar tidak peduli bahwa dirinya sedang berada dalam masa hamil besar saat ini .

 

“Sayang… Ssica-ya.. Yeobo. Ini sudah tengah malam, besok saja kita kesana ya. Mereka pasti sudah tertidur.” mohon Yuri mencoba membujuk Istrinya

 

Setelah kejadian ciuman dirumah sakit, Taeyeon langsung melamar Tiffany. Dia sudah membulatkan Tekadnya untuk tidak melepaskan gadis itu lagi. Dan ketika dia keluar dari rumah sakit , mereka berdua langsung mengadakan pesta pernikahan secara kecil-kecilan. Karna Tiffany menginginkan pesta yang sederhana.

 

Ini adalah hari kedua pernikahan Taeyeon dan Tiffany , Tapi Jessica sudah tak bisa menahan diri lagi untuk tidak menyicipi masakan Taeyeon yang selalu disukainya. Dia juga tidak tau kenapa, semenjak kepulangan Taeyeon ke korea , Dia selalu ingin berada didekat sahabatnya itu

 

Yuri maupun Tiffany memaklumi keinginan Jessica , karna wanita itu sedang mengandung. Bahkan Tiffany tidak segan-segan mengancam Taeyeon agar mau mengelus perut Besar Jessica.

 

Jessica masih saja menangis disofa dudukan kamara, hingga membuat Yuri mendesah kesal. Dengan terpaksa , Dia mengambil gagang telfon bersiap menelfon Taeyeon. Tapi baru saja hendak menekan beberapa angka dia sudah mendengar suara jessica merintih kesakitan disana.

 

Dilihatnya air ketuban yang sudah mengalir dari kaki istrinya.dengan sigap dia menggendong Jessica masuk kedalam mobil mereka. Tanpa banyak kata dia juga menjalankan mobil itu dengan cepat membelah jalan seoul yang sepi ditengah malam

 

Yuri membiarkan Jessica melakukan apapun padanya , selama itu bisa melampiaskan rasa sakit istrinya. Dokter menyuruh Jessica agar tetap mengambil nafas dalam-dalam lalu menyuruhnya untuk berusaha mendorong bayinya dengan cepat keluar.

 

Satu teriakan kencang dari Jessica mengakhiri semuanya , bayi kecil itu menangis dengan kuat memenuhi ruang bersalin. Yuri meneteskan airmatanya dengan bahagia. Diciumnya kening Jessica berkali-kali, mengucap syukur dan rasa terimakasih pada perempuan itu.

 

Pagi pun menjelang , Yuri menatap Haru bayi yang masih tergelak manis didalam Box bayi . Setelah tadi dia melihat secara langsung Bayinya menyusu pada sang istri , dengan tangisnya yang menggelegar membuatnya bahagia. Jessica menatap Yuri yang masih saja menatap tak percaya kearah buah hati mereka. Digelengkannya kepalanya dengan senyum merekah

 

“Masih belum mempercayainya Seobang? “Tanya Jessica

 

“Ouwh , ini seperti sebuah keajaiban. Selama 9 Bulan dia berada didalam perutmu. Sekarang dia sudah berada ditengah-tengah kita. Ini menakjubkan. Terimakasih untuk hadiah terindah ini Yeobo. “ Yuri mencium kening Jessica dengan hangat

 

“Permisi apa kami menggangu kegiatan romantis kalian ” celetuk Taeyeon yang datang dari balik pintu dengan Tiffany yang berada di belakangnya.

 

“Oh kalian sudah datang. Aigoo … Tidak perlu repot-repot memberikan kado fany-ah ” ucap Yuri menerima kado dari tangan Tiffany

 

“Tidak apa Yul, Tiffany sangat bersemangat dengan keponakan pertamanya ” kekeh Taeyeon mengingat kembali tingkah istrinya ketika Mereka berada dalam Toko Baby shop. istrinya itu tampak bingung menentukan hadiah apa yang akan mereka berikan pada Bayi mungil pasangan Yuri dan Jessica

 

“Bolehkah aku menggendongnya? “ Izin Tiffany pada kedua orangtua baru itu

 

“ Tentu Saja, dia khan keponakanmu Tiffany. Tidak mungkin aku melarangmu menggendongnya ” jelas Jessica

 

Dengan mata berbinar Tiffany menerima bayi itu, ketika Yuri memberikan padanya. Taeyeon bukan tidak paham, ada raut senang dan sedih diwajah cantik istrinya. Tapi dia  hanya membiarkanya terlebih dulu.

 

“Dia sungguh Tampan. Siapa namanya ” kata Tiffany mencium pipi gembul bayi itu

 

“Kwon Yoona.”jawab Yuri mantap

 

“Hai Baby Yoong . Cepatlah tumbuh besar eoh , jadilah pria tampan dan baik hati seperti Eomma dan Appamu. Imo menyayangimu ” ucap tiffany menimang-nimang Baby Yoong sambil menciumi pipi gembulnya

 

“Tentu saja dia akan tampan sepertiku Fany-ah,tapi aku tetap lebih tampan darinya “ kata Yuri dengan percaya dirinya

 

Setelah mendengar perkataan Yuri dengan segudang kepercayaan dirinya, Baby Yoong menangis dengan kuat. Seolah protes dengan perkataan Appanya itu

 

“Lihat dia tidak setuju dengan perkataanmu Seobang ” Jessica meraih Baby Yoong dari pelukan Tiffany membiarkan Bayi itu kembali mendapat asupan gizi dari sang Eomma

 

Taeyeon tertawa melihat Yuri yang kalah telak dengan anaknya sendiri, bahkan dia tak segan-segan mencibir kembali Yuri yang tengah menatap kesal padanya

 

“Awas kau Kim Taeyeon Midget”

 

****

 

Taeyeon memperhatikan Tiffany yang melamun menatap keluar jendela mobil mereka. Membiarkan anak rambut indah istrinya terbang karna semilir angin yang berhembus.

 

“Aku punya hadiah untukmu, tapi akan kuberikan nanti. Sekarang tidurlah perjalan kita masih jauh. Aku akan membangunkanmu jika sudah sampai”

 

Tiffany memberikan senyum terbaiknya untuk sang suami. membiarkan gadis itu mengatur tempat duduknya sedemikian rupa agar dirinya dapat beristirahat. Selama perjalanan mereka, tidak sekali pun Tiffany melepaskan genggaman Taeyeon dari tangannya. Membiarkan Tangan itu menjadi teman tidurnya.

 

Taeyeon menghentikan mobilnya di sebuah rumah sederhana dengan warna bercat warna-warni seperti Taman kanak-kanak.dia menatap Tiffany yang masih tersenyum dalam tidurnya. Membiarkan gadis itu tertidur sedikit lebih lama. Dan seketika Percakapannya dengan Yuri kembali lagi terngiang didalam difikirannya

 

“Aku tau apa yang kau pikirkan Yul. Aku juga merasakan apa yang Tiffany inginkan ” kata Taeyeon pada Yuri ketika mereka sudah berada dikantin rumah sakit meninggalkan istri mereka yang terlihat sibuk dengan kehadiran baby yoong

 

“Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang” tanya Yuri menyesap minuman sodanya

 

“Aku sudah merencanakan ini jauh hari sebelum kami menikah. Aku pikir, aku akan mengadopsi seorang bayi untuknya. Bagaimana menurutmu?”

 

“Apa kau sudah membicarakannya dengan Tiffany? “ Tanya Yuri lagi

 

“Tidak. Aku ingin memberikan sebuah kejutan untuknya.”

 

“Aku turut mendoakan yang terbaik untuk kalian Taeng. Kau tau kita sudah berteman lama, jadi jangan segan meminta bantuanku”

 

“Aku tau. Aku turut senang karna kau yang menjadi suami sahabatku yang cerewet itu Yul” Yuri terkekeh geli mendengar perkataan Taeyeon

 

“Dan aku berharap kalian memilih seorang bayi perempuan. Mengingat Bayiku adalah seorang Namja. “ Usul Yuri

 

“Heh kenapa kau mengatakan itu”

 

“Tentu saja, untuk menjodohkan mereka kelak Paboo. Kalau bukan itu untuk apalagi coba”kesal Yuri

 

“Baiklah aku akan mengatakan permintaanmu pada Tiffany. Tapi aku tidak berjanji Yul”

 

Taeyeon tersentak dari lamunannya ketika merasakab pergerakan Istrinya itu “Kau sudah bangun? “

 

Taeyeon menatap Tiffany yang mengerjapkan matanya dengan lucu, berusaha menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya yang menerpa wajah cantiknya

 

“Kita ada dimana Tae? “ Tanya gadis itu ketika sudah bisa memperjelas penglihatannya

 

“Ayo ikut aku. aku akan menunjukan hadiahku untukmu”

 

Tiffany hanya bisa pasrah membiarkan Taeyeon menarik Tangannya memasuki rumah yang sama sekali tidak dikenalinya. Keningnya mengkerut membaca papan nama yang bertuliskan nama Panti Asuhan ‘Santa Maria’. Untuk apa Taeyeon mengajaknya kesini

 

“Kalian sudah datang. Ayo silahkan masuk” wanita paruh baya itu membimbing Tiffany dan Taeyeon masuk kedalam ruangan Salah satu panti asuhan.

 

Disana mereka melihat anak-anak kecil yang berlari dengan tawa riang. Tiffany menatap Taeyeon yang membalas kebingungannya dengan senyuman

 

“Inilah hadiahku” kata Taeyeon “aku tau kau pasti juga menginginkan menjadi seorang ibu sama seperti Jessica, meskipun kau tidak mengatakannya padaku tapi aku tau apa yang kau rasakan. Maka dari itu aku mengajakmu kesini. Kita akan mengadopsi salah satu dari mereka”

 

Tiffany membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang dikatakan suaminya. detik berikutnya dia memeluk Taeyeon dengan erat, mengucapkan kata terimakasih yang sangat padanya

 

“Mari saya antar anda keruangan bayi Nona” wanita paruh baya itu menggiring mereka kembali memasuki salah satu ruangan yang berisi bayi-bayi “kami baru saja kedatangan dua malaikat seminggu yang lalu Nona, kedua orangtuanya meninggal dalam kecelakaan beruntun. Apa anda ingin melihatnya”

 

Tiffany mengangguk dengan penuh antusias, Taeyeon tidak pernah melihat Tiffany seantusias ini sebelumnya. Semenjak perceraiannya bersama Siwon, gadis ini selalu tidak bisa mengekspresikan perasaanya.

 

Tiffany melihat bayi yang ditunjukan wanita paruh baya itu padanya. Mata bayi itu bulat dengan pipi gembul layaknya bakpao. Belum lagi badannya yang sangat gempal.membuat Tiffany tanpa sadar meraihnya kedalam pelukannya lalu menciumnya

 

“Sepertinya kami sudah menemukan yang kami cari Ahjumma ” kekeh Taeyeon melihat tingkah lucu Tiffany

 

Keceriaan mereka terhenti seketika karna seorang namja kecil menarik gaun yang dipakai Tiffany dengan sedikit kuat. Mereka mengalihkan tatapannya pada bocah kecil yang menangis memohon pada Tiffany

 

“Ahjumma jangan bawa adikku” bocah itu menangis sembari mengucek matanya. Tiffany langsung memberikan bayi itu dalam pelukan Taeyeon. Membawa bocah yang masih menangis itu dalam pelukannya

 

“Maafkan kami Nona. dia ini adalah salah satu dari malaikat yang tadi saya katakan” kata wanita itu

 

“Siapa namamu bocah tampan? “ Tanya Tiffany mengusap wajah bocah itu yang penuh dengan airmata

 

“Haru. Kim Haru”jawab bocah itu

 

“Kenapa menangis ” hibur Tiffany

 

“Karna ahjumma ingin membawa adikku. Jangan membawanya ahjumma ” bocah itu menatap Tiffany dengan mata bulat lucu seperti milik Taeyeon.

 

“Kalau saya Boleh tau , Berapa umur kedua anak ini ahjumma? ” Tanya Taeyeon setelah paham Tiffany tertarik pada dua kakak beradik ini

 

“Haru baru saja berumur 3 tahun nona. Sedangkan si kecil seohyun baru berumur seminggu. Dia baru saja lahir” ucap wanita paruh baya itu sedikit sedih

 

“Begini Ahjumma bisakah kau mengatur berkas pengadopsian hari ini juga. Sepertinya kami tidak hanya menemukan satu malaikat untuk meramaikan rumah kecil kami” kata Taeyeon mengedipkan mata jahil pada Tiffany

 

“Tae… “ Kata Tiffany tertahan

 

“Sst… Sudahlah. Kita akan mengadopsi mereka. Nah jagoan sekarang jangan menangis lagi eoh. Kami tidak akan membawa adikmu tapi kami akan membawamu juga. Apa kau senang” bocah kecil itu bergerak kegirangan dalam pelukan Tiffany

 

“Baiklah saya akan mengurusnya. Tunggu sebentar nona” kata wanita paruh baya itu meninggalkan mereka

 

“Setelah ini sepertinya kita akan sibuk ” desah Taeyeon berpura-pura sedih

 

“Terimakasih Tae … Terimakasih untuk semua kebahagiaan yang kau berikan untukku ”

 

“Hei apa yang kau katakan. Kau istriku Ppany-ah, sudah tugasku sebagai suami untuk membahagiakanmu “ucap Taeyeon

 

“Ahjumma apa nanti aku akan mempunyai kamar penuh dengan mainan? ” Kata Bocah kecil bernama Haru itu

 

“Tentu saja sayang. Daddy akan membelikannya untukmu. Sekarang mintalah pada Daddy”kata Tiffany mengelus sayang rambut Haru

 

“Daddy, apa Daddy akan membelikan mainan yang banyak untukku dan Seohyun “ tanya Haru dengan wajah lucunya pada Taeyeon

 

“Daddy akan memberikan apa yang kau mau . asalkan Haru mencium Mommy dan bilang kalau Haru menyayanginya”

 

Bocah kecil itu menghadapkan wajahnya pada Tiffany. Mencium keseluruhan wajahnya dengan cepat

 

“Haru sayang Mommy “ucap bocah itu

 

“Mommy juga sayang Haru ” kata Tiffany langsung mencium kening Haru dengan sayang

 

****

 

“Yak Kim Taeyeon … apa yang kau lakukan eoh. Aku baru saja memiliki seorang malaikat tapi kau sudah memiliki dua orang malaikat yang begitu lucu. Kau tidak berusaha mengalahkanku bukan ” protes Yuri ketika pertama kali menunjungi kediaman pasangan Taeyeon – Tiffany

 

“Membuat Bayi bukan ajang perlombaan Seobang ” kata Yuri mencubit pelan perut Yuri

 

Tiffany dan Taeyeon tertawa geli mendengar gerutuan Yuri pada mereka. Jessica meletakan Bayinya tepat disebelah Bayi Tiffany yang sedang bermain dengan Haru.

 

“Aku senang melihatmu bahagia Taeng. ”

 

“Aku merasa hidupku sudah cukup dengan adanya mereka Yul. Aku tak menginginkan apapun lagi sekarang “ balas Taeyeon.

 

***

 

Taeyeon kembali menggiring Tiffany masuk kedalam kamar mereka. Setelah menidurkan Haru, dia berencana menikmati malam romantisnya dengan Tiffany. Mengingat kedua bocah itu yang selalu bisa menggagalkan niatnya setiap malam.

 

Dengan perlahan dia membaringkan Tiffany, menjelajahi wajah cantik istrinya dengan kedua iris bola matanya.

 

“Lakukan dengan cepat, sebelum kedua malaikatmu terbangun Tae. ”

 

Bagaikan Lampu Hijau, Taeyeon segera meraup bibir Tiffany. Menyelesaikan Hasrat mereka yang selalu tertunda semenjak kedatangan kedua malaikat yang selalu memonopoli Tiffany darinya

 

“Ppany-ah Saranghae”

 

“Nado Saranghae Taeyeon -ah”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tuh yg mau sequel..

Entsch ditunggu tar malem ato besok~

Pupye~ see u next fic~

Advertisements

It’s Love

IT’S LOVE

​​Author :

◈Bluemintice

Cast :

Kim Taeyeon

Tiffany Hwang

Kwon Yuri

Jessica Jung

Choi Siwon

Warning

Typo Bertebaran!!!

Happy Reading

 

♚♔

 

“Taeyeon-ah apa kau benar-benar akan pergi? Benarkah keputusanmu ini sudah bulat?”

Taeyeon menatap sedih kearah Jessica yang masih menunggunya untuk berubah pikiran. Bukan dia tak mau membatalkan kepergian ini, dia tak ingin terluka lagi. Baginya melihat wanita itu bahagia dengan kekasih hatinya sudah cukup untuknya.

“Maafkan aku sica-ah. Maaf karna juga harus meninggalkanmu.”kata Taeyeon mengelus surai rambut gadis blonde itu. Jessica meraih Taeyeon kedalam pelukannya, airmatanya mengalir membasahi kemeja Taeyeon

“Jangan beritahu Tiffany mengenai kepergianku. Sudah cukup aku melihatmu menangis, aku juga tidak ingin melihatnya menangis. Kalian berdua sangat berarti untukku.”Jessica menganggukkan kepalanya dalam dekapan Taeyeon

“Apakah kau takkan kembali?” Taeyeon hanya tersenyum menanggapi perkataan Jessica. Dilepaskannya pelukan wanita itu. Kemudian berbalik arah mengambil kopernya

“Jaga dirimu Jess.. “ kata Taeyeon melambaikan tangannya pada Jessica yang masih berdiri mematung memandangi kepergiannya

 

From : sica

 

Jaga dirimu juga Tae…

Kau tau, aku akan selalu merindukanmu. Jadi, cepatlah kembali.

 

Taeyeon membaca pesan yang baru saja dikirim Jessica keponselnya. Ditatapnya foto mereka bertiga yang selalu menjadi walpaper pada ponselnya

“Aku juga akan selalu merindukanmu Sica-ah. Begitupun dirinya.”kata Taeyeon sembari mencabut baterai ponselnya dengan kasar. Kemudian mencabut kartu sim itu untuk segera dipatahkannya

“Selamat tinggal Seoul… ”

****

“Taeyeon-ah Siwon oppa mengajakku berkencan dia bilang dia menyukaiku. Apa yang harus aku katakan padanya?“ ucap gadis manis ber-eyes smile itu pada gadis mungil yang berada disisi ujung ranjang mereka

“Kenapa kau bingung, bukankah selama ini kau bilang kau menyukainya?” tanya gadis manis itu sedikit heran.

“Aku hanya sedikit nervous Tae.. Kau tau aku tak menyangka dia juga menyukaiku.”

 

“Sekarang berdandanlah yang cantik. Lalu katakan padanya jika kau juga menyukainya.” Taeyeon membetulkan poni Tiffany yang sedikit berantakan akibat ulah tangan gadis itu tadi yang mengacak-acak rambutnya

“Baiklah. Terimakasih Taeyeon-ah.”ucap Tiffany beranjak pergi setelah dia mengecup pipi Taeyeon

‘Melihatmu bahagia adalah tujuan utamaku Ppany-ah. Kuharap dia bisa menjagamu’

 

.

 

.

 

.

 

“Siwon oppa melamarku hari ini, Tae!“ kata Tiffany menunjukan cincin manis yang bertengger dijari manisnya. 

“Kenapa wajahmu tidak menyiratkan kalau kau bahagia? Seharusnya kau bahagia ppany-ah.” ucap Taeyeon yang membiarkan tiffany bermain-main dengan jari-jarinya

“Entahlah,aku juga tidak tau kenapa aku bisa begini. Aku bertanya pada Jessica, dan dia bilang aku hanya terkena syndrome pra-married.” Tiffany memeluk Taeyeon membiarkan bau parfum gadis itu memenuhi penciumannya.

“Benar apa yang dikatakan Sica, kau hanya terlalu takut.” kata Taeyeon tertawa menutupi rasa sedihnya. “Apa yang membuatmu tidak yakin pada Siwon oppa? Bukankah dia pria yang baik? Dia bahkan sangat menyayangimu.”

“Entahlah Tae, aku juga tidak tau. Tapi Taeyeon -ah, apa kita masih bisa seperti ini? Selalu bersama setelah aku menikah nantinya. Apa kita akan tetap bisa menghabiskan waktu dikedai ahjussi kwon sambil memakan ice cream? Dan juga apa aku masih tetap bisa memelukmu seperti ini?” tanya Tiffany mendongakkan wajahnya menatap Taeyeon yang menatap langit kamarnya yang ber-cat pink. Warna kesukaan gadis itu

“Ppany-ah ketika seorang gadis memutuskan untuk menikah dengan pria yang dicintainya, saat itu juga prioritasnya bukan lagi pada keluarganya ataupun sahabatnya. Kau mengerti maksudku kan?” Gadis itu menggeleng mendengar perkataan Taeyeon.

“Nanti kau juga akan mengerti perkataanku. Sekarang aku pamit pulang, karna besok aku harus mengurus beberapa berkas dikantor.”kata Taeyeon bangkit dari tempat ternyaman dalam hidupnya.

“Apa kita besok akan tetap bertemu?”

“Tentu saja… Aku selalu ada untukmu”

‘Setidaknya sampai aku merasa lega harus melepasmu pada pria yang tepat. Pria yang akan menggantikan posisiku untuk menjagamu ppany-ah‘

“Tidurlah ini sudah malam. Selamat tidur miyoung-ah”ucap Taeyeon mengecup kening Tiffany yang mulai memejamkan matanya

“Selamat tidur Tae… “

.

 

.

 

.

 

“Yak!!! Kim Taeyeon dimana kau sekarang!! Kenapa kau tidak datang ke acara pernikahan Tiffany. Cepat datang, sebelum aku memukul pantatmu” teriak Jessica kesal karna mendapati Taeyeon tak kunjung hadir ditempat ini.

“Maafkan aku Sica-ah.. Aku tidak bisa. Aku harus pergi”

“Mworago… Kau pikir bisa membodohiku? Cepat datang, jika kau tidak datang dalam kurun waktu 30 menit aku akan membakar kantor bodohmu itu. Kau menger… “ Ucapan Jessica terpotong oleh suara operator bandara Dia menatap ponselnya sekali lagi memastikan dengan benar bahwa itu nomor sahabatnya Kim Taeyeon.

“Kau bercanda kan, Kim?! Katakan dimana kau sekarang!“ emosi Jessica

“Incheon.”

Satu kata dari Taeyeon, membuat Jessica dengan cepat mematikan ponselnya. Menarik kekasihnya Kwon Yuri dengan cepat, membuat pria Tanned itu mengernyit heran.

“Antar aku kebandara sekarang!”

Kwon Yuri tanpa banyak kata melajukan mobilnya dengan cepat. Bukan tanpa sebab, mercedes merah itu melaju dengan batas laju diatas rata-rata. Dia melihat Tangisan Jessica, merasa ada yang tidak beres dengan itu. Hingga membuatnya melaju seperti ini. Membelah jalan Seoul secepat yang dia bisa.

****

4 Tahun kemudian…

 

“Ms. Kim, ini berkas yang anda minta.”

“Terimakasih Gustav. Nikmati makan siangmu dengan baik.” Lelaki manis dengan lesung pipi yang menggoda itu, pamit dari hadapan Taeyeon.

Dia melirik kalender yang berada disamping berkas, yang baru saja diletakan Gustav diatas meja kerjanya. 1 Agustus. Hari ulangtahun Tiffany. Dia tersenyum sembari memutar ulang, memori indahnya dengan gadis itu. Bagaimana setiap tahunnya, mereka selalu merayakan ulangtahun Tiffany tepat pada pukul 12 malam. Diatap balkon kamarnya. Menyisakan Jessica yang lalu mengomel pada mereka, karna kebodohannya yang tidak bisa bangun tepat waktu.

Dan ini sudah 4 tahun semenjak kepergiannya.entah bagaimana kabar gadis itu sekarang?  Dia tidak mau mencari tau, karna itu sama saja mengorek luka lamanya yang sudah susah payah disembuhkannya.

“Selamat ulangtahun Miyoungku.”

Taeyeon segera beranjak dari tempat duduknya, setelah mengucapkan kalimat yang sama selama 4 tahun ini diucapkannya ketika hari ulangtahun Tiffany tiba.

Setelah menerima sebuah pesan dari sekretaris-nya,Taeyeon melangkahkan kakinya meninggalkan gedung ini. Berharap dengan adanya bisnis hari ini, membuatnya sedikit lupa dengan ulang tahun gadis itu.

*****

“Kaukah itu Kim Taeyeon?”

Taeyeon mendongakkan kepalanya, melihat dengan pasti seseorang yang memanggilnya. Yuri langsung memeluk Taeyeon dengan erat, tak menyangka bisa kembali dipertemukan dengan sahabat dari gadis yang dicintainya

“Ya.. Kwon Yuri kau banyak berubah eoh. Kau terlihat semakin sexy sekarang.” ledek Taeyeon tanpa maksud pada Yuri

“Tentu saja midget. Setiap hari aku melakukan olahraga bersama sahabat baikmu itu. Dan hasilnya dia sekarang tengah mengandung anakku.” bangga Yuri

“Omo.. Kau dan si tukang tidur itu?“ kata Taeyeon menutup mulutnya tak percaya

“Begitulah Kami menikah 8 Bulan yang lalu. Dan hei… Bagaimana kabarmu?  Kami susah sekali menghubungimu selama ini. Apa kau sudah menikah?” cerocos Yuri tanpa henti.

“Kau semakin cerewet saja Kwon Yuri. Apa menikah dengan Jessica membuatmu jadi seperti ini?“ Selidik Taeyeon sambil menerima berkas yang disodorkan Yuri padanya dan mulai membaca berkas itu.

“Hmm.. Sedikitnya begitu. Semenjak dia hamil, dia semakin cerewet. Dan aku harus bisa tahan mendengar suara melengkingnya setiap hari.” Taeyeon hanya tersenyum mendengar perkataan Yuri. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana sabarnya Yuri menghadapi Jessica sahabatnya yang terkenal cerewet dengan suara ultrasound lumba-lumba nya. ”Kau belum menjawab pertanyaanku sobat, apa selama ini kau berada disini?”

“Ya.. Selama 4 tahun aku berada disini. Dan jika kau menayakan aku sudah menikah atau belum, jawabanku adalah tidak. Aku belum menemukan seseorang yang tepat, dan maaf karna tidak bisa hadir dalam pernikahan kalian.” jawabnya

“Tidak apa Taeng.. Aku senang perjalanan bisnisku kali ini bisa bertemu denganmu. Tidakkah kau ingin tau keadaanya?”

Taeyeon menggenggam bolpoinnya dengan kuat, dia tau apa yang dimaksud Yuri dengan mengatakan itu. Tidak, dia sungguh belum siap dengan kabar itu.

“Sepertinya stempel perusahaanku tertinggal dimobil. Sebentar aku mengambilnya dulu.” Taeyeon mulai bangkit dari duduknya berusaha menghindar.

“Dia menderita Tae.” Satu kalimat dari Yuri membuat Taeyeon membeku ditempatnya berdiri. “Siwon menyakitinya dengan berselingkuh.”

Taeyeon membalikan tubuhnya menghadap Yuri. Menunggu penjelasan singkat dari Pria Tanned itu.

“Siwon selalu memukulnya ketika Tiffany hendak meminta cerai. Membuat Tiffany stress dan mengalami pendarahan. Dia kehilangan bayinya untuk kedua kalinya Taeyeon-ah.”

Taeyeon langsung terjatuh ditempatnya. Gadis itu menangis, membayangkan bagaimana Tiffany menderita tanpa ada dia yang bisa menjaganya disana, menenangkan gadis itu dari rasa takutnya.Yuri menuntun Taeyeon untuk kembali duduk ditempat mereka. Karna beberapa orang mulai memperhatikan mereka saat ini.

“Pulanglah bersamaku Tae. Dia membutuhkanmu.”

Taeyeon menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Yuri.dengan cepat dia mengurus segala kepindahannya saat ini, dia akan bertindak egois kali ini saja. Dia takkan melepaskan Tiffany untuk kedua kalinya. Tidak selama dia masih hidup dan bernafas, gadis itu akan bersamanya. Selamanya.

****

Ketika dia mendarat untuk pertama kalinya di Seoul setelah 4 tahun kepergiannya dari Negara ini. Taeyeon langsung menyuruh Yuri untuk melajukan mobil mereka ketempat dimana Tiffany berada.

Yuri hanya tersenyum mengiyakan permintaan Taeyeon. Dia tau gadis itu lelah, tapi dia juga tau memastikan keadaan Tiffany dalam keadaan baik adalah tujuan utama dari gadis yang sedari tadi duduk dengan gelisah disampingnya ini.

“Sepertinya tidak ada orang disini.” ucap Yuri ketika mereka sampai didepan rumah kediaman Tiffany. Lama mereka menunggu sampai akhirnya suara barang pecah membuyarkan lamunan mereka berdua.

“Yuri-ah suara apa itu? Aku akan masuk melihatnya. “ kata Taeyeon membuka pintu mobil mereka.

“Taeng, ini berbahaya. Jangan masuk kedalam.” cegah Yuri menahan pergelangan tangannya.

“Aku harus memastikan keadaanya Yul. Jika aku tidak keluar dalam 5 menit, tolong telfon pihak berwajib.”

Taeyeon berlari memasuki rumah itu. Mendobrak pintu dengan sedikit kuat, sampai pintu itu terbuka. Taeyeon mencari suara keributan dari dalam rumah tersebut. Dilihatnya Siwon yang hendak mendaratkan pukulannya kearah wajah Tiffany. Dia langsung berlari melindungi Tiffany, membiarkan dirinya yamg terkena pukulan dari tangan siwon.

Tiffany menjerit histeris melihat tubuh Taeyeon tersungkur didepannya dengan sudut bibir yang sobek.dengan cepat Taeyeon menghapus jejak darah dibibirnya. Kemudian meraih Tiffany dalam pelukannya. Melindungi gadis itu dari suaminya yang hendak kembali melayangkan pukulan.

“Jangan pernah berani memukulnya Siwon-ssi. Atau kau akan berhadapan denganku.“ ancam Taeyeon.

“Seorang Kim Taeyeon mengancamku? Kau bukan tandinganku, sekarang lepaskan istriku dan pergi dari sini.”

“Aku tidak akan pergi dari sini sebelum membawa Tiffany bersamaku.”

Siwon mengeram marah, dia menarik kaus Taeyeon dengan cepat dan memukul gadis itu dengan membabi buta.Taeyeon tidak peduli jika saat ini dia harus mati ditangan pria ini, dia pantas mendapatkannya karna telah membiarkan gadis itu menderita selama ini.

Taeyeon berteriak menyuruh Tiffany untuk keluar dari rumah ini, Tiffany menggelengkan kepalanya. Dia memohon pada Siwon agar melepaskan Taeyeon. Taeyeon berhasil menggulingkan Siwon yang memiliki badan kekar itu,didorongnya Tiffany keluar dari rumah ini. Membiarkan dirinya kembali menjadi sasaran empuk Siwon.

Taeyeon merasa dirinya diambang batas kesadarannya saat ini. Dia sudah tak sanggup lagi. Dia hanya bisa pasrah ketika Siwon hendak kembali memukulnya.

Suara teriakan polisi menghentikan pergerakan Siwon. Dengan cepat mereka menahannya, memborgol tangan pria. Yuri dan Tiffany langsung meraih Taeyeon.

“Taeyeon -ah.. “ kata Yuri menepuk-nepuk pipi Taeyeon yang setengah sadar.

“Kau selamat, maaf karna aku meninggalkamu sendiri ppany-ah.” ucap Taeyeon terbatuk-batuk

“Tae..buka matamu. ” Isak Tiffany melihat Taeyeon mulai memejamkan matanya.

“Kim Taeyeon tetap buka matamu.. Ambulans akan segera datang. Kau harus tetap sadar.”panik Yuri.

Taeyeon hanya tersenyum, dia menatap wajah mereka untuk terakhir kalinya sebelum kesadarannya hilang. Teriakan histeris Tiffany adalah hal terakhir yang didengarnya sebelum dia menutup mata.

 

 

 

END

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I’m back wkw.

Kali ini gw bawain ff karya author wp sebelah a.k.a bluemintice. Yang prnah mampir di wp nya pasti tahu.

Wokayy gw mau nanya yg di update cepetan Enterprischool nya dulu apa No Secret? Dua2nya msh dua chapter kan hehe.

Komen juseyo~

Kalo ngga besok ya minggu gw apdet tu dua ff, Entsch or NS.

Pupye~ See u next fic~

Lipbalm (Drabble)

Title : Lipbalm

Main Cast : Kwon Yuri, Jessica Jung

Sub Cast : TaeNy

.

.

.

Happy reading~

 

Liburan musim panas Yuri habiskan hanya didalam apartemen miliknya dan Jessica. Sebenarnya gadis tanned itu bosan, namun apa yang bisa dilakukannya sementara kekasihnya yang pemarah dan manja melarangnya? Dia tidak akan berani keluar kalau tak mau kepala atau pipinya memar akibat pukulan sang Ice Princess. Jessica memang ringan tangan, tapi itu semua tidak merubah semua kecintaan Yuri padanya. Yuri tau Jessica juga sangat mencintainya. Hanya saja perlakuan kasarnya terhadap Yuri merupakan bentuk kasih sayangnya mungkin.

Hari ini Yuri berbaring malas-malasan di karpet ruang tengah apartemennya. TV dibiarkan menyala tanpa sedikitpun gadis itu menontonnya. Dia meraih ponsel berlogokan apel tergigit miliknya dan mengetikan sesuatu, namun ia urungkan kembali pesannya. Mulai mengetik kembali, lalu ia hapus. Mengetik, hapus. Begitu seterusnya sampai dia merasa lelah. Namun setelah berfikir lagi, dia menemukan kata yang sesuai dan mengetikannya di layar ponselnya.

To : Kim Midget

Taeng, aku tau semalam kau dicampakan Tiffany. Ke apartemenku sekarang. Jessica melarangku keluar. 

 

Cukup lama Yuri tak mendapat balasan. Namun di detik terakhir dari menit ke sepuluh, sebuah notifikasi terdengar di ponselnya. Yuri membuka dan membacanya.

From : Kim Midget

Sialan kau, Yul. Ini semua gara-gara kau tahu. Baiklah, aku akan kesana lima belas menit lagi. Lagipula Tiffany masih marah padaku.

 

Yuri tertawa sendiri membaca balasan dari sahabatnya, Taeyeon. Semalam mereka sedang double date dengan pasangan masing-masing. Saat para wifey sedang kebelakang untuk mengurusi urusan mereka, Yuri menantang Taeyeon untuk mendekati wanita yang duduk sendirian di meja seberang dan meminta nomor teleponnya. Jika berhasil, Yuri akan membelikannya PS Vita keluaran terbaru. Tentu saja Taeyeon tak mau menyiakannya. Apalagi seluruh set game miliknya telah ludes dijual kekasihnya karena Tiffany sangat membenci Taeyeon dengan segala game yang dimilikinya. Tawaran Yuri begitu menggiurkan. Dan jadilah malam itu Taeyeon mendekati wanita itu untuk mendapat nomor teleponnya. Alangkah sialnya, Tiffany melihat itu semua dan- BOOM! Perang dunia ke-3 terjadi!

Yuri masih merasa geli dengan kejadian semalam saat Tiffany menarik telinga Taeyeon dengan keras.

Saat sedang bahagia dalam pikirannya akan Taeyeon, Yuri melihat Jessica yang duduk diatas sofa dengan membawa lipbalm. Yuri bangkit dari tidurnya dan ikut duduk disebelah kekasihnya. Jessica dengan wajah datarnya mengoleskan lipbalm di bibir mungilnya.

“Baby, kau sedang apa?” tanya Yuri.

“Mengoleskan lipbalm.” Jawab Jessica sekenanya.

“Mengoleskan lipbalm untuk?”

Jessica menghela nafasnya. “The weather is dry, seobang. Do you want to put some on?”

Yuri berpikir sejenak. Tiba-tiba ide jahil muncul di otaknya. Dia meraih pipi Jessica dan mendekatkan wajahnya. Diciumnya bibir mungil kekasihnya yang terkejut dengan perlakuan Yuri yang tiba-tiba ini. Wajah Jessica memerah.

“I put some on.” Ujar Yuri dengan wajah tak berdosanya.

Jessica benar-benar malu dan terkejut dengan kejadian tadi. Dia memukul kepala Yuri lumayan keras hingga timbul benjolan diatasnya. Jessica lalu berlari ke arah kamarnya, meninggalkan Yuri yang masih bertahan dengan senyum bodohnya tadi.

Dia tak sadar Taeyeon melihatnya dan tengah menahan tawanya di depan pintu apartement.

“Satu sama, Yul.” Ucap Taeyeon dan berjalan mendekati Yuri dengan wajah konyolnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Selingan hwahaha. Update nya mgkn seminggu kedepan coz mulai menyibukkan diri sm pelajaran :v

Ini diadaptasi dr manhua tp ak modifikasi sedikit. Ini jg prnah ak post di wp lama so yg prnah baca yaa begitulah.

Oke bye see u next fic~

Sweet Love [Epilog]

Tittle : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

Taeyeon mengusap kepala bagian depannya perlahan. Dia meringis pelan saat menyentuhnya. Dia lalu mengambil kain yang sudah berisi es dan mendekatkannya di kepalanya.

“Argh. Jenong sialan!” rintih Taeyeon sambil mengumpat.

 

1 jam sebelumnya…

Semua bagian tubuh Yuri bergetar. Terutama kaki dan tangannya. Saat ini dia sedang berada di sebuah salon yang sudah meriasnya. Hari ini adalah hari pernikahannya bersama Jessica. Wanita itu gugup bukan main. Awalnya dia sangat siap dan bersemangat. Namun begitu tiba di salon, wanita itu berubah menjadi gugup mengingat beberapa jam lagi dia akan mengucap janji suci bersama wanita yang dicintainya itu. Mungkin itu juga yang membuatnya memilih menggunakan salon sendiri dibandingkan merias dirinya di lokasi pernikahannya dengan Jessica.

“Yul, ayolah. Kita sudah terlambat. Jessica akan membunuhku kalau seperti ini.” rengek Taeyeon.

“T..T.. T.. Ta.. Taeyeon-ah, a.. a.. aku gugup.” ucap Yuri terbata. Dia menggigit bibir bawahnya.

Taeyeon menghela nafasnya. Dia lalu mengambil sesuatu di dalam tas ransel yang biasa dia bawa di mobilnya.

“Tenangkan dirimu dengan ini. Aku keluar dulu. Kalau kau sudah siap, panggil aku.” Taeyeon menyerahkan sebuah alkitab pada Yuri yang dibalas tatapan bingung dari Yuri. Namun begitu, wanita tan itu tetap mengambil alkitab dari tangan Taeyeon.

Setelah sedikit membacanya, Yuri mulai rileks. Dia lalu menghembuskan nafasnya panjang dan mengangguk mantap. Dia memanggil Taeyeon dan mereka segera berangkat menuju lokasi pernikahannya.

 

“YA! KENAPA KAU MEMBAWA YURI-KU LAMA SEKALI, HAH?!” teriak Jessica sembari tangannya memukul kepala Taeyeon bertubi-tubi.

“Aw aw aw Sica hentikan! Sakit!” Jessica tak menghiraukan ucapan Taeyeon dan terus memukulnya.

“Nona Jessica, mohon bersiap.” kata seseorang yang Jessica tahu sebagai wedding organizer nya.

Jessica menghentikan pukulannya pada Taeyeon dan menatapnya tajam sebelum berlalu meninggalkannya. Jessica sedikit merapikan penampilannya yang sedikit berantakan karena memukul Taeyeon tadi. Dia menghela nafasnya pelan dan melanjutkan langkahnya keluar. Tiffany yang sudah melihat Jessica keluar segera menghampiri Taeyeon.

“Sakit?” tanya Tiffany yang dibalas anggukan oleh Taeyeon.

Tiffany menghela nafas dan mengecup kening suaminya. Dia juga mengusap pelan kepala Taeyeon yang dipukuli Jessica. Taeyeon meringis.

“Dia sedang PMS, Tae. Maklumilah.” ucap Tiffany lembut.

“Arrasseo. Berikan aku es untuk ini.” pintanya sembari menunjuk kepalanya. Tiffany paham dan segera keluar mencari kain dan es untuk Taeyeon.

 

Taeyeon keluar dari toilet, masih dengan menekan es di kepalanya. Dia melihat Tiffany di lorong dekat pintu yang menuju tempat pernikahan Yuri dan Jessica. Wanita itu berlari kecil mendekati Taeyeon.

“Mereka sudah resmi, Tae. Kau baik-baik saja? Apa masih sakit?” lapor Tiffany disertai bertanya kondisinya.

“Baguslah. Ani, ini masih sakit. Ppany-ah ayo kita pulang saja. Rasanya kepalaku remuk.”

Tiffany menggeleng pelan. “Setidaknya ucapkan selamat dulu kepada mereka. Sejak tadi kau sama sekali tidak melihat mereka, kan?”

Taeyeon menghela nafasnya dan menurunkan es di kepalanya. “Ne. Tapi dimana Yoong?”

“Yoong masih di dalam bersama Seohyun.” jawab Tiffany.

Mendengar nama Seohyun membuat Taeyeon tersenyum liar. Ingatannya kembali terngiang saat kembalinya dia dari rumah sakit. Saat itu Yoong menunggu mereka di depan rumahnya dan pingsan. Taeyeon merasa lucu mendengar alasan Yoong pingsan setelah wanita cantik itu siuman.

Seo Joo Hyun, wanita itu penyebabnya. Yoong mengaku sudah lama menyukai wanita itu. Dan saat itu sebelum pergi ke rumahnya untuk menyambut kepulangan Taeyeon, Yoong menemani Seohyun ke toko buku. Betapa terkejutnya dia saat Seohyun mengecup bibirnya dan mengucapkan terimakasih sebelum berlari kecil menuju rumahnya. Meninggalkan Yoong yang masih terdiam di tempat dengan jantung yang berdebar kencang. Dan beruntungnya Yoong mereka sudab official minggu lalu.

“Baiklah. Tapi aku ingin menemui Yul dan Sica saat acara selesai. Aku tidak mau masuk kedalam. Disana terlalu ramai.” kata Taeyeon.

“Lantas kau mau melakukan apa selama acara masih berlangsung?” tanya Tiffany bingung.

Taeyeon menyeringai. Dia menarik tangan Tiffany dan membawanya ke salah satu bilik toilet.

“Bagaimana kalau sedikit bermain, hm?”

Tiffany melebarkan matanya dan segera dibungkam oleh bibir Taeyeon di bibirnya sebelum wanita itu bereaksi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kkeut! Selesai! Bye!

Ahaha~

See u next fic~ pupye~

Sweet Love (Chapter 10)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

Taeyeon membuka matanya dengan menyipit. Dia menekan kepalanya yang terasa pusing. Tangannya ia edarkan ke samping, berharap isterinya masih disampingnya. Namun yang di dapatkannya hanya ranjang kosong. Tiffany pasti sudah bangun terlebih dahulu. Taeyeon mengerang. Dia menyandarkan tubuh polosnya di sandaran ranjang sebelum menutup matanya pelan. Dia bingung akan memberikan alasan apa pada Tiffany mengenai kejadian semalam. Taeyeon tidak mau membuat isterinya merasa sedih karena hal ini. Dia sedikit tahu bahwa ternyata orangtua Jessica, bahkan Yoona masih mengharapkan dirinya dan Jessica kembali bersama.

Saat masih memikirkan alasan untuk Tiffany, pintu kamarnya terbuka pelan. Dia melihat Tiffany dengan pakaian santainya. Wanita itu pasti sudah membersihkan dirinya. Taeyeon tersenyum kecil saat melihat beberapa tanda merah yang mulai membiru di sekitar leher isterinya. Hasil karyanya semalam. Tiffany mendekat ke arah Taeyeon dan mendudukan pantatnya di samping suaminya.

“Gwaenchanha? Kau terlihat pucat, TaeTae.” Tiffany meletakkan punggung tangannya di dahi Taeyeon. Wanita imut itu menggeleng. Dia meraih tangan Tiffany di dahinya dan mengecupnya. Disusul kecupan singkat di bibir isterinya.

“Nan gwaenchanha, sayang.”

Tiffany mendesah pelan. “Kalau begitu. Pergilah mandi. Aku akan menyiapkan sarapan untuk kita berdua.”

Taeyeon mengerutkan keningnya. “Mana sarapan wajibku?”

Tiffany memutar bola matanya. “Tak ada sarapan wajib. Kau sudah mendapatkannya semalam suntuk.”

Tiffany segera melarikan diri dari Taeyeon sebelum wanita itu menerkamnya kembali. Taeyeon berteriak, namun Tiffany mengacuhkannya dan tetap melangkah keluar. Taeyeon mengerucutkan bibirnya dan membuang selimutnya ke sembarang arah. Dia bangkit dan menghentakkan kakinya di lantai, persis seperti anak kecil yang tidak dituruti kemauannya. Dia akhirnya melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

 

Taeyeon menyeret kakinya malas kebawah, dimana isterinya berada. Dia masih kesal karena Tiffany tidak memberikannya morning kiss. Benar-benar tipikal suami kekanakkan. Tiffany yang melihatnya menghela nafasnya pelan. Dia mendekat ke arah Taeyeon dan langsung menarik wanita itu. Tiffany meraih wajah Taeyeon dan langsung melumat bibir suaminya dengan lumayan panas. Taeyeon yang melihatnya sedikit terkejut, namun detik kemudian, dia sudah melingkarkan tangannya di pinggang isterinya dan mulai membalas lumatan isterinya. Setelah keduanya hampir kehabisan oksigen, Tiffany yang berinisiatif melepas ciuman panas mereka. Keduanya terengah. Tiffany menjatuhkan kecupan singkat sebelum berbicara.

“Sudah, kan?”

Taeyeon menunjukkan cengiran lebarnya. Dia menggumamkan kata terimakasih sebelum memeluk isterinya kemudian menggandengnya ke ruang makan.

“Whoahh, ini makanan favoritku semua. Gomawo, Pany-ah.” Taeyeon menatap isterinya dengan berkaca-kaca sebelum menyantap sarapan mereka dengan semangat. Tak ada makanan yang lebih enak dari makanan buatan isterimu. Itu prinsip Taeyeon. Semua masakan Tiffany ia buat dengan cinta. Taeyeon menyukai itu.

Saat Taeyeon tengah asik menyantap sarapannya, Tiffany berdehem lalu mulai bertanya sesuatu pada suaminya.

“Me- Mengenai semalam…”

Taeyeon meletakan sumpit di meja cukup keras, membuat Tiffany menghentikan ucapannya. Tiffany melihat Taeyeon membawa kursinya dan menempatkannya di sampingnya lalu meraih kedua tangan Tiffany.

“Fany-ah, percaya padaku apapun yang terjadi. Meskipun langit runtuh, aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu. Meskipun semua orang tidak berpihak pada cinta kita, aku berjanji tidak akan pernah melepasmu. Meskipun banyak yang lebih baik darimu, aku berjanji tidak akan pernah mencoba bermain di belakangmu. Itu janjiku, Fany-ah.”

Tiffany melihat raut kesungguhan di wajah Taeyeon. Itu yang membuat matanya memanas karena terharu. Dia mengangguk dan tersenyum manis. Setetes cairan bening mengalir di pipinya. Taeyeon menghapusnya sebelum memeluk isterinya erat. Tiffany terisak. Dia percaya pada ketulusan Taeyeon. Dia hanya merasa bahagia. Bahagia karena Taeyeon. Mengenai kejadian semalam biarlah tak diketahuinya. Tiffany percaya Taeyeon tak akan menyakitinya. Taeyeon sudah berjanji padanya. Tiffany merasakan kecupan di kepalanya disusul gumaman yang masih bisa di dengarnya.

“Mianhae, neol saranghae.”

***

Yuri membuka matanya perlahan karena sinar matahari menerobos masuk ke dalam kamarnya dan menyilaukan indera penglihatannya. Dia melihat kekasihnya masih terlelap di sampingnya. Yuri tersenyum pelan. Dia mengelus wajah kekasihnya dengan sayang sebelum menjatuhkan kecupan di bibir mungilnya. Setelah itu, Yuri bangkit dari tidurnya dan bergegas membersihkan tubuhnya yang lengket karena berkeringat akibat kegiatan panas mereka semalam.

Butuh waktu tiga puluh menit untuknya membersihkan diri. Setelah selesai berpakaian, Yuri mendekat ke ranjang untuk membangunkan kekasihnya. Dia menghela nafas pelan. Membangunkan kekasihnya sama saja dengan membangunkan mayat hidup. Jessica adalah ratunya tidur. Dia tidak akan bangun meskipun ada gempa sekalipun. Dan cara ampuh untuk membangunkannya adalah menceritakan hal lucu untuk membuatnya tertawa dan akhirnya terbangun. Yuri berpikir lelucon apa yang akan diceritakannya pada Jessica.

Yuri mendesah. Dia tak punya bahan lelucon untuk Jessica. Dia akhirnya melakukan hal yang akan membahayakan dirinya sendiri. Sebelumnya Yuri juga pernah melakukan ini dan berakhir pipinya yang lebam beberapa hari. Yuri menarik nafasnya dalam dan menghembuskannya, bersiap membangunkan Jessica.

“Jung Hee- maksudku- Sicaya~ bangun, sayang.” Yuri mengelus pipi Jessica sebelum mendekatkan wajahnya ke arah bibir mungilnya.

Yuri hanya menempelkannya sebelum bergerak melumatnya perlahan. Jessica masih tak sadar. Namun Yuri terus melumat, menggigit, dan menghisap bibir Jessica. Kali ini lebih menuntut. Jessica mulai merasa ada yang tidak beres diatas tubuhnya. Dia mengerjapkan matanya perlahan dan terkejut melihat seseorang sedang menciumnya. Jessica membulatkan matanya dan segera menendang seseorang diatasnya. Tak lupa disusul teriakan lumba-lumbanya. Yuri menahan napasnya saat pantat nya menyentuh lantai yang keras. Belum tendangan maut Jessica di perutnya tadi. Dia merasakan tubuhnya sakit hampir keseluruhan.

“Y-Yul..” lirih Jessica saat melihat Yuri terjatuh dibawahnya. Dia hendak menolong Yuri namun dia cepat-cepat berhenti saat melihat tubuh polosnya. Dia langsung lari terbirit dengan selimut yang melilit tubuhnya ke kamar mandi. Dia malu mengingat kejadian semalam. Jujur itu pertama kali mereka melakukan ‘itu’.

Yuri menghela nafasnya dan bangkit meskipun pantatnya terasa sakit. Sudah Yuri bilang, membangunkan Jessica dengan cara ini sangat berisiko. Dia akhirnya menunggu Jessica membersihkan dirinya sembari bermain game di ponselnya.

Jessica menghela nafasnya pelan sebelum melangkah keluar dari kamar mandi. Dia mempersiapkan dirinya untuk berhadapan dengan Yuri yang pasti akan menanyainya tentang kejadian semalam. Jessica melihat Yuri menoleh padanya sekilas dan kembali memainkan ponselnya lagi. Dia mendekati Yuri dan duduk disampingnya.

“Yul..”

“Hmm.”

“Ya! Kenapa jawabanmu hanya hmm! Kau berani marah padaku?!”

Yuri menelan ludahnya melihat hell-sica. Dia segera menggelengkan kepalanya cepat dan melempar ponselnya di samping ranjangnya. Jessica menghela nafasnya. Tidak seharusnya wanita dingin itu yang marah, tapi bagaimanapun juga, Jessica benci jika Yuri mengabaikannya dan marah padanya.

“T- Tentang kejadian semalam..”

“Gwaenchanha. Aku menikmatinya.”

Jessica menatap Yuri dengan death glare nya. Yuri meringis dan mengangkat jarinya membentuk huruf V.

Jessica menghela nafas lagi. “Semalam Daddy mengajak dinner.. bersama Taeyeon. Entah apa yang ada dipikiran pria tua itu, dia mencampurkan obat perangsang di wine yang kami minum. Dan kau tahu bagaimana kelanjutannya hingga aku sampai di apartemenmu.”

Yuri menganggukkan kepalanya paham. Dia seperti berpikir sesuatu.

“Kau marah?” tanya Jessica.

“Untuk apa aku marah saat kekasihku ini sangat hebat menahan hormonnya untuk datang kesini? Kau tidak melakukan itu dengan Taeyeon kan meski dulu kau sering melakukannya dengan wanita pendek itu?”

Jessica tersenyum. Dia lalu memeluk Yuri dengan erat. Jessica tidak salah pilih orang untuk menjadi kekasihnya, bahkan calon tunangannya. Dia bersyukur mendapat seseorang yang sangat mengerti dirinya, selain Taeyeon pastinya. Lupakan, mereka hanya masalalu. Jessica semakin mengeratkan pelukannya pada Yuri.

“Gomawo, seobang. And I love you~” Jessica sedikit mendongak untuk mengecup bibir Yuri. Dia tertawa melihat ekspresi terkejut Yuri. Namun itu tak berlangsung lama. Yuri menyusul Jessica untuk tertawa bersama.

***

Sudah tiga hari semenjak tragedi dinner bersama Daddy Jung. Hubungan pasangan TaeNy dan YulSic makin menghangat. Mereka sudah melupakan kejadian hari itu dengan berpikir bijak. Kesetiaan pasangan mereka perlu diacungi jempol. Bahkan kini mereka berempat mengadakan double date di salah satu restoran favorit Tiffany. Restoran milik salah satu sahabatnya, Sooyoung. Beruntung bagi mereka, semua makanan yang mereka pesan tak berbayar alias gratis. Mereka awalnya menolak. Namun Sooyoung terus memaksa sehingga mereka mengalah. Sooyoung berkata bahwa itu adalah bentuk traktirannya karena tidak ikut hadir dalam acara pernikahan sahabatnya, Tiffany.

“Yul, kapan kau akan menikahi mantan kekasihku itu?” tanya Taeyeon yang dibalas deheman keras dari Jessica. Wanita itu juga berpura-pura batuk. Sedangkan Tiffany membalas pertanyaan Taeyeon dengan memutar bola matanya malas.

“W-Wae? Dia memang mantan kekasihku. Mantan terindah.” Taeyeon mengerucutkan bibirnya. Dia tidak sungguh-sungguh mengatakannya. Itu adalah bentuk pencairan suasana darinya. Sesekali melempar lelucon tidak akan membunuhmu, iya kan? Jessica memperlihatkan ekspresi muntahnya setelah Taeyeon berkata itu.

“Hentikan ucapan idiotmu, Taeng. Kau membuatku ingin menumpahkan air ini ke wajah sok polos mu.”

“Aish lihat dia, Fany-ah. Dia sangat kasar. Beruntung sekarang aku memilikimu. Isteri tercantik dan terbaik sepanjang masa.” Taeyeon memeluk Tiffany dengan erat. Jessica memutar bola matanya malas.

“Aigoo aigoo. Lihatlah dia Sicababy. Kau harus bersyukur tidak jadi bersama wanita bocah seperti dia. Sangat menggelikan.” ucap Yuri membela kekasihnya. Jessica tertawa dan mengangguk.

“Ne, Seobang. Aku beruntung memiliki calon suami keren, dewasa dan TINGGI sepertimu.” balas Jessica menekankan kata ‘tinggi’ di hadapan Taeyeon.

“Yaish, kenapa ini menjadi acara review mantan isteri dengan isteri, sih? Kita kemari untuk makan bukan saling mengejek.” semprot Tiffany. Mereka bertiga langsung diam di tempat. Tak berani bicara melihat hell-fany.

“Lagipula Taeyeon sangat hebat di ranjang.” gumam Tiffany yang sayangnya masih bisa di dengar ketiga orang disana.

“YA!!!” koor semua. Tiffany menunjukkan cengiran lebarnya seraya mengangkat dua jarinya membentuk huruf V.

“Dia juga romantis, kau tahu.”

“HWANG MIYOUNG!” teriak YulSic. Taeyeon menanggapinya dengan tertawa. Sepertinya double date kali ini lebih menyenangkan dari yang mereka pikir.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

Waww did u guys miss meh? Wkk 😀

Ane bawa yg manis2 dulu sebelum badai (?) dateng. Tapi doain aja gaada eh tp klo gaada badai ga seru dong. Ah bodo wkwk. Yeps tunggu ajeu angin topannya hahaha.

Bye~ see u next chap

Tanya Iseng

Assalamu’alaikum

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jawab salam dulu sebelum lanjut baca..

Udah?

Ok bagus wkwk

Cuma nanya iseng doang sih. Gw mau ngasi usul gimana kalo bikin grup chat. Sekalian gw mau kenalan sama readers readers disini juga biar lebih deket (?)

Siapapun bisa join kok. Gak ada rules2 an basi lah. Cuma buat fun aja sama sharing2 info SNSD atau Taeny dan lain sebagainya. Bisa juga buat CPN kok (Curhat, Promo, Nanya) wkwk

Gimana?

Yang setuju kolom komentar terbuka buat absen siapa aja yg mau join. Yang gamau yaudah orang hak2 kalian ini.

Oh ya, buat yang pingin gabung nanti bakal ada kemudahan (?) kalo semisal ada ff yang gw protek nantinya. Moga2 aja sih gw baik terus biar gaada pw2 an wkwk.

Okeh sekian nanya iseng dr gw. Gw tunggu respon kalian.

Pai pai~ see ya

Sweet Love (Chapter 8)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Sub Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

Yoona masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan didengarnya. Meskipun Taeyeon sudah menjelaskannya hingga men-detail, dia tetap saja masih sulit menerimanya. Dia seperti dimainkan oleh takdir. Bagaimana bisa seseorang yang dinyatakan meninggal masih hidup sampai sekarang? Yoona bahkan tidak sampai berfikir ke arah sana. Dia masih menatap nanar Jessica di depannya.

“Aku tahu ini sulit untukmu, Yoong. Tapi dia benar Jessica, Unnie kesayanganmu.” ucap Taeyeon.

Jessica tak jauh lebih baik. Matanya memerah menahan tangis. Adik kesayangannya, yang bahkan tidak ia duga akan bertemu dalam kondisi seperti ini berada tepat di depannya. Sungguh dia sangat merindukan dongsaeng choding nya.

“Bagaimana kabar Soojungie, Yoong-ah?” tanya Jessica. Pertahanan Yoona runtuh. Dia berlari ke arah Jessica dan memeluknya erat. Air mata yang ditahannya keluar dengan deras. Begitu juga dengan Jessica. Dia menepuk-nepuk punggung Yoona, meski dirinya juga tak kuasa.

“Unnie bogoshipda, neomu.” lirih Yoona. Jessica mengangguk mengerti. Dia juga mengatakan hal yang sama pada Yoona.

Taeyeon melihatnya dengan haru. Dia mendekat ke arah Jessica dan Yoona untuk bergabung memeluk mereka.

“Aku juga merindukanmu.” ujar Taeyeon dengan tangisan yang dibuat-buat. Yoona melepas pelukan mereka dan menatap tajam Taeyeon. Jessica terkekeh melihat Taeyeon dan Yoona. Sudah lama dia tidak melihat interaksi seperti ini.

“Ck, kau mengganggu suasana, Unnie!” kesal Yoona.

Taeyeon tertawa ahjumma melihat reaksi adik nya. Dia senang menggoda Yoona. Beruntung apa yang dilakukannya bisa mencairkan suasana. Kalau boleh jujur, dia sedikit tak suka melihat orang yang disayanginya menangis.

Yoona mengusap air mata nya dengan punggung tangannya. “Maaf aku menanyakan hal ini pada kalian. Bagaimana dengan… h-hubungan kalian?” Jujur Yoona penasaran dengan Taeyeon dan Jessica. Mereka adalah couple favoritnya dari dulu. Bahkan dia menjadi orang pertama yang mendukung hubungan mereka. Yoong sangat menyayangi keduanya.

Taeyeon memandang ke arah Jessica dan tersenyum. “Kami memutuskan untuk melanjutkan hubungan kami, sebagai seorang kakak dan adik.”

Terlihat raut kecewa dari wajah Yoona. “Padahal aku mengharapkan kalian bersama.” gumam Yoona yang sayangnya masih bisa di dengar Taeyeon.

“Ya! Kau tidak lihat isteriku disana? Dia tak kalah cantiknya dengan Sooyeon. Bahkan dia hebat di ranjang, kau tahu?” bela Taeyeon.

Tiffany mendelik mendengar ucapan suaminya. Namun Taeyeon mengabaikannya dan menatap Yoona kesal.

“Ye ye algesseumnida. Maaf karena tidak datang di acara pernikahan kalian.”

“Ya gadis nakal! Kenapa kau tidak datang, ha? Aku tahu kau sama sekali tidak sibuk di Paris.” Taeyeon menyedekapkan tangannya dan menatap Yoona dengan tatapan mengintimidasi.

“Ya jangan memarahiku! Aku hanya tak suka kau secepat itu menikah dan melupakan Sica Unnie!” balas Yoona tak mau kalah.

“YA!”

“YA!”

“IM CHODING!”

“KIM MIDGET!”

“HENTIKAN!” teriak Jessica. Dia menarik telinga Taeyeon dan Yoona dengan keras. Mereka menjerit kesakitan namun tidak dipedulikan Jessica.

“Kalian masih saja sama. Ingat umur kalian, apalagi kau Taenggu, kau sudah menikah!”

“Ne ne ne. Kami tidak akan melakukannya lagi. Jadi, lepaskan Sica-ya. Ini sakit. Yoong, lakukan sesuatu!”  Taeyeon menatap Yoona mencari bantuan.

“Taeng Unnie benar. Maafkan kami, kami tidak akan melakukannya lagi.”

Jessica mendengus dan melepas mereka berdua. Taeyeon segera berlari ke arah isterinya dengan merengek.

“Appo, Fany-ah.”

“Rasakan sendiri!” ucap Tiffany dingin. Taeyeon membuka mulutnya.

“Heol, daebak.” Dia menatap Yoona, Jessica, dan Yuri disana.

“Aku ada urusan dengan isteriku sebentar. Kalian ngobrol saja dulu, anggap saja rumah sendiri.” Setelah mengatakan itu, Taeyeon menarik Tiffany ke kamar mereka.

“W-Wae?” tanya Tiffany sesampainya mereka di kamar. Taeyeon mengunci pintu kamar dan mendekat ke arah isterinya.

“Kau harus dihukum karena tidak perhatian dengan suamimu yang cantik dan tampan ini.”

“Kau tidak bi-” Ucapan Tiffany terhenti saat bibirnya di bungkam dengan bibir milik Taeyeon. Taeyeon melepas kecupannya dan menatap manik isterinya.

“Kau tahu? Aku menahan hormonku sedari tadi.” Taeyeon menarik tangan Tiffany dan menjatuhkannya ke ranjang. Dia menindih tubuh isterinya dengan kedua tangannya berada di samping kepala Tiffany untuk menyangga.

“Kau tidak akan melakukan itu lagi, kan?”

Alis Taeyeon menyatu. “Itu ide bagus. Aku akan melakukannya lagi kalau begitu.”

“T-Taeyeon, kita sudah melakukannya berpuluh-puluh ronde. Kau tidak puas dengan itu?”

“Aku tidak akan pernah puas jika itu denganmu, sayang.” Taeyeon mengusap pipi isterinya, membuat Tiffany menelan ludahnya.

Taeyeon memajukan wajahnya dan mengecup leher isterinya. Tiffany sebenarnya ingin menolak, tidak sopan melakukan hal itu saat sedang ada tamu diluar. Namun apalah daya, dia selalu tak kuasa jika sudah dibawah kendali suaminya. Yang dilakukannya hanya menutup mata dengan menggigit bibir bawahnya dan menggenggam seprei dengan kencang.

Tangan nakal Taeyeon perlahan membuka kancing kemeja Tiffany. Selama itu pula bibirnya tak pernah lepas mengeksplor tubuh isterinya. Tangan kanan Tiffany ia gunakan untuk menjambak rambut Taeyeon dan menekannya.

“UNNIE! UNNIE! BUKA PINTU NYA!” Yoona menggedor pintu kamar TaeNy dengan keras, seperti terburu-buru.

Taeyeon menarik wajahnya dari dada isterinya dan berdecak pelan.

“UNNIE BUKA PINTU!” teriakan Yoona semakin kencang. Taeyeon mengusap wajahnya frustasi dan bangkit dari tubuh isterinya. Dia mengancingkan kembali kemeja Tiffany.

“UNNIE!”

“BERISIK! TUNGGU SEBENTAR!”

Setelah selesai mengancingkan kemeja Tiffany dan merapikan penampilan mereka, Taeyeon berjalan menuju pintu dan membukanya dengan kesal.

“Wae?” tanya Taeyeon malas.

“Sica Unnie ingin pergi ke rumah Daddy dan Mommy. Dia ingin menjelaskan apa yang terjadi kepada mereka. Maka dari itu, kau harus ikut untuk membantu menjelaskan.” jawab Yoona dengan jelas.

Taeyeon tersadar. Jessica belum memberitahukan hal yang sebenarnya terjadi kepada orangtua nya dan juga adiknya. Taeyeon juga sudah lama tidak berkunjung ke rumah mantan calon mertua nya itu. Dia masuk kedalam kamar untuk mengambil jaket.

“Ayo, Yoong.” Taeyeon menarik tangan Yoona. Dia menghentikan langkahnya saat menyadari sesuatu dan berbalik. Tiffany masih berdiri di depan pintu.

“Apa yang kau lakukan disana, sayang? Ayo ikut.”

Tiffany masih diam di tempatnya dengan wajah bingung. Taeyeon menepukkan dahinya dan berjalan ke arahnya lalu menarik tangan isterinya.

“Bagaimana kabar Daddy dan Mommy, Yoong?” tanya Taeyeon saat mereka turun dari tangga.

“Mereka baik-baik saja. Hanya terkadang, Daddy terkena flu saat kelelahan.” jawab Yoona.

Taeyeon mengangguk. Mereka memang sudah terbiasa memanggil orangtua Jessica dengan sebutan Daddy dan Mommy seperti yang dilakukan Jessica dan Krystal. Mereka sudah sangat dekat seperti orangtua kandung sendiri. Apalagi dulu Taeyeon dan Jessica sudah bertunangan, dan Yoona dengan Krystal merupakan sepasang kekasih.

Saat turun dari tangga terakhir, Taeyeon, Tiffany, dan Yoona sudah disambut dengan pasangan YulSic. Sepertinya Jessica sudah sangat tidak sabar bertemu orangtuanya.

“Kau begitu merindukan mereka, eoh?” tanya Taeyeon. Jessica mengangguk dengan semangat.

“Aku merindukan Mom, Dad, apalagi Soojungie.”

“Baiklah kalau begitu. Kita berangkat sekarang.” Taeyeon merangkul bahu isterinya dan berjalan ke luar rumah, dimana mobil mereka terparkir.

***

Sudah hampir sebulan semenjak kedatangan mereka ke rumah orangtua Jessica. Rumah tangga Tiffany pun bisa dikatakan semakin membaik dari hari ke hari. Taeyeon selalu memperlakukan Tiffany layaknya seorang puteri. Dia tidak pernah membuat Tiffany menangis lagi. Hanya ada kejutan romantic, malam yang penuh dengan kasih, hingga perhatian kecil dari wanita imut itu yang mengisi hari Tiffany. Wanita itu seperti sama sekali tidak kekurangan cinta dari Taeyeon.

Namun disamping itu semua, Tiffany selalu merenung sendirian saat sedang tidak bersama Taeyeon karena wanita itu tengah bekerja. Dia teringat percakapannya dengan orangtua Jessica. Ditambah fakta jika adik kesayangan Taeyeon, Yoona, yang belum menerima dirinya sepenuhnya. Dia pikir itu hal wajar karena Taeyeon dan Jessica sudah bersama selama bertahun-tahun. Orang-orang terdekatnya sangat mendukung mereka.

Tapi tetap saja. Tiffany adalah isteri sah Taeyeon. Bisakah mereka melihat itu? Dan kegelisahannya bertambah sejak seminggu yang lalu. Orangtua Taeyeon juga sama seperti orangtua Jessica dan Yoona saat mengetahui mantan kekasih Taeyeon itu masih hidup sampai sekarang. Mereka bahkan lupa Tiffany adalah menantunya.

Tiffany tidak pernah mengatakan hal ini pada Taeyeon. Dia tidak ingin Taeyeon merasa bersalah nantinya. Tiffany tahu Taeyeon sudah benar-benar menyukai, bukan, mencintainya. Dia merasakan ketulusan hati suaminya. Jikalau Taeyeon diberi pilihan untuk memilih satu diantara dia dan Jessica, sudah pasti Taeyeon akan memilihnya. Bukan Tiffany terlalu percaya diri, namun Taeyeon pernah mengatakan hal tersebut padanya. Dia merasa tenang dengan itu.

Namun bukan itu masalahnya. Orang-orang terdekat Taeyeon dengan tidak di duga (masih) mendukung dia dengan mantan kekasihnya itu. Itu adalah masalah baginya. Kalau saja Taeyeon menerima perjodohan mereka atas dasar permintaan orangtuanya, mungkin saja dia akan menuruti orangtuanya kembali jika orangtuanya itu meminta dirinya kembali pada Jessica, bukan?

Tiffany menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dia mengerang dan menjatuhkan tubuhnya di ranjang. Ini adalah hal yang Tiffany benci dari pikirannya. Dia sudah tidak bisa berpikir bijak lagi seperti sebelum Taeyeon menghilang dengan Jessica dulu. Dia seperti sudah tidak akan pernah bisa melepas dan mengikhlaskan Taeyeon lagi. Praktisnya, dia sudah ketergantungan dengan suaminya, dia sudah terbiasa dengan keberadaan Taeyeon disisinya, dia sudah sangat mencintai Taeyeon-nya.

“Aaaaaargh~” teriak Tiffany.

Dia menoleh ke samping saat ponselnya berdering. Dia mengambilnya dan melihat nama suaminya terpampang disana. Dengan cepat, dia menggeser ikon berwarna hijau dan mendekatkan ponselnya ke telinganya.

“Yeoboseyo, Tae.”

“Ah, Fany-ah. Kau sedang apa dirumah?” 

“Aku? Hanya berbaring di ranjang. Kenapa?”

“Hum, maaf mengatakan ini. Tapi aku akan terlambat pulang. Kau tidur dulu saja, jangan menungguku pulang, ne?” 

“Apa pekerjaanmu sangat banyak?”

“Ne, sangat banyak. Kalau begitu, aku tutup telfonnya dulu ya. Annyeong.” 

“Tapi, Tae-…”

Tuut… tuut… tuut

Tiffany belum sempat bertanya lagi pada Taeyeon, suaminya itu sudah menutup telfonnya. Dia menghela nafasnya dan melempar ponselnya ke samping. Tiffany menggigit bibir bawahnya. Entah bagaimana, tetapi tiba-tiba perasaannya tak enak. Dia menutup matanya dan berdo’a semoga perasaannya salah. Ya, Tiffany berharap itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maapkeun atas keterlambatan post yang jadwalnya tadi malem. Gw ketiduran gaes hahaha.

Oke enjoy read~

Pai pai~ see u next chap~

Sweet Love (Chapter 7)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Other Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

 

 

Sunday morning di kediaman keluarga Kim. Meskipun jam menunjukkan pukul delapan lebih tiga puluh menit waktu setempat, tanda-tanda kehidupan belum muncul disana. Taeyeon asik bergumul dalam selimutnya yang menutupi tubuh polosnya. Hal yang sama berlaku pada Tiffany, tetapi bedanya, wanita itu sudah terbangun dan sibuk mengamati wajah suaminya yang tertidur pulas dengan memeluk pinggangnya. Ada perasaan yang membuncah mengingat kejadian semalam yang sangat luar biasa. Pipi Tiffany memerah membayangkannya. Itu merupakan malam pertama mereka sebagai suami-isteri walaupun mereka menikah sebulan yang lalu.

Tiffany merasakan pergerakan dari samping ranjangnya. Dia melihat Taeyeon menggeliat sebelum perlahan membuka matanya. Mata mereka bertemu pandang. Taeyeon tersenyum dan memajukan wajahnya untuk mengecup bibir yang kini menjadi candunya.

Good morning, yeobo.”

Tiffany tersenyum dan melakukan hal yang sama pada Taeyeon. “Morning, boo.

Taeyeon terkekeh. Dia mengelus wajah isterinya. “Ingin mandi bersama?” tanya Taeyeon dengan senyuman menggoda.

Tiffany membuang mukanya dan menutupinya dengan selimut. Taeyeon malah tertawa melihatnya. Dia menarik selimut dari wajah Tiffany dan menarik isterinya menuju kamar mandi. Tiffany menghembuskan nafasnya pasrah dan mengikuti suaminya ke kamar mandi untuk mandi bersama.

 

Mandi yang biasanya Tiffany habiskan selama empat puluh menit kini menjadi lebih lambat dua jam. Itu karena suaminya terus memakannya tanpa ampun. Apa semalaman suntuk bagi Taeyeon belum puas? Tiffany menggelengkan kepalanya heran dengan kelakuan byun suaminya. Meskipun begitu, dia tetap saja menikmati permainan Taeyeon yang begitu lihai. Dia tak menyangkalnya. Taeyeon-nya sangat sexy dan manly disaat yang bersamaan saat melakukannya.

“Pany-ah, aku lapar.” rengek Taeyeon.

“Kau lapar? Arrasseo aku akan membuatkan makanan.” Tiffany beranjak dari sofa menuju pantry. Dia membuka lemari pendingin untuk melihat apa saja bahan makanan yang mereka miliki.

“Taeyeon kita memiliki bahan makanan yang cukup lengkap. Kau ingin aku memasakan apa? Korean, western, chinese?” teriak Tiffany.

Taeyeon menunjukkan ekspresi berpikirnya. Dia meletakkan telunjuknya di dagu dengan kedua alisnya yang menyatu.

“TaeTae!” teriak Tiffany makin kencang karena suaminya lama tidak membalas.

“Arrasseo, western saja!”

“Bagaimana kalau bacon?” tanya Tiffany.

Call!

Tiffany mulai memasakan sarapan untuk mereka, sementara Taeyeon sibuk bermain game The Sims di laptopnya. Entah karena Tiffany terlalu lama atau perut Taeyeon sudah tidak bisa berkompromi lagi, Taeyeon malah berguling-guling tidak jelas di lantai. Game The Sims favoritnya tak bisa jadi penghiburannya.

“Astaga, Taeyeon! Apa yang kau lakukan?” Tiffany menurunkan rahangnya saat melihat kelakuan suaminya. Taeyeon menghentikan aksi guling-gulingnya dan berdiri.

“Apa makanannya sudah jadi?” tanya Taeyeon dengan berbinar. Tiffany mengangguk pelan.

“Assa! Suapi aku!” teriak Taeyeon girang.

“Kau bukan anak kecil lagi, Tae.”

Ucapan Tiffany malah membuat tingkah Taeyeon menjadi. Di berbaring di lantai dan terus berguling-guling dengan merengek tidak jelas.

Fine!” ucap Tiffany pada akhirnya. Taeyeon berhenti. Dia berdiri dengan senyum bahagia dan berlari ke arah isterinya. Dia meraih wajah Tiffany dan melumat bibirnya sebentar. Setelah itu menarik tangannya menuju meja makan. Dia seperti anak kecil yang menyeret tangan ibunya untuk membeli sesuatu yang diinginkannya saja.

Tiffany mulai menyuapi bayi besarnya. Sesekali menyuapi dirinya sendiri karena dia juga lapar. Taeyeon memakan masakan isterinya dengan terus memuji kemampuan memasak Tiffany.

“Ini sangat enak, Pany-ah. Aaah, beruntungnya aku memiliki isteri sepertimu.”

“Telan dulu makananmu, TaeTae!” Tiffany mengingatkan, namun suaminya tak mengindahkannya.

“Kau tahu, Sica tak bisa memasak. Setiap hari aku yang memasak, tidak sepertimu. Hwaa aku makin mencintaimu kalau seperti ini~” Taeyeon memeluk Tiffany erat dan mengecup bahu dan lehernya berkali-kali.

Tiffany senang mendengarnya meski harus dibandingkan dengan mantan kekasih Taeyeon. Tiba-tiba bel rumah mereka berbunyi. Taeyeon melepas pelukannya.

“Biar aku yang membukanya.” ucap Taeyeon dengan mengedipkan sebelah matanya genit. Tiffany tertawa dan mengusir Taeyeon untuk cepat membuka pintu.

“Tebak tamu kita siapa, Fany-ah?” Taeyeon tiba-tiba muncul di depan Tiffany. Wanita yang lebih muda menggeleng tak tahu.

“Taraa~” Taeyeon membalikkan tubuhnya dengan kedua tangan terulur ke depan, seperti mempersilahkan. Tiffany terkejut melihat siapa tamu mereka. Jessica dan Yuri. Ini kedua kalinya mereka bertemu.

“Annyeonghaseyo.” Jessica dan Yuri menundukan kepala tanda salam.

“A-Annyeong.” balas Tiffany dengan kaku.

“Santai saja, honey. Ayo kita ke depan untuk berbincang.” ajak Taeyeon. Jessica dan Yuri mengangguk. Mereka mulai berjalan ke ruang depan. Tak lupa Taeyeon menarik pinggang isterinya karena masih terkejut.

“Bagaimana kabar kalian?” tanya Taeyeon saat mereka sudah duduk. Dia masih memeluk pinggang Tiffany disampingnya.

“Kami baik-baik saja. Bagaimana dengan kalian?” tanya Yuri.

“Tak pernah sebaik ini…” Taeyeon tersenyum. “Ah ye, ada hal apa yang membuat kalian kemari?” tanyanya.

“Ah sebenarnya kami sengaja datang kemari agar lebih akrab saja. Kau tahu kan, ng- Jung H- maksudku Jessica- k-kami…” gagap Yuri. Taeyeon tertawa pelan.

“Ne ne, aku paham, Yuri-ah. Santai saja.”

“Tapi selain itu, ada hal tentang pekerjaan juga…”

“Kau ingin bekerjasama dengan perusahaan kami lagi, begitu?”

“Hmm seperti itulah.”

“Bagaimana kalau kalian membahas hal itu di tempat lain? Biar aku dan Tiffany mengobrol berdua dan kalian lebih leluasa membahas pekerjaan.” usul Jessica.

Taeyeon dan Yuri mengangguk setuju. Taeyeon menoleh ke arah isterinya dan mengecup keningnya. “Baik-baik dengan Sica, ne?” Setelah mengatakan itu, Taeyeon dan Yuri beranjak dan pergi ke ruang kerja Taeyeon di rumah.

Jessica tersenyum ke arah Tiffany setelah Taeyeon dan Yuri tidak terlihat. Tiffany membalasnya meski agak canggung.

“Jadi, Tiffany. Apa kau menerima pesan dariku seminggu yang lalu?” tanya Jessica.

Tiffany mengerutkan keningnya dan berpikir sejenak. “Apa pesan dengan inisial JJ?”

“Ne, majayo. So, bagaimana Taeyeon padamu akhir-akhir ini?”

“Umm, dia menjadi sedikit lebih-… manja?”

Jessica membuka mulutnya dengan berbinar. “Jinjjaro? Whoah itu pertanda bagus!”

“Maksudmu?” Tiffany tak mengerti dengan ucapan Jessica barusan.

“Dulu saat kami belum resmi menjadi sepasang kekasih, Taeyeon sering bersikap manja kepadaku. Mungkin itulah cara Taeyeon untuk menunjukkan perasaannya dengan bersikap seperti itu agar mendapat perhatian lebih.”

“B-Benarkah?” tanya Tiffany. Dia senang mendengar kabar ini.

“Ne! Chukhahae, Tiff. Aku tahu bocah itu cepat atau lambat akan menyukaimu sebagai seorang wanita.” ucap Jessica dengan bersemangat. Dia senang mantan kekasihnya berhasil mencintai wanita lain selain dirinya. Dia ingin Taeyeon bahagia tanpa harus dengannya.

“Uhm, Jessie. Bolehkah aku bertanya?”

“Tentu, Tiff.”

“Selama Taeyeon tidak pulang ke rumah. Apa kau tahu dia ada dimana?”

Senyum yang mengembang di bibir Jessica lenyap setelah Tiffany bertanya hal tersebut. Dia melihat tatapan memohon dari Tiffany yang membuatnya tidak tega.

“Kumohon kau mendengarkan ini hingga selesai dan… kuharap kau tidak akan marah.” Jessica menggigit bibir bawahnya.

“Dia tinggal bersamaku. Itu adalah permintaan terakhirnya sebelum dia benar-benar melepasku, Tiff. Kumohon kau jangan salah paham.”

Tiffany tersenyum. Dia tahu itu pasti terjadi. Dia tahu Taeyeon pasti tinggal dengan Jessica. “Gwaenchanha, aku mengerti bagaimana perasaannya.”

Jessica tersentuh dengan ucapan Tiffany. Keputusannya benar untuk menyuruh Taeyeon tetap berada disisi Tiffany. Dia wanita yang begitu baik. Jessica menyesal pernah berpikir untuk kembali bersama Taeyeon saat tinggal bersamanya. Itu karena Taeyeon selalu membujuknya. Beruntung dia masih bisa berpikir waras dan tidak membiarkan perasaannya menang.

“Aku senang Taeyeon memiliki wanita secantik dan sebaik dirimu, Tiff.” Jessica menggenggam tangan Tiffany. Matanya terlihat berkaca-kaca. Tiffany melihat itu. Dia mengerti, dia sangat mengerti wanita di depannya masih mencintai suaminya itu dan merelakan perasaannya. Atau Tiffany sebut, perasaan mereka?

“Jika kalian masih mencintai, aku rela kalian bersama.” ucap Tiffany tiba-tiba. Jessica membulatkan matanya dan menggeleng cepat.

“Kau bicara apa, Tiff?! Jangan membuat ini semakin rumit. Taeyeon sudah mulai mencintaimu. Aku juga punya perasaan yang harus kujaga. Aku mencintai Yuri. Jangan bicara hal nonsense.” pekik Jessica.

“Meskipun aku masih memiliki perasaan pada suamimu, bukan berarti aku menginginkannya. Dia hanya masa laluku, Tiff. Begitu juga sebaliknya.” Ucapan Jessica berubah melembut.

“Berbahagialah dengannya, dan aku akan berbahagia dengan Yuri.” Jessica tersenyum tulus.

***

Seorang wanita berumur seperempat abad menepikan mobilnya di sebuah toko kue. Dia keluar dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam. Dia melihat bermacam-macam kue terpajang di etalase. Namun dia tidak melihat kue yang ingin dicarinya. Dia memastikan kembali bahwa toko ini adalah toko langganannya dulu dengan kakaknya. Maklum saja, wanita itu baru pulang dari luar negeri selama bertahun-tahun.

“Permisi, apa disini ada kue-…”

Cheese cake matcha?” Belum sempat wanita itu menyebutkan nama kue yang dia inginkan, seorang pegawai disana sudah menyebutnya.

“Bagaimana kau ta- eoh, Shin Hye Unnie!” pekik wanita itu saat menyadari wanita di depannya adalah orang yang dikenalnya.

“Maaf, kami tidak memproduksi kue itu lagi karena pelanggan setia kami sudah tidak pernah membelinya.” sindir Shinhye pada wanita itu.

“Unnie…” rengek wanita itu.

“Hahaha. Baiklah, beruntung aku membuatnya tadi. Kau tunggu disini, ne?”

Wanita itu mengangguk dan menunggu Shin Hye mengambilnya.

“Ikeo kue nya. Tak usah bayar, anggap saja aku sedang mentraktirmu.”

“Whoaah, gomawo Unnie!”

“Cheonma. Cepat pergi hush hush. Kau pasti akan ke rumah Unnie mu itu kan?”

“Ne. Sekali lagi gomawo, Unnie. Aku pergi dulu, annyeong!”

Wanita itu keluar dari toko kue tersebut dengan kue favoritnya. Dia membayangkan reaksi Unnie nya saat dia membawakan kue tersebut untuknya.

Dia mulai melajukan mobilnya ke rumah yang akan dituju. Butuh waktu lima belas menit untuknya sampai kesana. Dia menepikan mobilnya disamping mobil lain di pelataran rumah tersebut. Dia berpikir itu adalah mobil Unnienya mengingat Unnie nya itu hobi gonta ganti mobil. Dia keluar dan berjalan ke pintu rumah tersebut.

“Apa passwordnya masih sama?” Dia bertanya pada dirinya sendiri. Karena ingin memberi kejutan pada Unnie nya, wanita itu akhirnya mencoba membuka pintu dengan password yang dihafalnya dulu.

Klik

Pintu terbuka. Dia bersyukur Unnie nya belum mengganti password rumahnya. Dia segera berlari memasuki rumah.

“UNNIE AKU DATAAANG! TEBAK AKU MEMBAWA AP-…” Ucapan wanita itu terhenti saat melihat wanita yang dikenalnya. Mulutnya terbuka, matanya membulat sempurna. Dia menjatuhkan bungkusan kue ditangannya dan berjalan mundur.

“Tidak mungkin.” lirih wanita itu.

“Yoong?” panggil wanita di depan Yoong.

“Tidak mungkin.” Wanita itu masih menyerukan kalimat yang sama hingga dia terduduk lemas di lantai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

Gw gamau banyak cuap-cuap ah. Gw cuma mau minta maap apdet nya lelet. Wkwk gw masih pengin pacaran sama bantal dsb gaes wahaha alias tidur. Setelah stress mikirin tugas ukk dll kan enak tuh buat leyeh2 wkk. Oke bye.

Enjoy read~

Pai pai~ see u next chap ^^

Sweet Love (Chapter 5)

Title : Sweet Love

Main Cast : Kim Taeyeon, Tiffany Hwang

Other Cast : find by yourself

Genre : GXG

Author : N

.

.

.

 

Tiffany menghentikan kegiatan mengetiknya. Ada hal yang mengganggunya akhir-akhir ini. Bukan lagi tentang rasa penasarannya mengenai masa lalu Taeyeon. Suaminya itu sudah menjelaskan padanya tempo hari. Namun itulah yang menyebabkan dirinya merasa gelisah. Taeyeon bilang kepadanya kalau mantan kekasihnya yang bernama Jessica Jung masih hidup, meskipun Taeyeon sendiri belum memastikan hal itu memang benar atau tidak. Taeyeon bilang padanya kalau dia melihat Jessica saat resepsi pernikahan mereka, namun wanita itu menyebut dirinya dengan identitas yang berbeda. Dia juga tidak mengenal Taeyeon sebelumnya. Meskipun begitu, Tiffany tetap saja takut, jika memang Jessica ternyata masih hidup dengan identitas Kang Jung Hee seperti yang dibicarakan suaminya, apakah Taeyeon akan berpaling darinya? Apakah karena dia mulai mencintai suaminya itu? Tiffany rasa iya. Dia mengerang karena frustasi memikirkan hal tersebut.

Tapi Tiffany juga tak ingin menjadi orang jahat disini. Jika memang Jessica masih hidup dan keduanya masih memiliki perasaan yang sama, dia bisa melakukan apa? Mungkin dia harus melatih mentalnya mulai dari sekarang kalau sewaktu-waktu Taeyeon pergi dari sisinya.

Tiffany menundukan kepalanya di lipatan tangannya yang dia sandarkan di meja. Kepalanya sedikit pusing karena terus memikirkan hal tersebut. Kenapa dia begitu cepat mencintai suaminya sedangkan Taeyeon tidak? Rasanya dia ingin menangis karena ini.

“Fany-ah.” panggil Taeyeon. Tiffany mengangkat kepalanya dan melihat suaminya di depannya, masih mengenakan pakaian kerjanya.

“Kau kenapa? Apa kau sakit?” Taeyeon menyentuh dahi isterinya dengan telapak tangan.

“Anio, TaeTae. Aku hanya pusing memikirkan jalan cerita novelku mungkin.” bohong Tiffany.

“Aigoo, jangan terlalu memforsis dirimu, Fany. Aku tak mau kau sakit.” Taeyeon mengelus kepala Tiffany sayang. Perlakuan kecil itulah yang Tiffany suka dari Taeyeon. Kalau seperti ini terus, dia tak akan rela melepas Taeyeon-nya.

“Jam berapa sekarang? Kenapa kau sudah pulang?” tanya Tiffany menyadari kalau ini masih siang hari.

Taeyeon tertawa pelan. “Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama isteriku.”

Tiffany memejamkan matanya kuat. Dia bingung pada sikap Taeyeon yang menunjukan bahwa dia juga memiliki perasaan yang sama. Tapi disisi lain, Tiffany sering melihat Taeyeon menatap sendu pada bingkai foto Jessica dan memeluknya. Tiffany tahu, wanita itu belum benar-benar melupakan wanita tercintanya di masa lalu. Atau Tiffany bisa mengatakan kalau Taeyeon masih sangat mencintai wanita itu?

“Tiffany, kau baik-baik saja?” tanya Taeyeon khawatir.

“Taeyeon-ah, mari bertemu Kang Jung Hee.” Tiffany menatap suaminya dengan serius.

“Ap- Apa yang k-kau bicarakan, Fany-ah?” Taeyeon tergagap.

“Kita tidak tahu Kang Jung Hee itu adalah Jessica atau bukan kalau kita tidak memastikannya.”

Taeyeon menggeleng. Dia mengalihkan pandangannya dan menunduk. “Aku takut.”

“Apa yang kau takutkan, hm?” Tiffany mengangkat dagu Taeyeon pelan.

“Aku takut jika Kang Jung Hee memang benar adalah Sica. Aku takut hatiku belum siap menerimanya yang tidak mengenalku. Apalagi dia milik Yuri.” Pelupuk mata Taeyeon sudah digenangi airmata. Satu kali kedipan, jatuh sudah cairan bening itu.

“Aku akan ada disana untuk menguatkanmu, Taeyeon-ah. Percaya padaku.” Tiffany meyakinkan Taeyeon, lebih tepatnya meyakinkan dirinya sendiri, kalau dia melakukan hal yang benar. Dia tahu dia bukanlah sumber utama kebahagiaan suaminya. Dia ikhlas jika Taeyeon kembali pada mantan kekasihnya itu jika Jung Hee benar Jessica.

Tiffany mengecup bibir suaminya kilat. Dia lalu memeluknya erat, menahan isakkannya sendiri.

***

Taeyeon dan Tiffany sudah berada di restoran tempat mereka janji bertemu dengan Yuri dan Jung Hee. Wanita tan itu tak keberatan dengan undangan personal Taeyeon. Dia bahkan sangat senang mengingat Taeyeon adalah orang yang dia kagumi mengenai urusan pekerjaan. Wanita itu memotivasinya dalam bekerja.

Di tempat duduknya, Taeyeon merasa gugup. Tangannya yang dingin mengeluarkan keringat. Taeyeon benci situasi seperti ini. Dia jadi tidak bisa mengendalikan dirinya dengan normal. Tiffany yang ada disampingnya membantu suaminya dengan dukungan moril. Dia terus meyakinkan Taeyeon bahwa semua akan baik-baik saja.

Lonceng di pintu masuk berbunyi. Taeyeon dan Tiffany serempak menolehkan pandangannya ke arah pintu. Mereka melihat wanita tan tengah menggandeng wanita anggun yang terlihat berkharisma. Taeyeon tak bisa mengendalikan hatinya. Dia bangkit berdiri dan menatap Jessica dengan haru. Tanpa sadar, sebait lagu dia nyanyikan dengan suara merdunya. Dia sendiri juga tidak tahu mengapa dia melakukan itu. Saat pertama melihat Jessica, hanya lagu itu yang terlintas di benaknya.

 

neugginayo jeo byeoldeului somaneul

deuneolbeun naui gaseumeul

 

Yuri dan Jung Hee semakin mendekat ke arah mereka. Taeyeon tak bisa menahannya, dia melanjutkan lagu tersebut.

 

deulrinayo maeumsokui ulrimeul

noppureun naui yaegireul

 

Air matanya turun. Jessica- tidak- Jung Hee membalas tatapan mata Taeyeon yang tersirat luka didalamnya.

 

you bring me joy

you bring me love

eonjena hangyeol gateun geot

 

Taeyeon memejamkan matanya. Dia merasakan sesuatu menghimpit rongga dadanya setelah menyelesaikan bait terakhir yang dinyanyikannya. Dia merasakan sakit yang luar biasa mengingat itu adalah lagu ciptaan mereka yang dijanjikan akan mereka nyanyikan bersama di pernikahannya.

 

you make me smile

you give me hope

urineun aljyo

urineun aljanhayo

urineun algo issjyo

 

Taeyeon membuka mulutnya tak percaya. Seorang Jung Hee meneruskan lagu yang dia nyanyikan! Benarkah Taeyeon sedang tidak mengalami gangguan fungsi pendengaran? Dia menggeleng dan membekap mulutnya untuk menahan isakkannya.

 

jageumahan supsokui noraedeuleul

geudaen mideul su issnayo

 

Jung Hee meneruskan lagunya lagi. Taeyeon mengepalkan buku-buku jarinya. Taeyeon bersumpah tak ada yang tahu lagu itu selain mereka berdua, selain Kim Taeyeon dan Jessica Jung. Taeyeon menarik tubuh Jung Hee ke pelukannya. Dia memeluk wanita itu sangat erat, seperti tak ingin melepasnya. Taeyeon menangis terisak di bahunya, sampai dia mendengar isakkan lain. Wanita yang dipeluknya juga menangis. Taeyeon tersenyum disela tangisannya.

Tiffany melihat mereka berdua dengan tersenyum. Meski tak dipungkiri hatinya menolak itu. Berbeda dengan Yuri yang melihat mereka dengan wajah bingung.

“Sica-ya, neomu bogoshippo.” ungkap Taeyeon. Wanita itu merasakan anggukan kecil di bahunya.

“Sica?” tanya Yuri. Wanita itu benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi disini.

Mereka melepaskan pelukannya satu sama lain. Keduanya tersenyum dan terkekeh pelan. Meski wajah mereka masih merah akibat menangis. Jung Hee, atau kini Taeyeon menyebutnya Jessica menatap Yuri dengan tatapan menyesal.

“Ceritanya panjang, Yuri-ah.” ucap Jessica.

“Aku punya banyak waktu untuk mendengar.”

Jessica menggigit bibir bawahnya melihat Yuri. Dia bingung harus memulainya dari mana. Dia melihat Taeyeon yang masih menatapnya dengan pancaran kebahagiaan. Dia juga bingung harus mengatakan apa pada Taeyeon mengenai petualangannya semenjak kecelakaan itu. Jessica bingung memutuskan bercerita kepada Yuri atau Taeyeon terlebih dahulu. Mereka berdua adalah orang-orang yang sangat dia sayangi. Namun dia memutuskan berbicara pribadi dengan Taeyeon terlebih dahulu.

“Yuri-ah mian. Aku akan menjelaskannya padamu nanti. Aku berjanji akan melakukannya. Dan sebelum itu, aku ingin berbicara pribadi dengan Taeyeon. Bolehkah?” tanya Jessica. Dia menatap Yuri dengan harap-harap cemas.

Yuri kemudian tersenyum. Dia mengangguk dan mengusap kepala Jessica. “Arrasseo, aku akan menunggumu di mobil, Hee-ya.”

Setelah mengecup kening Jessica, Yuri keluar dari restoran tersebut menuju mobilnya. Jessica menatap punggung Yuri yang menjauh. Setelah tak terlihat, dia beralih menatap Taeyeon. Mereka tak berbicara, hanya menikmati diam yang begitu menyenangkan bagi Taeyeon. Sebelum suara Jessica yang pertama memutuskan kediaman

“Lama tak berjumpa, Taeyeon-ah.”

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Weyy gw apdet lagi. Sorry buat LS mungkin ini gak ada sweet2nya blas haha. Ga selamanya taeny itu sweet kan. Gw mikir realistis aja. Coba bayangin klo kalian punya seseorang yg kalian bener2 sayangin yg udah lama ga ketemu? Gimana rasanya? itu yg taey rasain wkwk

Next chap mungkin tengsic betebaran. Tapi santae aja. Ini judul fic kan sweet love. Pasti tak tambahin sweet moment nya… di taengsic *ups

Wkwkwk gak lah. Taeny juga. Mereka kan main cast.

Oya ada yg tau diatas lagu apaan? Yup, you bring me joy nya the one ft taey. Asli itu lagu gw sukaaak banget!

Wes ah cuap2nya.

Pai pai~ see u next chap~